Werewolf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 8 July 2019

Aku menyesal. Karena aku memulai semua ini. Aku bisa lihat, teman temanku yang wajahnya pucat, takut. “maaf. Aku telah memulainya.” Sesalku. “tak perlu. Ini sudah terjadi, Rain. Lagipun kita sudah aman” Rasa bersalahku terus muncul. Namun sahabat sahabatku membuat diriku tegar. Aku yang memulai permainan ini, aku rasa akulah yang patut mengakhirinya.

Aku telah mengajak sahabatku bermain permainan yang ‘menurutku’ seru ini. Werewolf namanya. Kami mainkan saat bulan purnama merah pukul sebelas malam. Memang, permainan ini seru. Namun Brenda mulai berperilaku aneh. Aku, sang moderator, pastilah tahu kalau dia adalah werewolf. Dia gelisah dan takut. Hingga saat Brenda tereliminasi, tepatnya pukul duabelas lebih tiga puluh. Gerakannya tak terkontrol. Kulit putihnya ditumbuhi bulu yang lebat. Mata biru lautnya berubah menyerupai serigala yang kelaparan. Kami lari menjauh darinya saking paniknya.

“Brakk!!” pintu didobraknya keras. Kami sekarang bersembunyi di Brankas rumah Cleo, rumah tempat kami bermain permainan terkutuk ini. Tangannya yang ternyata lebih kuat dari pintu besi itu menerobos masuk. Kami panik. Aku bisa lihat wajah cantik glory, gadis amerika yang amat rupawan itu. Dia memejamkan matanya. Wajahnya pucat, keringatnya bercucuran. Diikuti Cleo yang ikut memejamkan mata. Setelah itu ervi dan gwenn. Aku ikut memejakan mata. Menunggu ajal yang akan tiba. Aku bisa mendengar langkah kakinya. Sesaat kemudian terdengar geraman yang memekakkan telinga

Aku membuka mata setelah mendengar bunyi benda jatuh. Itu… Brenda! Dia tergolek lemah di hadapan kami. Kupikir dia telah menjadi Brenda yang kukenal. Kami memapahnya menuju kamar yang disediakan. Kami telah lupa akan kejadian tadi. Kami menginap dan tidur di kamar yang sama. Sebelumnya aku melirik arloji pemberian bunda. Pukul tiga fajar.

Esok hari yang cerah. Tak kulihat Brenda dari tempatnya. Kubangunkan cleo dan yang lain. Kami mencari Brenda dengan penuh rasa khawatir. Oh! itu dia! Menangis di taman belakang. Aku harap ia mau membagi info.

Dia digigit seekor werewolf saat berburu di daerah selatan. Tak ada yang tahu bahwa pembunuh yang dicari polisi adalah dia. Saat bulan merah dia akan lepas kendali. Menggigit dan membunuh. Aku baru ingat, tadi malam purnama merah terjadi hingga pukul tiga fajar. Aku juga baru sadar kalau malam tadi Brenda sempat menggigitku.

Ini purnama merah. Badanku terasa panas, tubuhku mulai tumbuh bulu. AKULAH WEREWOLF, I WILL KILL YOU!!

Cerpen Karangan: Majidaaz
Blog / Facebook: Majida Azarine
aku majida azarine. lebih suka dipanggil zarin. IG: majidaaz1103

Cerpen Werewolf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tuhan dan Hantu

Oleh:
Bertepatan dengan hari Haloween, ia muncul di sana, di pinggir sungai tua, dekat tempat mainan anak-anak. Sebetulnya tak ada manfaatnya ia berdiri di sana. Kehadirannya di tempat ini tak

Seseorang Di Atas Loteng (Part 4)

Oleh:
Jajaran porselen mahal yang tersusun rapi di dalam lemari, sofa-sofa besar, dan wallpaper-wallpaper cantik yang menghiasi dinding, sedikit demi sedikit mulai kehilangan keindahannya. Beberapa serpihan kaca kecil jatuh di

Dunia Lain

Oleh:
Saat itu, disaat mataku terbuka, aku merasakan sesuatu yang janggal di rumahku. Saat diriku bangun dari ranjang tidurku terdengar jeritan-jeritan yang menakutkan bersamaan dengan suara raungan serigala, seketika aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Werewolf”

  1. Sie Sian Ling says:

    Kalau nulis cerpennya hari ini,kira – kira terbitnya kapan ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *