Sahabat Misteri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 19 May 2018

“Liana!!” kata seseorang yang mengagetkanku dari mimpi indahku
“apa ma!” kataku
“ayo cepat bangun hari ini mama akan mengantarkanmu ke pendaftaran sekolah barumu itu!” kata mamaku
“sebentar lagi ma” ucapku yang ingin melanjutkan mimpi indahku lagi
“nanti pendaftarannya habis cepat ambil handukmu dan bersihkan liurmu itu dari pipimu!” kata mamaku lagi
“iya ma” ucapku malas

Hai namaku Apriliana Astuti Yulianto sering dipanggil Liana aku mempunyai 2 saudara bernama Febriana Astuti Yulianto dia kakak ku dia duduk di bangku kelas 2 smp. Sedangkan adikku bernama Desiana Astuti Yulianto dia duduk di bangku kelas 3 sd, sedangkan aku duduk di kelas 6 sd. Aku pindah ke sekolah baru karena harus mengikuti ayahku bekerja di jakarta hari ini kami bertiga akan mendaftarkan diri di sekolah baru yaitu sekolah satu bangsa, sekolah itu adalah sekolah internasional karena satu sekolah ada SD, SMP dan SMA karena itulah ayahku menyuruh kami bersekolah di situ.

“Liana cepetan!!” kata mamaku yang memanggilku dari mobil
“bentar ma aku pakai sepatuku dulu!” kataku tergesa gesa karena takut mama marah
“ayolah kak lambat sekali” kata Desi
“sabar donk kakak juga lagi cepet nih!”
“ya sudah kutunggu” katanya
“sudah! Ayo kita ke mobil” kataku kepadanya
“oke kak!” katanya kepadaku
“astaga! aku lupa membawa handphoneku” kataku lupa
“ya ampun kakak! Aku duluan ke mobil aja ya”

2 MENIT kemudian
“sorry aku terlambat” kataku
“gaya mu le…le.. Artis juga nggak” kata kakakku
“siapa tau aja kalo sudah besar jadi artis” kataku
“sudah donk aku mau liat jalan di jakarta” kata Desy
“kayak gak pernah liat jalan aja kamu” kata kak febri
“hahahah” kataku ketawa

Sesudah sampai
“pah mama ngedaftarin Liana sama Desy dulu” kata mama
“oke kalo gitu papah yang daftari febri. ayo nak. kita duluan ya ma”
“iya, ayo kita ke sana” kata mama

Selama pendaftaran kami menunggu orang yang mendaftar sungguh banyak sekali yang datang. Saat giliranku aku disuruh masuk keruangan di sana aku melihat seorang guru yang cantik sedang membaca sebuah kertas
“permisi” kataku
“ehh ayo silahkan duduk” katanya
“terima kasih” kataku
“salam kenal saya bucitra kepala sekolah di sini” katanya
“Apa! Masa ibu cantik ini kepala sekolah yang benar saja” kataku dalam hati
“langsung aja ya” katanya
“iya” kataku
“namanya siapa”
“apriliana astuti yulianto”
“tanggal lahir?”
“4 april 2005”
“siapa nama ayahmu”
“agustian yulianto”
“nama ibumu”
“sri astuti”
“formulirmu sudah selesai, selamat kamu diterima di sekolah ini” katanya
“makasih bu” kataku
“untuk kelasmu kamu masuk kelas B dilantai 2” katanya
“terima kasih bu”
“ya silahkan sampai jumpa senin nanti” katanya

“bagaimana?” kata mama
“alhamdulillah lulus ma”
“nah.. Kalo semuanya lulus bagaimana kalo kita ke mall” kata ayah
“hore!!” kata kami semua
Selama hari itu kami bersenang senang sampai lupa kalo besok aku akan masuk ke sekolah deg degan hatiku

“besok kalian akan sekolah apa semuanya sudah disiapkan” kata mama
“belum” kata kami
“habis makan siapkan ya” kata mama
“iya ma” kata kami bertiga

Kami bertiga satu kamar karena kamar kami luas tapi beda kasur
“ehmm bagaimana besok keadaan sekolah kita ya” kata Desy
“semoga saja kita dapat teman yang banyak besok” kataku
“kakak sudah dapat satu teman lho kami juga di kelas yang sama” kata kak Febri
“enak ya kalo dapat teman duluan” kata Desy
“iya” kataku
“punya kakak sudah siap! Kakak duluan bobo ya” kata kak Febri
“aku juga sudah siap” kata Desy
“aku juga” kataku
“hoaaammmmh ngantuknya” kata Desy
“sama aku juga kita bobo yuk” kataku
“yuk!” kata mereka

Keesokannya
“ayo bangun semua kita sekolah hari ini” kata mama membangunkan kami
“iyya ma” kata kami

Di ruang makan
“mama sudah suruh bibi sri memasakan makanan kesukaan kalian ayo antri. Ini makanan kesukaan Desy nasi goreng! Yang ini makanan kesukaan Liana nasi soup! Dan yang ini makanan kesukaan Febri ayam tepung! Selamat makan semua!”

Di sekolah
“katanya kelasku di lantai 2 berarti yang ini coba deh masuk dulu” kataku
Setelah kumasuk aku disambut oleh seseorang
“hai kamu Apriliana kan?” kata seseorang
“iya” kataku
“wahhh namaku Sinta salam kenal ya aku ketua kelas di sini, mari aku tunjukan tempat dudukmu! Tetapi aku harus memperkenalkanmu ke semua orang” katanya sambil menarik tanganku

“teman teman!!” katanya
“apa!” kata mereka
“hari ini kita kedatangan siswa baru namanya Apriliana” katanha
“pasti bulan lahirnya april” kata salah satu dari mereka kepadaku
“iya” kataku
“nah kalo gitu tempat dudukmu di sana!” katanya ramah
“makasih” kataku kepadanya
“hai kamu apriliana kan” kata seseorang yang mendatangiku kemejaku
“iya” kataku
“aku Amelia panggil aja amel” katanya
“hai amel aku Apriliana panggil aja Liana” kataku lagi
“dan aku Lena salam kenal ya..” kata satu orang lagi

Tiba tiba sinta datang dan menarik tanganku
“ayo sini kamu dipanggil sama ibu citra tuh” katanya
“benarkah” kataku
“kamu ini aku peringati ya jangan berteman dengan mereka, mereka itu norak tau kau harusnya berteman denganku saja” kata sinta
“apakah cuma kita berdua?” kataku
“tentu saja kita sahabat mulai sekarang” katanya dengan suara aneh
“ayo kita keliling sekolah ini akan kitunjukan semua kelas di sekolah ini” katanya.

Ting tong
“wah sudah masuk ayo masuk” katanya
“iyya” kataku

Di kelas
“hai kamu apriliana kan?” kata seseorang yang duduk didepanku
“iya kamu siapa?” kataku
“aku melly” katanya
“ohh” kataku
“aku beri tau ya kamu jangan berteman dengan sinta” katanya
“kenapa?” kataku
“kalau kau berteman dengannya kau akan menyesal sebaiknya kau tidak menemaninya karena…” kata katanya terputus karena aku sudah ditarik sinta duluan
“ayo temani aku ke toilet” kata sinta
“iya” kataku
“nanti kamu ke rumahku yuk” katanya
“boleh” kataku

Sepulang sekolah
“nanti jam 15.00 ya kamu ke rumahku” katanya
“oke” kataku

Di rumah
“mama aku ke rumah teman ya” kataku
“jam berapa” kata mama
“jam 15.00”
“jangan lama lama ya” kata mama
“okey maaa” kataku

Di rumah sinta
“hai ayo masuk” katanya
“makasih” kataku
Kami pun bermain dan diberi cemilan di rumah sinta dan tiba tiba saja aku mengantuk dan tertidur saat aku terbangun tiba tiba saja aku terbaring di rumah sakit
“aku di mana” kataku
“kamu di rumah sakit” kata mama
“kenapa aku di sini?” kataku
“kamu seminggu tidak ditemukan dan ternyata kamu ditemukan di tengah hutan” kata mama
“sudah berapa hari aku di sini” kataku
“sudah 17 hari kamu koma” kata papah

Tiba tiba saja aku melihat orang tak dikenal datang dan menarikku dari jantungku dan membawaku ke atas orang itu adalah sinta
“sinta?” kataku
“mulai hari ini kita bersahabat terus ya..” katanya
“mengapa kita di sini” kataku
“kita tidak akan kembali kita sudah di surga” katanya
“apa!!!” kataku
“iya kau lihat dari sini suara tangisan keluargamu”
“TIDAK!!!”

TAMAT

Cerpen Karangan: Annisa raihana
Facebook: Annisa Raihana
Hai aku annisa raihana aku dari kalimantan tengah kalo kalian mau lebih dekat lagi denganku silahkan cek
Facebook: Annisa Raihana
Instagram: @Annisa Raihana
Line: annisa_hab1b1
Jangan lupa follow aku di instagram ya…
Sampai jumpa lagi semua!!!

Cerpen Sahabat Misteri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kematian Gadis Muda

Oleh:
Gadis itu masih begitu muda. Sama seperti tiap gadis yang datang sendiri atau bersama pasangannya untuk menikmati mata air. Bercanda atau sekedar memandangi pepohonan di sekitarnya. Tapi siapa yang

Ve, Si Cantik Yang Malang

Oleh:
Di suatu negeri yang permai, terdapat sebuah padang rumput yang luas. Sejauh mata memandang adalah hijau menenteramkan. Menyejukkan. Di sana, tumbuh bunga-bunga aneka rupa dan warna. Harumnya mampu menarik

Shalom Sang Pengembara

Oleh:
Tak terasa, perjalanan Shalom menuju Kerajaan Mattawijaya sudah menghabiskan waktu dua hari. Tidak mudah memang untuk pergi ke Kerajaan Mattawijaya, karena harus melewati Sungai Bodri, sungai yang luas dan

The Adventure Princess Sofia

Oleh:
Pada suatu hari, di kerajaan Crystal Palace hiduplah seorang putri bernama Sofia, ibunya bernama Miranda dan ayah nya bernama Vernando. Sofia adalah putri tunggal, Sofia tinggal di castle bersama

Cermin Antik

Oleh:
Rose terus memandangi dirinya di depan cermin. Sebuah cermin antik yang sudah ada sejak ia dilahirkan, kira-kira sudah berusia ratusan tahun. Tak henti-hentinya Rose mengelus-elus wajah cantiknya itu. “Wahai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *