Sang Pengembara

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 June 2015

Pada suatu hari, ada seorang remaja yang tinggal di sebuah desa kecil mungil, tetapi pemandanganya tetap indah dan banyak penduduknya. Dia bernama Kaze dan dijuluki atau diketahui oleh masyarakat bernama Kaze sang pengembara. Banyak orang yang mengakui kemampuanya, yang paling menonjol adalah kemampuanya berpedang.

Mengapa orang menjulukinya sang pengembara?… Begini ceritanya, pada penanggalan Wyvian ada suatu malam pada bulan ke-6 dimana di malam tersebut seorang kepala suku dapat membangkitkan naga es yang bernama Smith, dan itu hanya dapat dilakukan di bawah sebuah batu keramat, pada saat bulan purnama, dan diiringi oleh sang kepala suku untuk membacakan kalimat-kalimat suci.

Saat ini adalah buka ke-5, dimana Kaze sedang dalam perjalanan pulang menemui ayahnya, dia melihat ada seseorang seperti kepala suku lain dan beberapa pengawalnya, mereka masuk ke dalam rumah, lalu Adil pun segera memasuki rumah dan bertemu dengan ibunya. Lalu dia bertanya kepada ibunya, “Ibu, apa yang mereka lakukan disini?!” lalu sang ibu pun menjawab “mereka adalah kepala suku Grooz, mereka berkata akan mengadakan pertemuan dengan ayahmu.” Lalu Kaze pun segera berjalan ke ruang tamu, terlihat disana mereka sedang berbincang-bincang tentang hari pembangkitan naga.

Kaze pun menguping pembicaran mereka, “kami membutuhkan kalimat-kalimat suci untuk membangkitkan naga, kami mencari kemanapun tetapi tetap tidak menemukanya, dan kami mendengar hanya kaulah yang mengetahuinya, jadi kami kesini untuk memintanya, ucap kepala suku Grooz, ayah pun menjawab “aku tidak akan memberikannya walaupun kau memohon padaku!, karena itu adalah rahasia yang sangat berharga!, lagipula apa alasanmu untuk membangkitkan naga?!” kepala suku Grooz pun menjawab “kami mendengar apabila membangkitkan naga, kita akan mendapatkan dua pilihan: menjadikanya peliharaan, atau meminta dua permintaan darinya.” Ayah pun menjawab “lalu mana yang akan kau pilih?” Kepala suku tersebut menjawab “aku akan meminta dua permintaan kepadanya” ayah pun bertanya “apa yang akan kau minta?!” kepala suku tersebut menjawab “pertama-tama aku akan meminta kekuatan tak terbatas!!, lalu aku akan meminta kekayaan yang berlimpah untuk sukuku dan keturunanku!!, jadi segera berikan kalimatnya!” ayah langsung membentak “tidak akan pernah!!”,”ANAK-ANAAK!!” ucap sang kepala suku, setelah mendengar kalimat itu dua orang pengawal kepala suku tersebut segera menodongkan pedang mengkilau yang sewaktu-waktu dapat membunuh ayah kapanpun.

“Jadi mana yang kau pilih?, kalimatnya atau nyawamu?” ayah menjawab “lebih baik kau mencabut nyawaku daripada kau mendapatkan kalimatnya!” setelah mendengar kalimat tersebut kepala suku itu segera memerintahkan anak buahnya untuk segera menusuk dada ayah… “CRAT, CRAT, CRAT” anak buah kepala suku tersebut menusuk ayah tiga kali berturut-turut, Kaze pun langsung berteriak “AYAAAAH” setelah mendengarnya, ketiga orang itu langsung melarikan diri tanpa meninggalkan jejak.

Ayah langsung sekarat dan mengatakan kata-kata terakhirnya “Kaze, kalimat suci tersebut ada di dalam ruang rahasia kita, di dalam ruang bawah tanah, ada sebuah lemari buku tua, cari buku yang berjudul “Kyuu’s way” ambil buku itu dan pintu menuju ruang rahasia akan terbuka.. lindungilah adikmu dan kalimat itu, dan buatlah suku Grooz menyesal mencari masalah dengan suku Heroi!” setelah mengucapkan kata-kata tersebut ayah pun meninggal dunia..

Seketika, Kaze pun teringat akan ibunya, Kaze langsung berlari mencari ibunya, dan dia melihat ibunya sudah tergeletak tak bernafas dengan puluhan luka sayatan di tubuhnya. Setelah melihat kejadian itu, Kaze terkejut dan berteriak dengan sangat keras sampai dia kembali teringat pesan ayahnya, lalu dia mencari adiknya yang bernama Luffy, dia menemukan Luffy tergeletak di kamarnya, untung saja, dia tidak mati dan hanya pingsan.

Kaze menjelaskan semuanya kepada Luffy, dan Luffy pun mencoba untuk mengerti keadaanya, dan mereka berdua memutuskan untuk membalas dendam kepada suku Grooz. Setelah mengambil kalimat dan buku yang berjudul “Kyuu’s way”, mereka pun berlatih keras dan bersumpah untuk membalaskan dendam sukunya.

5 TAHUN KEMUDIAN
Kaze dan Luffy telah berlatih untuk mempertajam kemampuan mereka masing-masing hingga pada bulan ke 6, 5 tahun sejak kejadian tersebut terjadi, Percy dan Luffy tidak mendengar kabar tentang ketiga orang yang telah menyerang ke rumahnya tersebut. Percy sudah dinobatkan sebagai penerus tahta kepala suku, semua penduduk suku telah menyetujuinya, hingga pada suatu saat Percy dan Luffy mencari tahu dimana batu keramat dan kapan malam tersebut akan datang.
Kaze pun teringat akan buku Kyuu’s way, selama ini dia tidak pernah membacanya, dia membacanya dan menemukan tanggal kapan turunya bulan purnama tersebut, yaitu tanggal 9 bulan 6, dan letak batu keramat tersebut yang ternyata berada di bawah sebuah pohon aneh yang berada di gunung Alps. Setelah menceritakanya kepada Luffy, mereka pun berpamitan pada penduduk suku untuk segera mencari batu tersebut sebelum mereka melewatkan malam tersebut.

Dalam perjalanan keluar desa mereka menemukan beberapa orang yang menggunakan perhiasan seperti yang dimiliki kepala suku Grooz, Kaze dan Luffy pun mendekati orang-orang tersebut dan sepertinya orang-orang tersebut tidak ingin diganggu, Luffy pun bertanya “apakah anda tau kemana arah untuk menuju ke gunung Alps?” salah satu dari mereka menjawab “kami tidak mengetahuinya, pergilah bocah!” setelah mendengar perkataan yang kurang sopan itu mereka pun segera meninggalkan orang-orang tersebut.

Kaze dan Luffy memasuki sebuah hutan yang sangat mengerikan dan bertemu kembali dengan orang-orang yang mereka temui tadi, tanpa basa-basi orang-orang tersebut segera menyerang Kaze dan Luffy, Kaze dan Luffy pun mengeluarkan ilmu yang sudah 5 tahun mereka pelajari, tekhnik campuran dari hampir semua jenis beladiri dan dicampurpadukan dengan ayunan pedang. Setelah sekian lama bertarung orang-orang tersebut terkalahkan, mereka semua melarikan diri tapi Luffy berhasil menangkap seorang dari mereka.

Kaze berkata “siapa kalian?”, “bukan urusanmu, nak!” Luffy pun menodongkan pedang besarnya ke leher orang tersebut, dan berkata “berubah pikiran?” orang tersebut menjawab, “aku adalah salah satu dari dua pengawal seorang kepala suku yang mendatangi rumahmu nak!” setelah mendengarnya Kaze dan Luffy pun langsung marah besar dan berlagak seperti akan membunuh orang tersebut. Orang tersebut berkata “jika kalian membunuhku, kalian tidak akan pernah sampai ke gunung Alps!, lepaskan aku, dan kalian akan sampai ke gunung Alps!” setela berpikir sejenak, Kazepun mengatakan “katakan terlebih dahulu arah ke gunung Alps!” orang itu menjawab “baiklah, arahnya ke arah barat dari hutan ini, lepaskan aku!” “baiklah” ucap Luffy, setelah itu, orang itu menghilang seketika…

Setelah sampai di gunung Alps mereka menemukan 9 pohon aneh dengan batu di bawahnya, tapi mereka mereka tidak tau yang mana pohon yang tepat, Kaze pun teringat akan judul dari buku Kyuu’s way, kyu adalah bahasa jepang yang artinya 9, mereka pun mencari pohon kesembilan dari jalan masuk ke hutan di gunung itu, dan mereka menemukanya, setelah menunggu bulan purnama beberapa lama, mereka bertemu dengan kepala suku Grooz, kali ini dia seorang diri.

Luffy bertanya “dari mana kau tau kami ada disini?!” “dari salah satu pengikutku” tanpa berpikir lama Kaze langsung menyerang kepala suku tersebut mereka bertarung cukup lama hingga bulan purnamapun datang “Luffy!, cepat baca kalimat sucinya aku akan menahanya!” ucap Kaze, Luffy pun menjawab “tidak bisa!, aku buka kepala suku!, aku saja yang menahannya!” “baiklah!” ucap Kaze.

Setelah membaca kalimat tersebut, pohon aneh itu menjelma menjadi seekor naga biru yang sangat buas, naga itu bertanya “peliharaan atau permintaan”, “KRAS”, bahu Luffy terkena goresan pedang kepala suku tersebut hingga Luffy pun terjatuh. Kaze menjawab pertanyaan naga tersebut “permintaan!”, naga itu menjawab “dua” Kaze pun meminta untuk membalaskan dendam suku Heroi ke suku Grooz, kepala suku Grooz tersebut berteriak “TIDAAAAAK” setelah itu dia menjelma menjadi sebuah batu. Tersisa permintaan terakhir, dia meminta untuk menghidupkan ayah dan ibunya kembali, tetapi naga itu menjawab tidak bisa, karena dia tidak dapat mengubah takdir, lalu Luffy meminta kesejahteraan untuk suku Heroi dan keturunanya selamanya, naga itu menjawab “baiklah” dan naga itu pun berubah menjadi cahaya biru yang sangat terang.

Setelah kejadian tersebut Kaze dan Luffy menceritakan kejadian itu ke semua penduduk desa dan anggota suku, desa kecil mungil tersebut merayakannya dan seluruh anggota suku Heroi pun hidup bahagia selamanya.

Cerpen Karangan: Olga Giovan Victory
Facebook: Hooligan Olga
Blog: olgagvpalace.blogspot.com
Nama saya Olga Giovan Victory, saya duduk dibangku kelas 1 smp di SMP MUHAMMADIYYAH 12 GKB, Gresik, Jawa Timur, saya harap semua terhibur dengan karangan saya

Cerpen Sang Pengembara merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Peri Malam

Oleh:
Di malam hari yang dingin, dengan kabut yang lumayan tebal, aku menyusuri jalan ini sambil memeluk kedua lenganku. “Aku yakin mereka pasti ada di tempat itu!” Ucapku dalam hati.

Tragedi Roy

Oleh:
“Maafkan aku ayah, aku tidak akan mengulanginya lagi!” jerit Roy sambil meratap kesakitan. Melihat hal tersebut, Sang Ayah bukannya berhenti, dia malah semakin menjadi menyiksa Roy tanpa ampun. Roy

Dongeng Gadis Pemimpi

Oleh:
Namanya Leyra Amartha. Nama indah pemberian ayah dan ibunya. Tahun ini Leyra genap berusia 16 tahun. Kata orang-orang, ia memiliki wajah bulat yang manis, dengan bola mata coklat, dan

Wasiat

Oleh:
Dimana aku, berlalu. Membawa semua.. semua? semua? “Oh my God. Lusiiii?” aku terpaksa berteriak karena tak tahan lagi mendengar ocehan Lusi. Aku yang berusaha menghafal puisi yang ku buat

Sahabat Cermin

Oleh:
Aku termenung di balkon sekolah. Termenung sedih dan berkhayal, bahwa akan punya sahabat. Sahabat setia yang tidak akan meninggalkan diriku sendiri. Tapi, tak ada yang ingin berteman denganku. Bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sang Pengembara”

  1. Lish says:

    maaf sebelumnya, tokoh dalam cerita yang mana saja ya? siapa itu Adil dan Percy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *