The World is Strange of Me (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Jepang, Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 29 December 2016

Sejak kecil aku mempunyai banyak sekali pertanyaan
“kenapa aku tidak menjadi dia?” atau
“kenapa dia tidak menjadi aku? Dan
“kenapa aku menjadi aku?” selalu saja seperti itu dan berulang ulang pertanyaan itu selalu terlintas di pikiranku sampai saat ini, dan tak ada yang memjawabnya.

Aku adalah seorang perempuan berumur 16 tahun, namaku Shinohara Rika. Aku hidup di zaman modern di jepang, dan robot-robot yang canggih di jepang sekarang sudah sangat dikembangkan. Ayahku yang bernama Takagi Shinohara, dia adalah profesor yang sangat jenius melebihi siapapun yang ada di tempat dimana aku tinggal. Sejak kecil aku selalu diajarkan bagaimana membuat robot oleh ayahku, jujur saja ayahku seperti orang gila ketika dia membuat robot dengan menghabiskan waktunya di ruang pribadinya. Ibuku yang bernama Kirisaki Shinohara dia selalu membantu ayah di laboratiumnya. Mungkin karena ayah dan ibu mendalami bidang yang sama.

Dari dulu orang-orang menyebut aku ini aneh, mungkin karena aku selalu sendiri dan tak pernah berbaur dengan orang-orang. Aku hanya berusaha menciptakan robot saat aku masih kecil sampai sekarang dan jumlahnya sangat tak terhitung, tapi tidak sempurna seperti yang ayahku ciptakan. Ayahku selalu bilang “apa yang kamu ciptakan adalah sesuatu yang kamu rasakan” dan aku selalu mengingat itu. Ketika aku merasakan kebosanan aku selalu ingin menciptakan apa yang aku rasakan, dan hasil pertama yang sangat sempurna aku bisa menciptkan sebuah robot yang bisa menuruti perkataan ku pada awal Sekolah Menengah Pertama ku. Namun pada saat akhir smp robot yang aku ciptakaan itu terkena hack, aku tidak mengerti apa yang terjadi tapi ayah bilang, sesuatu akan terjadi pada nanti dan aku tidak terlalu mengerti pada saat itu.

Berawal ketika aku memasuki salah satu Sekolah Menengah Atas di shinjuku jepang yang bernama Horikoshi Gakuen. Itu adalah sekolah terelit di jepang, aku memasuki sekolah itu karena mereka tahu aku adalah anak dari Profesor Takagi Shinohara. Karena sekolah ini adalah sekolah orang-orang jenius, jika nilai terbawah bisa saja ditendang dari sekolah. Sukurlah aku tidak perlu seleksi untuk memasuki sekolah itu. Hari pertama sekolahku sangatlah biasa-biasa saja tidak ada yang membuatku menarik, aku juga tidak tertarik dengan manusia-manusia lainnya, untuk berkelompok atau mencari teman pun aku tiadak tertarik.

Ketika aku bejalan di koridor menuju kelas aku melihat banyak sekali orang-orang yang aneh, mungkin aku juga termasuk aneh dan aku selalu mengabaikan mereka-mereka. Aku duduk di ujung belakang dekat jendela, sengaja aku duduk di belakang karena aku tidak mau menjadi pusat perhatian. Wali kelas pun datang, sensei mengabsen semua murid dan setelah beres mengabsen sensei mengatakan sambil berdiri “siapa yang ingin menjadi perwakilan kelas?”
murid-murid yang lain tidak ada yang tertarik saat itu, jujur saja aku pun sangat tidak tertarik dengan itu. Mungkin sangat lama kelas itu hening, dan ada seorang laki-laki di sebelah bangkuku mengangkat tangannya dia memakai kacamata yang sangat tebal, semua orang yang ada di kelas menatapnya dan saat itu sensei mengatakan
“ya kamu yang di belakang, maju ke depan” dia pun maju ke depan dan memperkenalkan dirinya.
“watashi no namae wa kanzaki jun desu” dia berpidato di depan dan menunjuk anggota perwakilan kelas lainnya.
Aku tidak memperhatikannya dengan jelas aku hanya melihat ke luar jendela memperhatikan seorang laki-laki yang sedang diam di bangku dekat taman di luar. Aku heran kenapa dia tidak masuk kelas sedangkan jam pelajaran sudah di mulai.
“terserah sajalah, kenapa aku harus memikirkannya” ucapku aku mengabaikannya, saat aku akan mengalihkan pandanganku dia melihatku dan menatapku dari kejauhan, aku sangat kaget saat itu kenapa dia bisa tahu aku sedang memperhatikannya.
“ah sudahlah mungkin hanya kebetulan saja” aku pun kembali memperhatiakan di kelas. Pelajaran dimuai, namun aku tak ingin memerhatikan karena aku sudah belajar sebelumnya dengan ayah, dan seperti biasa kehidupanku tidak ada yang menarik. Aku selalu saja bosan dengan apa yang aku lakukan sekarang berbeda dengan dulu.

Aku ingin cepat pulang dan ingin menceritakan semuanya pada ayah. Ketika aku keluar dari gerbang sekolah, aku bertemu seorang laki-laki yang tadi duduk di taman saat pelajaran dimulai. Aku sangat penasaran dengannya kenapa dia tidak belajar, saat itu aku memberanikan diri untuk menanyakannya
“Maaf, aku tadi melihat kamu duduk di bangku taman, dan kamu melihatku di jendela. Dan kenapa kamu tidak masuk ke kelas dan belajar?”
Dia menatapku dan tersenyum manis. Tiba-tiba dua orang perempuan datang menghampiri kami. Dengan wajah yang berkeringat
“Ternyata dia ada di sini” salah satu di antara mereka bicara itu sambil memegang laki-laki tadi.
“Maaf, ini robot yang sedang kami rangkai, dia masih belum bisa bicara dengan baik. Kami membuatnya karena sedang menjalankan misi yang rahasia” dia tersenyum
“sutt!! Jangan bicarakan ini pada orang asing” sambil menyenggol teamannya
Dia hanya tersenyum menutup mulutnya dengan tangan dan mereka pergi meninggalkanku.
Aku kaget sekali dengan penjelasannya, aku tak menjawab dan memasang muka yang tidak percaya “hah? Oh, itu robot? hah aku kira manusia seperti kita aku sangatlah kaget.

Di perjalannan pulang aku memikirkan itu. Jadi ada yang bisa mengalahkan ayahku? Umurnya sama denganku? Aku sangatlah tidak percaya.
“kamu mengerti apa ucapan perempuan tadi?” tiba-tiba suara laki-laki membisik di belakangku. Aku kaget dan membalikan badan melihat seseorang itu.
“kamu siapa?” dengan wajah bingung.
Dia tersenyum menyeringai dan berjalan mendahuluiku. Aku mengabaikannya dan pergi mencari jalan lain untuk pulang.

Saat sampai di rumah aku mencari ayah di ruangannya, dan menceritakan semuannya dengan detail. Saat itu ayah tersenyum sambil menatapku
“Rika, kamu tahu orang-orang yang bekerja di laboratium ayah?”
Aku menjawab dengan cepat “tahu yah”
Dia kembali tersenyum “mereka-mereka itulah robot yang ayah buat”
Aku terdiam saat ayah bilang itu, “kenapa ayah tidak memberitahuku?
Ayah berjalan mendekati jendela “Rika, kamu tahu soal profesor Handaka Hiro?”
Aku berpikir mengingat-ngingat “Hmm.. yah aku ingat, dia adalah profesor yang sangat hebat yang hampir menyaingi ayah kan?”
“Yah kamu benar rika, saking hebatnya dia ingin menguasai dunia. Ayah tidak mengumumkan penemuan ayah membuat robot seperti manusia ini, ayah takut profesor handaka berniat untuk mengembangkannya” ayah kembali memduduk di sampingku.
“Kenapa tidak yah? Mengembangkan robot seperti manusia itu sangatlah bagus bukan? Kita bisa mengembangkannya dengan baik” aku penasaran.
Ayah terdiam sambil tersenyum “mungkin benar rika, tapi tidak bagi ayah. Prof Handaka berencana memusnakan manusia dan menguasai dunia, itulah yang sangat ayah tidak inginkan”
“Tapi bagaimana robot yang rika lihat di sekolah? Bisa-bisa prof Handaka membawa robotnya dan mengembangkanya”
“itu kan masih dalam proses, ada beberapa waktu lagi untuk ayah cari agar tidak jatuh ke tangan prof Handaka” ayah tersenyum, aku menjawab dengan senyuman lagi.

Beberapa minggu ini ayah sangatlah sibuk di laboratiumnya, sengaja aku tidak pergi menemuinya. Aku hanya belajar-belajar dan belajar itu sangatlah bosan, ketika saat itu aku pergi ke laboratium yang ada di sebelah rumah. Aku penasaran ayah dan ibu akhir-akhir ini sering menghabiskan waktunya di laboratium.
Ketika aku masuk semua tampak berantakan komputer-komputer ayah seperti terkena virus yang sebelumnya aku tak pernah lihat. Aku melihat ayah tergeletak di lantai dan sangat banyak darah yang berceceran.
Aku sangat kaget “ayah?! Ayah?! Bangun! Ada apa dengan ini semua? Ayah kenapa semuanya berantakan? Dan di mana ibu?!” aku menangis tesedu-sedu.
Tiba-tiba ayah memegang tanganku “Semuanya telah berakhir rika, prof Handaka sudah tahu robot-robot ayah, dan dia menghack semuanya robot-robot ayah diambil alih prof Handaka menusuk ayah seperti robot yang dulu kamu ciptakan rika. Dan semua robot-robot ayah pergi membawa ibumu ke-” sebelum melanjutkan ucaannya ayah memuntahkan darah. Aku kaget dan sangat cemas
“Ayah kenapa? Tenanglah!” aku berusaha menenangkan ayah
“Rika, ambil kembali semuanya, sebelum prof Handaka menguasai dunia”
“Tapi ayah, aku belum bisa!”
“Rika saat ini berbeda dengan yang dulu, pergilah ke masa depan untuk bisa mengalahkan prof Handaka, dan jangan sampai dia tahu. Dia akan melakukan apapun untuk menguasai dunia”
“Tapi ayah-” tiba-tiba ayah memejamkan matanya dan tak bernafas lagi. “Aaaayaaahhh!!!” aku berteriak dan menangis sangat keras. “kenapa harus aku yang melalui hidup seerti ini?!”

Tiga Tahun Kemudian
Sejak kejadian itu aku menjadi dingin kepada semua orang yang aku temui di kuliahanku. Dan aku tak mendengarkan apa kata ayah dulu untuk mengalahkan prof Handaka, karena aku tak ingin berakhir seperti ayah. Ternyata aku ini salah semuanya telah berbeda, dunia saat ini berada di kekuasaan prof Handaka, sekarang robot-robot seperti manusia sangat banyak dan mengganti kehidupan yang damai menjadi terancam. Karena ketika seseorang bodoh tak menghasilkan apapun akan dipekerjakan oleh robot. Ini membuatku ingin menangis kehidupan inilah yang ayahku dulu tidak ingin terjadi. “Bodoh! Aku sangatlah bodoh! Kenapa aku tidak langsung saja menuruti apa yang ayah katakan dulu” aku bergumam ketika pulang.

“hey kau! Shinohara Rika!” aku mendengar ada yang memanggilku, ketika aku berbalik seorang laki-laki yang tinggi menatapku
“kenapa kamu sangat dingin ketika orangtuamu meninggal dan ketika dunia ini berubah?” aku kaget dia bicara seperti itu “kenapa dia tahu soal aku?” aku bergumam dalam hati dan sangat marah padanya
“tidak ada urusannya denganmu” sambil meninggalkan dia
“tunggu! kamu belum menjawab pertanyaanku yang dulu, sekarang juga kamu akan mengabaikannya?”
“Tunggu, memangnya kita pernah bertemu sebelumnya?”
Dia tersenyum sambil berjalan “sudah kuduga kamu lupa. Tapi apa kamu ingat saat pertama kali kamu melihat robot seperti manusia, dan seorang perempuan mengatakan “robot itu yang sedang kami rangkai, dia masih belum bisa bicara dengan benar. Kami membuatnya karena sedang menjalankan misi yang rahasia” aku bertanya saat itu “kamu mengerti apa ucapan perempuan tadi?” “kenapa kamu tidak menjawab per-”
“oh sudah jangan kamu teruskan aku sudah melupakan masa laluku, jangan kamu bauat untuk aku mengingatnya” Aku memotong perkatanya tadi
“ayahmu memang benar, kamu membenci sesuatu yang sudah terjadi dan tidak dapat kamu ubah” dia tertawa dengan lepas
“kamu kenal ayahku?”
“yah aku sangat kenal dia saat dia masih hidup”
“sebenarnya kamu ini siapa?”
“Aku Handaka Yu” sambil tersenyum
Tunggu Handaka? Nama keluarganya seperti-
“Aku ini anakanya prof Handaka Hiro” dan senyumnya pun hilang
“Hah?! kenapa kamu?!” aku mulai bingung.
“Entahlah, ini kenyataannya aku adalah anak prof Handaka yang sangat rakus itu” dia menjawab dengan wajah yang tenang.
“kenapa kamu mendatangiku?”
“karena aku membenci ayahku dan aku ingin mengajakmu untuk mengalahkan ayahku dan mengembalikan dunia ini seperti dulu” dia menceritakan semua kejadian sebelumnya sampai aku mengerti.
“kenapa harus aku?”
“haruskah aku menjawabnya? Kamu ini seperti anak kecil yang banyak bertanya. Coba lihat sekarang dan dulu tidak sama lagi. Dan kamu tidak mencari keberadaan ibu mu yang hilang. Hah kamu benar-benar anak yang tidak berguna” dia seperti marah
“Aaapa kamu bilang?” tanganku hampir saja memukul kepalanya
“haruskah aku mengulangi perkataanku tadi?”
“tidak usah! Lagian aku akan pergi”
“hey! Kita harus merencanakan sesuatu untuk melawan ayahku” dia memegang pergelangan tanganku
“kenapa harus aku?”
“haruskah aku menjawabnya?”
“hah! Kenapa harus kita?” aku sangat kesal pada dia
“karna aku percaya jika aku dan kamu bisa mengalahkan ayahku” dia sangat percaya diri
“kenapa aku harus percaya padamu? Aku sangat tidak percaya padamu, aneh sekali seorang anak ingin mengalahkan ayahnya dan kamu ingin mengajakku dan merencanakan sesuatu hah kam-”
“jangan banyak bicara! Ayo ikut aku!” dia menarikku dengan paksa
“tunggu!! Lepaskan! Aku tidak ingin ikut! Lepaskan!”
Dia mengabaikanku dan tidak mendanggapi sama sekali.
“cepat masuk!” dia membuka mobilnya
“tidak!”
“cepat! Kamu tidak ingin ibumu kembali?”
“percuma ayahku sudah mati”
“ayo masuk kita akan pergi ke laboratium prof takagi”
“untuk apa pergi ke sana? Aku sudah tidak mau ke sana lagi”
“jika kamu ingin penjelasannya, kamu harus masuk”

Aku pun masuk ke dalam mobil, dan yu juga masuk dengan wajah yang kesal
“sekarang kita harus cepat pergi ke masa depan dan mencari virus yang akan merusak semua robot di sini”
“aku tidak mau pergi bersamamu untuk mengambil virus, ayahku bilang aku harus kesana sendiri. aku tak perlu bantuanmu.”
“apapun alasan kamu rika, aku tetap akan pergi kemasa depan denganmu!” dia menyentakku, aku terdiam dan terpaksa pergi ke laboratium ayah denganya.
Ketika sampai aku membuka kunci laboratiumnya, sudah lama aku tak masuk kesini, aroma ruangannya tak berubah masih seperti yang dulu.
“Dimana mesin waktunya?” dia melihat sekeliling
“ada di ruang satunya, aku sangat tak percaya untuk pergi sekarang”
“Entahlah, semuanya akan terjawab setelah kita beretemu prof Sayaka di masa depan” kita berjalan menuju mesin waktu yang ayah buat dulu.

Saat aku menyalakan mesinnya, “rika kamu siap apa yang akan terjadi?” dia menataku “iya, akan aku lakukan semuannya demi ayahku, aku tak ingin berakhir sepertinya” aku pun menekan tombol untuk pergi ke masa depan. Baru pertama kali aku mengendalikan mesin waktu dan pergi ke masa depan. Setelah beberapa menit akhirnya sampai, aku membuka mesin waktu itu dan keluar. “kenapa kita berhenti di sebuah laboratium lagi?” kita berjalan melihat sekeliling
“Entahlah, tapi laboratium ini sangatlah canggih sekali dan belum pernah aku melihatnya sebelumnya” tiba-tiba ada yang datang datang seorang laki-laki yang mungkin seumuran dengan ayahku
“aku sudah menunggu kalian dari dulu, tapi baru sekarang kalian datang. itu artinya shinohara takagi sudah mati dan handaka sudah menguasai jepang” sambil duduk di atas kursi.
“Hah?! Kenapa menunggu kami?” ucapku sepontan.
“kamu adalah anaknya Takagi bukan? Dan kamu anaknya Handaka bukan?”
“hai!” kami berdua menjawab bersamaan.
“Dan kenapa profesor tahu keadaannya?” Yu bertanya dengan wajah bingung
Prof Sayaka senyum dan menceritakan semuanya, kenapa Handaka bisa tega membunuh Takagi semuanya diceritakan dengan sangat detail. Aku sangat tidak percaya kenapa harus ayahku yang terbunuh.
“Shinohara Rika bukan?” dia menatapku “hai!” aku menjawab dengan tegang
“kamu ke sini untuk mencari ini bukan? Virus untuk merusak semua robot yang telah dikuasai oleh Handaka?” dia memperlihatkan sebuah kaset kecil
“Hai! Aku mencari itu profesor” aku semakin tegang saat itu
Dia tersenyum dan memberikan virus itu kepada ku “ini, kamu harus memasukan ini ke robot pertama yang Handaka buat dan ambil alih semuanya lalu robot yang di sana akan terkena virus dan semuanya akan tidak berfungsi lagi”
“tapi bagaimana aku bisa tahu robot itu?” profesor melihat Yu dan Yu pun menjawab “a-aku yang akan memasukan ke dalam robot pertama yang ayahku buat” dia tersenyum gugup
“Baiklah sekarang pergilah dan jangan sampai ini gagal, karena Takagi Shinohara benci kegagalan” profesor tersenyum kepadaku. “Terimakasih banyak profesor, kami permisi untuk kembali”

Saat kami kembali semua tampak begitu hening
“aku akan pergi ke laboratium ayah, dan akan memasukan virus ini ke robot pertama ayah” Yu memecahkan keheningan
“bagaimana caranya kamu memasukan virus itu?”
“tunggu saja dan lihat sinyal dariku, aku harus pergi sekarang”
aku hanya diam di laboratium ayah dan menunggu kapan aku harus mengambil alih semua yang ada di tempat prof handaka. Aku menunggu Yu memberikan sinyal jika sudah memasukan virusnya.
Aku sangat cemas sekali ketika Yu belum memberikan sinyalnya.
“apa Yu gagal?” aku bertanya-tanya sambil mondar-mandir seperti orang gila

Setelah beberapa jam Yu memberikan sinyal sekarang adalah giliranku untuk mengambil alih semua robot-robot.
“ini pertama kali aku memngambil alih semuanya” saat itu terlihat semua robot-robot itu menjadi error.
“aku kira tidak akan secepat ini, ternyata profesor Sayaka di masa depan sungguh sangat hebat” sedikit lagi semuanya akan berakhir.
“Hah, ini sangat melelahkan seka-” tiba-tiba Yu datang dengan berumuran darah
“rika, ayahku terbunuh oleh salah satu robot yang aneh dia tidak mati dan malah membunuh semua yang ada di laboratium, dan aku juga hampir terbunuh olehnya”
“kenapa?! padahal aku sudah ambil alih semua robot-robot prof handaka, tunggu” aku melihat di komputer ada sesuatu yang ganjil.
“lihat ini, robot itu bertandakan merah berbeda dengan yang lainnya kemungkinan robot itu tidak dibuat oleh ayahmu Yu,” aku berusaha mencari jalan keluar
“rika semuanya ada di tanagnmu sekarang, ambil alih kembali robot itu dan semuanya akan berakhir”
“tapi butuh beberapa jam untuk-”
“Lakukan sekarang atau tidak sama sekali!” Yu begitu menakutkan
Aku berusaha mengambil alih robot itu.
“rika lihat!! robot itu menuju ke laboratium di kota”
“mungkin dia akan pergi ke tempat orang yang menciptakannya, atau munkin orang di balik semua ini”
“mungkin saja. aku ingat rika aku pernah berdebat dengan ayahku. aku melarang ayah untuk tidak melakukan semua ini dan ayahku bilang, ‘ayah hanya melakukan tugas ayah’ itu berarti di belakang ayah ada seseorang yang lain”
“mungkin saja, tapi bagaimana kita bisa tahu siapa orang itu?”
“kenapa kamu tanya aku, seharusnya kamu yang pikir” Sambil memegang perut Yu seperti kesakitan
“tapi bagaimana caranya?”
“temukan berkas-berkas yang ada di komputer laboratium itu!!” Yu menahan sakitnya.

Aku hanya berusaha menemukan berkas itu beberapa menit
“ini semua melelahkan, keamananya sangat kuat, aku tidak bisa membuka data-data terpentingnya”
“ada cara yang lain agar kita bisa melihat orang di balik ini?”
“mungkin ada”
“apa?”
“mengambil alih cctv di tempat mereka”
“apa kamu yakin di laboratium itu ada cctvnya?”
“aku yakin karena keamanannya juga cukup kuat”
“baiklah kalau kamu bisa mengambil alih cctv itu”
“aku tidak terlalu yakin”
“cepat selesaikan, aku akan mati” Yu menahan sakit
aku hanya diam tak menjawab dan berusaha sebisa mungkin. Beberapa menit saat itu.
“kamu berhasil lagi rika”
“ya, karena kalau tidak kamu bisa mati”
“rika coba lihat ke ruangan satu itu!!”
Ada seorang wanita yang sedang berbicara pada robot yang menusuk Yu dan membunuh prof Handaka
“apa dia orangnya Yu?”
“mungkin saja dia. coba perdekat aku ingin melihatnya”
“Hah?! tidak mungkin! kenapa” aku sangat tidak percaya
wanita itu tiba-tiba melihat ke arah cctv dan tersenyum
“lihat rika ada apa dengan wanita itu?! apa jangan-jangan dia sudah tahu kita sudah mengambil alih cctvnya”
“yah dia sudah tahu kita mengambil alih cctvnya, dan aku sudah tahu siapa wanita itu”

To Be Continued

Cerpen Karangan: Azkiya Hilma Ghivari
Facebook: Azkiya Hilma Ghivari

Cerpen The World is Strange of Me (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Batang Singkong

Oleh:
Aku adalah sepotong batang yang telah berkayu berdiameter kurang lebih 2,5 cm, tubuhku lurus dan belum ditumbuhi oleh tunas-tunas baru. Aku sangat berterimakasih pada Allah SWT karena telah memberiku

Rahasia Cinta dan Waktu (Part 2)

Oleh:
‘Brak!’ Rayhan terjatuh di tumpukan kardus, ia baru saja melompat dari atas lemari. “Sial! Aku nggak lihat tangga itu.” Gumamnya. Ia memang harus membuka eternit di kamar ayahnya yang

Taman Magis

Oleh:
Gadis itu masih di sana. Duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya, air mata masih setia membasahi wajah cantiknya, meski berkali-kali diseka dengan kasar, cairan bening itu tetap tak

Petualangan Mencari Harta Karun

Oleh:
Diceritakan ada 3 orang sahabat yang bernama Berry, Dandy, dan Taufiq atau biasa disingkat BeDa Tau. Saat sedang asyiknya berjalan, Taufiq terpeleset karena tidak sengaja kakinya menendang sebuah botol.

Mang Ojo Terpidana

Oleh:
“Brakkk…!” suara pintu depan rumah didobrak terdengar keras. Kerumunan orang ramai terlihat di luar. Orang-orang sekampung tampak memenuhi seberang jalan itu. Semuanya dengan wajah penuh ingin tahu. Sepasukan polisi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “The World is Strange of Me (Part 1)”

  1. aditya dwi afandi says:

    wow…bagus banget…di tunggu yg part 2 y… usahakan typo nya di kurangin y….

  2. namae says:

    Ditunggu cerpen lanjutannya.
    Seru banget ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *