The Rain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 21 February 2018

Cerita ini dimulai saat hujan deras mengguyur kota seoul, korea selatan. Seorang gadis bernama cho yong ra tengah duduk di kursi taman sekolah sambil membaca buku novel yang ia pinjam dari perpustakaan kota beberapa hari yang lalu. Namun saat ia tengah asyik membaca, tiba tiba seseorang memanggil namanya dari arah belakang. Yong ra segera membalikan tubuhnya untuk melihat si pemilik suara tapi ia tidak menemukan seseorang disana selain pohon maple yang sudah basah oleh air hujan. Yong ra menghelas nafasnya kasar mengingat kejadian seperti ini sudah berlangsung selama seminggu. Tanpa banyak berpikir segera ia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan taman sekolah tanpa peduli hujan membuat seragam sekolahnya basah. Namun ia tak mengetahui sesosok tubuh berwajah pucat tengah menatapnya dari balik pohon maple tersebut.

Yong ra berjalan sedikit terburu-buru menuju ruang kelasnya sehingga tanpa sadar ia menabrak seseorang di ujung koridor. yong ra meminta maaf padanya sedangkan laki-laki tersebut hanya tersenyum manis padanya.
“maaf, aku sedikit terburu-buru tadi” ucap yong ra sambil membungkukkan badannya sebagai permohonan maaf.
“ya tidak apa-apa, itu sudah hal yang biasa terjadi” jawab pria itu.
“kalau begitu aku permisi, sekali lagi aku minta maaf” ucap yoora lalu berjalan meningalkan pria tersebut. Namun pria itu memanggil nama yong ra kembali lalu memberikan sebuah pin nama milik yong ra yang terjatuh saat bertabrakan dengannya. Yong ra mengucapkan terima kasih dan memperkenalkan dirinya begitu juga dengan pria tersebut. hari itu mereka habiskan waktu untuk saling mengenal satu sama lainnya dan yong ra mengetahui satu hal bahwa pria itu bernama Ray Kim dan berada di tingkat yang sama namun berbeda ruang kelas.

Semenjak hari itu, yong ra dan ray menjadi seorang teman yang sering menghabiskan waktu bersama terlebih mereka juga memiliki hobby yang sama yakni membaca buku dan bermain game. Mereka akan berangkat sekolah bersama, makan siang bersama di atap sekolah, belajar bersama dan jika akhir pekan mereka akan ke perpustakaan kota lalu setelahnya mereka akan ke game center. Tapi herannya kegiatan mereka selalu terjadi saat hujan sedang turun

Sudah hampir 3 minggu mereka selalu bersama. Hingga suatu hari yong ra terpaksa harus berangkat ke sekolah sendiri dan melakukan aktivitas biasanya seorang diri tanpa ada ray di sampingnya. Sudah 3 hari ray tidak masuk sekolah. Yong ra sudah menanyakan tentang ray kepada teman-temannya namun teman-temannya hanya memasang wajah sedih sebagai jawaban. Akibat lelah bertanya, yong ra akhirnya memilih untuk ke kantin. Saat yong ra sedang meminum soft drink, seulbi sahabat yong ra duduk di sampingnya

“kau terlihat kacau semenjak aku tidak ada di dekatmu” ucap seulbi sambil meminum soft drink miliknya. Yong ra tampak terkejut melihat seulbi lalu segera memeluk seulbi.
“kapan kau pulang? Kenapa tidak memberi kabar? Aku merindukanmu?” ucap yongra. Seulbi tertawa mendengar ucapan yongra yang terkesan terburu-buru
“bagaimana? apa kau memenangkan olimpiade tingkat seasia timur?” Tanya yong ra
“tentu, kau patut bangga memiliki sahabat sepertiku yang memenangkan tingkat pertama olimpiade sains se asia timur.. ah iya Kemarin seminggu sebelum keberangkatanku aku berkunjung kerumah tapi kau sedang keluar. Lalu esoknya aku melihatmu bersama seorang pria. Biar aku tebak apa dia pacarmu?” yong ra menggeleng sebagai jawaban lalu menceritakan sosok pria yang bernama ray itu padanya, bagaimana awal mereka bertemu, menghabiskan waktu bersama, hingga kehilangan kabar ray yang membuat pikirannya sedikit gelisah. Saat yong ra dengan semangatnya membicarakan ray, seulbi tiba-tiba menghentikan yong ra. segera seulbi menunjukkan beberapa foto seorang laki-laki yang berseragam sekolah sama dengan mereka.

“apa pria ini yang bernama ray?” tanya seulbi. Yong ra mengangguk
“oh tidak” ucap seulbi lagi
“sebagai sahabat, aku harus jujur padamu. sebenarnya ray sudah dirawat di rumah sakit semenjak dua bulan yang lalu saat kecelakaan itu hampir merenggut nyawamu” ucap seulbi.
“apa?” teriak yong ra kaget

“untuk hal itu, aku ingin kau saja yang bertanya pada paman dan bibi. Tapi perlu satu hal yang kau tahu, bahwa sebenarnya aku juga melihat arwah ray selalu mengikutimu. Tidak setiap saat, hanya untuk beberapa moment saja seperti saat hujan turun atau cuaca sedikit mendung” terang seulbi. Yong ra yang mendengarnya semakin menangis keras mengabaikan penghuni kantin yang menatapnya.
“kumohon bawa aku ke rumah sakit, aku ingin melihatnya” pinta yong ra sambil menangis. Seulbi mengangguk sebagai jawaban lalu segera membawa yong ra ke rumah sakit Gangnam severance tempat ray di rawat.

Yongra kembali menangis saat tiba di ruang rawat ray. ternyata benar bahwa ray yang ia temui adalah sosok yang kini tengah terbaring koma di atas ranjang. Saat yong ra tennah menangis, dua pasang pria dan wanita paruh baya tiba-tiba memasuki ruangan tersebut. betapa terkejutnya yongra saat melihat orangtuanya berada satu runangan bersamanya begitupun sebaliknya. Kedua orangtua yong ra tanpak saling menatap satu sama lain setelah berjalan mendekati yong ra. saat tangis yong ra mereda, perlahan kedua orangtua menceritakan hubungan mereka ada di sini hingga alasan mengapa ray harus di rawat rumah sakit. Semua itu karena kejadian yang menimpa ray dua bulan lalu saat hendak menolong yong ra dari tabrakan mobil. Namun sayang saat ingin menyelamatkan yong ra, ray terpaksa harus merelakan tubuhnya di hantam oleh mobil tersebut sedangkan yong ra hanya mengalami benturan di bagian kepalanya yang mengakibatkan ia mengalami amnesia anterograde akibat dorongan keras dari ray. yong ra kembali menangis keras saat mengetahui hal tersebut dan menyebabkannya kehilangan kesadaran akibat kelelahan menangis.

Yong ra membuka matanya saat rasa haus menyerangnya. Segera ia bangkit dan ia terkejut saat ia tahu, bahwa ia sedang berada di kamarnya. Dengan terburu-buru yong ra mencoba berjalan namun sebuah suara menghentikannya. Segera yong ra menoleh ke sampiing dan betapa terkejutnya ia melihat ray sedang berdiri di hadapannya.

“aku tidak punya waktu lagi. Jadi aku kakan mengatakannya.” Ucap ray. yong ra hanya menangis mendengarnya. Perlahan demi perlahan, ray kemudian bercerita pada yong ra bagaimana awal ia bertemu dengannya, bagaimana ia bisa menyukainnya dan bagaimana semuanya ini bisa terjadi. Semuanya berawal dari hujan. Ray juga menjelaskan mengapa ia menjadi arwah, itu karena ada hal yang belum ia selesaikan di dunia itu dan ia ingin menyelesaikannya saat ini juga.
“aku bahagia akhirnya kau mengunjungiku dan mengetahui keberadaanku. Tapi yang terpenting adalah aku hanya ingin mengutarakan perasaanku padamu bahwa aku sangat mencintaimu dan aku tulus menyelematkanmu. Jadi kuharap kau tetaplah tersenyum” ucap ray lalu mendekati yong ra dan memeluknya begitu dalam hingga bulir asin itu jatuh membasahi wajah pucat ray.

“kau perlu tahu bahwa aku adalah sosok yang selalu memanggil namamu” ucap ray lalu mengecup kening yong ra. yong ra menangis keras dalam pelukannya.
“Selamat tinggal, aku mencintaimu” ucap ray lalu melepas pelukannya membiarkan air mata itu semakin jatuh membasahi pipinya
“aku juga mencintaimu” jawab yongra di tengah tangisannnya dan akhirnya sosok ray pun menghilang di antara gelapnya cahaya sedangkan yong ra hanya menangis pilu saat sosok itu telah hilang dari hadapannya. Beberapa menit berlalu kedua orangtua yong ra segera menemui yong ra dan menceritakan bahwa ray sudah meninggal 15 menit yang lalu Dan Keesokan harinya ray dikebumikan. Tidak lupa mereka yang menyayangi sosok ray turut hadir di acara pemakaman itu untuk memberikan penghormatan terakhir. Tangis pilu dan rintikan air hujan yang turun menjadi alunan musik penghantar perpisahan untuk selama-lamanya.

Cerpen Karangan: Nova Sriwahyuni
Facebook: Nova.sriwahyuni.718 Or Sungie Lee Babychu
Hai, salam kenal untuk kalian, perkenalkan aku nova sriwahyuni elisabeth, aku tinggal di riau, buat kalian yang baca ceritaku kuharap kalian menyukainya, jangan lupa untuk memberi saya saran dan kritik, karna itu akan membantu saya untuk mengasah tulisan saya. terimah kasih dan salam untuk para penulis dan pembaca.

Cerpen The Rain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Dia dan Ayah

Oleh:
Bel akhirnya berdering, pelajaran akhirnya usai. Semua siswa bergembira, wajah-wajah lemas berubah menjadi sorak sorai. Ana, teman sebelahku juga demikian. Dia tadi tertidur sepanjang pelajaran namun saat bunyi bel

Kenangan

Oleh:
Rara terdiam, ia membisu, melihat ke langit-langit, matanya berkaca-kaca. Ia menoleh kanan dan kiri, melamun sejenak dan merenung di sebuah taman yang sepi. Ia duduk pada ayunan di bawah

Kini Tugasku Telah Selesai (Part 3)

Oleh:
Aku mencoba menekan tombol-tombol yang ada di blackberryku.. aku memasukan email sosialku.. aku mencoba melihat apa kegiatan Rian, dan ternyata semua statusnya membuat aku ingin menangis, aku melihat itu,

Too Far

Oleh:
Dunia ini gelap bila tanpa bintang. Walaupun ada seribu bulan, dunia tetap memerlukan bintang. Keindahan dan kelembutan sinar serta kemilau cahayanya, membuat dunia terpesona dan akhirnya jatuh cinta.” Panas

Cinta Yang Terlarang

Oleh:
Yogi tak menyadari ketika roh kekasihnya Dara yang baru saja meninggal karena sakit jantungnya masuk ke dalam jasad Dido, korban tabrak lari kemarin sore. Tidak masuk akal memang tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “The Rain”

  1. nini says:

    cerpenya bagus

  2. Ivy Adeline says:

    Bagus, cuma fell-nya kurang dikiiit lagi. Terus semangat ya.. Hwaiting!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *