Moera Toens And The Night Prom

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction)
Lolos moderasi pada: 5 January 2018

“Senandungku hanyalah hiburan. Kata-kataku hanya sebuah puisi. Tulisanku hanya sebuah kata-kata yang tak berarti. Tapi, kau adalah segalanya bagiku. Jangan pergi. Bertahanlah Zidan. Bertahanlah!!!. Jika tak ada kau. Apa arti dunia bagiku? Apa arti hidup bagiku? Apa arti tujuanku? Kau pelengkap semuanya. Kau adalah arti dari hidup, dunia dan tujuanku. Kau segala-galanya bagiku. Tanpamu aku tak lagi hidup. Tanpamu aku tak lagi ada tujuan. Aku tak akan membiarkanmu pergi. Bertahanlah. Bertahan!!!”

“Stop dengan diary muggle bodoh ini!!!” kata-kata Moera yang keluar dari mulutnya. “Apa arti cinta bagi seorang penyihir yang bodoh ini?” tanya Moera sambil menangis. Tiba-tiba saja Harra datang sambil membawa kue ulang tahun. Ternyata Moera hari ini berulangtahun ke-25. “Happy Birthday Moera. Happy birthday Moera. Happy birthday, Happy birthday, Happy birthday Moera.” Harra memegang kue sambil bernyanyi. “Harra? Kau disini? Kapan kau datang?. Oh ya.. Thanks buat suprisenya.” kata Moera. Moera gadis berambut pirang panjang.

Di kampus mereka, ada pesta acara tentang dansa seorang princess. “Apa? Seorang penyihir yang cantik berdansa dengan muggle.. Para muggle?” bisik Moera dalam hati. “Salah satu cara mengikuti pesta ini adalah aku harus berdansa dengan Harra Wingson. Jadi, pergilah Moera ke rumah Harra. Dia mengajak Harra. “Apa? Pesta? Kau ini gila ya Moe?” tanya Harra sambil khawatir. “Iya. Plis Harra ayolah ikut. Ayo Harra ayo” bujuk Moera. “Baiklah iya iya. Aku akan ikut.” jelas Harra. Setelah mendengarnya, Moera sangat senang.

Acara Night Prom tinggal 3 hari lagi. Dia mulai berbelanja gaun, sepatu dan pakian lainnya. Alangkah terharunya ketika sampai di rumah, ia mencoba gaun Putihnya itu. Di depan cermin harapan, Moe melihat masa depannya. Ia melihat anak kecil yang berlari dan memanggilnya ibu serta memanggil Harra ayah. Iya sangat sedih. “Tidak. Sangat tidak mungkin. Apa? Aku akan menjadi seorang ibu? Dan itu terjadi pada 4 tahun lagi?” jerit tangisan Moe sambil memegang perutnya.

Kembali lagi ia melihat ia melahirkan putra kecilnya dengan dampingan Harra yang penuh cinta. Namun, Moe tak bisa menahannya. Ia langsung menangis dan tertidur di kamar tidur bayi laki-laki dan tak lain adalah kamar bayi kakaknya. Tapi ia tak menyadarinya.

Acara Prom Night sudah dimulai. Moe berdansa dengan Harra. Lalu dia teringat akan dirinya dimasa depan. Sedangkan Harra bisa membaca pikirannya. “Iya. Betul Moe. Anak laki-laki itu adalah Neville, anak kita nanti.” bisiknya. Pelan-pelan Moe menjelaskan maksud yang ada di buku diarynya sambil berdansa saat menjadi muggle. Saat titik terakhir kata-katanya, Harra tersedu. Ia melihat ada mawar di matanya. “Moe, ada mawar di matamu. Berarti ada cinta untukku di hatimu.” jelas Harra. “Ya. Betul.”. Akhirnya mereka tak lama menikah. Dan benar saja ia mempunya anak laki-laki….

Finish..

Cerpen Karangan: Bella Sarasdelta
Facebook: Lilyanne Kintan Potter

Cerpen Moera Toens And The Night Prom merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Manik Merah

Oleh:
Sudah seminggu ini Luffy murung. Hanya berdiam di kepala Sunny dan terkadang terlihat menangis. Semua kru heran, apalagi Sanji, karena selama seminggu ini nafsu makan Luffy berkurang. Bahkan ada

After The Darkness

Oleh:
Hogwarts tahun ke tujuh, setelah perang. “Kau… Mengapa kau selalu saja memperburuk hariku Malfoy. Kau ferret-pirang-silan!” Hermione menatapnya nyalang. Beberapa gulungan perkamen dan empat buah buku tebal berserakan di

Sorry (Part 1)

Oleh:
“Ya! Kenapa masih tidur? Ayo bangun! Kajja!”. Tak ada respon sama sekali. Lelaki itu hanya mendesah pelan. “Aish susah sekali membangunkanmu. Kau tadi malam tidur jam berapa Donghae-ah?!” Lelaki

First New Year for Mirai

Oleh:
Sudah 2 kali dalam minggu ini Mirai pingsan ketika kembali ke markas GUYS. Wajar saja terjadi karena memang monster kali ini sangat kuat. Entah itu Dinozaur ataupun Gomora. 2

The Past Memories

Oleh:
Tidak terasa, hari sudah semakin gelap. Awan hitam telah menyelimuti, menemani lelaki yang sedang duduk di salah satu bangku taman itu sembari menundukkan kepalanya. Terlihat sesekali ia menghela napas.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *