Yang Terjadi Sebelum Fajar

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi)
Lolos moderasi pada: 24 January 2014

Strittt…! Pukkk! Bunyi decitan kasar di susul bunyi benturan keras terdengar.
Sekilas ada sesuatu yang terhempas. Sesuatu yang naas, terlepa hampir menyentuh ujung badan trotoar.

Sorotan sepasang lampu masih saja menyorot dan menyimburat kekuningan, seakan meraba-raba sesuatu di depan jalan sana.

“Astaga! Ya Tuhan, bagaimana ini. Nikolas, bagaimana ini?”
Nampaknya seru ketakutan! Seru ketakutan yang tersohor gugup dan keluar dari mulut seseorang. Seseorang yang baru saja keluar bersamaan dengan seorangnya lagi.

Dua pemuda yang nampak bingung dan ketakutan.
Gugup dan tatapan ngeri hanya terbias satu sama lain.

“Nikolas, kenapa kamu diam. Bagaimana ini sekarang? Lihat dia, tangannya bahkan masih bergerak. Kita bawa saja ia ke rumah sakit.”

“Jangan!!! Nanti aku bisa-bisa di tahan karena hal ini. Lagi pula ini tidak sepenuhnya kesalahan ku! Jika saja kamu tak menjatuhkan rokok mu itu tepat di lengan ku, aku takkan mungkin menyunggingkan stir ke kiri. Kamu juga bersalah john!”

“Terus bagaimana ini Nikolas?”
ucap john, dengan tatapan wajahnya yang pucat setengah mati.

Sementara seorangnya lagi. seorang yang bernama nikolas, masih nampak bingung, sambil terpekur. Tangannya terus saja tak henti-hentinya mengusap dahinya.

“Nik! Sebaiknya kita tinggalkan saja ia. Lagi pula tak ada yang melihat. Nik ayo!”
berucap john, yang nampak sudah tak tahan lagi dengan ketakutan yang menyeringai di benaknya.

“Jangan! Itu ide yang buruk! Kan kau tahu sendiri. Sebelumnya tadi! Di ujung jalan sana. Kita sempat berpapasan dengan seorang tukang bakso, ia bisa saja menjadi saksi atas kejadian ini. Dan aku mengira ia mengenali mobil ku juga. dan mungkin, ia sempat melihat wajah ku di balik kaca mobil yang setengah ku buka tadi”

“Lalu sekarang apa!”

“Sebaiknya kita masukan saja orang ini dalam mobil. Dan nanti kita buang jasadnya di tengah hutan”

“Tapi…!”

“Sudahlah john jangan pakai tapi, Tapi, lagi. Jika kamu tak ingin masuk bui! Sebaiknya kau turiti saja perkataan ku”
tindih nikolas.

John pun hanya terbungkam rapat bibirnya. Matanya masih saja menatap gugup. Menatap ke arah seseorang yang baru saja tertabrak mobil mereka. Ngeri masih menyusup di benaknya, lagi pula darah yang masih nampak hangat dan kental itu membuatnya ingin segera muntah.
Sementara badan john terus merasakan rasa bergetar, dan merinding di sekujur tubuh jakunnya itu.

“Hey john! Apa yang kau lakukan, cepat bantu aku. Kita angkat orang ini dan masukan ia ke bagasi mobil.”
segak nikolas setengah berteriak, pada rekannya itu.

Tanpa banyak bicara, john pun mengikuti perkataan nikolas, yang sudah memegang telengkuk dan bahu, seseorang yang terlepas di jalan sana. Wajah orang itu pun sudah di tutupi nikolas dengan beberapa koran, yang ia ambil dari dalam mobilnya.

Mayat orang yang naas itu pun mereka irus dan acap mereka masukan dalam bagasi mobil.

“Ayo Cepat nik! nanti kita keburu ketahuan orang!”

“Ia aku tahu!”
tukas nikolas sambil menekan tutup bagasi mobil.

Prakk! Pintu mobil terdengar merapat kuat, saat mereka bergegas masuk dalam mobil, yang mesinnya sudah tak terdengar bergema di udara lagi.

Seketika bunyi sesegukan mesin mengapung di udara, berulang-ulang kali. Hingga akhirnya bergema panjang, tanda mesin mobil telah menyala.
Seketika bundaran ban bergerak mundur kemudian maju, melebur beberapa tetelan yang teburai di bantalan jalan.

“Nikolas, Cepatlah! Nampaknya fajar akan segera menyongsong. Celakalah kita jika fajar tiba, karena akan sangat banyak petugas di jalanan nanti, aku takut kalau-kalau kita terlihat mencolok, oleh beberapa dari mereka, ataupun orang lain”
berucap john sambil menghela lengan baju nikolas.

Dahi nikolas mengkerut seketika, di ikuti, setetes keringat yang menurini alur wajahnya, sampai pada dagunya.
Ia juga merasa cemas sambil menerawang langit yang masih gelap, dan masih di penuhi kerlipan bintang-bintang. Dan senyuman malam, yang nampaknya akan segera di usik fajar.
Sudah hampir se-jam mereka dalam kepanikan.
Corak lampu-lampu jalan mulai rekah satu-per-satu, jalanan mulai di penuhi beberapa kendaraan yang lalu lalang.
Rasa tegang pun semakin menjadi, ketika beberapa pengendara sepeda motor mengamat-ngamati mobil mereka.

“Hey Nik! Sebaiknya kita buang saja mayat orang itu ke pinggiran rerumputan di sisi jalan sana. Karena nampaknya fajar mulai berbekas di ujung langit sana! Bisa bahaya nanti kalau semakin banyak orang di jalan!”
Berucap john semakin tegang, sambil menghela kuat lengan baju nikolas. Matanya mulai berair karena takut setengah mati.

“Hey keparat! Hentikan ocehan mu itu, kamu seperti anak kecil saja. Ocehanmu itu membuat telinga ku panas.”
Tangkas nikolas mulai emosi dengan sikap temannya itu.

“Anj*ng! Tak tahukah kau bahwa sekarang sudah menjelang fajar. Lihatlah baik-baik cakrawala, bintang-bintangnya pun mulai lenyap. Tidakkah kau tau kita akan tamat! Kita tamat kalau fajar sudah menyongsong. Dan puluhan polantas akan segera berserakan di jalan. Menepi-lah sekarang lalu kita humuskan mayat itu di pinggiran rerumputan sebelum fajar. Dan tahukah kita takkan sempat sampai di tengah hutan sebelum fajar”
Seru john sambil menyekah nikolas yang mulai kebingungan.

“hahaha…! Hey! Kamu itu bodoh, jikalau kamu mendesak, ingin melemparkan mayat itu di pinggir rerumputan sana. Tak tahukah kau! Mayat itu pun akan cekikikan pada mu atas tindakan mu itu.
Lihatlah sekeliling mu. Tak sadarkah kau! Ada berapa banyak orang dengan kendaraan mereka, yang mulai bermunculan di jalan. Tindakan mu itu sama saja bunuh diri!”
berucap nikolas, sambil tertawa dingin, seperti orang gila.

“Lalu apa! Lalu apa sekarang?”

“Hanya ada satu jalan sekarang!”
berucap nikolas menatap john yang, mulai penat dan pusing.

“Apa itu jalannya?”
selidik john curiga menatap rekannya nikolas, yang mulai menggigit-gigit ujung jari telunjuknya.

Nikolas pun tersenyum tawar, dan berbisik sesuatu di telinga john rekannya itu.

“Hahaha.. Biadab! Tak ku sangka jika harus seperti itu jalan yang tersisa!”
“Hahaha.. Kau Benar! Ini ironis dan tak terbayangkan!”
kedua sahabat itu pun saling tertawa seperti orang gila di dalam mobil, yang sedang melaju di jalan yang kini tak lagi terlihat muram seperti sebelumnya.
Ya! Benar fajar telah berkata hello pada langit, dan mengusap hangat semua yang ada di bawah kolong langit. Beberapa kendaraan, dan pejalan kaki pun mulai ramai.

Sementara mobil yang di kendarai nikolas, dan di tumpangi john mulai bergerak menembus fajar yang bening. Dan bergerak semakin jauh, meninggalkan jejak darah yang terus menetes dari kap belakang mobil mereka.

Esoknya seorang pengemudi terlihat membeli sebuah koran, pada seorang penjajah koran di pinggiran jalan.
Ia membaca warta berita yang menghebokan. Bahwa dua orang pemuda, menabrak seorang lelaki paru baya bernama saiful, dan ke dua orang pemuda itu pun membawa lelaki yang mereka tabrak ke sebuah rumah sakit pukul 05:32 pagi.
Kini ke dua pemuda itu sedang di periksa oleh pihak yang berwenang. Dsb…!

Tamat!

Cerpen Karangan: Daniel Satria Sutrisno
Facebook: Daniel Satria Sutrisno-Kaligis

Cerpen Yang Terjadi Sebelum Fajar merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Asembagus, Situbondo

Oleh:
Arum cepat-cepat melepaskan sandal jepitnya yang usang. Melipat celana panjangnya. Lalu, merendam kakinya buru-buru. Ia duduk di bibir sungai. Merendam kaki mungilnya di sungai kecil itu. Cara ini memang

Secret Necklace

Oleh:
Hai teman-teman, perkenalkan namaku Restyana Audrey Veretta dipanggil Retta. Aku anak 1 dari 2 bersaudara, nama adikku Veronisa Putri Kelsey dipanggil kelsey. Kami bersekolah di Jeorgenia High school, aku

The Adventure Princess Sofia

Oleh:
Pada suatu hari, di kerajaan Crystal Palace hiduplah seorang putri bernama Sofia, ibunya bernama Miranda dan ayah nya bernama Vernando. Sofia adalah putri tunggal, Sofia tinggal di castle bersama

Hancur

Oleh:
Tahun 30XX, kami para manusia seakan sudah tak berguna lagi di bumi. Semua sudah dijalankan oleh robot dan robot. Kami para manusia hanya duduk dan duduk dilayani oleh robot

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *