Si Penolong (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 17 February 2019

Si tamu misterius datang dengan mobil mustang keluaran 1967nya.
“Bagaimana?” Tanya si tamu misterius yang turun dari mobil.
“Baik pak, semua berjalan lancar..” Jawab Chepi.
Mereka berdua kemudian masuk ke sebuah terowongan bawah tanah yang sangat besar, yang ternyata di dalamnya terdapat sebuah kota yang berbentuk terbalik ke bawah tanah, mungkin semua gedungnya setinggi 250-300 meter. semua gedung itu berbentuk terbalik ke bawah tanah.

Di tempat lain Joko mulai curiga atas penguasaan “wilayah” yang dilakukan oleh Chepi ke seantero Kota Bogor. Menurutnya tidak mungkin seseorang mempunyai proyek di 90% wilayah kota.
“Bagaimana menurutmu tad??” Tanya joko pada Ustadz Mogo.
“Hmmm memang mencurigakan sekali, aku akan menyelidiknya..”
“Boleh saja.. Tetapi hati-hati kawan..”
“Jangan khawatir bung.. aku bisa jaga diri..”

Ustadz Mogo segera menyelidiki hal itu dengan mengirim beberapa penyidik swasta terbaik, dan menemukan hal yang mengejutkan, bahwa semua proyek itu saling berhubungan di bawah tanah.
Ustadz Mogo segera memberitahu hal tersebut kepada Joko, maka Joko memutuskan mendatangi sendiri Chepi.
Di sana Joko berpura-pura untuk rekonsiliasi kepada Chepi, agar dia melibatkannya pada rencananya.
Dan itu berhasil! Chepi masih percaya kalau dia masih jahat. Dan mengajaknya ke rencananya.

Sementara itu TM mulai mendapat kilasan-kilasan ingatan dari masa lalunya.
“Siapa aku sebenarnya?’ Tanyanya pada dirinya sendiri.
“Dulu kau adalah Wilkins O’Toole pembunuh bayaran dari Brunei, tapi tidak sekarang tidak saat ini!” Ujar Dudu yang mendadak muncul.
“Apa? Benarkah?” Tanya TM dengan wajah terkejut.
“Yup kau harus menyadari kalau kau bukan yang dulu lagi.”.

Sementara itu Chepi mengajak Joko ke salah satu proyeknya. Dan proyek itu berada di bekas gudang penyimpanan milik Kang Jajang.
“Apa ini?” Tanya Joko dengan terkejut.
“Nanti kau akan tahu kawan!” Jawab Chepi tersenyum lebar.

Mobil New Beetle kuning itu berhenti tepat di tengah gudang tak terpakai yang di sebelahnya dibuat proyek apartemen miliknya.
Lalu gudang itu turun dan terus turun ke bawah tanah selama 15 menit.
Pemandangan sangat mengejutkan dilihat oleh Joko, selama berada di dalam lift itu, dia melihat pemandangan yang sangat mencegangkan, di luar lift banyak sekali orang yang bekerja, mungkin ribuan orang. Dan ratusan di antaranya bekerja paksa. Juga banyak sekali gedung setinggi ratusan meter yang berjejer terbalik membentuk sebuah kota.
Sesampainya di lantai terbawah, mereka segera keluar dari lift, Chepi membawanya ke sebuah ruangan super mewah yang berlambang mahkota.

“Ini adalah ruang bos..” Katanya.
“Siapa bos kita?” Tanya Joko.
“Namanya Gulod Al-Rasyid..” Jawabnya.
“Dia orang Timur Tengah?” Tanya Joko.
Chepi hanya tersenyum, dan membuka pintu ruangan yang berlapis emas.
Mereka kemudian masuk ke dalam ruangan yang ternyata isinya serba elektronik.

“Bos.. saya datang membawa sahabat saya?” Kata Chepi pada si tamu misterius yang duduk membelakangi mereka.
“Dan siapa itu..” Katanya sambil berbalik.
“Pak Dadang?” Kaget Joko.
“Ya.. Ini aku Joko, aku Dadang..” Kata Dadang tersenyum geli.
“Kenapa kau lakukan ini?” Tanya Joko.
“Karena si penolong aku bosan dengan tatanan struktur yang ada di Jawa Barat sekarang.. Kami orang Kebumen akan menguasai Jawa Barat dan menata ulang struktur Propinsi ini?” Jawab Dadang bermetafora.
Joko memasang wajah terkejut.
“Kau terkejut? Kau tidak tahu kalau aku tahu kau itu si penolong?” tanya Dadang.
“Bagaimana?” Tanya Joko.
“Akulah yang membentukmu kawanku sejak melihat kau balap motor liar..” Kata Dadang sambil tertawa.
“Kau? astaga kau yang membunuh kakakku??” Kata Joko dengan agak marah.
“Mau bagaimana lagi? Tidak secara langsung sih aku mengadu domba kakakmu dengan Kang Jajang.. habis dia tidak menyetujui permintaanku untuk merubah tatanan Jawa Barat.. padahal dia sahabatku tapi dia tidak mendukungku!!” Katanya dengan kesal.
“Kau gila.. Dadang kau merasa dirimu mewakili rakyat Kebumen padahal kau hanya mengutamakan egomu..” Teriak Joko.
“Hahahaha lihat siapa yang bicara.. nak kau ini hasil karya seniku yang luar biasa.. si penolong itu tokoh rekaan yang istimewa untukku..” Katanya tersenyum.
“Dan kawan, maaf harus kulakukan ini..” Chepi memukul kepala Joko dari belakang hingga pingsan.
“Harus kita apakan dia pak??”
“Dia sudah kuberi waktu hidup ekstra.. waktunya mematikannya..”
“Saya mengerti pak..”

Kemudian mereka membawa Joko ke ladang radiasi, di sana dia diikat di tengah baja dengan tali baja yang sangat kencang.
Rencananya dia akan dimusnahkan dengan radiasi tingkat tinggi.

Joko tersadar semenit kemudian, tetapi kesulitan melepaskan diri.
Alat radiasi mulai dijalankan dari ruang kontrol dn mengenai wilayah sekitar menuju ke Joko.
Joko berusaha keras melepaskaan ikatannya namun terlalu kuat.
Saat Joko menutup matanya karena berpikir dia sudah habis nasibnya, muncul sebuah suara.
“Kau tidak boleh menyerah kawan!”
Joko membuka matanya dan melihat sesosok pria yang ternyata Ustadz Mogo.
“Bagaimana kau..”
“Kau tidak berpikir aku terlalu bodoh membiarkanmu sendirian bukan??”
“Kau mengikutiku?”
“Bukan hanya itu aku tahu semuanya juga tentang Dadang dan kakakmu..”
“Uppps kita tidak punya waktu lagi..” Ujar Joko panik.
“Jangan khawatir, aku membawa peralatan milik Dudu..”
Ustadz Mogo lalu mengeluarkan kartu laser dan memotong semua ikatan baja di seluruh tubuh Joko.
Mereka berdua langsung lari dan meninggalkan tempat itu secara cepat. Sesaat kemudian tempat itu seluruhnya terkena radiasi.

“Kita harus segera menghentikan Dadang neh..” Ujar Joko.
“Secepatnya kawan..” Jawab Ustadz Mogo.
mereka lalu menuju fasilitas penelitian milik Dudu, dimana mereka akan meminta bantuan alat pada Dudu.
Tetapi ternyata Dudu sudah tahu akan hal itu karena TM memberitahukannya.
Joko kebingungan.
“Dia sudah tahu semua masa lalunya..” Kata Ustadz Mogo.
“Benarkah?” Jawab Joko tersenyum.
“Aku.. Bukanlah wilkins lagi, walaupun aku punya ingatannya tetapi aku sekarang adalah Tiberius Mackay pelayan anda yang setia tuanku..” Kata TM dengan sopan.
“Apa kau ingat bagaimana dulu kau mengajariku segalanya?” Tanya Joko pada TM.
“Aku ingat semuanya, sekarang kau yang mengajariku tuan.. ajari aku berbuat baik..” Jawab TM.
“Oke.. jadi sebenarnya apa rencana besar Dadang?” Tanya Joko.
“Dia bermaksud membalikan keadaan kota Bogor..” Jawab TM.
“membalikan? Maksudmu..” Tanya Ustadz Mogo.
“Seperti mangkuk yang dibalik, nanti posisi kota akan dibalik, kota yang di bawah tanah itu yang ada di atas dan yang di atas itu ada di bawah..” Jawab TM.
“Astaga dia sinting..” Jawab Dudu setengah panik.
“Bukan hanya sinting dia merasa dirinya pahlawan besar dan mewakili Kebumen!” Jawab Joko.
“Jika Kebumen tahu dia pasti dibuang..” Jawab Ustadz Mogo.
“Tapi mereka tidak tahu..” Jawab Dudu lagi setengah panik.
“Lalu kuduga semua orang itu klon?” Ujar Joko.
“Benar itu Klon.. dibagi menjadi dua kasta Budak dan pemimpin!” Jawab TM.
“Lalu apa rencana terbesarnya?” Tanya Ustadz Mogo.
“Dia akan meratakan Jawa Barat dari kota Bogor baru yang dia miliki..” Jawab TM.
“Astaga! Kita harus menghentikannya sekarang..”
“Bagaimana? Kita bahkan tidak tahu seluruh rencananya..” Jawab Ustadz Mogo.
“Aku tahu kok..” Jawab TM.
Maka mereka pun bergegas menghentikan Dadang.

Si Penolong memakai pesawat anti gravitasinya untuk menemui Pulalo dan membuat dia memberitahukan kepada Kapolresta.
Awalnya Pulalo menolak untuk percaya, namun setelah ditunjukan beberapa bukti, naluri detektifnya keluar dan dia percaya. Dia memberitahu Kapolresta.
Lalu dimulai serangan besar pasukan kepolisian ke beberapa lokasi proyek milik Chepi.

Sementara Si penolong pergi ke markas pusat Chepi yang berada di bekas gudang penyimpanan senjata milik Kang jajang.
Di sana Chepi sudah menunggu dan menyandera Unita, anak gadisnya dan suaminya. Chepi lalu melarikan diri dan menyerahkan semua penyanderaan itu pada Gaja Muda, salah satu murid dari Wilkins. Si penolong berusaha menolong satu keluarga itu, namun diserang Gaja Muda. Gaja Muda sangat kuat sekali. Maka terjadi baku hantam seru antara si penolong dengan Gaja Muda.

Di tengah pertarungan TM muncul.
“Tuanku.. aku di sini untuk menolongmu..” Katanya dengan wajah lembut.
“Baiklah hadapi Gaja Muda..” Kata si penolong padanya.
“Baik.. siap..” Jawabnya dengan tegas.

Sementara TM menghadapi Gaja Muda, si penolong menolong satu keluarga itu, sebelum secara mendadak semua ranjau di tempat itu aktif secara mendadak dan mulai meledak satu persatu.
Dudu datang dengan motor terbangnya dan menolong satu keluarga itu, sementara si penolong berhasil meloncat keluar dari wilayah ledakan.
Urusan belum selesai. setelah itu datanglah ribuan Klon mengeroyoknya, semua klon anak buah Chepi itu sangat kuat sekali dan si penolong harus melawannya satu persatu.

Sementara di tempat lain Chepi yang melarikan diri berusaha untuk mengaktifkan semua senjata yang dikembangkan Dadang, agar dia bisa meratakan Jawa Barat tanpa harus menguasai kota Bogor terlebih dahulu.
Ustadz Mogo menghadang Chepi, maka terjadilah pertarungan di antara kedua orang tersebut.
Sementara itu di tempat lain Pulalo bahu membahu membawa beberapa orang polisi untuk memasang peledak di alat utama pembuat klon yang mereka temukan yang terus membuat klon.
Si penolong terus berusaha masuk ke dalam ruang Utama pengendali semuanya dimana di sana terdapat Dadang, syaratnya dia harus menaklukan ribuan klon terlebih dahulu, dan dia sudah hampir berhasil melakukannya.

Di tempat lain Pulalo berhasil meletakan alat peledak di pembuat klon dan kemudian melarikan diri bersama para polisi yang lain dan meledakannya.
Dengan diledakannya alat pembuat klon tersebut, semua klon yang belum sempurna itu yang masih tergantung pada alat pembuatnya menjadi musnah menjadi pasir.

Pasukan Kepolisian dengan musnahnya para Klon berhasil menerobos masuk ke Kota bawah tanah milik Dadang tersebut.
Di tempat lain, Gaja Muda berusaha untuk menusuk Tm dengan pisau di kakinya yang mengandung racun, tetapi TM berhasil menangkisnya dan menencapkan pisau itu ke leher Gaja Muda sendiri hingga dia tewas.
Sementara Chepi di atas angin dan berusaha menusuk Ustadz Mogo dengan pisau sebelum Ustadz Mogo membalikan keadaan dengan menusukkan pisau itu ke perut Chepi.
Chepi tewas dan Ustadz mogo menon aktifkan semua senjata tersebut dengan kode yang diberikan oleh TM.

Si penolong sampai di ruang pengendali dan berhadapan satu persatu melawan dadang, Dadang sangat kuat sekali hingga si penolong kewalahan menghadapinya.
“Kau sok tahu anak kecil.. akulah yang membuatmu.. sekarang kau harus mati..” Katanya sambil menendangi tubuh Si penolong.
si Penolong lalu membuka topengnya dan menjadi Joko, dia juga membuka jubahnya.
“Kau ingin menghadapi Joko? ayo hadapi diriku yang sebenarnya!” teriak Joko.
sebagai Joko, dirinya mendapat kekuatan yang lebih karena semangatnya untuk menghentikan Dadang lebih besar karena sebagai Joko korban Dadang lebih banyak daripada menjadi si penolong.
Joko kemudian unggul di atas angin dan membuat Dadang terluka parah.
Joko walaupun terluka cukup banyak, tetapi bisa saja membunuh Dadang saat itu juga, namun dia menghentikan serangannya.
“Kau tahu sesuatu? Aku memaafkanmu!” Kata Joko pada Dadang.
Dadang lalu memencet jam tangannya dan dari jam tangan itu keluar angka mundur digital.
“Oh siallllll!!” Joko langsung berlari kencang.
Dadang tertawa dengan sangat kencang sekali.
Ledakan besar sekali terjadi dan meledakan sektor pusat dari kota milik Dadang tersebut.
Dengan hancurnya sektor pusat itu maka hancurlah semua rencana Dadang.

Beberapa hari kemudian keadaan sudah membaik dan kota bawah tanah dimusnahkan oleh Pemda Kota Bogor, untuk menjaga hubungan baik dengan Kebumen, tindakan Dadang dirahasiakan, dan Chepi yang disalahkan menjadi dalang semuanya.
Sementara Joko menolak dinobatkan menjadi pahlawan kota dan menyerahkan gelar itu pada Pulalo, karena memang Pulalo yang berjasa menghancurkan mesin pembuat klon tersebut.

Sementara itu Joko dan Kapolresta membuat kesepakatan Bahwa Joko menjadi mitra resmi Polresta Bogor, dan bukan hanya itu, dia dengan sukarela memberikan identitasnya sebagai si penolong yang siap digunakan kapan saja jika Kapolresta memerlukannya.
Sementara itu TM tetap menjadi pelayan setia dari Joko yang mungil. Ustadz Mogo kini menjadi Ustadz terkenal dan ceramah ke berbagai kota di negeri ini.
Sementara itu Dudu kini menjadi seorang Pengusaha besar dan mitra setia dari Joko.
Sementara Unita dan keluarganya kembali ke kehidupan normalnya dan mengetahui identitas asli dari Joko.

“Jadi kaulah si penolong..” Tanya unita.
“Yah begitulah aku memang si penolong tetapi kaulah si penolong yang sebenarnya, karena aku terinspirasi darimu..” jawab Joko.
“Haha.. ya baiklah.. kita tetap sahabat kan?” Tanya Unita.
“Kita tetap sahabat..” Jawab Joko.
Mereka berdua lalu saling melepas senyum.
Sang Suami dan anak gadis kecilnya tersenyum dari jauh melihat mereka berdua.
Sementara itu sang penolong mendapat panggilan dari Polresta, di sana dia bertemu dengan Pulalo, tidak seperti Kapolresta, Pulalo tak mengetahui identitas asli dari si penolong.

“Jadi inilah si pahlawan kota itu..” tanya si penolong.
“Bukan.. sebenarnya kaulah pahlawan yang sebenarnya tuan penolong, kaulah andalan Polresta..” Jawab Pulalo sambil menepuk tangan dari si penolong.
Kareskrim Polresta lalu memanggil mereka berdua ke ruangannya.
Di sana dia memperlihatkan alat penyadap touch screen digital yang terhubung langsung dengan gedung DPRD, dimana gedung DPRD mendapat ancaman dari penelepon misterius.

“Aku akan melakukan sesuatu yang tak akan kalian bisa sadari..” Ancam si penelpon.
“Si penolong ada di situ ya? Mendengarkan lewat penyadap?” Tambah si penelepon lagi.
Mereka bertiga yang ada di ruangan kareskrim itu menepok kepalanya karena mereka ketahuan.
Lalu si penelepon menambah kalimat “Kau mungkin menyangka urusan sudah selesai.. Tapi Dadang hanyalah pion awal, nak..”.

Cerpen Karangan: Ananda Syahendar
Blog / Facebook: Ananda Syahendar Perdana
Senior di Gerindra.

Cerpen Si Penolong (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Bad Girl Is The Beauty Girl

Oleh:
Pemenang Lomba Melukis & Cerpen Fuzi Azoya Hadiah: Uang sebesar 3 jt + Laptop & HP Pengumuman itu dipasang di mading sekolah. Ini sangat menarik bagi semua siswa-siswi. Gimana

Xavarezi And The Angel

Oleh:
“Mommy berangkat ya sayang, kamu sekolah yang benar di sini..” “apa Mommy harus selalu pergi seperti ini? Dan pulang setiap beberapa bulan sekali? Atau bahkan tidak pulang seperti tahun

Blizzaphyr dan Masa Lalu

Oleh:
“Jadikan tombak ini sebagai bagian dari hidupmu…” Itulah kata kata terakhir yang aku dengar darinya. Kata kata perpisahan yang tidak pernah kusadari. Mengingat kesempatan yang aku lewatkan dengannya setelah

Editor Waktu (Part 2)

Oleh:
Sandy mengambil laptopnya di kamarnya, lalu membuka browser dan menunjukan sesuatu pada Wijaya. “Nih Wi, coba lihat apa yang aku temukan kemarin di internet.” kata Sandy menunjukkan sesuatu. “Precognition?”

My Angel

Oleh:
3 Juli 2014, pukul 23.30 di taman kota, terlihat seorang gadis dengan kuncir kuda yang rapi sedang berlari mengejar anak anjing yang sedang berlari di depannya. Gadis itu berusaha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *