Tetap Dalam Jiwa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 1 July 2016

Ting, teng, tong… Terdengar suara piano dari dalam tirai panggung!
“Bela?” terdengar suara seorang wanita dari belakang tirai yang ternyata telah mengintip bela bermain piano!
Tanpa pikir panjang wanita itu datang menghampiri bela lalu marah marah kepadanya “mengapa kau hanya dapat bermain piano bela? Seharusnya kau siap siap, sebentar lagi pertunjukan sulap segera dimulai! Kau belum pakai baju sulap? Ya ampun…” terlihat raut wajah kesal dari wanita itu yang ternyata tata rias pertunjukan namanya Lanita.
“maafkan saya lanita, baik saya akan bergegas memakai baju sulap” ucap bela dengan patuhnya.

Saat bela berlari menuju ruang makeup ia terjatuh di depan properti pertunjukan. Brakk!!! Dengan kencangnya semua properti rusak. Lanita melihat kejadian itu dan mulai jengkel akan kelakuan bela yang ceroboh. Tanpa pikir panjang lanita menyuruh bela tampil dalam balutan sederhana dan tanpa properti. Bagaimana bisa seorang pesulap hadir dalam panggung tanpa adanya barang atau bahan yang akan disulapnya! Kita lihat saja dia, biar tau rasa. Ucap lanita dalam hatinya sembari memamerkan ekspresi senyum jahat.

Bela yang sudah berdiri di atas panggung sangatlah grogi pasalnya ia hanya dapat melihat para penonton yang sedang menunggu penampilan sulapnya!

2 menit kemudian…
Suara hening penonton berubah menjadi berisik penonton geram akan kelakuan bela yang dari tadi hanya diam dan diam.
Bela beupaya menenangkan penonton dan berkata “harap tenang baiklah sulap akan aku mulai, tapi kalian harus tenang dahulu”
Bela kebingungan Ia harus bagaimana, pasalnya tanpa adanya properti sulap sehebat apapun tidak akan bisa. Akhirnya ia memutuskan dengan pasrah memutuskan untuk melakukan sulap hipnotis.
“oke saya mulai sulapnya ya?” ucap bela dengan jantung berdebar kencang.
Ia mengambil sebuah sapu yang ada di sudut panggung, dengan penuh harap ada keajaiban datang.

“kalian liat pria itu?” bela berkata sambil menunjuk seorang pria yang tidak ia kenal.
“Pria itu akan saya hipnotis dan ia akan tertidur dengan sekali tunjuk” ucap bela sambil menunjuk pria itu dengan gagang sapu.
“oke kita mulai” ucapnya lagi.

Dengan penuh semangat bela berkata “TIDUR KAU” namun pria itu kebingungan karena tidak terjadi apa apa.
Bela yang hanya mengandalkan keajaiban hanyalah dapat berharap.
“maaf, saya coba lagi” ucap bela dengan penuh grogi dan tetesan keringat mulai membasuhi wajahnya.
“TIDUR KAU” Tidak terjadi apa apa lagi.
Pria tersebut sekarang mulai mengerti bahwa memang hipnotis itu belum bisa ia kuasai akhirnya dengan rasa kasihan pria yang sedang jadi bahan hipnotisan bela memiliki ide. Dalam hatinya ia berkata bahwa ia harus berpura pura tidur agar bela tidak dipermalukan oleh penonton.
Penonton mulai geram dan bela mulai panik dengan penuh kelelahan dan keputusasaan bela akhirnya berkata “TIDUR KAU”

BRAK! Pria itu jatuh dan tidur. Para penonton terlihat takjub.
Bela pun merasa tidak menyangka, benarkah ia tertidur?

Penonton pun bertepuk tangan dengan aksi bela. Lanita terlihat tersenyum dari balik layar.

Cerpen Karangan: Robby Rahayu

Cerpen Tetap Dalam Jiwa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dilemaku Menganut Ilmu Pelet

Oleh:
Sebut saja namaku Irvan, usiaku sekarang 30 tahun, aku tinggal di bilangan Bekasi. Sejak SMA aku memang tertarik dengan dunia supranatural, khususnya dengan ilmu-ilmu yang berbau klenik, dimana waktu

Raka Si Tukang Kayu

Oleh:
Raka mengusap keningnya, melihat karyanya yang sebentar lagi selesai. Karya yang entah sudah keberapa diciptakannya. Sebuah kipas sederhana yang terbuat dari kayu cendawan asli yang didapatnya ketika berkeliling hutan

The Day When She Dies (Part 1)

Oleh:
Debur ombak. Matahari kekuningan-kuningan pelan pelan menuju sarangnya. Luas. Begitu bebas. Aku ingin ke laut. Memori itu entah mengapa begitu kuat. Sungguh, amat sangat ingin ke luar sana, menghirup

Dilarang Mimpi

Oleh:
Suatu hari yang cerah, sangat pas untuk menikmati segelas teh hangat di teras ini, dan sambil membaca koran. ditambah lagi kicauan-kicauan merdu oleh burung-burung pagi saat itu. Suasana yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *