Suara Bisikan Iblis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 18 April 2018

-saat kau mendengar suara lain yang membuatmu penasaran, jangan ikuti, karena mungkin saja itu panggilan kematianmu-

Ardianta memejamkan matanya mencoba fokus pada apa yang di dengarnya –jjau…jj- bunyi ponsel sang dosen membuatnya kehilangan fokus sehingga suara itu menghilang, mata hitamnya memandang sekeliling tapi tak menemukan keanehan lain “aku hampir mendengarnya tadi” gumamnya kesal, jari-jarinya mengetuk meja pelan, seakan berfikir “bahkan jika itu hanya sayup suara angin, aku tidak bisa mengabaikanya”

Ardianta seorang mahasiswa tingkat akhir, tidak seperti semua orang, dia memiliki kelebihan yang unik dan aneh sekaligus menakutkan –bisikan iblis- dia menyebutnya seperti itu karena setiap nama yang terdengar lewat angin di sekitarnya adalah pertanda buruk bagi sang pemilik nama, tak ada yang mengetahui itu selain kedua orangtua ardianta, karena mereka tak ingin ardianta dianggap berbeda dan aneh, ata -nama panggilan pria itu- sudah lama sejak ia tak mendengar bisikan itu, tapi tadi saat jam pelajaran tiba-tiba saja ia mendengarnya meski samar-samar, ia bisa saja mengabaikan suara itu tapi entah mengapa ia tertarik.

Ata masih membereskan bukunya, sementara teman-temannya sudah berhambur dari kelas, ata beranjak dari tempatnya tapi ia melihat salah satu temannya masih terdiam di bangkunya “ada apa J?” gadis yang dipanggil J itu membuka matanya terkejut “kau tidur?” J menggeleng “aku mendengar suara aneh, dia terus memanggil namaku” ata terdiam menatap J “suara?” J menggangguk sambil membereskan peralatannya “kusarankan agar kau mengabaikannya, itu pasti halusinasi” ata keluar lebih dulu dari kelas, ia memasang pendengarannya fokus -jauza jahira- nama itu terdengar halus seperti angin yang melewatinya “jauza jahira” gumam ata dan berbalik cepat kembali ke kelas tapi tak mendapati siapapun lagi, nama asli J adalah jauza jahira dan itu berarti iblis itu mengincarnya, keluar dari kelas ata dapat melihat J sedang berjalan ke arah berkebalikan darinya tadi, ata langsung berlari mengejar J.

“jauza berhenti” pekiknya yang sama sekali tak digubris, J sudah dikendalikan dan akan sulit membuatnya kembali sadar, ata berhasil menahan pergelangan tangan J tepat sebelum J menjatuhkan diri dari tangga, ia memegang kedua pundak J kuat, pandangan mata gadis itu kosong dengan wajah yang datar.
“abaikan panggilan itu, itu jebakan untuk memerangkap jiwamu, lawan dan kembalilah” pekik ata di hadapan J, tapi tak ada respon apapun, gadis itu terlihat sepperti zombie sekarang “kau tau jalannya, jalan kembali, ikuti jalan itu” perlahan J mengedipkan matanya “J dengar, jangan berbalik, terus berjalan” suara ata melembut dan perlahan kesadaran J kembali, kakinya lemas, beruntung ata menahannya agar tak jatuh, nafasnya terdengar kasar seakan ia baru saja bangkit dari kematian “tak apa, semuanya baik-baik saja” J menggangguk lemah, ia masih tak mengerti dengan apa yang barusan terjadi hingga ia berada di sini bersama ata, satu-satunya hal ia ingat hanyalah suara yang memanggilnya dan ia mengikuti suara itu.

“bukankah aku sudah memberimu saran tadi, untuk mengabaikan panggilan itu” J mengangguk lagi, kali ini ia sudah bisa berdiri sendiri tanpa berpegang pada ata “mana mungkin aku mengabaikan suara yang memanggil namaku” ata menghembuskan nafas lelah ia tau J akan menjawab seperti itu karena hampir orang-orang yang ata selamatkan juga mengatakan hal yang sama.
“tapi terkadang kau harus mengabaikannya, karena mungkin saja suara itu adalah panggilan kematianmu” suara ata terdengar tegas penuh peringatan.
“ayo kembali” ata menuruni tangga lebih dulu, tak ada yang perlu dikhawatirkan karena iblis hanya memanggil nama satu orang itu sekali, dan jika gagal ia akan mencari nama lain “kau mengetahui tentang itu? bisikan iblis, kau tau tentang itu?” ata berhenti tepat sebelum anak tangga terakhir, perlahan ia berbalik dan langsung bertatapan dengan mata J “aku anggap iya, tapi apa kau tau peraturan bagi manusia yang mendengar bisikan iblis?” J menuruni tangga tanpa melepas tatapannya pada ata “aku orang yang ke berapa? Yang kau selamatkan?” J berhenti tepat di satu anak tangga di atas ata.

“dengar, kau hanya bisa menyelamatkan 13 orang, jika kau menyelamatkan lebih dari itu, maka namamu yang akan menjadi panggilan berikutnya” keduanya terdiam, sayup-sayup ata dapat mendengar bisikan yang menyebutkan namanya yang juga didengar oleh J,
“a, apa maksudmu?” tanya ata gugup, ada hal yang tak ia mengerti di sini!!
“kau terlalu sibuk dengan duniamu, hingga kau tak lagi memperhatikan sekelilingmu, aku bukan jauza jahira, aku adalah iblis yang memanggil namanya, kau baru saja menyelamatkannya tapi kau harus menggantinya dengan dirimu, karena dia orang ke 14” J menoleh ke atas tangga dan mendapati seorang gadis sedang terbaring di lantai -pingsan-, ata ikut menoleh dan mendapati temannya yang bernama jauza sedang terbaring tak sadar.

“jadi maksudmu, sekarang” J mengangguk “tak ada yang bisa menyelamatkanmu, kau harus ikut bersamaku” J berbalik kembali menaiki tangga, melewati gadis bernama jauza dan diikuti oleh ata yang sepertinya sudah kehilangan kesadaran” itulah kenapa jangan pernah pedulikan suara apapun, karena bisa saja itu panggilan kematianmu” gumam J dan menghilang bersama ata entah ke mana.

J itu berarti –jangan dan jauhi- tapi ardianta mengabaikannya, itulah mengapa jangan pernah mengikuti panggilan yang membuatmu penasaran, dan jauhi sejauh mungkin, karena mungkin saja namamu yang menjadi panggilan berikutnya.

END

Cerpen Karangan: Rizki Safitri
Blog / Facebook: Kkiki

Cerpen Suara Bisikan Iblis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Peramal Ulung

Oleh:
Mata anak itu memicing. Mentari pagi bersinar, mengentaskan temaram dini hari yang sunyi. Ekoinoks vernal, sangat terasa. Peronda malam telah dirumahkan. Selimut mereka bentangkan. Saat untuk istirahat. Di sisi

Misteri Toilet Bandara

Oleh:
Inggris, 20 Juli 2012 Tasha gadis mungil ini telah tiba di bandara dua jam yang lalu bersama kedua orangtuanya. Ia pindah dari Indonesia ke Inggris karena Ayahnya akan meneruskan

Rembulan pun Menangis (Part 1)

Oleh:
“Brakk..”. Tubuh pria itu seakan terhempas kuat ke bibir jalan. Kulitnya yang putih menabarak trotoar jalan. Tubuhnya bersimbah darah. Dalam hitungan detik sudah banyak manusia yang berkumpul menyaksikan tragedi

Tak Lekang Oleh Waktu (Part 4)

Oleh:
Rom dan Sam masih menodong supir bus yang malang itu. Karena ditodong, akibatnya supir itu tidak konsentrasi dalam menyetir. Seekor anjing tiba-tiba melintas mendadak. Supir bus terkejut bukan main.

Penolong Misterius Rara

Oleh:
Hal yang paling ibu khawatirkan tengah terjadi saat ini. Dua orang pria berbadan besar dan berpakaian hitam terus saja berlari di belakangku. Sepertinya mereka orang jahat, entah apa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Suara Bisikan Iblis”

  1. Shifa lessene says:

    Wah wah bagus sy kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *