Rainy Girl

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 27 October 2017

Namaku Anita, aku dikenal sebagai gadis pembawa hujan sekaligus gadis pembawa sial.

“pergi kau dari tempat ini!”
“Jangan ke sini… nanti pakaianku tidak bisa kering!”
“Dasar, pembawa hujan sial!”
Cemoohan seperti itu sudah merupakan makananku sehari hari.

Aku memang terlahir dengan sebuah keunikan. Aku tak pernah melihat bagaimana bentuk matahari, seterang apa cahayanya dalam menyinari bumi ini. Hari hariku hanya dipenuhi awan gelap yang membuat orang orang di sekitarku membenciku. Kulitku pucat layaknya mayat yang hidup kembali. Tatapan mataku seakan kosong dan dipenuhi oleh kesedihan. Sudah kucoba pergi ke orang orang yang dipercaya pintar dan memiliki kekuatan magis, namun tak ada satu pun yang bisa menghilangkan keunikanku ini.

“Ma, kenapa aku harus jadi seperti ini.. kenapa harus anita?” tanyaku kepada mama yang mengemasi baju bajuku
“Anita, kamu harus sabar ya, mungkin ini merupakan cobaan dari tuhan” kata mama menghibur

Entah sejak kapan aku menyandang gelar wanita hujan, hanya setauku sewaktu ayahku masih hidup aku masih sempat melihat terangnya matahari. Namun hal itu sudah terjadi sangat lama, bahkan aku tak dapat mengingatnya lagi.

Di sekolah aku pun selalu dikucilkan. Tak ada seorang pun yang mendekat denganku. Terkadang, suasana sedih membuatku merasa tertekan dan cuaca menjadi hujan lebat. Bahkan ketika aku sedang senang bersama mama hujan juga turun. Maka untuk meredam hujan aku jarang merasakan kesedihan dan kebahagiaan.

“hei, Anita! Mau pulang bareng gak?” tawar seorang pria berbadan tinggi jangkung dengan senyum ramah
“a..aku?” ucapku sambil telunjuk mengarah ke diriku
“siapa lagi kalau bukan kamu.. kan Cuma kamu yang punya nama Anita di sini…” ucapnya
Pria itu bernama Reza, aku tak pernah menyangka cowok populer seperti dia akan menyapaku, bahkan tak pernah terbersit di pikiranku dia akan mengajakku pulang bersama.

“ta.. tapi kalau kita pulang bersama, nanti hujan turun akan repot..” kataku
“memang apa pengaruhnya hujan sama kamu?” tanyanya bingung
“memang kamu tak pernah mendengar dari yang lain tentang aku yang membawa hujan?” tanyaku
“kamu? Membawa hujan?? Keren sekali!!!” katanya terkesan
“tapi pokoknya sekarang kita pulang dulu!” tangannya menggenggam tanganku dan mulai berlari menuju parkiran

Cowok aneh, dia populer tapi aneh. Tapi, dari sekian banyak orang yang sudah kutemui, baru dia orang yang memuji keunikanku, bahkan dia orang yang pertama kali pulang bersamaku. Mungkin dia bisa menjadi teman pertamaku.

Kami pun mulai kenal satu sama lain, aku merasa kekosonganku terisi dengan kehadiran Reza di kehidupanku. Namun aku tak melihat adanya perubahan dari cuaca di sekitarku.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan berlalu. Aku dan Reza menjadi sepasang kekasih. Dia menerima semua kekuranganku, bahkan dia merubah kekuranganku menjadi kelebihan baginya.
Tanpa aku sadari, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku melihat matahari terbenam dengan mata kepalaku sendiri. Awan benar benar menghilang dari langit, tak ada tanda tanda adanya turun hujan. Aku sangat menikmati kehidupan yang seperti ini. Bahkan semenjak cuaca menjadi normal, teman teman seperti mulai menerima diriku dengan ramah.

Namun, hal tersebut hanya terjadi beberapa bulan saja. Diriku yang tak pernah kembali menangis menjadi pusat permasalahan lagi bagi orang lain. Kekeringan melanda di sekitarku. Air menjadi kurang, sumur sumur mengering, mata air pun menjadi kering.
Aku bahkan tak sadar bagaimana itu bisa terjadi. Aku merasa semua ini bukan ulahku, namun semua orang berpikir lain. Semuanya berpikir bahwa aku yang selalu ceria menjadi penyebab tak pernah turunnya hujan tersebut.

“Dear, aku mau bicara denganmu” kataku
“ngomongin apa sih honey?” tanya reza yang memanggilku dengan panggilan sayangnya
“sebenernya… aku mau putus sama kamu…” kataku tanpa ragu
“kenapa nit?” panggilannya berubah seusai aku berkata seperti itu
“aku… akan kembali menjadi wanita hujan” kataku

Aku pun pergi meninggalkan Reza, dan bersiap untuk pergi dan tak akan menemuinya. Tangisanku tak terhentikan, Reza mencoba mengejarku namun aku segera menaiki bus kota. Kembali lagi aku melihat gumpalan awan yang memenuhi langit dan turun sebagai hujan. Diriku yang sempat bahagia, kembali mengalami kesedihan yang sangat menyayat. akhirnya hujan lebat turun menjadi kebahagiaan bagi orang orang di sekitarku yang mengalami kekeringan. Diriku kembali menjadi Rainy Girl.

Cerpen Karangan: Mr. I

Cerpen Rainy Girl merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Empat Sahabat dan Kristal Bulan

Oleh:
Di sebuah rumah yang sangat besar, tinggallah tiga bersaudara. Helen, Adzwa, dan Farel adalah tiga bersaudara yatim piatu yang hidup bersama sejak adzwa berumur 2 tahun. Mereka sekarang dinafkahi

Maafkan Sang Malam

Oleh:
“Boleh aku memandangmu”, itulah yang aku ucapkan kepadanya. Sepasang mata itu tak pernah lepas dari pandanganku. Aku yakin dia mengerti apa yang aku maksudkan. Hanya ada satu garis pembatas

Tak Terduga

Oleh:
Dahulu kala hiduplah seorang anak yang malang hidup sendiri karena orangtuanya sudah meninggal. Anak itu hidup sendiri dengan gubuk sederhana nya di sebuah desa kecil yang masyarakatnya tak begitu

Jiwa Yang Mati

Oleh:
Aku tak menyangka, cinta itu masih ada dalam hatiku. Ingin sekali aku melupakan, semuanya, sampai tak tersisa lagi serpihan kisahku dengannya di masa lalu. Tapi, kisah itu hanya akan

Perjuangan Para Manusia (Dunia Hijau)

Oleh:
Seorang kakek berdiri di atas bukit petir sambil memandangi terbitnya matahari. Kakek itu bernama Gabel, ia sering dipanggil Tuan Gabel. Ia berpakaian penyihir, dan memandangi matahari yang terbit berbentuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *