Siapa Kau Sebenarnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 September 2015

“Rindu, Rindu!” seru Irene yang sudah ada di depan rumah Rindu.
“I-Iya Ren! Sebentar yaa!” teriak Rindu yang sedang pakai baju.
“Hehe Maaf lama menunggu!” seru Rindu tak lama kemudian.
“Ayo kita jalan-jalan ke taman!” ajak Irene.
“Aku ambil sepeda di garasi dulu ya.” jawab Rindu.

Sampai di taman, Rindu dan Irene memarkir sepedanya.
“Kita makan es krim yuk!” ajak Rindu.
“Ayo!” jawab Irene.
“Selamat datang, hai Rindu, hai Irene!” sapa Farah pemilik kedai es krim itu.
“Hai!” jawab Rindu dan Irene kompak.
“Aku pesan es krim stoberi tiga tingkat dengan susu kental manis cokelat yang membasahi es krim, sebuah ceri di puncaknya, dan dengan taburan kacang!” seru Rindu panjang lebar.
“Itu namanya es krim stronut Rinduuu!” jawab Farah dan Irene memelas.
“Aku mau banana split ya.” kata Irene.
“1 stronut dan 1 banana split. Ada yang lain?” kata Farah cepat singkat.
“Gak ada.” jawab Rindu.
“Pake diulang segala! Hehe, kan pesanannya sedikit!” seru Irene.

Tak lama kemudian, Farah membawa papan dengan pesanan Rindu dan Irene, plus 2 pudding cokelat dan 2 gelas air putih. Puding cokelat dan air putih memang bonus bagi setiap pelanggan yang memesan.
“Ini pesanannya, selamat menikmati.” seru Farah sambil pergi ke dapur.
“Hmm Enaknyaaaaa!” seru Irene.
“Begitulah.” jawab Rindu.

Mereka pun membayar dan ke luar dari kedai es krim.
“Yuk kita main ayunan!” seru Rindu sambil menarik Irene.
Di sana ada tiga ayunan. Ada seorang anak, rambutnya diikat dua. Dia duduk di samping Rindu.
“Eh, udah jam 9, aku harus pulang, bye!” seru Irene sambil meninggalkan Rindu. Kini, hanya Rindu dan anak itu saja yang ada di taman.

“Hai” kata anak itu.
“Eh, Eng Ha-Hai juga Siapa namamu? Namaku Rindu.” balas Rindu.
“Namaku Chika.” jawabnya.
“Oh Di mana rumahmu?” tanya Rindu.
“Eng, A-Aku harus merahasiakannya.” kata Chika. Chika pun sedikit kaget, dan mengatakan.
“Oh”
“Rindu, ini buat kamu.” kata Chika sambil memberikan kalung yang ada peluitnya.
“Eh. Kok kalungnya ada peluit?” tanya Rindu.
“Rahasia!” seru Chika.
“Hmm. Aku harus pergi. Bye!” seru Chika.
“Bye” jawab Rindu.

Rindu pun pulang dari taman.
“Eh, Rindu udah pulang?” sapa Mama Rindu.
“Iya ma, hehe” jawab Rindu.
“Wah? Apa itu nak?” tanya Mama sambil menunjuk kalung pemberian Chika.
“Iya ma, aku punya teman baru, namanya Chika. Dia memberikan ini padaku.” kata Rindu. Mama mematikan kompor. Lalu mengambil teh manis yang ada di dapur, meletakkannya di meja, dan duduk bersama Rindu.

“Mama juga punya itu.” kata Mama.
“Apa? Mama punya juga?” jerit Rindu.
“Iya. Tapi udah hilang.” jawab Mama.
“Yaah. Ku kira masih ada!” seru Rindu sambil meminum es jeruknya.
“Dan anak yang memberikan kalung itu, juga namanya Chika.” kata Mama. Uhuk Uhuk! Rindu batuk mendengar perkataan Mama.
“Kok bisa ya?” kata Rindu dalam hati.

Esoknya, Rindu dan Chika pergi ke kedai es krim Farah.
“Hai Rindu, hai…” Farah pun diam karena tidak tahu siapa dia.
“Namaku Chika.”
“Oh Salam kenal Chika! Namaku Farah. Ayo duduk.” salam Farah.
“Aku mau es krim stronut!” seru Rindu.
“Tidak usah memberi tahu, aku juga sudah tahu. Dan Chika, mau pesan apa?” tanya Farah.
“Blueberry ice aja.” jawab Chika.
“Oke, pesanan segera datang!” seru Farah.
Tak lama kemudian, pesanan datang. Rindu dan Chika pun segera memakan es krimnya masing-masing.

Suatu hari, Rindu mengobrol bersama Mama.

“Ma”
“Hm?” jawab Mama.
“Aku penasaran ma, akhir-akhir ini, Chika aneh loh ma. Dia sikapnya kayak udah lama kenal sama Rindu. Padahal kan masih baru.” curhat Rindu pada Mamanya.
“Hm Apa jangan-jangan dia ada hubungannya sama temen Mama dulu ya?” pikir Mama.
“Bisa jadi ma!” teriak Rindu.
“Coba kamu ajak Chika untuk main ke sini, ketemu Mama. Pura-pura aja kamu mau kenalin Chika sama Mama.” usul Mama.
“Ok deh!” seru Rindu.

Esok harinya, Rindu dan Chika bertemu di taman.
“Chika, ke rumahku yuk!” ajak Rindu.
“Eh? Ke rumahmu?”
“Iya, Mamaku pengen ketemu kamu soalnya” jawab Rindu.
“Hm Oke deh!” ujar Chika.
“Nanti bagaimana ya?” pikir Rindu dalam hati.

“Nah, sudah sampai! Yuk masuk!” ajak Rindu.
“Permisi Tante” salam Chika.
“Halo Chika Eh!”
“Ehm, Ke-Kenapa ma? Kok kaget gitu sih?” kata Rindu.
“Ri-Rindu. Dia adalah Teman Mama” kata Mama terbata-bata.
“A-apa?!” jerit Rindu.

“Chika Kamu tak ingat aku?” tanya Mama pada Chika. “Lihat. Ini, luka di pangkal leherku. Kamu ingat, dulu kita jatuh, dan kita berdua luka di sini, berbentuk bulan sabit?” kata Mama menjelaskan.
“Ja-jadi. Kamu Nairin?” tanya Chika.
“Iya. Akulah Nairin. Namaku dengan anakku memang sama, Rindu Naira. Tetapi panggilannya beda.” jawab Mama.
“Ja-jadi, berarti ini bukan milikku?” tanya Rindu.
“Iya Itu punya Ibumu.” jawab Chika.
“Ini ma.” ujar Rindu seraya memberikan kalung yang diberikan Chika.
“Terimakasih nak.” sahut Mama sambil mengelus kepala Rindu.

Tiba-tiba, cahaya menyinari Chika.
“Chika Sekarang saatnya kau pergi.” kata seseorang yang tidak berwujud.
“Nairin, Rindu, selamat tinggal” kata Chika melambaikan tangan sambil tersenyum dan menangis. Rindu dan Mama juga melambaikan tangan sambil tersenyum dan menangis. Lalu, Chika hilang, cahaya tersebut pun juga hilang.

“Ma, jangan bersedih ya.” hibur Rindu.
“Tidak kok sayang” jawab Mama.
“Sekarang, tahu gak Chika di mana?” Mama menggelengkan kepala.
“Di sini.” jawab Rindu sambil menunjuk dada Mamanya.
“Chika akan selalu di hati Mama.” kata Rindu sambil tersenyum. Mama menganggukkan kepala.
“Lihat itu nak, awannya seperti kepala Chika, ya?” sahut Mama. Rindu hanya menganggukkan kepalanya.

Cerpen Karangan: Develyne de Meichella
Facebook: www.facebook.com/develyne.demeichella

Cerpen Siapa Kau Sebenarnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Unique Stories

Oleh:
“Hai mama.. Aku merindukanmu… kenapa aku tidak bisa melihatmu? Setidaknya hadirlah dalam mimpiku. Aku benar-benar merindukanmu. Aku ingin memelukmu, mama. Jawab ma! Mama tidak pernah membalas suratku.. mamaaa!!!” Sudah

Piano atau Biola?

Oleh:
Terdengar Olive memainkan piano dengan lembut. Semua orang yang mendengarnya langsung terpesona. Olive memainkan lagu pop kesukaanya. Tok tok bunyi pintu bertanda ada tamu. Ternyata, yang datang adalah sahabat

Kucing Kesayangan Nita

Oleh:
Di sebuah kompleks yang bernama “nusa jaya” berjejer rumah-rumah yang bentuknya hampir sama. Salah satu dari rumah itu, terdapat sebuah keluarga bahagia yang memiliki seorang anak perempuan berusia 4

Berlibur Ke Candi Borobudur

Oleh:
Tilililit… Tilililit… Tilililit… Bunyi alarm di kamarku. Aku tetap di dunia mimpi yang indah ini. Aku sama sekali tidak menggubrisnya. “Fisa!! ayo bangun.. Salat Subuh dulu!!!” teriak kakakku Mas

Ontel Tua Milik Kakek

Oleh:
Namanya Veronicca amora, dia sering disapa Amora, dia sangat dekat dengan kakeknya yang sudah berumur 65 tahun. Nama kakek Amora adalah Goldylocks veroka, nama panggilannya adalah kek Goldy. Kek

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *