Robin Hood

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 14 November 2017

Hari yang indah bagi sang koruptor di sebuah kantor pemerintahan. Karena dia berhasil mengumpulkan dana sebesar 100 triliun rupiah, yang dia peroleh dari hasil korupsi. Tetapi, kegiatannya telah diketahui oleh seorang mahasiswa magang yang bernama Jainudin. Kemudian dia merekam aksi atasanya di sebuah kamera tersembunyi. Setelah berhasil, dia pun kembali berpikir untuk mengatur siasat selanjutnya. Akhirnya dia menemukan sebuah ide, yaitu mencuri seluruh harta hasil korupsi.

Kemudian dia kembalikan seluruh hasil korupsi ke pemerintah. Untuk melancarkan aksinya, dia harus mencuri kode transaksi dan beberapa dokumen penting. Lalu dia melihat jadwal atasanya yang dia dapat dari sekertarisnya. Ternyata dia akan pulang malam, dia ingin bersiasat membegal atasanya di jalur yang biasa dilewati. Setelah merencanakan siasat, akhirnya dia bersiap-siap untuk melncarkan aksinya. Sebelum itu dia mempersiapkan beberapa peralatan seperti, pisau, paku, beberapa butir telur, dan terakhir sebuah topeng. Untuk melancarkan aksinya dia memita seorang sahabatnya untuk membantuya.

Di sisi yang lain sang koruptor sedang mempersiapkan diri untuk pulang. Kemudian, dia mengemudikan kedaraanya melewati jalur yang biasa dia lewati. Selama di perjalanan sang koruptor selalu memegang koper berisi uang hasil korupsi yang dia peroleh dari kantor dinas. Tiba-tiba terdengar suara panggilan telephone misterius. Kemudian dia mengangkatnya, tetapi saat diangkat ternyata tidak ada jawaban.

Lalu dia melihat ada seorang pengendara misterius dari kaca spion.
Karena terlalu fokus kepada sang pengendara yang berada di belakang tiba-tiba seluruh ban mobil kempes. Kemudian, pria misterius turun dari kendaraanya berjalan menuju sang koruptor. Semakin lama jantungnya pun berdetak semakin kencang, melihat langkah kaki yang semakin dekat dengan dirinya. Tiba-tiba dari arah belakang ada seorang pria bertopeng menodongkan pisaunya.

Lalu sang pria bertopeng berkata, “Serahkan kopermu, atau nyawamu akan melayang!!” Lalu sang koruptor menjawab “Iya baik tapi lepaskan aku” dengan rasa terpaksa. Lalu dua pria bertopeng pun mengambil sebuah koper dan beberapa dokumen penting.

Setelah melancarkan aksinya, merekapun pergi meninggalkan sang koruptor. Setelah siasat mereka berhasil, mereka pun berganti pakaian dan pergi menuju kantor untuk mengembalikan seluruh uang hasil korupsi. Tidak lupa mereka menghubungi pihak berwajib atas kegiatan korupsi yang dilakukan atasan.

Satu minggu telah berlalu, sang koruptor masih bisa bernafas lega di kantornya. Tiba-tiba dia mendengar surara ketukan dari pintu kantornya kemudian dia mempersilahkan untuk masuk.

Alangkah terkejutnya dia, ternyata yang masuk ke ruanganya adalah pihak kepolisian. Kemudian sang koruptor dimasukan ke penjara untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Berkat keberanian yang dilakukan Jainudin, akhirnya dia panggil Istana Negara. Setelah sampai di lokasi, dia sempat berpidato, dan memberi masukan kepada seluruh penjabat agar selalu amanah dan tidak mudah tergiur oleh harta karena kelak di akherat nanti kita akan dimintai pertanggung jawabanya oleh Tuhan. Setelah berpidato, sang Peresiden maju ke depan. Kemudian memberi penghrgaan, dan diakhiri dengan tepuk tangan dari semua kalangan. Semenjak saat itu, orang-orang mengenalnya dengan sebutan Robin Hood.

Cerpen Karangan: Fidki Sya’ban
Facebook: Fidki Syaban

Cerpen Robin Hood merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terjebak Di Dunia Cokelat

Oleh:
Namaku Risa Amanda, biasa disapa Risa. Aku suka sekali cokelat. Satu hari tanpa cokelat, hidupku jadi nggak komplit. Suatu hari saat aku sedang makan cokelat, tiba-tiba… “Aaaaaa!!” teriakku. Tiba-tiba

Mereka Benar Benar Ada

Oleh:
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 malam ketika seorang gadis kecil berambut jagung masih terjaga di dalam kamarnya. Dengan lincah tangan mungilnya menorehkan coretan-coretan tinta berbagai warna yang meriah pada

Clurit dan Linggis

Oleh:
Aku terdiam memangu ketika mendengar suara bising dari arah samping rumaku – tetangga. Sering kali pasangan suami istri itu bertengkar, tak jarang keluar jancukannya bahkan kalimat-kalimat pencerai secara tidak

Samaria (Dua Ksatria Dari Bumi)

Oleh:
Langkah kami berdua makin cepat, burung yang kami incar tepat di atas bunker tua peninggalan belanda di hadapan kami, dengan senjata ketapel di tangan dan amunisi krikil yang sudah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *