WC Pengubah Segala

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 25 April 2019

Sekarang aku berada di sebuah ruangan yang menurutku itu sangat tidak sopan untuk diceritakan, yah… sebelumnya perkenalkan namaku adalah Alvin aku berada di kelas 9A sekarang untuk tempat yang aku katakan di atas mari kita simak cerita di bawah ini.

Aku adalah siswa yang malas untuk belajar dan setiap kali bersembunyi dari pelajaran, kemanakah aku? Benar aku berada di dalam kamar mandi sekolah yang menjijikkan karena jarang untuk dibersihkan.

Pada suatu hari saat ada literasi aku bersembunyi di dalam kamar mandi karena ini adalah tempat yang jarang dikunjungi oleh teman-temanku apalagi guruku, aku sukses berada di sini karena tidak seorangpun yang menyangka bahwa aku ada di sini. Aku tertawa dengan licik dan mengolok-olok guruku itu.

Lalu tiba-tiba ada guru yang mendengar suara tawa kecilku dan menyelidiki ke dalam kamar mandi yang aku pakai untuk bersembunyi dan suara sepatu guru itu semakin mendekat… mendekat… mendekat dan mendekat, dalam hati aku berkata “waduh… bagaimana ini aku akan ketahuan waduhhh” Dan… KO.

Tidaklah aku tidak kena hukuman oleh guruku karena akuuuuuu… telah masuk ke dalam lubang WC. AAAAHHHHHH… aku jatuh ke dalam lubang yang tiba-tiba menyedotku masuk ke dalamnya, AAAAAHHHHH… jeritku mungkin terdengar sampai ke seluruh sudut sekolah.
Lubang itu seperti portal yang membawaku ke tempat yang asing tapi bukan tempat yang ada itu… pokoknya nggak boleh disebutin.

Aku pingsan karena terkejut akan semua hal yang baru saja terjadi pada diriku dan saat aku terbangun aku sudah ada di atas pohon yang berdaun buku, lalu aku membacanya sebentar karena aku penasaran akan tulisan yang seakan menghipnotisku untuk membaca buku tersebut, buku itu berisikan pengetahuan yang terkait dengan pohon itu.
“Di mana ini kok semua hanya buku sihhh…” Ucapku dalam hati.

Setelah itu aku melihat sekeliling ternyata banyak buku yang tertempel di benda-benda di sekitarku mulai dari yang kecil sampai besar dan ada yang sebesar gunung karena buku itu nempel di gunung.
Setelah aku melihat sekeliling aku pun sadar bahwa tempat ini sudah tidak asing bagiku karena tempat ini sama seperti dunia nyata cuma hanya beda ditempeli buku dengan tidak ditempeli buku.

Aku berada di jalan yang biasanya aku gunakan saat berangkat ke sekolah dan tiba-tiba ada sesuatu yang datang menghampiriku apa itu…? dan pertanyaanku dijawab oleh benda itu sendiri.
“Hei Alvin ayo cepat ikut aku kamu sudah terlambat tahu…!”
Dengan marah dia menyeretku ke dalam ruangan yang tidak lagi asing bagiku, aku diseret oleh sebuah makhluk yang seperti buku catatanku cuma makhluk ini punya kaki dan tangan seperti layaknya manusia.

Saat aku bertanya akan namanya dia malah tertawa dan mulai bercanda.
“Hei… kamu ini siapa sih” Ucapku
“Hahaha apa kamu tidak ingat aku ini siapa, aku ini adalah buku catatanmu tahu…, baik kalau kau benar-benar lupa siapa diriku aku akan memperkenalkan diriku” Dengan sedikit senyuman dia berkata.
“Aku adalah Butet tahu… kau yang menamai aku sejelek itu teman-temanku yang sama buku catatannya dinamai bagus tapi kamu menamai aku sejelek itu” Dia sedikit mengeluh kesal

Aku baru ingat bahwa memang aku yang menamai buku itu di dunia nyata, aku memberi dia nama seperti itu karena aku sangat benci terhadap buku terutama buku catatanku itu.

Tunggu dulu ruangan yang aku maksud adalah ruang kelas 9A semua buku yang ada di sana ada kaki dan tangannya, aku melihat temanku memakai baju yang dihiasi oleh lencana yang bergambarkan buku dan di setiap buku tersebut terdapat nama buku yang telah dia pelajari dan telah lulus ujian yang sesuai dengan nama buku tersebut.

Saat aku melihatnya aku merasa iri dengan semua lencananya karena aku belum mendapat satu lencanapun, saat di dunia nyata aku mendapat lencana saat melakukan kemah, tapi di dunia ini lencananya diperoleh dari kepintaran siswa tersebut.

Memang aku baru saja datang di dunia ini tetapi kalau aku berniat untuk belajar dan membaca semua buku yang ada di dunia nyata pasti aku akan mendapat begitu banyak lencana karena meski ini bukan duniaku tetapi semuanya terhubung dengan dunia nyata.

Temanku yang mendapat banyak lencana di sini adalah juara satu di kelas di dunia nyata juga begitu dia selalu menjadi juara kelas, aku ingin mencoba untuk belajar dengan membaca sebuah buku tetapi penyakit malasku selalu datang dan membuatku tidak jadi membaca buku, itu di dunia nyata tetapi kalau di sini berbeda saat aku membaca buku aku merasa buku itu menghipnotis mataku untuk selalu membaca buku tersebut.

Lalu setelah membaca buku itu tiba-tiba aku dihampiri oleh selembar kertas yang berisi tentang pertanyaan yang menanyakan isi yang terkandung dalam buku yang aku baca tadi lalu aku mengisinya sesuai dengan apa yang aku baca dari buku tadi, ternyata aku berhasil menjawabnya dan jawabannya itu betul semua aku amat senang karena tiba-tiba kertas tersebut muncul kata-lulus di atas soal yang aku kerjakan tadi.

Setelah itu bajuku tiba-tiba ada lencananya yang tertuliskan judul buku yang aku baca tadi, setelah kejadian ini aku terus membaca buku lain dan melakukan ujian yang diberikan dan mendapat kata-kata lulus serta mendapat lencana, aku sangat gembira karena lencanaku semakin banyak seiring bergantinya hari dan aku sudah hampir mengalahkan temanku yang mendapat banyak lencana.

“Tinggal 20 buku lagi aku bisa mengalahkan dia” ucapku setelah membaca buku yang ke-980
Aku sendiri sebenarnya tidak percaya akan semua yang terjadi pada diriku karena tiba-tiba tersedot oleh WC dan terdampar di dunia yang hampir mirip dengan duniaku dan diriku mau membaca hanya dengan melihat lencana yang dipakai oleh temanku dan yang lebih penting dari semuanya ternyata aku berbakat juga soal bidang akademik karena aku paling tidak suka dengan namanya membaca.

Sudah genap sekarang 1000 buku yang aku baca teman-temanku yang ada di sini terbuat heran akan usaha yang telah aku buat, aku telah dapat membaca 1000 buku dan dapat mengimbangi temanku yang terpintar ini dan satu buku lagi aku dapat mengalahkan temanku ini.

Saat aku akan membaca buku yang ke-1001 tiba-tiba aku berfikir bagaimana jika aku yang membuat sendiri buku karyaku sendiri, aku meminta izin kepada guruku yang bertugas di bagian perpustakaan untuk membuat membuat bukuku sendiri dan meletakkannya di perpustakaan ini.
Aku membuat buku tentang kejadian yang terjadi kepadaku dimulai saat aku berada di dalam kamar mandi dan disedot oleh lubang WC sampai aku membuat buku ini dan sisanya aku mengarang sendiri.

Disaat Alvin selesai membuat buku karayanya itu, Alvin tiba-tiba kembali ke dunia nyata dan kehidupannya di dunia nyata pun berubah

Itu ending cerita yang aku buat di sini setelah selesai membuatnya aku menyerahkan karyaku ke guru perpustakaan, tiba-tiba aku ingin buang air kecil dan aku pergi ke kamar mandi di belakang kelasku dan segera membuang semuanya.
Setelah aku selesai aku teringat akan kamar mandi yang aku tempati ini dan aku membaca buku yang tertempel pada kamar mandi ini, di sini tertuliskan bahwa yang masuk ke dalam kamar mandi ini harus waspada jangan membaca mantra yang ada di balik lembar berikutnya kalau tidak sesuatu akan terjadi pada dirimu.

Lalu aku membalik lembar berikutnya dan memang tertulis mantra di lembar kertas ini, mantranya tidak bisa dimengerti secara langsung karena penasaran aku membacanya dan tiba-tiba aku tersedot ke dalam portal yang dulu aku masuki dan aku berteriak AAAAHHHHHHH…!!! TOOOLOOONGGGG…!!!.

Setelah itu aku terbangun dari pingsan dan aku melihat sekeliling dan ternyata aku sudah berada di dalam kelas tepatnya di bangkuku sendiri dan anehnya waktu di saat aku pergi ke dunia lain dan di saat aku pulang kembali ke duniaku itu sama dan di depanku terdapat buku literasi yang sebelumnya tidak akan aku baca karena sekarang seharusnya aku berada di kamar mandi yang biasa aku buat untuk bersembunyi.

Kali ini sudah berbeda aku tidak akan bersembunyi lagi karena aku sudah tahu manfaat membaca buku, aku membaca buku literasiku dan melanjutkan pelajaran seperti teman-temanku yang lain.
Teman yang sebangku dengan diriku bertanya “Alvin tumben kamu tidak sembunyi lagi”
Aku membalasnya dengan senyuman dan karena teman sebangkuku tadi berkata cukup keras teman-temanku yang lain juga ikut menanyakan hal yang sama dan guru yang mengajar di kelasku saat itu menghentikan pertanyaan yang ditujukan untukku dan pelajaran pun berjalan dengan lancar.

Lalu waktu istirahat pun berlangsung aku pergi ke perpustakaan dan berjumpa dengan beberapa temanku yang sedang asik membaca, aku segera mengisi daftar hadir perpustakaan dan mengambil buku yang ada di rak perpustakaan.
Disaat aku memilih buku aku menemukan sebuah buku yang judulnya seperti buku yang telah aku buat di dunia lain, aku membacanya dan ternyata buku itu isinya juga sama dengan buku yang aku buat di dunia lain dan di saat aku melihat siapa pengarangnya ternyata bukan aku tapi orang lain.
Lalu aku berfikir mengapa buku yang telah aku buat berada di dunia nyata tetapi mengapa pengarangnya bukan diriku, aku menepis angan-anganku tentang buku ini dan aku berpikir mungkin hanya kebetulan saja.

Memang dunia lain itu tata lokasi tempatnya sama dengan dunia nyata tetapi hanya berbeda ditempeli buku dengan tidak ditempeli oleh buku, lalu aku dibuat terkejut oleh temanku yang baru saja datang dan melihat diriku yang sedang sibuk membaca dia pun berkata.
“Wawwww, Alvin kamu rajin banget sekarang”
Karena perkataannya yang dibuat-buat guru perpustakaan dan teman-temanku yang lain mentertawakanku lalu seketika pipiku menjadi merah.

Setelah sampai di rumah aku masih penasaran akan buku yang aku temukan di perpustakaan tadi dan saat aku membuka buku catatanku ternyata di situ tertulis bahwa dunia lain dan dunia nyata itu memang ada hubungannya.
Aku mengerti akan kalimat yang tertulis dalam buku catatanku itu dan buku catatanku itu pun mengeluarkan tulisan lagi bahwa aku harus melupakan kejadian yang telah berlalu pada diriku tetapi aku tidak akan mungkin melupakan kejadian yang telah membuat diriku menjadi semangat belajar.

Supaya aku tidak lupa aku menuliskan pengalamanku hari ini ke buku dairyku karena besok lusa akan ada ujian akhir semester aku langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan ujian tersebut.
Aku belajar sesuai buku yang disediakan sekolah dan membacanya kembali karena di saat aku berada di dunia lain aku sudah membaca buku-buku yang aku punya ini dan saat aku diberi soal, kertas itu mengatakan lulus karena semua jawabannya betul.

Aku juga tidak lupa berdoa kepada Tuhan supaya nilai hasil ujianku baik dan aku mendapat peringkat pertama.
Hari yang aku tunggu-tunggu telah tiba aku menghadapi ujian dengan sungguh-sungguh, ada beberapa soal yang sedikit membingungkan tetapi dapat aku atasi. satu minggu ujian tersebut berlangsung.
Aku menerima hasil ujian dengan pasrah aku hanya bisa berdoa kepada Tuhan dan saat pengumuman hasil nilai ujian akhir semester aku mendapat peringkat tertinggi, aku bersujud ke tanah dan mengucapkan syukur atas keberhasilanku.

Aku senang akan hasil ujianku itu semua berkat usaha dan doaku dan itupun juga tidak akan terjadi jikalau aku tidak masuk kedalam lubang WC kamar mandi sekolahku, karena aku berhasil mendapatkan peringkat satu orangtuaku menangis karena terharu akan hasilku itu.
Orangtuaku yang menyangka bahwa aku tidak akan bisa ternyata aku bisa menjadi peringkat pertama dengan nilai yang memuaskan.

Kalian mau tahu akan judul yang aku tuliskan pada hasil karayaku di atas aku menuliskan WC Pengubah Segala karena WC tersebut telah membuatku sadar akan pentingnya membaca dan belajar. Untuk itu aku ucapkan terimakasih Tuhan dan WC sekolah yang mengubah segalanya.

Cerpen Karangan: Khafid Syaifudin
Blog / Facebook: Khafid Syaifudin

Cerpen WC Pengubah Segala merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Imprecnable (Part 1)

Oleh:
Angin bertiup kencang menerpa pohon-pohon besar di malam yang amat gelap itu. Seorang wanita berlari dengan menggendong seorang bayi perempuan. Sementara bayinya terus menangis wanita itu tetap meneruskan pelariannya

Karena Asyla

Oleh:
Di siang hari yang terik, Vio mempercepat kayuhan sepedanya. Peluh keringat sudah mengucur di dahi dan lehernya. Vio mendesah nafas lega setelah sampai di beranda rumahnya. Tampak Umi yang

Impian Anak Pemulung

Oleh:
“pak ni minum dulu” aku menyodorkan minum untuk bapaknya yang sedang asik meremukan kaleng-kaleng bekas yang kami cari. Bapak menerima minuman yang ku sodorkan tanpa berkata-kata. Mungkin karena bapak

Loper Cilik

Oleh:
Setiap hari Minggu aku selalu membantu ibuku mengantarkan koran ke rumah pelanggan yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumahku. Ya, aku adalah anak seorang loper koran di kotaku. Usiaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *