Sachioko

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 20 January 2016

Hai aku adalah ikan Sachioko yang diagungi oleh kerajaan Nagoya, Jepang. kami adalah ikan emas peninggalan Nobunaga Oda yang dipercayai untuk mengusir kebakaran dan keberuntungan seperti “lucky charm”. Apa kalian sadar kenapa aku bilang kami? Karena kami ada dua di ujung atap teratas kerajaan Nagoya.

“Apakah kamu tahu hari ini ada adat keistimewaan yang diadakan kerajaan di sini, pasti kita akan diagungi lagi seru sekali!” Sahut Sachioko barat yang bertanya kepada Sachioko timur.
“aku tidak tertarik, aku bosan.” keluh Sachioko timur.
“kenapa kau selalu malas sih nanti kamu malah bawa roh jahat loh.” kata Sachioko barat menakutinya.

“memangnya apa hebatnya membawa keberuntungan kita itu hidup masa ditaruh di atap?” pendapat Sachioko timur yang selalu mengelak. “ih kamu bodoh, bukannya malah senang di atap justru karena kita agung kita ditaruh di atap walau agak membosankan dan juga belum pernah loh kerajaan ini kebakar pasti karena kekuatan kita” Ejek Sachioko barat kepada Sachioko timur. “terserah deh aku nyerah” keluh Sachioko timur.

Walaupun Sachioko timur selalu mengeluh ia ada benarnya mereka dipercaya sebagai pembawa hujan ketika ada api melanda tapi mereka malah ditaruh di atap yang bisa terkena hujan dan rusak. Apalagi kalau ada pemberontakan karena baru-baru ini semua kerajaan di Jepang memperebutkan wilayah kekuasaannya. Hari demi hari kerajaan itu memutuskan untuk berperang mereka berdoa untuk Sachioko supaya dikabulkan doanya. Girangnya Sachioko barat yang sudah ingin unjuk kekuatan tapi Sachioko malah biasa-biasa saja malah tak peduli padahal bisa saja ada kerajaan lain yang ingin memperebutkan wilayah Nagoya.

Tiba-tba saja api melanda dengan cepat disebabkan hutan Nagoya terbakar semua rakyat di sana cuma mempercayai lucky charm tersebut yaitu Sachioko emas. “Teganya mereka membuat ladang bunga Sakura istana Nagoya rusak.” kesal Sachioko barat ia sudah siap bertarung melawan api tapi Sachioko tidak peduli ia malas melakukannya dan apa yang terjadi alhasil cuma Sachiko barat yang turun dari atap menanggulangi dan melindungi istana tersebut tapi kerajaan itu cukup besar tak sanggup ia tahan semua.

“Sachioko timur ke mana?”

Gelisah Sachioko barat mereka memang ditakdirkan untuk bekerja bersama tapi Sachioko timur terlalu egois dan semaunya. Semuanya telat istana nagoya sudah ambruk, istana hijau itu sudah habis dibakar oleh api tiga per empatnya. Banyak korban dari peristiwa tersebut peradaban jepang hancur lebur dan membuat Sachioko timur tiada tapi Sachioko Barat selamat dari peristiwa tersebut. Ia kembali ke atap tersebut sendiri dan tak melihat cerminan dirinya akhirnya Sachioko barat itu dilepas dan dipajang di museum kerajaan Nagoya yang telah direnovasi, sendiri.

Cerpen Karangan: Faiz Avenzuhr
Halo nama pena saya Faiz Avenzhur salam kenal! Saya cuma ingin memberitahu jika ada yang protes mengenai tulisan Sachiokio. Sebenarnya banyak dari mereka menulis Sachihoko atau Sachiko tapi saya lebih memilih ini maaf kalau saya memang salah. Salam penulis

Cerpen Sachioko merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Uso

Oleh:
Tubuhnya mulai mendingin, Rena tersenyum manis sembari memeluk mayat Haru. Air matanya pun berhasil mengalahkan senyumannya, Akhirnya ia pun berbohong. Tangisannya mengangkat kembali kenangan yang tertidur di dalam hati

Pena Semangat (Part 1)

Oleh:
Suasana kelas terasa hampa, tidak ada suara terdengar kecuali suara lembaran buku yang ku bolak-balik. Lembaran akhir dari sebuah cerita yang ku baca memiliki makna yang sangat dalam. Seakan

Pai Berry Itzel

Oleh:
Di terik yang panas itu, masih sempatnya Itzel pergi memetik berry Amberblaze. Ia masuk ke dalam hutan Dinamond yang sangat lebat. Mustahil ia bisa mendapatkan semak berry yang bagaikan

Flowers

Oleh:
Suatu hari seekor kelinci sedang duduk di bawah pohon rindang. Di stepa yang indah itu ia hanya memandang langit mendung yang sangat luas. Beberapa saat ia melihat koloni burung

Senandung Seruling

Oleh:
Di Desa Hindun, ada desas-desus menarik yang sedang jadi bahan pembicaraan dari anak-anak sampai orang dewasa. Katanya, di dalam hutan pinggir desa, ada lelembut yang muncul dan meniup seruling

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *