When You’re Gone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 22 May 2013

Lantunan Musik sedari tadi terdengar mengiringi air mataku yang sedari tadi menetes secara perlahan, dan akhirnya keluar dengan derasnya seperti hujan. Kurebahkan tubuhku keranjang empuk sembari mendengarkan penghayatan yang dalam. Di setiap lagu ini diputar aku teringat sosok seseorang sahabat yang ingin kujadikan kekasih. Sosok sahabat yang telah meninggalkanku meninggalkan luka yang sangat dalam. Sosok pemuda yang bisa membuat aku merasakkan kedamaian, ketenangan. Aku merindukannya Tuhan. Beri kesempatan aku untuk bisa melihatnya.

Jakarta, SMA Taruna Nusantara
Hari ini terlihat sangat tidk bersahabat. Langit terlihat sangat hitam. Cuaca yang seharusnya panas kini berganti menjadi dingin. Terlihat Seorang Gadis berparas Jepang yang sedang duduk di salah satu bangku panjang yang ada di depan salah satu ruang kelas ini terlihat gelisah. Beberapa kali ia mencoba menelpon seseorang. Namun hasilnya nihil. Tak ada jawaban dari seseorang yg ia telpon. Ia adalah Erena Ono atau Sering Di panggil Erepyon atau Pyon. Erepyon, gadis asal Jepang ini sangat panik. Karena hanya ia yang belum pulang ke rumah, sedangkan di luar sana, hari semakin gelap karena mendung.
“aduh, ayo donk angkat telponnya masa aku mau disini terus sih ish?” gerutunya
Ia mencoba untuk menelpon lagi kepada sang ayah. Namun ayahnya tetap tak mengangkatnya.
“Ish, Kalo kaya gini sih tadi aku ikut Tomochin ajah… aduh, kenapa gak kepikiran dari tadi coba buat telpon Tomochin…” ujaarnya sambil menepuk jidatnya. Sesegera mungkin Erepyon menelpon Tomochin yang juga teman sekelas dan juga teman asal jepang namun handphone milik Tomochin mati sehingga tak ada jawaban darinya.

Suara gemuruh petir telah terdengar. Namun Erepyon masih tetap menunggu kedatangan Ayahnya. Sebernarnya sih ada cara untuk pulang ke rumah dengan naik taksi, namun ia masih takut untuk pulang kerumahnya dengan naik taxi. Biasanya jika Ayahnya tak bisa menjemputnya, ia selalu nebeng Tomochin.
Tap Tap Tap, terdengar suara sepatu berjalan kearahnya. Fikiran Erepyon sudah mengada-ngada. Ia berfikir bahwa akan ada hantu yang mendekatinya lalu….
“Dooorrr”
“Aaaaaaa” teriak Erepyon kaget. Ia menutup mukanya dengan kedua
telapak tangannya.
“Sa…sa….pa… kk…aaa…mu?” ucapnya terbata-bata
“Loe Mau tau gue sapa? Makanya buka tuh tangan loe!” ucap seseorang
Perlahan-lahan Erepyon membuka tangannya.
“Huft, Ternyata manusia” ceplos Erepyon
“Heh, loe kira gue siapa?” Kata orang tersebut
“Hantu and the Genk!” ucap erepyon dengan Watadosnya
“Dasar, Ngapaen sih Loe masih disini?” ucap orang tersebut
“Belum di jemput… kak”ucapnya Ragu
“Ya udah sekarangkan zaman udah modern, walaupun bokap kagak jemput, lo bisa naik taksi kan.” Ucap orang tersebut
“Takut naik taksi” ucap Erepyon (lagi)
“Takut, ya udah gue anter ayo…” ucap orang tersebut sambil menarik tangan erepyon. Erepyon hanya bisa mengikuti kemauan orang tak dikenalnya.

Erepyon terus menatap Pemuda disampingnya yang sangat asing baginya. Pemuda ini hanya melirik sekilas ke arah Erepyon dan fokus lagi mengendarai mobilnya.
“Nama kamu siapa?” Ucap Erepyon memecah keheninan di antara mereka
“Gue? Gue Ima atau Bisma” Ucap orang tersebut yg ternyata bernama Bisma
“Bisma? Bismalam ya? Ha ha hah :D” ucap Erepyon
“Bukan… Loe gak tau gue siapa?” ucap Bisma
“Enggak… Terus kamu siapa?”
“nama gue tuh… Bisma Kharisma…”
‘Ooooo… Kalo aku Erena Ono… Panggil ajah Erepyon atau Pyon…” ucap Erepyon sambil mengulurkan tangannya
“Erepyon? Bukannya loe itu Fra… Eh, Lupain” ucap bisma
“Fra? Fra itu siapa? Pacar bisma? Apa dia mirip sama aku?” tanya Erepyon dengan PDnya
“Hm, Loe gak perlu tau…” ketus Bisma
“Sorryy…”
Suasana Hening. Tak Ada Pembicaraan di antara mereka.

Krriikk Krriikkk Krrriikk

“Dah sampai nih…”
“Makasih ya Bisma” ucap Erepyon
‘Muaacch’ satu kecupan untuk Erepyon form Bisma.
Erepyon masih mematung. Erepyon memegangi pipinya yg baru saja dicium oleh pemuda yg baru di kenal olehnya.

1 Bulan
2 Bulan
3 Bulan
Entah berapa lama, Sejak pertemuan pertama Bisma dan Juga Erepyon, Mereka Kini menjadi sahabat. Bahkan sekarang Erepyon tahu siapa Bisma. Bisma? Seorang Pemuda yg berkarir dalam dunia permusikan. Bisma Seorang Artis, Awalnya Erepyon Tak Percaya, Namun lambat laun iya percaya dan sadar bahwa sahabatnya itu adalah artis. Dan Juga Bisma adalah cucu dari pemilik sekolah yang ia tempati untuk belajar.
Diam-diam Erepyon menaruh hati pada sahabatnya itu. Namun, cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Erepyon mengetahui bahwa Bisma telah mempunyai kekasih. Efranda Stepanus atau sering kali di sapa Franda. Franda seorang model. Franda sangatlah mirip 11/12 dengan Erepyon. Mungkin dulu waktu Bisma liat dirinya, Bisma mengira kalo ia adalah Franda, Maybe!.

Malam Minggu, Memang paling banyak di isi oleh para para insan yang sedang memadu kasih mereka. Namun tidak halnya dengan Bisma & Franda. Keduanya sedang marahan. Why?
Bisma sudah beberapa kali menelpon Franda namun tak ada balasan dari kekasihnya itu. Bisma berinisiatif untuk mendatangi studio tempat dimana franda bekerja sebagai model.
Setibanya di studio, Bisma langsung menuju ke ruangan Franda. Bola mata Bisma membulat sempurna saat melihat adegan di depan matanya. Seorang franda, sedang bercumbu mesra dengan seorang fotografer, Dani. Posisi Franda berada di bawah tubuh Dani, dan sedang Dani di atas tubuh franda.
“Franda?” ucap Bisma
“Bisma?” franda langsung mendorong tubuh Dani dan langsung memeluk Bisma.
“Bisma sorry!” ucap franda
“kenapa loe nglakuin ini?” ucap Bisma lirih, Dani memandang sinis ke arah Bisma.
“Bisma, please jangan marah sama aku… Tadi aku sama Dani gak….”
“GAK APA HAH? TERNYATA SELAMA INI KAMU SELINGKUH SAMA DIA HAH, SAMA FOTOGRAFER KAMU? FINE KALO KAMU GITU… KITA PUTUS NDA…!” Ucap bisma dengan nada tinggi dan berusaha melepas pelukan Franda.
“Bisma, Bisma Please jangan gitu ama aku bis, please… Kasih aku kesempatan lagi buat memperbaikinya?” ucap franda dengan air mata yang berlinang.
Bisma pergi langsung tak memperdulikan perasaan franda lagi. Baginya ini sudah keterlaluan.

Menurut banyak orang Melamun memang asik. Seperti yang saat ini dilakukan oleh Erepyon, termenung di balkon kamarnya sambil melamunkan sosok Bisma yang saat ini sedang G.A.L.A.U.
“Ima, Pyon pngin bikin Ima senyum lagi kayak dulu. Pyon pingin Ima gak Galau kayak sekarang. Pyon pingin Ima dulu, yang tegar terhadap masalah. Masa Ima sedih cuman gara gara cewek yang udah nyelingkuhin Ima. Kan masih banyak cewek yang lain selain cici. Termasuk Pyon. Pyon sayang ama Ima. Kayak Ima sayang ama cici.” Ucap Erepyon dalam voice notenya. Ya, memang Erepyon baru saja membuat Voice Note untuk Bisma. Dan berharap Voice Notenya dapat menenangkan hati bisma yang sedang Galau. Ia menekan tombol send ke nomor Bisma.
“Ima, Pyon Sayang ama Ima?” Lirih Erepyon
Bisma tersenyum mendengar kata kata dari Erepyon melalui Voice Note yang dikirimkan oleh Erepyon. Sekarang ia tau, selama ini Erepyon menyukainya. Bismapun langsung membalas Voice Note Erepyon tersebut.
“Pyon, Jangan ikut sedih. Kalo Pyon sedih Ima tambah sedih. Ima janji deh gak bakal sedih karena cici lagi. Cicikan sekarang jadi masa lalu ima. Jadi ima mohon pyon jangan ikutan sedih. Nanti ima bakal jadiin pyon pacar ima. Ya kalo umur ima nyukup ya, Ha ha ha :D” ucap bisma. Tapi apa maksud Bisma “kalo umur ima nyukup?”
Perasaannya kini sudah membaik setelah mendengar Erepyon mencoba menghiburnya lewat Voice Note.

Pagi yang cerah. Matahari bersinar dengan terangnya. Burung burung berkicauan dengan riangnya. Alarm di kamar Erepyon terdengar sangat keras. Namun erepyon masih tetap di alam mimpinya. Masih berada di balik selimut tebalnya.
“Pyon bangun!” ucap seorang pemuda
“Nghhhh Bentar lg yah…” ucap Erepyon sambil memluk gulingnya lagi
“Ini Ima, Bukan Ayah Pyon?” ujar bisma sambil membuka gorden kamar Erepyon
“ima?” lirih Erepyon
“Kok ima pagi pagi udah disini sih?” ucap Erepyon
“Ima kesini mau curhat ama Pyon” ucap bisma
“Hm, emg Ima mau curhat apa?”
“Seandainya Ima gak ada? Pyon bakalan ngapain?” bisma
“Ya Pyon bakalan nangis, bakalan kehilangan Ima. Tunggu tunggu Kok Ima bilang gitu sih?” Erepyon, perasaannya mulai menjadi-jadi saat Erepyon mendengar perkataan bisma tadi. Sesuatu akan terjadi nantinya.
“Pyon jangan nangis ya! Ima sekarang jujur deh, Ima sayang banget sama Pyon, Pyon juga sayang kan sama Ima?” Bisma
“Iya Pyon sayang ama Ima” ujar erepyon menunduk. Raut wajahnya berubah menjadi merah, seperti kepiting rebus. Bisma meraih dagu Erepyon dan mengangkatnya.
“Kenapa? Malu? Semalemkan Pyon bilang kalo Pyon sayang sama Ima, Sekarang giliran Ima yang jujur, Ima sayang sama Pyon. Ima salah ya kalo Ima jujur sama Pyon?” Bisma
“Bukan gitu Ima, cuman… Ima kok bisa ya move on langsung dari cici, Kan padahal putus ajah baru kemarin.” Heran Erepyon
“Semua karena Pyon, kalo Pyon gak ada, pasti Ima sampai sekarang masih sedih. Oh Ya, Pyon kalo Ima pergi Pyon jangan sedih ya? Ima entar ikutan sedih kalo Pyon juga sedih, Pyon, janji ya ama Ima kalo Pyon bakalan perempuan yang kuat… jadi perempuan yang tegar…” ujar bisma
“Pyon gak tau :(” ujar Erepyon sedih
“Tapi entar Pyon bakal coba :)” ujar Erepyon Lagi
“Nah gitu donk… Pyon, Ima pulang dulu ya? Lagian Ima udah selesai curhatnya!” ucap bisma beranjak dari tempat duduknya.
“Ima…” ujar Erepyon sambil memeluk Bisma dari belakang.
“Ima, Ima jangan pulang sekarang ya, Pyon masih pingin sama Ima… Pengen ngobrol-ngobrol lagi sama Ima, Ima disini dulu ya, Temenin Pyon…” Ujar Erepyon sambil mengeluarkan air mata. Ada sesuatu yang mengganjal di pagi ini hingga gadis ini sampai mengeluarkan air mata.
“Ima harus pulang, hari ini Ima ada kerjaan, jadi ngobrol ngobrolnya next time ajah ya” ucap bisma sambil melepaskan tangan yang melingkar di pinggangnya.
“Beneran ya? Ima janji” Ujar Erepyon
Bisma hanya mengangguk. Bisma mengusap air mata yang jatuh di pipi Erepyon.
“aku pergi dulu ya Pyon” ucap Bisma
“Hati hati ya Ima” Erepyon
Bisma mengangguk dan memakai helm dan langsung pergi meninggalkan rumah mewah Erepyon. Erepyon menatap punggung bisma yang sudah pergi dari hadapannya.

1 jam kemudian
Krrriiinnng Krrriiinnng
Suara telepon terdengar dari rumah Erepyon. Erepyon yang sedang asik menonton TV langsung buru buru mengangkat telepon tersebut.
“Hallo…”
“…………”
“Iya ini saya Erepyon…”
“…………”
“Hah? Emang siapa yang masuk Rumah sakit?”
“…………”
“Bi…Bi….Bisma?”
“…………”
“I…iya saya kesana sekarang juga…”

Erepyon tergesa gesa menelusuri lorong lorong rumah sakit. 1 jam yang lalu Bisma kecelakaan. Bisma kini tengah di rawat ICU. Keadaanya sangat mengkhawatirkan. Sekarang Bisma Koma. Erepyon ingin sekali melihat Bisma, Namun Ia tau Bisma sedang di periksa. Bibir mungilnya terus berkomat kamit membaca beberapa doa demi keselamatan sahabat yang sangat ia cintai. Dokter yang telah menangani Bisma keluar. Refleks Erepyon langsung bertanya
“Dokter, Gimana keadaan bisma…?” ucap Erepyong dengan perasaan yang was was
“Mohon maaf, kami telah berusaha, namun tuhan berkehendak lain… Bisma tidak bisa diselamatkan…” ucap dokter tersebut.
Saraf saraf tubuh Erepyon serasa mati. Tubuhnya melemas mendengar penuturan dari dokter. ‘Bisma Telah Pergi Meningglkannya… Bisma Pergi dari Dunia Untuk Selamanya…’, Pandangan Erepyon mulai Buram. Dan tiba-tiba saja dunia menjadi Gelap.

Alam Berbeda…
“Pyon… Pyon kenapa sedih? Pyon kan udah janji kalo Ima gak ada Pyon gak bakalan sedih, Gak bakalan nangis, bakalan jadi perempuan tegar… Tapi kenapa Pyon sedih dan nangis? Mana janji Pyon?” ucap Bisma kepada Erepyon
“Pyon gak akan nangis kalo Ima gak ninggalin Pyon…” lirih Erepyon
“Tapikan… Pyon udah janji sama Ima… Kan janji gak boleh diingkari…” ucap Bisma
“Hm… Maafin Pyon… Pyon janji deh gak sedih lagi….” ucap Erepyon akhirnya
“Makasih Pyon…” Bisma
“Iya, Tapi…” Erepyon tak menemukan Bisma disampingnya lagi.
“Ima? Imaaaa!” Teriak Erepyon Hiteris

Jari tangan Erepyon mulai bergerak. Erepyon mulai tersadar dari alam bawah sadarnya dan membuka matanya. Ia menyapu seluruh ruangan dimana ia berada.
“Erepyon… Kamu sudah sadar…?” ucap seorang ibu
“Ngh… Pyon ada dimana?” ucap Erepyon
“Erepyon, Kamu tadi pingsan…” ucap ibu tersebut yang ternyata adalah ibu dari Bisma, Tante Casma
“tante… Bisma mana?” tanya Erepyon.
“Bisma… Bisma sudah pergi meninggalkan kita…” ucap tante Casma
“Imaa…” teriak Erepyon Histeris
“Engga, Engga mungkin Ima pergi Ima janji, Besok kita ngobrol lagi… Ima janji bakalan jadiin Pyon pacar…. Imaaa… :(” ucap Erepyon

Suasana pemakaman terlihat sangat ramai, Ya memang banyak saudara kerabat dan juga para fansnya datang untuk mengantar Bisma ke tempat peristirahatan Terakhirnya dan Juga Erepyon. Para fans bisma yag menamai diri mereka dengan nama BismaNiac sangat sedih, Bahkan di sela-sela pemakaman ada beberapa BismaNiac yang Pingsan karena tak sanggup melihat idolanya pergi meninggalkan mereka semua untuk selamanya.
Langit yang tadinya cerah kini telah berubah mendung bahkan sekarang sudah mulai jatuh. Langit seakan ikut bersedih atas meninggalnya Bisma.

Kini semua orang telah bubar. Hanya ada Erepyon dan Tomochin sahabatnya. Erepyon memandang batu nisan yang bertuliskan “Bisma Kharisma”
“imaa…. kenapa ima pergi ninggalin Pyon? Pyon disini sendirian… Pyon gak ada yang jagain….” ucap erepyon dengan sungai kecil yang terbentuk dipipinya.
“Pyon udah donk, Jangan sedih lagi… kalo Pyon sedih entar Ima nya disana gak tenang… Kan Pyon juga udah janji ama Ima kalo gak bakalan sedih lagi setelah ima gak ada…” ucap Tomochin sambil memeluk tubuh mungil sahabatnya itu.
“Pyon sedih, Kenapa ima ninggalin Pyon… Pyon sayang sama Ima… Ima juga sayang sama Pyon… Kalo ima syg sama Pyon kenapa ima ninggalin pyon sendiri?” lirih Erepyon
“Iya tapi semua udah kehendak tuhan… kita pulang ya? Udah mau hujan nih… entar Pyon sakit lagi, Kalo Pyon sakit pasti Ima disana sedih…” ucap Tomochin
“Iya, Tapi malam ini Tomo nginep ya?” ucap Erepyon. Tomochin hanya mengangguk.

1 tahun sudah Erepyon di tinggal oleh Bisma. Namun Erepyon sering sedih dan selalu mengingat sosok Bisma. Belum ada sosok yang bisa menggantikan seorang Bisma.

END

Cerpen Karangan: Dina Auliya Mahdu
Facebook: dina.mahdu[-at-]facebook.com

Cerpen When You’re Gone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tas Terakhir Untuk Risa (Part 2)

Oleh:
Pagi itu, rasanya risa tidak kuat untuk bangun, jam sudah menunjukan pukul 06.30 pagii, mata risa rasanya berkunang-kunang, “Haduhh, kepala ku rasanya mau pecah gini sih,” ketika hendak berdiri

Mengapa Aku Yang Menjadi Mangsa

Oleh:
Pernah dengar pepatah yang mengatakan bahwa “cinta itu buta” ya cinta itu buta seperti halnya mungkin yang mereka katakan kepadaku bahwa aku dibutakan oleh cinta. Usiaku dan dia jauh

Senja Menangis di Alun-alun Kota

Oleh:
Tahun ini sudah bulan Nopember, musim penghujan telah tiba, tidak pagi, tidak siang, tidak sore atau malam sekalipun, hujan tiba-tiba saja menyambangi bumi. Alun-alun kota bandung selalu basah, daun-daun

Agis

Oleh:
Gladis adalah satu dari sekian banyak cewek yang menyukai Agil. cowok the most seantero sekolah, meski begitu dia tak pernah menyerah untuk menunjukkan rasa sukanya. salah satu cara yang

Geishaku

Oleh:
Kantin sekolah selalu ramai oleh anak-anak genk “Dynamite”. Sebagai ketua genk, Yogi, harus selalu mengontrol keadaan di kantin agar tidak ada keonaran di sana. Yogi yang memilikki wajah tampan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *