Saiki and Magical Pencil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 13 December 2017

Namaku adalah Saiki aku hanya seorang murid SMA biasa. Di sore hari aku berjalan di jembatan sepi yang biasa kulewati selepas pulang sekolah di sore hari, aku sedang berjalan dengan perasaan bosan karena semua yang kulakukan selalu sama tak ada yang baru.
“Bosan” jawabku dalam hati sambil menatap langit.

Selagi kuberjalan aku tak sengaja menendang sesuatu ketika kulihat ke bawah ternyata itu sebuah pensil yang berwarna hitam yang tergeletak di tanah dan juga sangat kotor.
“Pensil?, pensil apa sih ini gak pernah kulihat pensil seperti ini sebelumnya” kataku sambil merasa heran. lalu Kuambil pensil itu dengan rasa penasaran.

Tiba-tiba aku merasa pensil itu menarikku, saat ingin kulepaskan pensil itu. Pensil itu tak bisa kulepaskan, itu terasa seperti menempel di tanganku.
“Apa yang terjadi?. Pensil ini tak bisa kulepaskan”, pensil itu menarikku ke luar batas jembatan, aku berusaha melepaskan tanganku “Aaaargh!!, Tolong lepaskan aku”. Pensil itu terus menarikku keluar batas jembatan dan akhirnya, “Ahhhhh, tolong!!” akhirnya aku pun terjatuh ke dalam sungai dan tenggelam. Aku mencoba berenang ke permukaan tapi pensil itu terus menarikku dasar sungai yang sangat dalam, akhirnya aku pun hilang kesadaran.

Setelah ku sadar aku sudah berada di daratan, aku melihat sekelilingku, “di mana ini?” aku tiba di sebuah hutan dan yang sangat gelap dikarenakan hari yang sudah malam. Aku melihat tanganku masih memegang pensil, pensil itu masih tak bisa kulepaskan.

“KABOOOM” aku tiba tiba mendengar suara ledakan di arah hutan.
Aku masuk ke hutan untuk melihatnya. Aku melihat sebuah makhluk yang menyerupai manusia, sekujur tubuhnya berwana merah, dengan dua tanduk di atas kapalanya, makhluk itu menembakan api dari tangannya ke arah seorang yang sedang terluka yang memakai pakaian seperti prajurit di game RPG. Secara refleks aku segera melindungi Prajurit itu dengan tubuhku.
“Apa yang kulakukan?, aku pasti akan terluka parah nantinya” kataku dalam hati sambil memejamkan mataku karena takut.

Tiba tiba pensil itu menggerakan tanganku dan menggambar sesuatu di udara. Ketika kubuka mataku, tiba tiba ada sebuah tameng besar terbuat dari besi melindungiku dari serangan api, kemudian makhluk itu menyerangku lagi dengan tembakan apinya dari arah kiri. Pensil itu mengerakan tanganku lagi dan sebuah tameng besi besar itu pun muncul kembali.

“Wah pensil ini hebat sekali” kataku sambil tersenyum. aku mencoba menggambar sebuah bola listrik di udara dan membayangkan banyak petir yang menyambar makhluk itu, dan ternyata yang kubayang kan itu terjadi.
Makhluk itu terkena sabaran petir berkali-kali. “Aarrghh!!” makhluk itu berteriak kesakitan akibat petir itu yang kubuat, makhluk itu jatuh tesungkur di tanah lalu makhluk itu mencoba berdiri walau dalam keadaan yang sangat lemah. Aku menggambar banyak batu dan aku mengarahkan ke atas makhluk merah itu. Dan keluarlah banyak batu dan menimpa makhluk itu hingga terkubur, lalu makhluk itu pun tewas.

“Yahoooo!!. Aku menang. Pensil ini sangat menakjubkan semua yang kugambar menjadi kenyataan” jawabku dengan rasa sangat senang karena berhasil mengalahkan makhluk mengerikan itu.

“terima kasih wahai sang Penyihir dan sihir apa yang kau gunakan wahai Penyihir” ucap prajurit yang tadi kuselamatkan sambil memegang lukanya yang terasa sangat sakit.
“Aku bukan penyihir, itu kekuatan yang berasal dari pensil ini!!”
“Pensil itu!!” prajurit itu terkejut melihatnya “Pensil itu adalah pensil yang dibuat oleh seratus orang penyihir hebat pada zaman dahulu, tapi hanya orang yang terpilih untuk menyelamatkan negeri ini yang bisa memakainya”

Prajurit itu merasa sangat senang. prajurit itu memberitahukan bahwa negeri ini sedang berperang melawan para demon, lalu pensil yang kupegang ini sengaja dilepaskan dari segel yang dipasang selama berabad abad lalu pensil itu pergi mencari seorang yang akan menyelamatkan negeri ini dari serangan demon.

Aku terkejut kalau akulah yang terpilih dan aku merasa takut untuk bertarung. Tapi aku putuskan untuk menolong mereka. Aku merasa akan banyak pertarungan yang akan menungguku di masa depan nantinya.

Cerpen Karangan: Fardhan
Facebook: M.fardhan30[-at-]yahoo.co.id
Aku penyuka cerita manga karena itu cerpenku agak nyerempet di cerita manga hehe. dan aku masih tahap latihan

Cerpen Saiki and Magical Pencil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Time Future Traveling (Part 2)

Oleh:
“Jawab aku, sebenarnya kamu siapa?” tanyanya lagi. Aku ingin memberikan jawaban kalau saya ini adalah dirinya yang berada di tahun 2031. Saya adalah orang yang sama, namun saya berada

Janji Leria

Oleh:
“Jadi, Anda adalah tuan Radiskh yang dulu pernah menjadi hakim di kerajaan?” tanya Leria agak terkejut setelah ayahku banyak bercerita pada gadis itu tentang masa lalunya. Ayah mengangguk. Seketika,

Kesatria Dari Agry

Oleh:
Emwy adalah nama sebuah desa kecil nan damai, dimana desa ini termasuk dalam wilayah kerjaan Agry. Hari itu seorang anak berjalan sendirian menuju tepi danau yang ada di dekat

Perempuan Ini

Oleh:
Matahari terus bersinar dengan bangga, Ryan menatap ke atas satu kata yang pasti terlintas di otaknya “Panas” cukup untuk menggambarkan keadaanya yang begitu mengenaskan. Anak laki-laki ini hanya menatap

Copy And Paste

Oleh:
Kulihat dia mulai berteriak histeris, menangis, meraung seperti induk singa yang kehilangan anaknya. Di tangannya masih menempel beberapa serpihan cermin yang berserakan di lantai tepat di bawah kakinya. Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *