The Future

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 9 April 2015

“Apa yang kau lakukan?” teriak seorang laki-laki.
“Aku?” jawab laki-laki satunya.
“Aku hanya mengambil apa yang aku ingin lakukan?” Sinis laki-laki tersebut.
“Sebaiknya kau kembalikan! Kalau tidak…” sahut Suna. ternyata laki-laki yang pertama adalah Suna dan laki-laki yang kedua adalah Hitto.
“kalau tidak memangnya apa yang akan bisa kau lakukan?” tantang Hitto.
“kau tidak bisa mengambil apa yang telah aku miliki… Keluargaku, teman-temanku dan mereka yang sudah menganggapku!” teriak Suna.
“hahahah jangan membuat lelucon disini Suna!” Hitto tertawa meremehkan.
“dengan kedudukanku yang sekarang aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan..” lanjut Hitto.
“kau membuatku kesal” Suna langsung berlari dan bersiap dengan kepalan tangan yang siap untuk meninju. Wusshhh… Tapi yang terjadi, Hitto langsung menunduk untuk menghindar dan langsung menghantam perut Suna, bughhh… Wuargghhh Suna merasa kesakitan, tapi dia tidak hilang akal, Suna langsung menendang Hitto yang sudah menunduk dan berada tepat di bawahnya, buakkhhh… Hitto menangkis tendangan Suna dan langsung melompat mundur… “Ciihhh, hanya segitu kah…? Kau bukan apa-apa..” remeh Hitto. “bukankah hidup sepertimu yang penuh dengan penderitaan dan kemiskinan itu membuatmu tidak bahagia, ha..” ceramah lagi dari Hitto.
“bagaimana kalau kau bergabunng denganku dan lepaskan semua penderitaanmu, Suna..” bujuk Hitto…
Suna yang mendengar kata-kata dari Hitto kemudian memejamkan mata dan mengingat teman-temannya juga kakeknya…
“siapa kau seenaknya mengatakan, kalau hidupku yang sekarang membuatku tidak bahagia..!” teriak Suna…
“kau membuatku Kesal… Aku akan melakukan apapun agar kau menarik kembali kata-katamu..!” lanjut Suna
“Hah, membuatku menarik kata-kataku… Itu tidak akan mudah..”

Bruk bruk bruk bruk bruk… Tiba-tiba para pengawal dan penjaga dari Perusahaan Kaisha (Perusahaan milik Keluarga Kaisha Hitto) berdatangan dan membuat Suna gemetar.
Tapi tiba-tiba… Graakkk duarrr…
“apa yang terjadi” tanya Hitto.
“Tuan Hitto, sepertinya gedung ini akan runtuh” jawab seorang pengawal.
“apa…?” Hitto kaget melihat apa yang telah terjadi kepada gedungnya itu.
“Evakuasi semua orang… Siapkan helikopter untuk aku pergi…” perintah Hitto.
“Tapi Tuan Hitto, bagaimana dengan orang itu?” tanya pengawal yang tadi (orang yang dimaksud adalah Suna)
“Abaikan saja, aku tidak peduli” sahut Hitto.
“Tapi… Dia kan…” bingung pengawal tersebut.
“Turuti saja perintahku, cepat…!!!” Bentak Hitto.

Duuaarrr duar… Gedung Perusahaan Kaisha seperti akan segera runtuh.
“Suna, jika kau berhasil selamat, urusan kita masih belum selesai.” Hitto pun langsung pergi dan berlari meninggalkan Suna sendirian.

Duarrrr…
“Suna…” “Suna…” “Suna…”
Tiba-tiba suara aneh terdengar di telinga Suna. Suara tersebut membuat Suna Penasaran.
“Su… Suara Itu…” Heran Suna.
“Anzu…” “Geta…” “Hitoro…”
“Kakek…” Teriak Suna. Seakan-akan merasakan keberadaan teman-teman dan kakeknya, lalu Suna pun melihat ketangannya dan mengingat yang terakhir kali teman-temannya katakan…

Flashback:
“Coba kita satukan tangan kanan kita.” Perintah seorang wanita yang ternyata adalah Anzu.
“Seperti ini…” Geta berkata demikian.
Mereka pun menyatukan tangan mereka, lalu anzu menggambar pola wajah pada keempat tangan tersebut.
“Heehhh, Apa ini..?” Heran Hitoro.
“Nah, mulai sekarang ini adalah tanda persahabatan kita…” Jelas Anzu.
“Apapun yang terjadi kita akan selalu terikat satu sama lain, ok teman-teman…!” Lanjut Anzu.
“Yosh” Tambah Geta.
“Aku mengerti” Lanjut Suna.
Lalu mereka pun berlari menuju ke suatu pintu ketika mereka mesasuki pintu tersebut…
Flashback berakhir

“Ini adalah tanda dari ikatan kita berempat teman-teman…” Batin Suna.
“Aku akan menyelamatkan kalian dengan seluruh kekuatanku.” Suna pun bersemangat.
Semangat Suna bagaikan api yang sulit untuk dipadamkan, lalu Suna pun memulai untuk berlari…
“Ayo…” Suna Bersemangat.
Sfx: Bbrrukkk duarr…

Disaat gedung Perusahaan Kaisha akan runtuh, Suna tetap bersemangat untuk menyelamatkan teman-temannya. Suna terus berlari, dan naik ke sebuah tangga. Lalu dia terus-terusan mendengar teman-teman memanggilnya tepat di telinganya.
“Suna…” Suara itu terus terdengar.
“Dimana kalian..?” Teriak Suna. Tapi tidak ada jawaban apapun, hanya suara gemuruh bahwa gedung Perusahaan Kaisha akan segera runtuh.

Setting berpindah
Hitto yang sudah berada di atap gedung, dan bersiap untuk untuk pergi dengan helikopternya… “Ada apa dengan gedungku..?” Heran Hitto. “Tuan Hitto, itu…” Jawab seorang pengawal Perusahaan Kaisha sambil menunjuk ke arah barat laut.
“Cih, sialan, dia pasti di balik semua ini!” Hitto kesal.

Setting kembali ke tempat Suna
Suna yangg terus berlari kemudian menaiki sebuah tangga.
Sfx: Tak tak tak… Suara langkah kaki Suna yang terus berlari.
“Kalian dimana?” Suna terus meneriakan kata-kata itu.
Suna terus berlari dan mendapati pintu-pintu ruangan di gedung Perusahaan Kaisha.
Sfx: Brak brak brak… Suna kemudian membuka satu persatu pintu-pintu tersebut.
“Suna…” “Suna…” Suara teman-teman Suna terus terdengar. “Sepertinya yang ini…” Brak…
Suna berusaha membuka pintu tersebut dan ternyata terkunci. “Teman-teman…” Teriak Suna. “Yosh, aku akan berusaha mendobraknya…” Suna bersemangat.
Bbrrraaakkk.
Suna kemudian menendang pintu tersebut dan mendapati.
“Haa…” Suna senang.
“Akhirnya ketemu.” Dengan senang Suna mengatakan hal itu.
“emh emh.” Dan ternyata mulut teman-teman Suna yaitu Anzu, Getta dan Hitoro sudah ditutup oleh sesuatu.
“Teman-teman, akhirnya aku menemukan kalian” Kata Suna.
Suna kemudian menghampiri teman-temannya dan berusaha untuk melepas ikatan tali di tubuh temannya itu.
“Dimana kakekku?” Tanya Suna.
“Maaf Suna, tadi pengawal dari Perusahaan Kaisha membawanya entah kemana!” Jelas Getta.
“Hitto sialan!!” Kesal Suna.
“Suna, apapun yang terjadi.. Kami akan membantumu!” Hibur Anzu.
“Tentu saja Suna.” Semangat Hitoro.
“Yosh, ayo kita cari kakekku..!!” Perintah Suna.

Setting berpindah ke tempat Hitto
Terdengar suara helikopter dari Perusahaan Kaisha yang akan lepas landas meninggalkan Suna dan yang lainnya di dalam gedung.
“Suna, aku harap kau bisa selamat agar kita dapat menyelesaikan urusan kita nantinya…” Batin Hitto.
“Tapi, tuan Hitto. Kalau Anda menginginkan mereka selamat, kenapa Anda tidak menyelamatkan mereka saja.” Tanya salah satu pengawal.
“Aku hanya ingin menguji kemampuan mereka lolos dari masalah ini.” Jawab Hitto.

Setting kembali ke tempat Suna=
Semua ikatan di tubuh teman-teman Suna sudah terlepas dan mereka berdiri bersama.
Teman-teman Suna yang berusaha menghibur Suna lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi..

Flashback
“Teman-teman, Aku akan ke arah sini…!” Kata Suna.
Suna yang meninggalkan teman-temannya itu dimanfaatkan oleh Hitto yang kemudian Menangkap mereka.
“Ayo kita cepat semuanya..!” Perintah Getta.
Tapi arah berlawan datang pengawal-pengawal dari Perusahaan Kaisha yang bermaksud untuk menangkap mereka.
“Hah…” Mereka pun heran dan langsung menghentikan langkah mereka.
“Apa yang kalian inginkan? Dan kenapa Kalian mencegat kami?” Tanya Getta.
“Kami hanya menjalankan perintah dari bos kami.” Jawab salah satu pengawal.
“Ha.. Lalu… Apa yang bos kalian inginkan?” Tanya kembali oleh Hitoro.
“Bos kami ingin kami menangkap kalian.” jawab pengawal yang tadi.
“Heehhh…. Itu tidak lucu.” Mereka pun kaget dengan apa yang ingin pengawal Perusahaan Kaisha lakukan.
“Tangkap mereka…” Perintah salah satu pengawal.
“Teman-teman, demi menolong Suna kita harus menghadapi musuh walaupun kita kalah jumlah..” Getta berusaha memberi semangat kepada yang lainnya.
“Oke.. Aku siap untuk menghadapi mereka semua..” Hitoro pun bersemangat.
“Anzu, kau mundur saja..” Pinta Getta.
“Baiklah…” Anzu kemudian mundur beberapa langkah. “Wooo, ini akan menjadi sensasi luar biasa, bukankah begitu, Hitoro..” Getta bersemangat.
“Tentu saja.” Hitoro pun ikut bersemangat.
“Tangkap…” semua pengawal dari Perusahaan Kaisha bergerak berusaha menangkap mereka. “Haaahh… Ayo Hitoro…” Teriak Getta.
“Yosh, Aku siap..” Kata Hitoro.
Tiba-tiba mereka berhadapan dan saling memukul.
Bak buk, buk buk bak….
Lalu yg terjadi, Hitoro, Getta, dan Anzu sudah diikat dan ditangkap.
Mereka kalah dan berhasil ditangkap oleh para pengawal dari Perusahaan Kaisha..
Flashback Berakhir

“Ya, begitulah yang terjadi, Suna.” Jelas Getta.
“Sudah kuduga, kalian tidak mungkin menang melawan orang sebanyak itu.” Ejek dari Suna.
Terlihat ikatan tali mereka sudah terlepas semua.
“Tanganku terasa sakit…” Keluh Anzu.
“Jangan khawatir Anzu, Kita akan segera menyelesaikan masalah ini…” Kata Suna.
Duaarrr… Gedung Perusahaan Kaisha akan runtuh, dan terlihat asap mulai bermunculan, Setelah mereka berjalan menuju pintu ruangan itu, tiba-tiba dari kumpulan asap yang tebal muncul sesosok orang yang sepertinya mereka kenal.
“Siapa itu?” Tanya Getta..
“Dia…” Sepertinya Suna mengenali orang itu.
Lalu bayangan orang itu semakin lama semakin jelas dan ternyata..
“Kau… Rafael..” Kata Suna.
“Hai Semuanya..” Kata Orang Itu.
“Rafael? Siapa dia Suna?” Tanya Getta.
“Suna, lama tidak bertemu denganmu!” Sapa Rafael.
“Hehe, bagaimana kau bisa sampai disini? Lalu apa yang kau lakukan disini?” Tanya balik oleh Suna.
“Ya, aku mengikutimu, ketika kau dan teman-temanmu itu masuk ke gedung ini dan aku penasaran kenapa kalian terburu-buru.” jawab Rafael.
“Lalu aku menemukan orang tua ini…” Lanjut Rafael.
“Ha…” Suna dan yang lainnya langsung kaget.
Ternyata Rafael menggendong Kakek Suna yang sedang pingsan.
“Kakek..” Kata Suna.
Rafael lalu menurunkan orang tua yang ternyata adalah Kakek Suna.
“Kakek, Kakek…” Suna menangis karena kakeknya berhasil diselamatkan.
“Bagaimana kau bisa menemukan kakek Sugoroku?” Tanya Getta (Sugoroku adalah nama dari Kakek Suna).
“Baiklah, ketika aku berjalan mengejar kalian, aku mendengar ada orang yang meminta tolong, lalu aku menghampirinya dan yang kutemukan adalah kakek ini..” Jelas Rafael.
“Aku tidak tahu kalau dia adalah kakekmu, Suna!” lanjut Rafael.
“Ow, Begitu Ya..” Getta tampak mengerti.
“Lalu, aku ada satu pertanyaan lagi kepadamu.” Tanya lagi oleh Getta.
“Apa itu..?” Kata Rafael.
“Siapa kau dan ada hubungan apa kau dengan Suna?” Tanya lagi oleh Getta.
“Aku? Dan hubunganku dengan Suna? Aku sudah menganggap Suna seperti Dewa Penyelamat Bagiku!” Jelas Rafael.
“Penyelamat..? Apa Maksudnya?” Tanya kembali oleh Getta.
Seketika Hitoro dan Anzu langsung kaget mendengar kata-kata Rafael.
“Begini Ceritanya….” Suna yang masih memeluk Kakeknya yang sedang pingsan sambil mendengan kembali kisah Rafael..
Rafael lau menceritakan kisah dalam hidupnya dan kenapa Suna dianggapnya sebagai Dewa Penyelamat.

Cerpen Karangan: Ardy Nugraha
Blog: Ardynamikaze.mywapblog.com
SMA Negeri 1 Seputih Mataram,
Lampung Tengah,
Lampung

Cerpen The Future merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Juicy and Friends

Oleh:
“Juicy!” panggil Twisty, sahabat Juicy. “Ada apa Twisty?” tanya Juicy. “Temani aku dong, aku sendirian di rumah. Please!” pinta Twisty. “Ok, nanti aku ke rumahmu. Dahh..” pamit Juicy. “Dahh…,”

Dunia Di Bawah Tanda (Part 3)

Oleh:
Hujan masih turun sama seperti tadi, tidak ada tanda-tanda mau berhenti Bumbu yang dibuat ardi telah siap dan dani kini sedang mengoleskan bumbu itu ke badan burung yang ia

Dunia Manisan

Oleh:
Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya adalah ely, ely adalah anak yang sangat baik dan pintar. Suatu peristiwa terjadi Pada malam yang sunyi ada

Cinta Di Awang Awang

Oleh:
Hari ini aku akan menyatakan cinta pertamaku pada seorang wanita pujaanku namanya icha.Aku dan icha hanya beda meja saja, hehe kami berada di lokal yang sama yaitu kelas X

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *