The Dog Story

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Pengorbanan, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 20 September 2017

Ada seekor anjing yang hidup di bawah sebuah gerbong kereta api yang tidak berguna lagi. Setelah anjing itu bangun ia berkeliling-keliling mengitari jalan kereta api di stasiun kereta api shinbiya. Anjing itu sangat kelaparan karena sudah beberapa hari ia tidak makan. Tak lama berkeliling, ada seorang lelaki yang berinisiatif memberi anjing itu makan. Setelah memberi Anjing itu sepotong roti, lelaki itu pergi tetapi diikuti oleh Anjing itu. Entah, Anjing itu ingin memiliki majikan seperti lelaki itu ataupun hanya ingin mengambil makanan yang dimiliki oleh lelaki itu.

“Mengapa kamu mengikutiku?” Tanya lelaki itu kepada seekor Anjing.
“Baiklah. Aku akan mengadopsimu. Aku akan memberi namamu… Chiko. Apa kamu mau?” Tanya lelaki itu.
“Hmmm…” Jawab Anjing itu. Dari situlah Anjing itu menjadi hewan peliharaan lelaki itu.
“Sekarang aku akan membawamu ke rumahku di situlah kita akan tinggal, di rumahku yang akan menjadi rumahmu juga.” Kata lelaki itu kepada si Anjing.

Mereka berdua berjalan ke rumah lelaki itu tetapi sebelumnya lelaki itu meminta izin kepada Bosnya karena 2 hari ini ia tidak masuk. Sesampai di rumah lelaki itu, lelaki itu membuat sebuah rumah untuk Anjing yang ia adopsi tidak lama ia dapat beberapa waktu lalu. Setelah selesai membuat rumah yang tidak terlalu besar untuk seekor anjing, lelaki itu dan anjingnya Chiko pergi ke supermarket untuk membeli perlengkapan anjing. Setelah itu mereka-pun makan dan lelaki itu mengajarkan banyak hal kepada Chiko.

Setiap lelaki itu ingin pergi atau pulang kerja, Chiko selalu diajari agar mengikuti lelaki itu ke stasiun Shinbiya saat akan pergi kerja lalu pulang ke rumah dan datang ke stasiun Shinbiya lagi pukul 17.00 saat lelaki itu pulang dari kerja. Di stasiun itu, Chiko sudah terkenal dikalangan orang-orang di stasiun itu. Jadi, Chiko akan dijaga oleh orang-orang di sekitar stasiun itu saat menunggu majikannya pulang dari pekerjaannya sebagai seorang Dosen di sebuah universitas. Begitulah pekerjaan Chiko sebagai hewan peliharaan lelaki itu.

Pada suatu hari, lelaki itu banyak mendapat masalah mulai dari dipermalukan oleh salah satu muridnya, tidak direstui orang tua untuk menikah dengan kekasihnya sehingga ia harus putus dengan kekasihnya, dituduh melakukan penyuapan kepada seseorang, dituduh mencuri, Chiko terkena sakit, dan lain-lain. Sejak saat itu lelaki itu ingin mengakhiri hidupnya.

Dan pada waktunya lelaki itu datang ke stasiun Shinbiya pagi-pagi untuk mengakhiri hidupnya. Ia berjalan-jalan di atas rel kereta api yang kereta apinya belum datang-datang juga dan ia terus berjalan menunggu kereta api datang. Chiko yang baru bangun tidak melihat majikannya di sekitar rumah tersebut merasa cemas dan mencari majikannya walaupun keadaannya tidak begitu baik karena ia sedang sakit.

Sesampai di stasiun Shinbiya, Chiko melihat stasiun itu masih sangat sepi. Lalu, Chiko menunggu dimana ia biasanya menunggu majikannya pulang dari pekerjaannya. Sudah pukul 06.00 pagi berarti Chiko sudah menunggu selama 1 jam dan akhirnya Chiko mencari majikannya dengan menyusuri rel-rel kereta. Tepat pukul 06.30 Chiko menemukan seorang lelaki yaitu majikannya sedang berdiri di atas rel kereta api yang di depannya ada sebuah kereta api yang melaju dengan cepat.

“Ayo! Percepat kecepatan kereta api itu! Cepat! Aku tidak tahan dengan cobaan hidupku ini! Cepat, aku hanya ingin tenang di duniaku nanti!” Teriak lelaki itu.
“Guk.. guk…!!” Gonggong Chiko memperingatkan majikannya agar pergi dari rel kereta itu.
“Biarkan aku Chiko! Aku tidak tahan dengan cobaan hidup yang terlalu berat ini! Biarkan aku Mati!” Lelaki itu agak sedikit menekan kata Mati karena ia sedang kesal tentang cobaan hidupnya menurut dia. Tak lama dari itu Chiko mendorong majikannya menjauh dari rel kereta api dan Chiko-pun tertabrak oleh kereta api yang melaju dengan cepat itu dan lelaki itu menghampirinya tetapi saat setengah jalan ia pingsan karena kekurangan energi

“Di mana aku? Kamu siapa? Dan di mana Chiko?” Tanya lelaki itu kepada perawat rumah sakit.
“Kamu sedang berada di rumah sakit. Aku adalah perawat rumah sakit ini. Dan apakah kamu pemilik anjing yang tertabrak oleh kereta api itu dan nama anjing itu Chiko, kah?” Jawab dan tanya perawat tersebut.
“Ya, aku pemiliknya. Pemilik anjing bernama Chiko. Sekarang Chiko ada di mana?” Tanya lelaki itu.
“Ayo ikut aku”. Jawab dokter yang datang ke ruang lelaki itu.

Sesampai di depan ruangan Chiko.
“R… Ru.. Ruang Mayat!?!? Ini.. ini tidak mungkin Dok! Dok.. Dokter pasti bercanda-kan? Iya-kan?” Tanya majikan anjing bernama Chiko tersebut.
“Maaf saya tidak bisa menolong anjing anda karena darah yang dikeluarkan sangat banyak dan yang terjadi 2 jam setelah kecelakaan tersebut adalah…” Jawab dokter.
“TIDAK!!!!!” Teriak lelaki itu dan langsung masuk ke ruang mayat mencari anjingnya Chiko. Setelah menemukan kain kafan yang menutupi seekor anjing yaitu Chiko, Ia membuka sedikit kain kafan itu dan melihat wajah Chiko yang begitu pucat karena kekurangan darah yang begitu banyak dan memeluk Chiko.

“Chiko. Mengapa kau pergi begitu cepat? Aku sangat menyesal melakukan hal seperti itu tadi. Jika aku tidak melakukan itu, pasti kita masih bersama, masih berjalan-jalan, masih bermain, tetapi sekarang kau sudah pergi aku harus bersama siapa lagi? Maafkan aku atas semua yang aku lakukan terhadapmu tolong beri aku kesempatan. Tolong kau kembali. Tolong”. Kata lelaki itu.
“Maaf semua sudah terlambat pak. Sekarang bapak harus mengikhlaskan semua ini. Mungkin ini jalan terbaik dari tuhan”. Kata seorang perawat laki-laki penjaga ruang mayat.

Keesokan harinya, yaitu hari pemakaman Chiko, semua orang di sana berpakaian serba hitam karena sedih kehilangan sahabat hewannya dimulai dari keluarga hewan-hewan, orang-orang di stasiun, keluarga majikannya, dan yang paling bersedih hingga tidak ada di pemakamannya yaitu majikannya Chiko sendiri. Ia tidak rela Chiko pergi karena tanpa Chiko hidupnya begitu sengsara karena tidak ada yang menghiburnya lagi. Di rumahnya tidak ada orang kecuali dirinya yang sedang bersedih karena biasanya ia selalu bersama Chiko tetapi sekarang Chiko sudah pergi dan semua yang mereka lakukan hanya tinggal kenangan.

Malam harinya lelaki itu tertidur dan bermimpi jika pada saat itu ia sedang duduk di sebuah kursi taman dan tiba-tiba ada Chiko di sebelahnya. Ia langsung memeluk Chiko dengan sangat erat dan berkata “Chiko tolong jangan pergi dari hidupku. Aku sangat kesepian tanpa dirimu. Tolong jangan pergi dari hidupku”.
“Aku tidak akan pergi dari hidupmu”. Jawab seseorang yang sedang di peluk oleh lelaki itu.
“M..Maafkan aku. Aku tidak sengaja memelukmu. Aku kira kau adalah anjingku yang sudah mati. Aku memang bodoh bagaimana seseorang atau apapun jika sudah mati bisa hidup lagi. Sekali lagi aku minta maaf”. Jawab lelaki itu.
“Buat apa kau minta maaf. Aku adalah Chiko. Aku adalah Anjing yang kau adopsi itu.” Jawab seorang perempuan yang sangat cantik.
“Apakah itu benar? Apa aku tidak salah lihat dan mendengar? Chiko!” Dan lelaki itu memeluk perempuan tersebuat.
“Tetapi mengapa kamu berubah menjadi seorang perempuan yang sangat cantik.” Tanya lelaki itu kepada perempuan di sampingnya.
“Sebenarnya inilah tampangku yang sebenarnya dan kau beri nama yang aneh kepada seorang perempuan tetapi tak apa-apa. tapi pada suatu hari aku mendapat pernyataan yang sama seperti yang kamu lakukan tadi, tetapi aku terlebih dahulu dikutuk menjadi seekor anjing oleh bosku karena kesalahanku. Awalnya aku tidak percaya tetapi setelah beberapa hari aku-pun berubah menjadi anjing dan aku menetap di bawah gerbong kereta api yang biasa aku naiki jika ingin pergi dan pulang dari kantor yang sudah hancur karena terjadi kecelakaan terhadap kereta api yang membawa gerbong itu”. Jawab perempuan itu

“Tetapi, mengapa kamu menyelamatkanku tadi?” Tanya lelaki itu.
“Karena aku tidak ingin kamu pergi dari duniamu sendiri, dik”. Jawab perempuan itu.
“Dik? Apa maksudnya?” Tanya lelaki itu.
“Kamu adalah adikku yang berbeda 10 tahun denganku, tetapi aku dibuang saja oleh orangtua kita dan bos itu adalah ayah kita”. Jawab perempuan itu.
“Tetapi, kenapa ayah melakukan itu? Aku akan memberi pelajaran kepada ayah nanti”. Kata lelaki itu.
“Tidak dik, kamu tidak boleh seperti itu. Ayah-kan orangtuamu sekarang jadi jangan lakukan apa-apa ya kepada orangtuamu”. Jawab kakak lelaki itu.
“Orang tuaku? Itu-kan orang tua kita kak?!”. Tanya lelaki itu.
“Tidak, sekarang mereka adalah orangtuamu. Karena kakak tidak ada lagi di kehidupanmu dengan mereka. Jadi, mereka adalah orangtuamu sekarang. Dan berjanjilah agar tidak menyesal dengan hidupmu dan tidak durhaka dengan orangtuamu, ya?” Kata perempuan tersebut.
“Baik kak. Aku berjanji”. Jawab lelaki itu.
“Baiklah. Sampai jumpa”. Perempuan itu melambaikan tangannya dan meberikan senyuman yang sangat tulus dan jarak lelaki dengan perempuan itu semakin jauh.

Tak lama dari itu, lelaki itu terbangun dan berkata “Baik kak, aku akan melakukan janjiku kepadamu. Aku tidak akan menyesali hidupku dan tidak akan durhaka kepada orangtua kita. Maksudku orangtuaku”.

Cerpen Karangan: Shifa Putri D

Cerpen The Dog Story merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gitar Tua Joko

Oleh:
Joko benar-benar bingung gimana harus meyakinkan Ayahnya yang udah mati-matian cari duit buat membiayayai sekolah Joko. Pasalnya, setelah Ayahnya membayar SPP ternyata Joko sering sekali bolos sekolah, Kata teman-temannya

Bencong Bencong Itu

Oleh:
Di rumah, gua punya peliharaan yang unik. Yap, burung hantu. Adek gua bilang kalau kita melihara burung hantu di rumah, keberuntungan akan selalu menggerayangi hidup kita. Gue sedikit mau

Mama

Oleh:
Kini aku membenahi diriku dalam kamar. Aku tak tau akan sikap mama yang berubah. Ia menjadi sering marah tak menentu tanpa aku ketahui sebabnya. Deru mobil ku dengar samar-samar

Daddy O Daddy

Oleh:
Inilah rumahku, rumah yang penuh “kejutan”. Kejutan? yah, “Kejutan”. Di rumah ini aku tinggal bersama Daddy dan Mom-ku¬, ada juga beberapa penjahat kecil yang mengaku dirinya sudah dewasa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *