Teman Gaib

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 30 April 2016

“Eh, kayaknya kamu indigo, deh, Sher!” seru temanku mengejutkan. Aku yang sedang ketakutan, menjadi tambah ketakutan lagi. Indigo? Kata-kata itu terus terulang dalam pikiranku. Gadis berambut hitam kelam itu menatapku serius. “Aduh, kamu ini bikin takut, tahu! Aku merinding, nih…” ringisku takut.
Aku memang tidak kenal dengan sugma aneh yang selalu mendatangiku dan meminta bantuan. Aneh, hidupku aneh sekali!

“Tapi beneran, semua orang di sini mengira kamu aneh. Aku saja hampir begitu, tetapi tanpa menyisakan berkas apa pun bukanlah hal yang menyenangkan untuk mencari tahu apa yang terjadi padamu, Sherly!” jelas gadis itu. Ya, aku mengenalnya. Deana menyebalkan sekali!
“Sengaja menakut-nakuti aku, ya?” tanpa disuruh, ku monyongkan bibirku 2 centi.
“Ekspresi yang lucu tidak akan menghilangkan tujuan hidupmu. Terima saja..” Deana kembali melarangku untuk menyesali titipan Tuhan ini. Aku mulai merubah bentuk wajahku.
“Ya sudah, lebih baik nanti saja kita bahas ini. Aku mau pulang dulu, sudah dijemput!” ujarku sewot. Aku meninggalkan Deana yang masih berpikir soal indigo.

Indigo, indigo. Memang apa istimewanya indigo? Banyak orang yang menginginkan kekuatan mengerikan itu. Hh.. Menyebalkan! Kenapa harus aku yang mendapatkannya? Aku, kan, tidak meminta! Di kamar, ku nyalakan Ac dengan suhu 24 derajat celcius. Siang itu memang panas sekali. Matahari bersinar terik tanpa memikirkan penduduk luar yang kepanasan. Sinarnya cukup kuat sampai tidak ada manusia yang berani menatapnya lama. Ku rebahkan diriku di kasur yang lembut dan empuk. Sambil memeluk guling, aku mencoba tidur menghadap kanan. Tiba-tiba, munculah seorang gadis yang memakai baju lusuh. Digenggamnya erat boneka (teddy) Teddy Bear-nya yang kotor. Dia berdekap di lantai pojok kamar sambil bersedih. Aku yang berniat ingin tidur, mengurungkan niatku. Ku hampiri gadis itu dengan rasa takut yang mulai terselimuti. Keringat dingin juga ikut bercucuran di kaki dan keningku.

“Namamu siapa? Dan, kenapa kamu bisa ada di kamarku?” tanyaku penasaran. Menurutku, aku banyak bertanya saking penasarannya. Ku harap dia tidak marah ataupun tersinggung. Gadis itu mendongak ke arahku. Tatapannya yang tajam, membuatku takut dan ingin mundur.
“Namaku Vania, kamu siapa? Ini dulu kamarku, jadi aku masih berhak di sini!” jawabnya lantang. Aku meneguk ludah, mendengar suaranya yang lantang.
“A.. aku Sherly. Ini juga kamarku, dan.. bolehkah kamu bercerita ringkas tentang dirimu?” aku mulai menghilangkan rasa gugupku. Gadis itu tersenyum, wajahnya yang pucat pasi terlihat agak berkerut.

“Baiklah. Dulu, orangtuaku adalah pembangun rumah ini. Rumah ini sengaja dibangun megah agar aku menyukainya. Adik Ayah iri karena kemegahan rumah ini. Ia membunuh orangtuaku di teras rumah. Aku hanya menangis di depan mayat orangtuaku. Akhirnya, aku ikut bunuh diri di dekat mereka,” jelas Vania ringkas. Dia terlihat sedih sekali saat menceritakan kejadian itu. Sugma, berarti Vania adalah sugma. Kadang, banyak sugma yang menyakiti manusia. Untungnya, sugma yang ku temui baik.
“Oh, malang sekali nasibmu. Oh iya, kamu mau makan? Kelihatannya kamu lapar..” tawarku pelan. Aku takut menyinggung Vania. Vania menggeleng keras sambil tersenyum manis.

“Aku memang lapar, tapi apa kamu pernah melihat hantu memakan makanan manusia?” tanyanya heran. Aku hanya cengengesan tidak tahu.
“Aku minta, kamu syukuri nikmat Tuhan yang telah memberimu kekuatan ini. Jangan kamu pikir hidupmu ini cuma main-main saja. Ingat, aku mau kamu selalu melakukan dan mengingat pesanku. Aku harap, kamu bisa menerimaku menjadi temanmu karena aku kesepian selama 10 tahun ini,” senyum Vania mengembang di wajahnya begitu saja. Aku pun ikut tersenyum, lalu mengangguk.
“Aku berjanji akan selalu mengingat pesanmu. Aku juga mau sekali memiliki teman yang beda dunia. Terima kasih banyak, Vania..” ku kembangkan senyum yang lebih manis dari senyum yang ku dapat dari Vania.

Esoknya, aku menceritakan kejadian yang ku alami kemarin bersama Vania. Main bersama, tidur bersama, belajar bersama, menyenangkan! “Nah, seru juga, man, jadi indigo? Ingat-ingat terus pesan Vania,” nasihat Deana. Kitty dan Teressa yang mendengar, ikut berkomentar sama seperti Deana.
“Iya, aku iri banget, loh! Pengen lihat wajah Vania, jadinya!” komentar Teressa takjub.
“Syukuri aja kekuatanmu. Kami akan tetap bantu kamu, kok!” seru Kitty menambahkan.

Sekarang, aku jadi tahu. Manusia indigo diciptakan sebagai jembatan perantara antara alam gaib dengan alam manusia. Tanpanya, kita pasti selalu diganggu oleh makhluk gaib. Obatnya susah sekali dicari. Jadi, kita harus mensyukuri semua nikmat Tuhan kepada kita. Berdoa dan berterima kasihlah atas bantuan-Nya.

SEKIAN

Cerpen Karangan: Shabrina Rahmadita I.
Terima kasih dan selamat membaca.

Cerpen Teman Gaib merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Dark Fire 2 (Nightmare Part 2)

Oleh:
“Kyaaa!” Sebuah tengkorak keluar dari sana. Tengkorak itu terjatuh seketika ke tanah. Aku hanya bergidik ngeri. Perlahan, aku mulai masuk ke dalam peti kuno itu. Setelah masuk, ku tutup

Knight of Blade Red Fire

Oleh:
Malam hari, telah tiba saatnya, bagiku untuk menghadap buku-buku pelajaran yang akan ku pelajari dalam ulangan harian besok pagi di sekolah, ku tarik kursi yang berada di hadapanku, dan

Kota Tanpa Suara

Oleh:
“Tempat apa ini?”, itulah kalimat pertama yang ku ucapkan saat aku tersadar dari hitam yang membelengguku selama ini. Ruangan ini sangat sempit, aku hampir tidak bisa bernafas. Aku meraba

Misteri Jasad Dalam Air (Part 1)

Oleh:
Tepi Situ Elok Pernasidi yang landai menjelang sore itu masih ramai ditongkrongi para pemancing kampung meski tak sesemarak pagi tadi. Memang sejak lima purnama lalu, semenjak disebarkannya beratus-ratus kati

Penguins

Oleh:
Tepat ketika rembulan menampakkan sinarnya yang tercemerlang, aku berdiri. Sayang jika waktu-waktu seperti sekarang dihabiskan buat sekadar ke luar untuk sebuah pertemuan membosankan. Seharusnya malam ini aku sudah berada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Teman Gaib”

  1. Mr.I says:

    kisah nyata kak? keren XD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *