Tuhan dan Hantu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Dongeng (Cerita Rakyat), Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 12 May 2019

Bertepatan dengan hari Haloween, ia muncul di sana, di pinggir sungai tua, dekat tempat mainan anak-anak. Sebetulnya tak ada manfaatnya ia berdiri di sana. Kehadirannya di tempat ini tak lebih dari pengganggu anak-anak. Namanya adalah Hantu, wajahnya serem. Menakutkan, iiih.

Tak sedikit anak-anak yang lari pontang-panting sambil menangis setelah melihat wajahnya. Bahkan, ada beberapa di antara anak-anak itu nyaris menabrak pohon, karena mereka berlari sambil menoleh ke belakang. Mereka takut kalau Hantu itu lagi berburu anak-anak untuk menjadi santapannya.

Tangisan anak-anak terdengar sampai di tahta kerajaan surga. Tak lama kemudian, Pemimpin Bala tentara kerajaan surga, di bawah mandat sang Tuhan, mengerahkan malaikat pelindung yang bertugas melindungi anak-anak untuk segera menghukum Hantu itu.

“Aku tak mau anak-anakku dipermainkan oleh Hantu. Hantu itu memang jahat. Sudah dibuang ke neraka tetap juga tak mempan, ia malah bolos dari sana dan bikin kacau dunia. Ayo sekarang pergi. Selamatkanlah anak-anakku!” Demikian perintah Tuhan dari tahtanya.
“Ya Tuhan! Kami siap!” Jawab malaikat-malaikat itu. Mereka lalu terjun, menghibur melindungi, memeluk dan menyembuhkan anak-anak itu.

Sebagai balasan atas apa yang dilakukan Hantu itu, Tuhan mengutuknya:
“Aku mengutuk engkau wahai Hantu. Mulai dari sekarang, engkau tak boleh pindah dari tempatmu, dan engkau akan melewati empat musim di tempat ini (musim semi, musim panas musim guur dan musim dingin). Sebagai hukuman, karena kau telah bolos dari neraka, maka dari sekarang kau akan duduk di tengah salju. Biar kau tau rasanya dingin.”

Setelah mengatakan demikian, Tuhan merubah wajah Hantu yang tadinya serem menjadi sedikit ganteng: matanya besar, hidungnya panjang seperti wortel, namun mulutnya hilang. Alhasil wajahnya lucu.

Hantu yang sama kini berubah menjadi tontonan yang lucu. Anak-anak yang tadinya takut Hantu mulai memahami bahwa ternyata Hantu ada sisi lucunya juga. Sehingga mereka tidak lagi takut terhadapa hantu.

Cerpen Karangan: Afri

Cerpen Tuhan dan Hantu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tujuh Hari Misterius

Oleh:
Hai, namaku Julian. Aku punya saudara kembar bernama Dik. Kami kelas 2 SMP, di kelas yang sama. Saat bulan Agustus, kami kedatangan 2 murid baru. “Anak-anak, kita kedatangan dua

Magang

Oleh:
Senang rasanya anakku Rizal sudah masuk perkuliahan. Semoga kelak dia menjadi anak yang mampu meneruskan tradisi Kaum Kasmi dan berguna bagi negara. Dulu saya tidak sempat merasakan bangku perkuliahan

Cincin Emas Ajaib Feronnica

Oleh:
Pada saat aku sedang pergi ke taman aku menemukan… “Apaan tuh?” tanyaku kepada diriku sendiri. Aku pun berlari dan mengambil benda itu ternyata itu adalah cincin emas “Wawww… cantik

Bayi Super

Oleh:
“Hei, apa kau merasa budaya ini memberatkan kita sebagai anak sekolah? terutama laki-laki?” tanya Hafid yang duduk di pinggir sungai di tepian kota bersama Yoko dan Shinta. “Apa ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *