Robot Pembersih Sampah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 15 April 2016

Pada suatu masa, di suatu tempat yang bernama pulau Robotic pemandangan di sana sangat indah karena dalam satu pulau ada banyak tempat yaitu hutan hujan (penuh dengan robot hewan dan juga robot humanoid (berbentuk manusia) hutan hujan), gurun (penuh dengan hewan dan robot humanoid gurun), tundra (penuh robot hewan dan robot humanoid tundra), dan suasana kota (penuh dengan robot humanoid). Tempat ini juga terbagi dalam beberapa wilayah, yaitu: Hutan Hujan Listrik, Gurun Kabel, Tundra Baterai, dan Kota Besi. Ada robot pembersih sampah di kota Besi yaitu, Techno.

Ia tidak memiliki teman tetapi ia hanya punya musuh yang ia tidak suka. Ia adalah robot yang hebat karena ia biasa menyelesaikan tugasnya dalam waktu 2 jam dengan luas pulau sebesar 35.000 kilometer2. Ia juga robot yang penyabar, baik, dan penolong walau sering kali diejek oleh teman-temannya. Electro, Hydro, dan Mercury sangat suka mengejek Techno yang profesinya adalah pembersih sampah kota, tapi Techno selalu sabar. Ia menyukai profesinya, karena menginginkan bukan hanya kota Besi bersih, tetapi juga alam di pulau Robotic tetap indah dan terjaga.

Pada suatu saat, Techno sedang membersihkan dan ia bertemu dengan Miranda, Metro, dan Neutro. Mereka sangat baik dan mau membantu Techno membersihkan kota Besi agar cepat selesai. Miranda, Metro, dan Neutro mengajak Techno untuk pergi ke kota Besi jalan Sendi Robot, nomor 10, yaitu, rumah Electro, Mercury, dan Hydro. Mereka berempat mengunjungi teman mereka. Electro kaget ketika mengetahui Miranda, Metro, dan Neutro bisa berteman dengan pemulung kota.

“Apa yang kalian lakukan dengan pemulung kota itu?” kata Electro penuh emosi.
“Tidak boleh begitu pada teman kami, Electro! Namanya adalah Techno bukan pemulung kota,” kata Miranda mengingatkan dan memberitahu Electro.
“Iya betul itu Miranda,” kata Metro diikuti Neutro.
“Itu kan orang selalu mengejekku kalau aku sedang bekerja.” kata Techno dalam hati.

Mereka saling berkenalan satu sama lain pada Techno, Techno merasa sangat senang mulai memiliki banyak teman. Tapi, kalau disuruh membantu, Electro, Mercury, dan Hydro tidak mau membantunya. Metro meminta untuk dibantu dalam membersihkan kota, tetapi mereka tidak mau membantu. Mereka hanya menyuruh untuk membersihkan sampai betul-betul tidak ada sampah di depan rumah. Hydro pergi ke tundra Baterai sendirian untuk mencari robot hewan. Ada orang yang melihat dan mengejarnya sampai ke gurun Kabel. Ia pun melarikan diri menggunakan hewan yang diburunya. Orang yang melihat Hydro memburu hewan tersebut meminta bantuan agar cepat ditangkap. Akhirnya, bantuan itu pun datang dan mengejar Hydro. Hydro lari ke kota kembali dan bertemu Techno.

“Apa yang terjadi, mengapa engkau berlari?” Tanya Techno.
“Aku memburu hewan ini, tetapi ada yang melihat, aku pun dikejar sampai di sini,” kata Hydro kelelahan. Bantuan telah datang untuk menyelamatkan robot hewan tersebut agar bisa dilepaskan ke tundra lagi, agar populasi hewan tersebut terjaga -tidak punah. Techno membantu Hydro untuk berbicara, “Ia hanya ingin hewan untuk menemaninya,” kata Techno. Bantuan itu mengerti dan membiarkan hewan itu dipelihara oleh Hydro. “Terima kasih Techno,” kata Hydro senang. “Sama-sama Hydro,” balasnya senang juga.

Mercury dan Electro diceritakan oleh Hydro tentang pertolongan dari Techno untuk mendapatkan robot hewan yang diambil dari tundra Baterai. Electro dan Miranda bingung kenapa robot seperti itu masih membantu mereka yang selalu mengejek dan mengolok-olok Techno. “Wah, ternyata Techno itu orangnya baik, walau kita sering mengejek dia,” kata Electro terkagum-kagum dengan Techno.
“Iya, betul sekali, walau dia selalu kita ejek dan olok-olok, dia tetap sabar yah,” kata Mercury menyambung kalimat Electro.

Suatu saat, Mercury sedang dikejar oleh humanoid gurun Kabel. Humanoid gurun tersebut mengejar karena Mercury telah membeli sendi robot dan uangnya kelebihan, tapi Mercury telah mengatakan bahwa kembaliannya diambil saja. Lalu, Mercury berhenti dan mengambil kembaliannya supaya tidak dikejar oleh penjualnya. Techno bingung kenapa Mercury membelikannya sendi-sendi robot.

“Mengapa engkau membelikanku sendi-sendi ini?” tanya Techno.
“Karena aku ingin berterima kasih denganmu karena telah sabar walau aku selalu mengejekmu bersama teman-temanku,” jawab Mercury.
“Terima kasih ya Mercury salam untuk Hydro dan Electro juga,” kata Techno.
“Sama-sama Techno, nanti akan ku sampaikan pada mereka salammu itu,” balas Mercury.

“Ada salam dari Techno untuk kalian karena telah mulai bersikap sopan padanya, karena membelikan sendi-sendi robot untuknya,” kata Mercury menyampaikan salam dari Techno. Electro dan Hydro mengatakan terima kasih dengan bersyukur pada Tuhan. “Saya mulai berubah karena kebesaranMu, Tuhan, dan dapat membantu Techno sekarang.”
“Hebat kamu Tech, kamu bisa menjaga lingkungan dan membersihkan sampah-sampah yang ada di kota maupun di luar kota,” kata Miranda senang melihat Techno yang bisa menjaga lingkungan.

“Betul sekali Mir, Techno adalah robot humanoid yang sangat baik sampai-sampai ia membersihkan kota dan menjaga lingkungan di dalam maupun di luar kota.” kata Metro melanjutkan kalimat Miranda. “Iya sih, tapi aku tidak dapat berbuat apa-apa karena mungkin itu udah jadi profesiku. Sebenarnya, aku ingin menjadi sesuatu yang lain untuk menjadi profesiku,” kata Techno kepada Miranda, Metro, dan Neutro.

“Tidak apa-apa Tech, itu berarti kamu dibutuhkan dalam kota Besi untuk menjaga lingkungan kota,” kata Neutro menasihati Techno bahwa ia sangat dibutuhkan di kota Besi.
“Baiklah Neu aku akan berusaha sebaik mungkin untuk ini,” kata Techno menyetujui nasihat Neutro.
“Semangat Tech untuk membantu kota maupun pulau ini,” kata Miranda menyemangati Techno.
“Terima kasih teman-teman atas bantuannya, aku akan berusaha untuk menjaga kota maupun pulau agar lebih baik,” kata Techno yang mulai senang dan bersemangat.

Techno tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik di kota Besi atau pun di pulau Robotic. Dengan cara menjaga lingkungan sekitarnya dan membersihkan kota Besi yang terkadang ada sedikit ataupun banyak sampahnya dan juga debu. Ada pula robot yang bernama Atom, dia sangat licik dan tidak baik, ia sangat suka membuang sampah sembarangan, baik itu di depan rumahnya maupun di jalan raya. Ia adalah buronan yang telah kabur dari penjara dan sedang mencari kebebasan agar bisa lari dari polisi yang mengejarnya. Ia berasal dari gurun Kabel dan datang ke kota Besi untuk bersembunyi.

Techno bertemu dengan Atom si buronan. Atom langsung mempreteli kaki Techno. Akhirnya, kaki Techno lepas dan kakinya diambil oleh Atom. Ia kaget dan akhirnya terjatuh lalu tidak bisa bangkit lagi dari lantai. Electro melihat Techno terjatuh dan ia datang menolong Techno. “Apa yang terjadi, Techno? Mengapa kamu terjatuh? Di mana satu kakimu lagi?” tanya Electro kebingungan dan ingin tahu apa yang terjadi. “Entahlah aku tidak tahu, tiba-tiba saja aku terjatuh di situ dan aku kehilangan satu kakiku yang kanan ini. Aku tidak tahu pelakunya,” jawab Techno dengan perasaan aneh karena ia tidak pernah seperti ini.

Techno dipasangkan sendi-sendi yang dibelikan oleh Mercury dan Miranda. Mereka mencari suku cadang robot untuk dipasangkan pada Techno dan juga kaki robot. Setelah selesai dipasangkan sendi-sendi, suku cadang, dan kaki robot yang baru, ia pun beristirahat karena telah menahan kerusakan yang dialaminya. Setelah beristirahat, ia mulai mencari robot yang mengambil kaki kanannya. ia mencarinya bersama Miranda. Tetapi sayang, ia tidak dapat menemukannya di kota Besi. Ternyata, Atom si buronan itu sedang berada di hutan hujan Listrik dan ia sedang tertidur pulas di samping pohon yang sangat besar. Techno mulai berpikir bahwa robot yang dicarinya berada di suatu tempat selain di kota Besi.

“Sepertinya, ia sudah pergi ke tempat lain dan tidak ada di kota Besi,” kata Techno memberitahu Miranda.
“Sepertinya betul, karena ia pasti takut dicari makanya pergi dari kota Besi dan bersembunyi. Kadang juga ada orang yang tidak berpikiran seperti itu, jadi dia melakukan hal yang sama agar orang tidak tahu keberadaannya sekarang,” jelas Miranda kepada Techno. Mereka pun mencarinya di Gurun, di Tundra, dan akhirnya di Hutan Hujan. Mereka pun menemukannya di bawah pohon yang besar dan sedang tertidur pulas. Saat terbangun, ia melihat bahwa dirinya sudah di kantor polisi. Techno memberitahu bahwa robot tersebut telah mengambil kaki kanannya dan ia pun memperlihatkan barang bukti yaitu kaki kanannya.

“Di mana ini, kenapa ada banyak robot di sini?” tanya Atom dengan suara yang masih mengantuk.
“Ini di kantor polisi. Anda adalah tersangka pencurian kaki kanan robot ini,” kata salah satu petugas polisi yang sedang menjaga Atom di ruang tertutup. Atom pingsan karena ia berada di kantor polisi sebagai buronan. “Lah kok pingsan toh!?” tanya salah satu petugas polisi dengan kebingungan.

Atom mulai sadar dan dia diinterograsi untuk menanyakan apakah betul telah mencuri kaki kanan Techno. Ia harus mengatakan yang sebenarnya agar ia bebas dari masalah yang dialami saat itu. “Ya, a..a..aku yang.. mempretelinya lalu.. ku ambil kakinya,” jawab Atom dengan gugup.
“Anda pasti memiliki masalah lain, di gurun Kabel tempat asalmu. Jadi, Anda ditangkap dan akan masuk penjara selama 10 tahun,” kata petugas polisi yang menginterogasi Atom. Atom pun akhirnya masuk penjara karena memiliki masalah yang sangat banyak baik di kota Besi maupun di gurun Kabel.

“Akhirnya, aku menemukan pelakunya yang mencuri kakiku,” kata Techno senang.
“Aku juga ikut senang karena kamu bisa senang juga,” kata Miranda.

Teman-teman Techno yang melihat mereka sedang gembira pun ikut bergembira bersama, karena kaki yang dicuri sudah ditemukan pelakunya. Lalu kaki yang ditemukan pun dipasang kembali dan yang dipakai disimpan untuk kalau ada kejadian yang mirip dengan yang terjadi sebelumnya dapat digantikan menjadi kaki cadangan tersebut. Jadi, Techno mulai senang karena ia sudah memiliki teman untuk membantunya dalam hal apa pun itu, baik membersihkan kota maupun membantu untuk menjaga lingkungan sekitar mereka. Seperti gurun, hutan hujan, dan juga tundra. Teman-teman Techno akhirnya tahu bahwa lingkungan adalah tempat yang harus dijaga baik lingkungan sendiri maupun lingkungan robot lain. Mereka pun mulai hidup bahagia bersama, hidup rukun, damai, dan juga dapat menjaga lingkungan sekitar.

Cerpen Karangan: Nathaniel Kenneth
Facebook: Nathaniel Kenneth
Kelas 7 SMP. Suka robot.

Cerpen Robot Pembersih Sampah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gang Apel

Oleh:
Kriiing… Jam weker di kamarku berbunyi nyaring saat menunjukan pukul 05:35 “Sudah pagi? Cepat sekali waktu berlalu” kataku dalam hati, Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

Karena Orangtuaku Sayang Padaku

Oleh:
“Di mana aku?” kanan-kiriku tak ada seorang pun, pada siapa aku bertanya? “Ah, mungkin di sana,” kataku pada diriku sendiri. Dalam gelap aku menyusuri lorong gelap yang lembab ini.

Perempuan Ini

Oleh:
Matahari terus bersinar dengan bangga, Ryan menatap ke atas satu kata yang pasti terlintas di otaknya “Panas” cukup untuk menggambarkan keadaanya yang begitu mengenaskan. Anak laki-laki ini hanya menatap

Ghost Hunter

Oleh:
Aku adalah Tania salah satu anggota di Ghost hunter. Ghost hunter adalah salah satu organisasi yang memiliki anggota dengan kekuatan supranatural untuk mengusir mahkluk astral yang menggangu. Suatu hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *