Reincarnation

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 28 July 2017

“Bangsa Peri itu ialah makhluk hidup yang tinggal di hutan lebat. Mereka adalah makhluk yang memiliki sayap yang indah dan dipenuhi kemilau. Kehidupannya pun hampir mirip dengan kita. Bedanya, dia akan datang ke dunia untuk bertemu dengan anak-anak kecil” kata seorang wanita sambil menemani anaknya yang sedang membaca buku yang berjudul Fairy World.
“Kenapa? Untuk apa?” tanya gadis kecil itu dengan heran.
“Agar anak-anak kecil itu percaya bahwa dunia Peri itu ada, di manapun dan menjaga kalian dari jauh” jawab wanita itu sambil mengelus lembut rambut putri kecilnya.
“Sungguh? Jadi dunia Peri itu benar-benar ada, mama?” tanya gadis itu lagi dengan mata berbinar. Wanita itu mengangguk namun ia membuka mulutnya lagi.
“Namun, tidak ada yang tahu di mana letak mereka sekarang, Jadi peri itu diingat sampai sekarang sebagai peneman anak kecil tidur”
“Waaah, jadi seperti itu ya ceritanya, mama” gadis itu mulai menguap.
“Sekarang aku jadi mulai mengantuk, Ma”
Wanita itu tersenyum dan mulai menyelimuti Putri kecilnya dengan selimut.
“Selamat tidur, Fionna”

“Fionna, cepat habiskan sarapanmu. Kau bisa terlambat ke sekolah” kata seorang wanita yang memanggil Fionna dari meja makan.
“Ah iya ma, aku datang” jawabnya sambil berlari kecil menuruni anak tangga yang menghubungkan ke meja makan.
“Wah, masakan mama terlihat enak sekali, aku jadi tidak sabar untuk memakannya” kata Fionna yang mulai tergoda untuk makan masakan mamanya itu.
“Sudahlah kak, jangan terlalu banyak bicara, tinggal makan saja apa susahnya sih? Ayolah aku tidak mau terlambat ke sekolah nanti” kata seorang laki-laki kecil berwajah tampan itu, hey dia sedang cemberut. Bukankah menambah kesan imutnya?
“Hihi, baiklah baiklah, kau itu benar-benar maenggemaskan tahu, adikku Daniel yang tampan” kata Fionna sambil mencubit pipi adiknya yang tampan itu. Ia senang sekali menggoda adiknya kalau sedang cemberut seperti itu. Sang adik yang dicubit oleh kakaknya itu, tambah mengembungkan pipinya. Coba bayangakan, bagaimana lucunya dia?
“Sudah Fio, kasihan adikmu itu, cepat habiskan makanannya ya” kata sang ibu dengan lembut.
“Oke, Ma” jawab Fionna yang kemudian mulai melahap masakan mamanya itu

Di perjalanan Sekolah
Fionna berangkat sekolah dengan berjalan kaki dengan adiknya Daniel, letak sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumahnya, jadi ia lebih senang berjalan kaki bersama sang adik kesayangannya. Ketika sampai di persimpangan jalan, sang adik dan kakak pun berpisah. Adiknya baru kelas 3 SD, sedangkan sang kakak kelas 2 SMA. Namun saat sampai di perbatasan sekolahnya, ia melihatnya seekor kelinci putih yang berlari ke dalam kebun dekat sekolahnya. Entah mengapa, Fionna sangat tertarik dengan kelinci itu, ia pun memutuskan untuk mengikuti kelinci itu.

Saat masuk di dalam kebun, tak ada yang istimewa di sana, kebun itu hanya dipenuhi semak-semak belukar dan ditumbuhi ilalang, Fionna bergidik ngeri, takut-takut kalau ada ular berbisa yang memangsa Kelinci itu, atau bahkan malah melukai dirinya. Dia cepat-cepat ingin membawa keluar Kelinci itu dari kebun, namun ketika kelinci itu didekati, kelinci itu justru makin masuk ke dalam semak-semak, Fiona akhirnya ikut masuk ke dalam semak-semak itu dan
“Kyaaa” Fionna tenggelam di semak-semak tinggi yang ia pijak tadi.

Di rumah
“Daniel, sudah jam 8 malam tapi kakakmu masih belum pulang juga, di mana dia?” tanya seorang wanita dengan raut wajah khawatir. Ya, dia adalah ibu dari Fionna.
“Daniel tidak tahu Ma, coba mama tanya teman-teman kak Fio” jawabnya
“Sudah Daniel, justru mereka bilang Fio tidak masuk sekolah. Mama benar-benar khawatir, di mana Fio sekarang? Bagaimana keadaannya? Bagaimana jika sampai terjadi apa-apa dengannya?”
“Apa? Itu tidak mungkin, jelas-jelas tadi kak Fio berangkat sekolah bersamaku Ma, mama tahu sendiri kan? Setiap hari kami selalu berangkat sekolah bersama?” tanya Daniel
“Iya, mama tahu, tapi ia pasti menghilang saat kalian berpisah di persimpangan jalan” jawabnya. Sang ibu mulai menangis karena putri satu-satunya tak kunjung pulang. Hey, ibu mana yang tidak khawatir jika mengalami situasi seperti itu?
Raut wajah Daniel pun ikut khawatir, matanya mulai berair. Melihat putranya yang akan menangis itu, sang ibu mulai merasa bersalah karena malah melibatkan putra kecilnya dalam masalah itu.
“Daniel, kau istirahat ya? Sudah jangan menangis, maafkan mama, mama jadi membuatmu sedih seperti ini. Nanti kakakmu pasti pulang, kamu jangan khawatir ya?” katanya meyakinkan putranya
“Bagaimana bisa mama menyuruhku untuk tidak khawatir sedangkan mama saja sampai menangis seperti itu?”
Skak mat! Sekarang ibunya tidak bisa membalas pertanyaan putranya itu. Namun ia terus berusaha meyakinkan putranya yang sedikit keras kepala itu, akhirnya sang putra pun luluh juga dan memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya.
“Fionna, di mana kau?” tanya sang ibu dalam hati.

Fionna PoV
Gelap. Gelap sekali. Di mana aku ini? Di sini benar-benar gelap, tidak apa-apa. Di mana Mama dan Daniel? Seseorang tolong aku. Apa yang terjadi denganku? Bukankah aku tadi pergi sekolah bersama Daniel? Lalu aku… Tunggu! Kelinci itu! Aku mengejar kelinci itu sampai terjatuh ke dalam sini. Di mana kelincinya? Ah itu dia, di sana kau rupanya.

“Hai. Emiliy” kata seorang di sana. Emily? Siapa dia? Jelas-jelas namanya Fionna, bukan Emiliy. Tunggu dulu, di dalam sana tidak ada siapapun, hanya aku dan kelinci itu. Lalu siapa yang mengajakku bicara?
1 detik
2 detik
3 detik
Bingo! Kelinci itu? Bisa berbicara? Seseorang tolong tampar aku!

“Haha jangan menunjukkan raut aneh seperti itu, Emily, kau begitu menyedihkan tahu” kata kelinci itu tertawa. TERTAWA. Bayangkan saja betapa anehnya seekor kelinci mentertawai manusia. Apakah aku gila eh?
“Hey kelinci aneh, siapa yang kau panggil Emily itu? Jangan sembarangan ya. Namaku Fionna bukan Emiliy” kataku pada kelinci yang tidak tahu diri itu
“Fionna? Siapa Fionna? Ya tuhan, teganya kau sampai melupakanku, aku ini Edwin, sahabatmu. Gara-gara keluarga Iblis yang kau cintai itu aku jadi berubah menjadi kelinci seperti ini. Kau lupa Em, dengan semua pengorbananku?” katanya lagi. Emily? Edwin si kelinci? Iblis? Cukup sudah! Aku benar-benar muak dengan kelinci itu.
“Hey, kelinci, atau siapa tadi namamu, Edwin? Dengarkan aku ya! Namaku ini Fionna bukan Emiliy, dan tadi apa kau bilang? Aku mencintai iblis? Ya ampun iblis apanya sih, aku belum pernah bertemu iblis. Dan manusia mana pun belum ada yang bertemu Iblis. Kau ini benar-benar tidak pandai membuat lelucon ya?” kataku padanya
“Kau ini jangan-jangan sedang hilang ingatan ya, Em? Sampai kau bilang kau ini manusia. Coba kau lihat kedua sayapmu itu, apa kau terlihat seperti manusia? Kau ini Peri, Em” katanya
Hah, dasar kelinci itu, apanya yang punya sayap. Jelas-jelas aku ini manusia, dia ini rabun atau bagaimana? Lihat aku ini tidak punya say— eh apa ini, 2 pasang sayap yang berkilauan? Sayap? Darimana sayap ini? Apakah aku sedang bermimpi? Apa ini sungguhan?

“Sudahlah Emily, cukup sampai di sini bercandanya. Ayo kembali ke istana, 2 hari lagi para iblis akan menyerang kerajaan kita, kita harus mempersiapkan semuanya untuk perang nanti. Kau tahu, Peri lebih lemah dari Iblis, kita harus mempersiapkannya matang-matang, Em” katanya lagi.

Apakah kalian tahu bagaimana perasaanku saat ini? Aku hanyalah seorang pelajar SMA yang hidup dengan Mamaku dan adikku Daniel, ayahku telah meninggal karena kecelakaan saat Daniel kecil, dan sekarang apa? Aku berubah menjadi Peri? Ada apa dengan semua ini? Tidak ada jalan pulang ke rumah. Mama, Daniel, aku merindukan kalian, aku merindukan teman-temanku dan duniaku. Aku benar-benar ingin pulang. Bahkan menangis seperti ini tidak akan membawaku pulang kan?

“Em, ada apa? Kenapa kau menangis? Apakah aku berbuat salah padamu? Jika iya, maafkan aku Em, kumohon hentikan tangisanmu itu” katanya menenangkanku
“Aku ini siapa Ed? Kumohon katakan siapa aku sebenarnya? Di mana duniaku sebenarnya? Di mana keluargaku sebenarnya? Apa yang terjadi padaku? Kumohon katakan padaku Ed!” kataku marah padanya. Sungguh, rasanya aku sedang dipermainkan saat ini, aku tidak sebodoh itu sampai-sampai aku lupa apa yang terjadi tadi. Aku benar-benar 100% sadar apa yang terjadi sebelum ini. Dan tiba-tiba aku berubah menjadi Peri? Bagaimana bisa? Ini lelucon kan? Peri itu hanyalah dongeng yang sering mama ceritakan dulu saat aku masih kecil.
Edwin bingung dengan apa yang aku katakan, dia benar-benar tidak menyangka kalau aku tidak tahu siapa diriku. Akhirnya dia menceritakan semuanya.

10 tahun yang lalu terjadi perang besar-besaran antara Peri dan Iblis, Iblis ingin memusnahkan bangsa Peri dengan menghancurkan semua wilayah tempat tinggal Peri. Peri dianggap mengganggu kehidupan Iblis. Tugas seorang Peri adalah memberikan kebahagiaan bagi para manusia. Menaburkan cinta dan kasih sayang. Di samping itu, tugas seorang Peri adalah membasmi Iblis yang mengganggu tugas-tugas Peri tersebut.
Sedangkan tugas seorang Iblis adalah kebalikannya, yaitu memberikan kesengsaraan kepada manusia. Menumbuhkan rasa benci, iri, dan dendam. Selain itu, tugas seorang Iblis adalah membunuh Peri yang dianggap mengganggunya.
Edwin bilang, perang itu terjadi saat usiaku 7 tahun. Dan katanya aku telah jatuh cinta dengan seorang Iblis bernama Lucas. Aku bersahabat dengan Edwin dari kecil, dia adalah teman mainku saat kecil. Mamaku bernama Sophia dan papaku bernama Anderson. Kelebihan Peri ialah punya mantra penyembuh dan pembasmi. Saat itu, mamaku menyerang seorang iblis dengan mantra pembasmi untuk menjadikan iblis itu menjadi kelinci, namun entah bagaimana kecelakaan itu terjadi, mantra itu malah justru mengenai Edwin yang melindungiku. Mama benar-benar merasa bersalah pada Edwin, namun Edwin hanya bisa diubah menjadi Peri seperti semula ketika 7 tahun ke depan, ketika perang itu akan terjadi lagi untuk yang kedua kalinya.

Edwin membawaku ke dalam istana Peri. Biar aku ceritakan, aku adalah seorang putri dari bangsawan Peri. Saat sampai di sana, aku benar-benar disambut dengan ramah, tempatnya sangatlah indah, bahkan lebih indah dari imajinasiku saat mendengar cerita dongeng. 3 Peri sedang menungguku di ambang pintu istana sana. Biar kutebak, mereka berdua adalah kedua orangtuaku di sini. Dan yang satunya, dia adalah kakak laki-lakiku, Anthony. Wajahnya tampan sekali. Tunggu dulu, dia seperti Daniel versi dewasa mungkin? Ah Daniel, aku sangat merindukannya, tapi sepertinya aku tidak dapat bertemu dengannya lagi. Karena aku sudah terjebak dan punya kehidupanku di sini. Maafkan aku Mama, Daniel, tidak ada jalan pulang di sini. Aku berani bertaruh mereka berdua pasti akan marah padaku.

“Emily, mana pelukan untuk Mama dan Papamu hm?” kata seorang laki-laki dewasa itu. Ya, dia papaku di dunia Peri ini. Aku pun berjalan memeluk kedua orangtuaku. Rasanya nyaman dan hangat sekali, bahkan aku sampai menangis bahagia ketika bertemu mereka, entah mengapa.
“Kami sangat merindukanmu Em, sudah 3 hari kau kabur dengan Iblis itu, untung saja ada Edwin yang menemukanmu dan membawamu ke sini” kata mama
Aku tidak mengerti apa yang mama katakan, aku kabur dengan iblis itu? Apa dia Lucas? Kenapa ya mendengar namanya, hatiku jadi menghangat? Tapi mengapa aku harus kabur dengannya?
“Benar apa yang mama katakan, Iblis dan Peri itu bertentangan, jangan pernah dekat-dekat dengannya, Em, dan satu lagi, apa kau hanya memeluk mama papa, kau melupakanku eh?” kata Anthony kakakku. Aku pun tersenyum kecil lalu memeluknya.

Pagi ini aku bangun dari tidur nyenyakku. Tak terasa sudah 3 hari aku tinggal di dunia ini, aku mulai menyesuaikan diri dengan semua. Hari ini masih pagi, namun entah mengapa terjadi kegaduhan di luar. Ada sedikit pembicaraan yang kutangkap dengan telingaku, Iblis sedang menuju ke sini. Apa itu artinya perang ke dua akan terjadi sekarang? Saat aku beranjak dari ranjangku, jendela kamarku terbuka lebar-lebar dan angin bertiup dengan kencangnya, seorang makhluk bersayap kelelawar telah terbang di jendela kamarku dan berkata
“Emily, aku merindukanmu”
“Hah? Kau ini siapa?” ucapku dengan ekspresi ilfeel, ya senyumannya memuakkan dia memang tampan tapi, hey, memang aku wanita apa yang sekali digoda langsung luluh?
“Hey kenapa melamun kau tak merindukanku?” tanyanya dengan senyuman yang sama.

“Emily!!! Menjauh darinya” teriak kakakku.
*whuuzzd- ia mengeluarkan sihirnya dan membanting jendela.
“Kau tak apa?” tanyanya sembari mendekapku. Wah, apakah 2 orang tampan ini sedang memperebutkan aku? Hihi.
Suara gaduh sangat terdengar dari sini. Aku tak diperbolehkan keluar istana. Papa, Mama, kakakku, dan semua penghuni istana ini sedang bertaruh nyawa di luar sana.

“Apa aku juga memeiliki kekuatan?” batinku
*whuuzd aku bisa memecahkan vas bunga. Amazing. Walaupun sepenuhnya aku belum bisa mengontrol kekuatanku.

Aku ke luar kamar, di aula tengah sangat berantakan aku terkejut ada iblis merah pekat bersayap lebar di sana.
“Hehehe hai manis ada kata-kata terakhir?” ia tersenyum sama dengan senyuman lelaki di jendela tadi. Aku sungguh mual dengan senyuman itu. *bruush-. iblis itu menyemburkan sihir api.
“Astaga dia menyerangku.” batinku. Aku mengelak serangan demi serangannya. Aku tak bisa begini terus. Aku lalu mencoba menyerang balik. *whuuzzd-whuuuzzd- mengenainya tetapi kelihatannya tidak menyakitinya.
“Hahaha keluarkan saja kekuatanmu sampai habis. Itu takkan menghentikanku”
“Astaga iblis yang 5 kali lebih besar dariku harus bertarung dengan gadis berusia 17 tahun ini?” batinku.

“Sssst pakai kekuatan airmu Emily, itu akan menyakitinya.” ucap sebuah suara yang jelas terdengar di telingaku.
“Kekuatan air?” aku bahkan ti— Argggh.” ia menyerangku. Itu panas sekali.
“Bayangkan air saja Emily!!!.” suara itu lagi.
Aku mulai membayangkan air dingin.
*whuuuuuuzzzzd* tepat mengenainya dan yeaah dia langsung terjatuh. Namun dia bangkit lagi.
“Argh dia takkan mati kalau begini terus.” batinku.
“Kau melihat lambang iblis? serang tepat di situ.” ucap suara itu lagi
“Hah?.” oh aku tau pasti di dadanya. *whuuzzd* *bruuush- *whuuuzzzzdd- argh dia selalu mengelak. Aku ambil nafas yang dalam, kufokuskan pikiranku ke air *whhhuuuuuuuuuzzzzzzzzzzzd- *brrrrruuuuuuuuuuuush- kekuatan kami saling mendorong, lalu *whuuuuuuussssssd- ada kekuatan yang menyerang iblis itu namun bukan aku.

“Hai” senyumnya sangat menawan namun aku kembali fokuskan pikiranku ke iblis ini. *Duaarrr- sihirnya terkena tepat di lambang iblisnya, ia pun mati.
“Siapa kau?” tanyaku.
“Aku Edwin, Em” kata lelaki itu
“Hah?” aku terkejut dia sangat tampan. Ternyata ia telah disembuhkan seperti janjinya, Edwin bisa disembuhkan ketika 7 tahun ke depan. Dan saat ini adalah waktunya. Ia telah menjadi Peri seperti semula. Aku benar-benar bahagia semuanya baik-baik saja, namun Iblis yang aku serang tadi ternyata belum mati, lebih tepatnya dia masih sekarat. Ia melemparkan Rosario Iblis yang menngantung di lehernya. Rosario itu memancarkan cahaya merah panas yang amat menyilaukan, seseorang mendekapku dengan sangat erat, sungguh, aku seperti tak dapat bernafas.
“Hahaha, jangan senang dulu kalian, kalian fikir aku akan mati sia-sia tanpa membawa apa-apa heh? Sekarang aku bisa mati dengan damai melihat kalian lenyap” kata Iblis besar itu yang kemudian mati.
Rosario Iblis itu membakar semuanya. Semuanya lenyap, termasuk kedua orangtuaku dan kakakku. Saat ini aku bisa merasakan betapa panasnya Rosario Iblis itu. Namun seseorang masih mendekapku dengan sangat erat. Saat panasnya menghilang, ia mulai melepaskan dekapannya.

“Kau baik-baik saja Emiliy?” tanya lelaki itu. Dia iblis yang tadi ada di jendelaku.
“Apakah kau, Lucas?” tanyaku padanya
“Kau melupakanku Em?” tanyanya sekali lagi. Sungguh aku ingin menangis keras saat ini, mereka semua yang telah bertaruh nyawa untukku, bagaimana bisa aku melupakan mereka? Mama, Papa, Kak Anthony, Edwin dan Lucas. Jika aku ini memang Emiliy, kumohon kembalikan semua ingatanku!
Kepalaku benar-benar pusing. Sekelebat bayangan berputar-putar di otakku, semuanya seperti potongan puzzle.

“Emily, tetaplah di sini, di luar berbahaya, kamu masih kecil, jangan sampai keluar istana ya”
“Tapi apa yang terjadi, Ma?”
“Emiliy, aku akan menjagamu”
“Ada apa ini Edwin?”
“Emily aku akan melindungimu”
“Kakak?”
“Namamu Emiliy? Kau cantik sekali, aku Lucas. Aku Iblis tapi aku tidak ingin menjadi Iblis”
“Lucas?”
Bayangan dan percakapan itu. Aku benar-benar mengingat semuanya. Mereka semua selalu menjagaku dan mereka semua mati karena menjagaku.

“Aku mencintaimu Emily.” ucap Lucas
“Jangan menagis, aku berjanji padamu. Nanti kita akan bertemu lagi” kata Lucas
Dan semuanya menjadi gelap.

“Fionna, bangun sayang” kata seorang wanita paruh baya yang suaranya amat familiar. Aku mengerjapkan mataku. Dia mamaku! Dan ada Daniel di sana. Ada apa ini? Apa dunia Peri yang selama 3 hari ia kunjungi itu hanya mimpi?
“Kelinci itu menemukanmu kak, kau terjebak di semak-semak belukar. Untung saja kau baik-baik saja, awalnya kelinci itu datang ke sini, lalu dia membuatku mengikutinya sampai di kebun dekat sekolah kakak. Dan di sanalah aku menemukanmu. Waktu itu aku fikir kau sudah meninggal ternyata tidak. Aku dan mama benar-benar lega” kata adikku.

Yang kemarin itu bukan mimpi kan? Aku masih merasakan bagaimana nyatanya perang kemarin. Semua peri dimusnahkan dan, Lucas, dia juga mati. Argh! Jika seperti ini aku benar-benar gila!
Huh. Aku masih bingung apa yang terjadi sebenarnya. Apa hanya aku di sini yang mengalami hal aneh begini? Dan kelinci ini, kenapa benar-benar ada di sini?
Aku pun bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Daripada pusing memikirkan hal itu.

Saat aku sampai di kebun tempatku terjebak di dunia Peri, aku iseng mencoba masuk ke dalam semak-semak itu dan… Tidak terjadi apa-apa. Hah, jadi benar ya semua ini hanya mimpi? Tapi mengapa terasa sangat nyata? Ah sudahlah, aku hampir terlambat ke sekolah

Di Sekolah
“Fiooo, ke mana saja kamu selama 3 hari ini? Kau tahu, saat hari pertama kau tidak masuk, mamamu bilang, kau masuk sekolah namun nyatanya kau tidak masuk. Kupikir kau diculik tahu!” kata sahabatku bernama Clara
“Aku sedang sakit” kataku seadanya. Di saat bersamaan, aku melihat seorang laki-laki yang tidak asing bagiku, namun dia asing di mata teman-temanku. Dia Lucas? Astaga wajahnya mirip sekali. Dia menghampiriku dan berbisik
“Kita bertemu lagi, Emily”

Deg! Aku tersentak kaget. Dan saat itu juga, aku percaya bahwa yang kualami selama 3 hari kemarin bukan mimpi. Sekarang aku mengerti apa yang terjadi denganku. Aku bereinkarnasi.

“Wah murid pindahan itu tampan sekali” kata murid perempuan di dalam kelasku

“Fio, apa kau percaya akan adanya Peri?” kata sahabatku Clara. Rupanya ia sedang membaca novel fantasi yang bercerita tentang Peri.
“Aku sangat percaya, Clar” jawabku
“Kenapa bisa?” tanya Clara dengan heran
“Tentu saja. Karena aku adalah reinkarnasi dari seorang Peri” kataku dalam hati.

End

Cerpen Karangan: Nada Aghnia
Halo, saya Nada Aghnia kelas 2 SMA. Bagi kalian yang ingin tahu saya lebih dekat, bisa hubungi email saya nadaaghnia99[-at-]gmail.com

Cerpen Reincarnation merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Petualangan di Shiltz (Part 3) Blue Eye Dungeon

Oleh:
“Markas Lucifer adalah tempat paling berbahaya dari semua tempat yang ada di Shiltz ini” ucap Lufa dengan nada mengancam. “Maksudmu paling berbahaya?” Tanya Shun “Tempat itu adalah tempat penuh

Wireless Charging

Oleh:
Pada suatu malam yang dingin seorang mahasiswa bernama aji sedang berdiri di balkon rumahnya sambil menghisap asap rok*k sambil memikirkan nasib sahabatnya yang tadi pagi dimarahi oleh dosennya karena

Negeri Islamcholic

Oleh:
Adriana fatin fatimah siswi kelas 5 sekolah bunga bangas, Ia bingung dengan tugas yang diberikan oleh ibu alsa, wali kelasnya. “Kalian harus berimajinasi untuk mengunjungi negeri. Tapi bukan sembarang

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *