Tiki’s Winter Fog (Kabut Musim Dingin Tiki) Part 2

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 8 January 2015

“Welcome to the baby
Welcome to the land that full of lovely, far of fury
Welcome to the sweety
Welcome to the land that full of honestly, far of angry
Welcome in wonderful Creamland
You finally here …”
Paduan suara Twinkle mulai bernyanyi riang. Lagu itu adalah lagu pengiring saat kelopak bayi mulai jatuh, dan ketika perlahan membuka, lagu berakhir. Seluruh Peri membisu. Jangkrik dan nyamuk pun tak berani bersuara.
Hampir terbuka, sedikit lagi, lagi, lagi dan …
Ya Tuhan! Dimana bayinya??!!
Seketika suara gemuruh heran para Peri menggema di lapangan. Mereka saling bertatap heran sambil menunjuk-nunjuk kelopak bunga yang kosong.
Ratu Peri —Vennelopi— berdiri dan meminta perhatian. “Mohon tenang semuanya, biarkan saya berbicara!” katanya.
Seluruhnya bungkam.
“Saya …” ucapan Ratu terputus.
“—SEMUANYA BERLINDUUUNG!!!” tiba-tiba Min dan kawan-kawannya muncul dengan wajah pucat nan panik. “PARA TIKI DATAAANG!!!”
Sedetik kemudian lapangan utama menjadi ricuh, seluruh Peri kalang kabut menyelamatkan diri. Sejurus kemudian lapangan sepi, sangat sepi. Terlalu sepi seakan-akan angin tak berani berhembus untuk mengacaukan. Mereka telah bersembunyi di satu tempat yang aman. Tak lama kemudian kabut menyelubungi seluruh Water Filt dan mengarah ke lapangan utama.
Para Tiki, Hobbit dan Albino pun keluar dengan lendir di seluruh tubuh. Ternyata mereka memakai Zapp Glue agar tahan sinar matahari! Pasti mereka jugalah yang menculik salah satu pembuatnya.
Raja Tiki —Qwuteel— menaiki panggung dan berbicara. “Wahai penduduk Creamland! Keluarlah dari persembunyianmu dan hadapi kami!” ia tertawa sejenak, “Menyerahlah jika kalian ingin bayi kumal ini selamat!” ia kembali tertawa dimakmumi pengikutnya. Di sebelahnya duduklah Poo si pembuat Zapp Glue yang hilang tampak tak berdaya.
Bayi? Ya ampun! Makhluk tak berdosa itu dalam bahaya.
Samar-samar terdengar keributan dari bawah tanah. Ya, disanalah para Peri bersembunyi. Tempat di mana terdapat ratusan tiang beton yang dibangun sejak 4.260 tahun silam menopang seluruh area lapangan. Tempat itu memang sengaja dibuat untuk situasi mendesak seperti sekarang dan dapat diperluas jika Creamland sudah tak layak huni.
Min berbisik pada tiga kawannya, “Sudah kalian pasang Zapp Glue-nya?”
Lee, Kaz dan Zao mengangguk.
“Kalau begitu, kita keluar sekarang. Kaz, kau di selatan. Lee di barat. Zao, kau di utara dan aku akan berjaga di timur! Hati-hati, jangan sampai mencurigakan! Saat tanda dariku terdengar, kalian mulailah membaca mantra delapan! Siap?” kata Min mengomando.

Ketiga kawannya mengiyakan mantap dan mereka pun berpencar.
Raja Tiki mulai geram. “Keluar kalian! Kalau tidak, bayi ini akan mati! Cepat! Atau kalian ingin Creamland kuratakan?!”
“Bagaimana ini? Tidak mungkin kita keluar dari sini.” Ratu Peri bertanya gusar pada Voe penasehatnya.
Voe berpikir sejenak. Tak lama Ia angkat bicara, “Kita longsorkan saja lapangan ini. Begitu Tiki dan pasukannya tersungkur, kita bekukan mereka dengan Freezon dari Peri Wix lalu mengangkatnya ke sumur Froozin. Kemudian dengan bantuan seluruh Peri Creamland kita akan bangun kembali tempat ini. Daripada kita mati sia-sia, lebih baik mengambil resiko.”
Tanpa pikir panjang Ratu mengumpulkan para Peri dan mulai berdiskusi.
Sementara itu, di tiap sudut empat Peri mulai bersiap. Min mulai bersiul pelan sebagai tanda pada kawannya. Serentak Lee, Kaz dan Zao mengikuti mantra yang diucapkan Min.
“Eighmant! Toola patee ami amusa lanegi!” 1
Dengan cepat muncullah selubungan berwarna-warni menutup seluruh sisi lapangan hingga langit-langit, menyebarkan serbuk kecil yang meledak. Sekarang, para Tikilah yang kelimpungan, berlari kesana kemari. Dalam keributan itu, dengan cepat dan gesit Min terbang untuk menyelamatkan bayi yang turut mendapat bahaya. Dengan mudah dan tanpa hambatan Ia merebut bayi laki-laki di tangan Qwuteel dan membawanya pada ratu Peri.
“Cepat, hangatkan dia! Lalu cepatlah kalian keluar dan berlindung. Tempat ini akan segera runtuh!” katanya.
Grittre hendak berkata. “Tapi ba …”
“—Jangan banyak bicara. CEPAT!” mereka pun menurut meski tak mengerti apapun. Lalu Min segera terbang menuju pusat selubung tiga kawannya.
Dari kejauhan Kaz berteriak, “Min, cepatlah. Kami tidak kuat lagi!!!”
“Sebentar lagi! Peri lainnya masih terlalu dekat! Aku akan menghitung dari lima!” teriaknya. Ia berhenti sebentar lalu berteriak lagi. “Aku mulai. Lima! …Empat! …Tiga! …Dua! …Satu! Hempaskan!!”
Dua detik kemudian ledakan besar dan keras pun terdengar. Semua Peri yang melihat terbelalak dan membisu. Seluruh Tiki hangus terbakar, tubuh para Hobbit mengecil lalu menghilang, wajah para Albino menghitam.
Pasukan Tiki musnah seketika.

Sebenarnya selama ini Min dan kawannya mempelajari sihir pada Fym dan praktik membuat dan memakaikan Zapp Glue pada Jell —Peri Pandai Obat— di Walker Fit. Ternyata mereka mendapat informasi penyerangan awal dari Kakek Owl. Dan sekarang para Peri mulai membangun kembali lapangan utama.

Lee, Zao, Kaz dan Min mendapat penghargaan dari kerajaan dan menjadi pimpinan penjagaan di Walker Fit sekaligus menjadi Peri Pandai Obat yang rencananya akan meciptakan Zapp Glue yang dapat bertahan lebih lama dan semua Peri memiliki persediaannya. Sekarang tak ada lagi yang berani mengacaukan Creamland.
Ya, seperti dongeng lazimnya, mereka pun hidup bahagia selamanya.
Satu lagi! Nyaris lupa mengabarkan bahwa Lee, Kaz, Min dan Zao-lah yang mendapat kehormatan untuk merawat bayi Creamland yang mereka beri nama Arion, satu-satunya —calon— Peri Pandai empat Elemen!

TAMAT

*(Matilah kau para Tiki, menjauhlah dari kami dan musnahlah, lalu selamatkan negeri ini!!!

Cerpen Karangan: Zilvia Jamielah
Facebook: Zee

Cerpen Tiki’s Winter Fog (Kabut Musim Dingin Tiki) Part 2 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anti Gadis Supranatural

Oleh:
“SEMUANYA TUNDUUUKK!!!” Teriak salah satu kakak senior Anti saat Anti mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) SMP. Semua murid baru disuruh mengenalkan nama masing-masing, namun saat gilirannya Anti memperkenalkan namanya,

Jejak Kematian di Lorong Sepi

Oleh:
Di lorong gelap, sepi dan dingin, tubuh kaku menelungkup itu menyeruakkan bau amis darah yang mengalir dari pangkal lehernya. Luka terkuak lebar hingga hampir memisahkan kepala dengan tubuh. Cairan

Kamu dan Duniamu

Oleh:
Merekakah sahabat-sahabatmu? Tahu apa mereka? Apakah mereka selalu menemanimu setiap saat? Aku yang tahu kamu! Aku yang selalu menemani kamu ke manapun! Aku juga yang selalu merasakan apa yang

Sekelumit Cerita Dari Sekejap Mimpi

Oleh:
Beberapa hari lalu aku bermimpi. Sebuah mimpi yang sangat menamparku. Saat aku terbangun, aku segera mengambil ponselku dan merekam apa yang aku ingat. Saat ini aku akan menceritakannya kembali.

Magic is Gone

Oleh:
“Apa yang sedang kau pikirkan?” “Hmm…” “Tunggu! Jangan kamu jawab dulu, biar aku membaca pikiranmu.” “Oke.” “Masa depan?” “Iya, terus?” “Kamu pengen mobil mewah warna merah dengan sayap dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *