Virus Hidup

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 26 November 2017

Namaku profesor Fikri, aku adalah seorang profesor amatir yang berambisi ingin menciptakan Pintu Teleporter. Kalian pasti mengira aku adalah seorang profesor gila yang memiliki khayalan tinnggi dan kalian anggap aku tidak akan berhasil menciptakannya. Kalian salah karena sekarang aku hampir berhasil menciptakan Pintu Teleporter.

Hari itu 20 november 2136 adalah hari percobaan eksperimen Pintu Teleporter di ruang rahasiaku, tidak terasa 4 tahun telah kukerjakan sendiri eksperimen ini dan akhirnya akan segera selesai. Pintu Teleporter adalah pintu yang bisa membuat kita masuk ke dunia digital dan keluar pada pintu lain yang terhubung.

Aku masuk ke ruang rahasiaku dan aku hidupkan mesin Pintu Teleporternya, lalu aku pun masuk ke dalamnya. Di dalam dunia digital aku melihat Virus hidup, dia sedang keluar melalui ujung Pintu Teleporter. Celaka aku telah melakukan kesalahan sehingga menciptakan Virus hidup, gara-gara aku lupa membersihkan virus pada mesinku ini, virus itu bisa keluar dari dunia digital ke dunia manusia, sekarang aku harus menghapusnya. Aku langsung berlari keluar, oh tidak komputerku telah dirusak Virus itu dengan banyak virus, bagaimana aku bisa menghapusnya, sekarang aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi, aku bingung sekali sekarang.

Oh iya aku ingat temanku profesor Ritsu adalah seorang ahli anti virus, aku harus cepat menemuinya. Aku ambil jaket dan helmku dan aku langsung ke rumahnya menggunakan motor sportku.
Di jalan aku melihat banyak sekali orang yang ketakutan, aku mengira mungkin itu karena mereka melihat Virus hidup itu.

Sesampainya aku di rumah prof. Ritsu ternyata dia sedang melihat berita di televisi tentang Virus hidup yang telah menghancurkan 2 perusahaan anti virus dan sekarang menuju perusahaan anti virus lainnya, aku melihat Virus hidup itu di televisi dan tampak Virus hidup itu telah membesar 2 kali lipat dari ukuran pertama aku melihatnya. Dan kuceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada profesor Ritsu, Dia pun terkejut mendengarnya. Dia mengambil laptop miliknya yang mempunyai anti virus tercanggih buatannya.

Kami pun langsung bergegas menggunakan mobil menuju perusahaan KILLVIRUS yang merupakan perusahaan anti virus terbesar di kota ini bahkan di dunia. Kami mengebut sampai di persimpangan jalan ternyata sedang macet karena mobil-mobil otomatis semuanya rusak dan menimbulkan kecelakaan besar, mungkin perusahaan mobil tersebut telah dirusak Virus hidup itu. Jadi kami harus turun dari mobil dan berlari.

Sesampainya di perusahaan KILLVIRUS kami dihalangi penjaga, kami jelaskan kepentingan kami, kami pun dibolehkan masuk. Kami langsung menuju ruang kontrol dan bertemu CEO nya di sana, profesor Ritsu langsung duduk di mesin kontrol dan menyambungkan laptopnya, dia langsung menginstall anti virus buatannya ke peralatan canggih milik KILLVIRUS agar kebal terhadap serangan Virus hidup.

Kami melihat Virus hidup itu telah berada di ujung jalan dengan bentuk yang 10 kali lebih besar dari sebelumnya. Profesor Ritsu langsung menghapus dengan anti virus miliknya namun Virus hidup itu hanya pecah dan kembali menyatu lagi. Virus hidup itu terus mendekat dan sampailah ke jangkauan perisai anti virus, Virus hidup itu mencoba menghancurkan perisai anti virus berulang-ulang, perisai sudah mulai retak. Kami bingung bagaimana menghapus Virus hidup itu.

Aku teringat kami bisa menghapus Virus hidup itu dengan file pertama virus itu berasal yang tersimpan di satelit pribadiku, aku meminjam laptop profesor Ritsu dan mulai menghubungkannya ke satelit pribadiku. Kemudian menginstall anti virus buatannya, ketika sudah terinstall aku pun langsung menyuruhnya untuk menghapus Virus hidup itu. Dan akhirnya Virus hidup itu berhasil dihapus.

Setelah kejadian itu profesor Ritsu diajak bekerja di perusahaan KILLVIRUS. Dan aku diadili di persidangan karena kelalaianku membuat kekacauan, aku pun dipenjara selama 2 tahun. Namun setelah aku bebas aku diajak bekerjasama dengan investor-investor bersama dengan perusahaan KILLVIRUS untuk membuat Pintu Teleporter yang akan digunakan untuk transportasi di dunia. Dan sekarang aku menjadi pemilik perusahaan Pintu Teleporter satu-satunya di dunia bernama FeFiHa Transportasion.

Cerpen Karangan: Febrian Fikri Hadi
Blog / Facebook: fefiha.blogspot.com / Fikry Ebrian

Cerpen Virus Hidup merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Lekang Oleh Waktu (Part 2)

Oleh:
“Kalau kalian mau, kalian bisa bantu-bantu berdagang bersama kami, dari pada kalian menjadi gelandangan di luar sana,” sahut Ibu Rain lagi. Joe tersenyum. “Terima kasih, anda baik sekali,” katanya.

The Story Of Soul Eater

Oleh:
Pada suatu jaman hidup sebuah kerajaan dimana sang raja itu sangat rakus, ia berubah jadi rakus dan kejam karena ditinggal mati oleh ratu di dalam peperangan. Raja itu mempunyai

Ramalan Bintang

Oleh:
Hazel sedang memainkan piano miliknya sambil sesekali meneguk jus blueberry dan memakan fettucini carbonara yang ia beli tadi pagi. Sekarang sudah menjelang sore, Hazel belum beranjak dari piano. Padahal,

Pak Tani dan Raja Semut

Oleh:
Di sebuah desa yang asri dan makmur tinggalah seorang petani yang sangat rajin dan pekerja keras, setiap hari ia bekerja di sawah miliknya sendiri. Letak sawah Pak Tani lumayan

My Earth

Oleh:
Namanya Meli. Dia kini duduk di kelas 8, di sebuah sekolah ternama di kotanya. Dia tidak terlalu menyukai hal-hal realistis yang membuatnya harus berfikir sampai jenuh. Bahkan dunia khayalnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Virus Hidup”

  1. dinbel says:

    Hmmmms kerens juga cerita nya, inti nya mah bencana membawa rezki yaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *