Si Penolong (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 17 February 2019

Joko Raharjo adalah seorang remaja asal Kota Bogor. Dia adalah pria yang nakal, dan sering sekali ikut balap motor liar, bahkan sering sekali tertangkap.
Sekali waktu dia tertangkap, dan polisi yang menangkapnya bertanya kenapa dia lakukan itu, dia hanya menjawab “Karena aku mau..”.

Joko punya seorang kakak, namanya Purman Raharjo, atau biasa dipanggil mas Pur, mas Pur adalah seorang Jaksa, dia bersifat sangat berlawanan dengan Joko yang merupakan remaja nakal.
Joko selalu melawan sang kakak, bahkan dia mengatakan pada sang kakak kalau sang kakak itu tolol sekali, karena hidupnya biasa saja, sementara seharusnya dia bisa melakukan hidup luar biasa dengan menjadi penjahat.

Suatu hari Joko kepergok oleh mas Pur sedang melakukan balap liar motor, Mas Pur segera membubarkan gerombolan itu.
“Pergi!!” Teriaknya sambil mengejar mereka.
Mereka segera berlarian membubarkan diri.
Dia segera menarik kerah baju Joko yang juga berusaha melarikan diri.
Joko pun terjatuh dari motornya.
“Kenapa elo lakuin itu Pur??” Jawab Joko sedikit kesakitan.
“Karena kau pantas mendapatkannya dan berhenti memanggil namaku..” Kata Mas Pur melotot.
“Trus elo mau apa??” Teriak Joko menantang.
“Kalo lu bukan adek gue udah gue hajar luh..” jawab Mas Pur dengan kejamnya.
“Eh” “Lu..” Kata Joko.
Mas Pur segera menampar wajah Joko.
“Gue harap elo mati sekarang!” Teriak Joko.

Secara mendadak muncul sebuah Range Rover 4.6 HSE Autobiography berwarna hitam melaju dengan kencang.
Dan setelah mendekat, dari dalam mobil keluar beberapa senjata mesin yang langsung menembaki mereka berdua.
Setelah selesai menembaki mereka, mobil hitam itu kabur dengan sangat cepat.
Dan terlihat Mas Pur terbaring bersimbah darah.

“Keinginanmu terkabul..” Ujar mas Pur sambil tersenyum.
“Aku.. Tak bermaksud begitu mas..” Jawab Joko sambil berwajah sendu.
“Jadilah anak baik.. selamat tinggal..” Kata Mas Pur sambil menutup matanya.
“Jangan mati mas.. JANGAAN!” Teriak Joko.
Tapi semua itu terlambat, keinginan Joko terkabul saat itu juga, membuat Joko merasa sangat bersalah.
Sejak saat itu Joko bertobat dan masuk ke pesantren dengan uang peninggalan mas Pur.

15 tahun kemudian, saat Joko masih menjadi mahasiswa, dia menyelidiki siapa pelaku dari pembunuhan Mas Pur, dan menemukan jika sahabat Mas Pur, yaitu kang Jajang yang merupakan pengusaha hitam yang melakukannya.
Dia merencanakan pembunuhan terhadap kang Jajang, namun malah tertangkap oleh Kang Jajang.

Kang Jajang menghampiri dirinya.
“Jadi kau adiknya si Pur..” Kata Kang Jajang menyeringai.
“Persetan denganmu!!” Teriak Joko sambil meludahi wajah kang Jajang.
“Kau pikir nasibmu akan lebih baik dari si Pur??” Kang Jajang tersenyum.
“Ya..” Teriak Joko sambil memberontak karena tangan dan kakinya dipegangi beberapa anak buah Kang Jajang.
“Kau benar.. keluargamu yang tidak benar..” Kata Kang Jajang tersenyum lagi.
Kang Jajang lalu berlalu begitu saja.
Sementara semua anak buah Kang Jajang memukuli Joko hingga babak belur total.
Kemudian dia dibuang ke sungai dan terseret arus sungai.
Dia kemudian ditolong oleh seorang gadis yang sangat manis bernama Unita soleha, Gadis berjilbab ini merawatnya selama beberapa hari sebelum membawanya ke rumah sakit.

Tetapi malang nasib teman dekat Joko yang juga lulusan satu pesantren dengannya yaitu Jimmy Muhmammad, Jimmy sekarang menjadi seorang penyanyi. Saat sedang bermain gitar listrik di atas panggung saat sedang konser, seorang anak buah Kang Jajang mensabotase alat listrik gitar itu. Maka Jimmy tewas terpanggang di atas panggung karena tersetrum sampai terbakar.
Mendengar hal itu, Joko segera melakukan balas dendam terhadap Kang Jajang, dia bekerja sama dengan Chepi Haris, seorang Konglomerat hitam yang sudah lama ingin menyingkirkan kang Jajang.
Dia memberitahu tempat favorit Kang Jajang yaitu warung Mpok Rodiyah, dimana dia sering makan di situ. Joko memang tahu kebiasaan Kang Jajang karena Kang Jajang berteman baik dengan Mas pur sebelum membunuhnya.
Saat baru masuk ke dalam mobil Mercedes Benz S320 Keluaran 1997 berwarna hitamnya, dari kursi supir, seorang pembunuh bayaran asal Brunei, Wilkins O’Toole menembaknya satu kali di kepala dengan senjata peredam.
Semua anak buahnya telah disuap.

Sejak itu Joko kembali terseret ke jalan gelap dan menjadi salah satu anak buah kepercayaan Chepi dan membunuhi banyak orang.
Tapi itu sebelum dia bertemu Dadang Sumantri, seorang guru asal Kebumen yang ditemuinya dalam perjalanan ke Yogyakarta.
Dia melatih Joko dengan berbagai Ilmu putih dalam arti kata Ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dan membuat Joko tersadar.
Tetapi Joko juga dicekoki nilai kebalikan oleh Dadang, yaitu membunuh untuk kebaikan. Yang membuat Joko membunuh banyak orang hanya saja kali ini orang jahat.

Paling membuat joko terpukul adalah setelah dia membunuh seorang Bandar Narkoba di depan istri dan anaknya. Dia tahu bagaimana perasaan mereka melihat sang ayah ditembak di depan mata mereka sampai darahnya bermuncratan.
Tetapi yang membuat dia tersadar adalah saat dia bertemu seorang pengusaha besar yang berusaha menghancurkan Kota Bogor, Kotanya sendiri.
Si pengusaha besar itu sangat brutal dan gila.
Dia bahkan menyembunyikan bom nuklirnya di balik baju sang anak.
si Pengusaha besar itu berusaha mengebom nuklir Kota Bogor di seminar binis nasional Kota Bogor dengan membawanya di balik baju anaknya yang masih balita.
Sang anak pun telah dia cuci otak untuk memencet tombol merah sewaktu dia mengatakan “Ya..” dalam pidatonya, jadi mereka bisa mati bersama.
Joko terpaksa menembak sang anak sebelum dia memencet tombolnya saat si ayah mengatakan kata “Ya..” dalam pidatonya. Sang anak tewas seketika. Si Pengusaha besar mengamuk dan membabi buta, maka Joko menembaknya, tetapi dia manjadikan anak bungsunya yang masih bayi tameng untuk peluru Joko, lalu dia menembak kepala istrinya dan lalu bunuh diri.

Joko lalu berhenti total dari bisnis pembunuhan dan mengembara ke seluruh Dunia. Sepulangnya dari mengembara, dia sukses mengumpulkan kekayaannya yang didapat dari pengembaraannya.
Dan segera dia dengan sangat cepat naik menjadi konglomerat, Konglomerat yang sangat tampan.
Tidak hanya itu, dia terinspirasi untuk menjadi seorang penyelamat, karena itu dia meminta nasehat Ustadz muda yang juga dulu temannya di pesantren, yaitu Jono Mogo.

Ustadz Mogo menyarankan agar Joko menjadi seseorang misterius yang menolong semua orang tanpa pamrih.
“Lu harus membuktikan jika ada seseorang yang menolong orang lain tanpa mengharap apapun..” Ujarnya. Joko lalu melakukan hal yang ekstrim dengan memanggil Dudu Rosadi, seorang ilmuwan yang diminta merancang senjata dan peralatan lain yang mirip seperti peralatan agen rahasia untuknya.
Dengan pengalamannya sebagai pembunuh, kekayaannya sebagai konglomerat dan peralatannya yang sekelas agen rahasia yang dipasok oleh Dudu, Joko memulai “karir”nya di bidang menolong orang.

Awalnya dia memakai kacamata hitam saja dan mulai membagikan sembako ke lingkungan kumuh.
Lalu masih memakai kacamata hitam pula, dia mulai menolong orang-orang di lingkungan kumuh tersebut melawan para preman yang menganggu mereka.
Setelah berhasil mengatasi para preman tersebut dengan sangat mudah, Joko dijuluki oleh para penduduk sebagai “si penolong”.

si penolong kemudian meluaskan wilayah menolongnya, dan mulai membuat kostum yang memakai sorban dan bertopeng. Si Penolong mulai menolong para polisi menangkap Gerombolan perampok pimpinan Uak Kadir.
si penolong lalu mendatangi markas Uak Kadir dan menangkap mereka semua.
Uak Kadir dan gerombolannya berhasil ditangkap, dan si penolong menjadi terkenal.

Dia pun mulai menarik perhatian seorang detektif muda yang bernama Pulalo Hadji, Pulalo percaya jika dia hanyalah orang gila yang berusaha meneror kota.
Pulalo selalu berusaha menangkapnya sewaktu si penolong sedang berusaha menangkapi para penjahat.

Si penolong pun secara tak sengaja bertemu dengan Unita yang dulu pernah menolongnya. Unita kini menjadi seorang ibu rumah tangga dan tasnya dijambret.
si penolong yang saat itu sedang “diburu” oleh Pulalo menghentikan pelariannya dan menangkap si penjambret kemudian mengembalikan tas milik Unita kepadanya.
“Terima kasih tuan.. Apa aku mengenalmu?” Tanya Unita dengan wajah senang.
“Tidak.. belum sekarang..” Jawab si penolong dengan suara sangat pelan.
“Oh ya.. tampaknya aku mengenalmu.. kau tidak asing bagiku..” Tanya Unita dengan wajah curiga.
“Mungkin..” Kata si penolong sambil berlalu.

Tetapi sayangnya Pulalo berhasil “menangkap”nya.
Pulalo ternyata melihat kejadian tersebut.
“Kau tidak lari lagi dariku dan malah menolong sang ibu menangkap si penjambret di saat kau bisa lolos dariku.. Kenapa?” Tanyanya.
“Karena itu hal yang benar untuk dilakukan..” Jawab si penolong lagi dengan suara pelannya.
Pulalo memasang wajah kagum.
“Baiklah.. pergilah..” Kata Pulalo sambil membuang mukanya.
si Penolong lalu berlalu.

Sementara itu Chepi merasa terancam dengan kedatangan si penolong.
“Si penolong! Dia bisa merusak bisnisku!” Katanya sambil meremas koran yang baru dibacanya yang berisi berita tentang si penolong.
“Bos.. Hancurkan saja dia!” Kata wilkins mendadak muncul.
“Bagaimana?” Tanya Chepi.
“Jebak dia.. lalu bunuh!” Kata wilkins memasang wajah gila.
“Ide bagus.. lakukan..” jawab Chepi dengan wajah senang.

Wilkins lalu menjebak si Penolong dengan menculik seorang ibu muda dan menggantungnya di sebuah jembatan dengan memasang sebuah bom besar di bajunya.
Lalu dia menelepon wartawan yang langsung meliput kejadian ini.
Dan bisa diduga si penolong berusaha membantu melepaskan sang ibu muda dari jembatan.
Sang ibu muda yang melihat si penolong menuju ke arahnya menggelengkan kepalanya karena mulutnya diplester.
Melihat sinyal tak beres tersebut, si penolong kemudian mundur teratur, tetapi terlambat! Wilkins meledakan bom di beberapa bagian dari jembatan itu. Si Penolong segera berlari secepat mungkin menghindari ledakan itu, dan kemudian mengeluarkan peralatan keagenan rahasianya untuk pertama kalinya, dia mengeluarkan alat sejenis sayap yang membuatnya terbang melintasi jembatan itu, juga pemotong besar yang memotong tali yang mengikat si ibu muda tersebut lalu memotong juga bom besar yang diikat di ibu muda tersebut lalu melemparnya ke arah Wilkins yang dilihatnya sedang memencet tombol untuk meledakkan bom tersebut.
Bom tersebut meledak di tepat di atas kepala wilkins. mengakibatkannya terluka parah. Tetapi si penolong berhasil menyelamatkan si ibu muda tersebut dan menjadi semakin terkenal.
Sementara Wilkins mengalami luka bakar parah dan dilarikan ke rumah sakit.

Wilkins kemudian dirawat selama beberapa minggu di rumah sakit dan mulai sembuh dari luka bakarnya, dia kemudian melarikan diri dari rumah sakit dan bersumpah balas dendam kepada si penolong dan nemanakan dirinya si jahat.
Si Jahat mulai mengacau di kota, dia menyewa sekelompok pasukan tentara bayaran untuk menyerang fasilitas pemda dimana senjata rahasia kota Bogor disimpan. Si jahat memakai topeng baja dan mulai mendeklarasikan dirinya sebagai “Peneror kota” melalui satelit komunikasi yang dapat menginterupsi semua siaran televisi seantero kota Bogor.
Si penolong tentu saja segera datang ke fasilitas pemda tersebut, dimana si jahat kini melengkapi dirinya dengan tangan bom, alias melengkapi dirinya dengan tangan yang penuh bom mini yang dapat dilempar, maka terjadi berbagai ledakan besar dalam pertarungan itu.
Juga baku tembak dan perkelahian seru antara si penolong dan pasukan tentara bayaran tersebut.
Yang tentu saja akhirnya dapat ditebak bahwa pasukan tentara bayaran itu dapat dihabisi dengan mudah oleh si penolong tanpa perlu membunuh mereka, kebanyakan mereka pingsan.

Kini Si jahat melarikan diri dan dikejar oleh si penolong, terjadi pertarungan seru dalam kejar mengejar di tengah kota itu, antara lain melibatkan pertarungan dari atap ke atap, pertarungan di tengah jalan sampai pertarungan dengan lompatan-lompatan tinggi. Si penolong berusaha dengan keras untuk menahan si jahat untuk membuang bomnya di tengah jalan, akhirnya si jahat dibius dari belakang oleh Ustadz Mogo. Kemudian si jahat ditangkap dan dibawa ke mobil Bentley milik Joko dan dikirim ke fasilitas penelitian milik Dudu.

Sementara itu di tempat lain, Chepi kedatangan seorang tamu misterius yang dia panggil “Pak”, sikapnya terhadap tamu misterius itu sangatlah hormat sekali dan bahkan cenderung takut.
“Bagaimana rencana kita?” Kata si tamu misterius.
“Baik sekali pak.. bawa peta itu ke sini..” Perintah Chepi pada salah satu anak buahnya.
seorang anak buahnya kemudian membawa sebua peta elektronik Touch screen ke hadapan mereka berdua. Chepi kemudian mulai mengutak atik peta itu.
“Ini rencana kita pak.. Semua sudah sesuai rencana.. banyak tempat di kota ini telah kita kuasai..” Kata chepi sambil memainkan touch screennya.
“Hmmm tapi ini kan intinya?” Kata tamu misterius itu.
“Ya pak! Gudang penyimpanan senjata milik Kang Jajang adalah pusat dari rencana kita.. beruntung semua rencana kita menyingkirkan Kang Jajang sesuai rencana jadi kita bisa tepat waktu.”
“Bagus! aku percayakan ini padamu!!” Kata si tamu misterius itu sambil memegang pundak Chepi.

Sementara itu si penolong telah tiba di fasilitas penelitian milik Dudu.
“Kenapa kau bawa dia ke sini?” Kata Dudu bingung.
“Aku ingin memodifikasinya dok!” Kata si penolong yang melepas jubahnya menjadi Joko kembali.
“Memodifikasinya?” Jawab Dudu bingung.
“Alat modifikasi otak yang kau buat itu, aku ingin menggunakannya..” Jawab Joko.
“Maksudmu mencuci otaknya?” Tanya Dudu dengan wajah melongo.
“Ya..” Jawab Joko.
“Kenapa?”
“Balas budi.. karena balas budi..” Jawab Ustadz Mogo yang tiba-tiba muncul.
“Ya.. Dia yang banyak mengajariku banyak hal.. aku mungkin ingin membuatnya bertobat.. Bukan menjebloskannya ke penjara seumur hidup..” Jawab Joko kalem.
“Mencuci otak bukanlah tobat pak Joko!!” Teriak Dudu.
“Aku ingin membuatnya sadar sedikit demi sedikit dalam proses cuci otaknya..” Jawab Joko tersenyum.
“Lakukan..” Kata Ustadz Mogo.
“Baiklah.. aku percaya padamu..” Jawab dudu langsung membalikan badan.

Si Jahat kemudian direkontruksi, wajahnya yang penuh luka bakar bukan hanya disembuhkan, tetapi juga dirubah struktur jaringannya, sehingga menjadi wajah baru, wajah yang lebih muda, seorang pria muda imut.
Otaknya pun dimodifikasi, ingatan lamanya tak dibuang tetapi disimpan amat dalam, agar suatu saat nanti dia bisa diajari sedikit demi sedikit untuk bertobat.

Setelah proses modifikasinya sukses, dia diberi nama Tiberius Mackay, nama yang begitu saja tercetus oleh Dudu.
“Tiberius Mackay? Nama yang bagus..” Kata Joko tiba-tiba muncul.
“Yup jangan rubah nama itu jangan jangan pernah rubah nama itu.. aku suka..” Kata Dudu mengancam.
“Ya bos..” Kata Joko berposisi hormat.
“Jadi siapa namamu nak?” Tanya Joko sambil menghampiri Tiberius yang masih terlihat linglung.
“Ti.. Tiberius pak..” Kata pria berwajah imut itu sambil kebingungan.
“Dan darimana asalmu?” Tanya Joko lagi.
“Dari sini pak..” jawab Tiberius dengan wajahnya yang semakin imut.
“Bagus.. jangan lupakan itu.. jangan pernah lupakan itu bung..” Kata Joko bahagia.
Tiberius sekarang mendapat nama panggilan baru yaitu TM singkatan dari nama panjangnya, dan dia menjadi pelayan setia dari Joko.

Sementara itu Chepi sedang mengawasi kedatangan truk secara besar-besaran ke salah satu proyeknya, dan satu truk itu mengangkut 100 senjata yang bentuknya mirip Kristal.
“Cepat angkut! Waktu kita tidak banyak!” teriak Chepi.
Para buruh langsung bergegas membawa semua senjata yang ada di sekitar 200 truk itu.

Cerpen Karangan: Ananda Syahendar
Blog / Facebook: Ananda Syahendar Perdana
Senior di Gerindra.

Cerpen Si Penolong (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Dalam Mimpi

Oleh:
Kopi hitam pekat di depannya seakan-akan mencemooh Arief yang sejak tadi tak henti-hentinya meracau tentang mimpinya tadi malam. Pikirannya berkecamuk saat teringat puing-puing sisa mimpinya semalam. Tiap kali dia

Buku Dunia Peri

Oleh:
Siang itu, Luna sedang membaca buku di perpustakaan. Perpustakaan pribadi milik Ibunya, yang kemudian diberikan kepada Luna. Luna selalu mengunci pintu perpustakaan kalau dia sedang membaca. Karena Luna tak

Sinar Bulan Pertama

Oleh:
Malam terasa begitu dingin tanpa ada penerangan dari lampu di sekitar sini, tempat ini adalah sebuah lorong yang kanan dan kirinya terbentang tembok yang sangat tinggi hingga cahaya rembulan

Paradoks

Oleh:
Semua berawal pada saat ulang tahunku yang ke-7, tepatnya pada tanggal 3 Maret 2002. Hari itu adalah ulang tahun yang sangat spesial, karena itu juga ulang tahun terakhirku yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *