The Soul of The Games (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 3 March 2018

Lolongan binatang malam mulai terdengar sayup suara angin senja pun mulai terasa, terlihat beberapa anak-anak remaja yang sedang asik bermain beberapa video game online

“lama kamu aku udah mau sampai stage terakhir, sudah mau selesai” ledek si andi
“brisik sekali kau, diam dan perhatikan saja! Aku pasti akan menang…!!!” ujar ren

Ketika sedang asik-asiknya bermain tiba-tiba terdengar suara teriakan seorang ibu-ibu, “REEEEENNN!!!” teriak wanita paruh baya itu, yang membuat gempar tempat itu.
“gawat ibuku datang mati aku” sambil memesang tampak ketakutan
“hahaha rasain” ledek si andi
“diam kau jangan banyak omong” masih dengan wajah yang sama

“ren anak nakal ayo cepat pulang, apa kau tidak tau ini jam berapa? Anak kurang ajar” sambil menjewer telinga ren
“aduh aduh sakit bu sakit, aduh telinga bisa putus bu…” rengek ren
“biar-biarkan saja telinga putus agar kau tau betapa khawatirnya ayah dan ibu padamu”
“ta tapi bu sakit”
“ibu tidak peduli”

Sementara itu di dimensi lainnya
“sudah saatnya haha”
Sesosok mahkluk yang memakai jubah hitam dengan mata merah menyala, sedang membawa sabit bermata kelelawar lalu dia mengayunkan senjatanya… “WUUUZZZZZZ”

“wahai gerbang bayangan terbukalah”
“KREAAK”
Sekita itu terbukalah gerbang yang dihiasi dengan ratusan tengkorak manusia
“hahaha” sosok itu tertawa senang

Terlihat pula rombongan pasukan hantu yang berdiri di belakangnya
Terlihatlah dunia para manusia dan dengan para pasukan hantu berhamburan ke luar dengan cepatnya.

Sementara itu…
“aduh aduh ibu”
Ren dan ibunya telah sampai rumahnya,
“masuk sana”
“anak kurang ajar…!!!”
“plakkk” tamparan sang ayah mendarat tepat di pipinya
“aauuw” sambil memegangi pipinya
“masih berani kamu menginjakan kakimu di rumah ini hah!!, apa kau tidak pernah memikirkan perasaan kami semua susah payah kami menyekolahkanmu tapi kerjaanmu hanya bermain game saja” teriak sang ayah

“ayah sudah hentikan kakak kesakitan, kakak tidak apa-apa”
“diam kau!!! Kau juga sama saja dengan ayah dan ibu, aku benci, benci kalian semua!!! Lebih baik aku tidak dilahirkan dari keluarga ini aku berharap kalian menghilang dari dunia ini” menangis sambil berlari ke arah kamarnya dan…
“brakk”

“dasar anak lemah”
Sambil menangis, ia terdiam semalaman suntuk

“kukuruyuk…!!!”
Mentari pagi menyinari kamarnya…
“sial sudah pagi ternyata” membuka pintu sambil keluar kamar
“ayah, ibu ma…, ke mana semua orang? Ayah ibu, di mana kalian!!! Aku menyesal di mana kalian??? Apa jangan-jangan mereka benar-benar pergi.., tidak mungkin ayah, ibu, lennnn…!!!”
Sambil berkeliling rumah, ia melihat sebuah kristal yang asing di rumahnya.

“apa ini belum pernah aku melihatnya?” sambil memperhatikan kristal tersebut
Tiba-tiba…
Ren melihat bayangan keluarganya di dalam kristal itu

“hua ha ha” tawa khas para phantom warriors
“si si apa itu” teriak ayah ren
“keluar tunjukan wujudmu”
“ayah suara apa itu?” tanya ibu kepada ayah
“ayah tidak tau ibu! Tapi suara itu berasal dari rumah kita” yakin sang ayah.
“a ayah a aku takut” fero yang ketakutan memeluk pinggang ayahnya.
“tenang anakku ayah di sini!” memeluk kedua orang yang ada di sampingnya

Tiba-tiba muncullah bayangan hitam di depan mereka bertiga, dari banyangan itu lama-kelamaan berubah menjadi sosok yang menyeramkan.
“hua haha hmm, kalian manusia ikutlah denganku” sosok menyeramkan itu mengulurkan tangannya.
“ti tidak si siapa kamu, pergi dari sini! Jauhi kami…!!” gertak sang ayah
“begitu ya, kalau begitu izinkan aku memperkenalkan diri! Namaku ghost dan aku adalah prajurit yang di utus oleh yang mulia shadow emperor untuk menyegel kalian semua..!!! haha ha”

Tiba-tiba sosok itu mengluarkan api dari sekujur tubuhnya, sekita itu pula keluarga ren terpenjara dalam kristal.
“tugasku sudah selesai huahaha” sambil tertawa sosok itu terbakar dari bawah kakinya lalu menghilang
Ren yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, ia pun meneteskan air matanya.
“ayah, ibu, fero, kumohon kembalilah” sambil mengengam kristal itu
“maaf maaf maafkan aku, aku menyesal” menangis dengan keras.
“shadooooooowwww emmperoooor aku aku akan membunuhmu” bertriak keras.

Tiba-tiba
“Cling…”
“wah”
“BRUSK”
“aduh sakit sakit” sambil memegangi kepalanya

Seting telah berpindah ke sebuah ruang hampa yang kosong, seketika itu juga…
“cling, cling cling…”
Tempat itu sudah dipenuhi oleh sekumpulan manusia lebih tepatnya para remaja yang seumuran dengan ren, beberapa diantaranya adalah teman sekelas ren.

“andi!!!” menemui andi
“ren kau, kau menangis” heran andi sambil menaikan sebelah alisnya
“apa tentu tidak” sambil mengusap air matanya, ia melirik kristal yang ada di tangannya
Ia baru menyadari bahwa semua orang memegang kristal yang sama dengan ren.
“andi it…”

“hua ha ha selamat datang para manusia-manusia lemah, hahaha”
sesosok menyaeramkan muncul di atas mereka semua.
“wellcome to shadow world!!!, ini adalah tempat dimana kalian harus bertarung untuk kesenanganku hahaha, aku adalah SHADOW EMPEROR…!!!”
“shadow emperor?..” batin ren di dalam hatinya, dia ingat bahwa itu adalah nama yang disebut dalam kristalnya.
“kau…” geram andi melihat sosok itu.
“andi kau juga” memandang andi

“kalian akan bertarung untukku! Melawan para prajuritku!! PHANTOM WARRIORS…” teriak shadow emperor
Tiba-tiba muncullah para hantu yang disebut phantom warriors itu terbang di atas mereka berbaris rapi di hadapan sosok raksasa shadow emperor.
“huahaHAHAHAH” tawa jahat para phantom warriors bersamaan.
“kalian harus bertarung sampai mati… dengan alat yang aku berikan”

“cringgggg”
Munculah beberapa benda yang terbang di kepala mereka dihiasi dengan cahaya berwarna hijau terang…
“apa ini?” heran ren benda itu belum pernah terlihat di zamannya.
Yang lain juga nampak heran dengan benda-benda tersebut.

“itu adalah alat atau sarana game tradisional yang akan kalian mainkan, setiap kalian memainkan benda itu nyawa kalian akan terpotong setiap 60 menit dan lama-kelamaan kaliaan akan mati…” ancam shadow emperor
“benda ini memiliki tulisan, namanya gasing” batin ren
“itu adalah bermain dengan benda itu adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan orang yang kalian sayangi hahaha” tawa jahat
“atau kalian ikut denganku dan menjadi budakku”
“ti tidak aku tidak mau aku tidak mau” triak seorang anak berkacamata yang katakutan
“hei tenanglah!!! Jangan berisik” geram andi yang lansung menarik kerah baju anak tersebut

“memang apa alasannya aku harus bertarung, me mereka yang tersegel hanyalah orangtua angkatku” masih ketakutan
Ren yang tertunduk ia berfikir bisakah ia bertarung seketika itu ia teringat…
“ren cepat makan, makananmu ibu sudah memasak masakan kesukaanmu” senyum manis sang ibu
“makan yang banyak ren” senyum sang ayah sambil meletakkan korannnya.
“ka kakak ayo ain” senyum sang adik
Ia teringat kembali dengan senyum-senyum keluarganya.
Ia secara perlahan menangis dan lagnsung bangkit dan bertriak…
“HEI SHADW EMPERROR AKU TIDAK PEDULI WALAU TUBUH, KAKI, TANGAN, BAHKAN NYAWA SEKALIPUN AKAN AKU PERTARUNGKAN DEMI KELUARGAKU AKU TERIMA TANTANGAMU…!!!” teriak ren yang dibarengi dengan perkataan yang lainnya
“KAMIII SEMUA JUGAAAA…!!! INGIN BERTARUNG…!!!”
“ak aku juga m MAU BERTARUNG” triak bocah berkacamata itu
“aku juga” tersenyum tipis sambil melepaskan kerak bocah itu

Seketika itu muncullah cahaya menyilaukan dari tubuh ren dan yang lainnya
“menarik sekali light soul,”
“cahaya apa ini? Tubuhku mengeluarkan cahaya berwarna biru” heran ren dengan cahaya yang muncul di tubuhnya dan tubuh orang-orang yang ada di situ memiliki warna-warna yang berbeda.

Cerpen Karangan: Rian Ade Ismawan
Facebook: Rian Ade Ismawan

Cerpen The Soul of The Games (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta dan Takdir

Oleh:
“Jay, lihat gadis itu!” Jill menunjuk ke arah seorang gadis berambut pendek cantik yang baru saja ditinggal mobilnya. “Aku ingin punya sahabat seperti itu. Dan mungkin ia bisa aku

Sampah di Masa Depan

Oleh:
Aku Clara, remaja absurd yang hidup penuh kebebasan. Tak ada yang istimewa, kecuali rasa bebas. Tak seperti gadis-gadis lain yang selalu diatur jam pulang dan jam tidurnya. Hidup terpisah

Bayi Super

Oleh:
“Hei, apa kau merasa budaya ini memberatkan kita sebagai anak sekolah? terutama laki-laki?” tanya Hafid yang duduk di pinggir sungai di tepian kota bersama Yoko dan Shinta. “Apa ini

Cermin

Oleh:
Hatiku meremas namanya. Mencincangnya dengan sadis agar tak lagi jelas bentuknya. Bahkan kini lidahku pun ikut meremas segala tentangnya. Ugh aku benci sekali perasaan ini. Hingga larut begini aku

No Others (Part 1)

Oleh:
Hai,ini cerpen perdana! Memang ada sentuhan korea nya sedikit ^^ mungkin ada typo(kesalahan pengetikan) dan adegan-adegan yang kurang greget, mianhae(maaf).. Masih percobaan. Yang udah mampir, baca ya? Nah kalo

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *