My Wolf

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction)
Lolos moderasi pada: 29 August 2018

Seekor serigala berjalan perlahan mendekati seorang gadis cantik yang sedang duduk di kursi halaman rumah yang berada di pinggir hutan. Gadis itu bergetar ketakutan, tapi wajahnya langsung berubah terkejut saat melihat serigala itu berubah menjadi sesosok pria tampan.

“Sekarang kamu sudah tahu tentang aku.” ucap pria bernama Luhan. “Baekie, aku sangat mencintaimu, maka dari itu aku menunjukkan siapa diriku sebenarnya!” lanjutnya.
Gadis bernama Baekhyun itu meneteskan air mata. Luhan menghampiri dan menghapus air matanya.
“Jangan menangis!” pinta Luhan dengan suara parau, menahan tangis.
“Maaf Luhan, aku tidak bisa menerima semua ini. Aku minta maaf!”
Luhan terdiam di tempat, dia tidak mengejar Baekhyun yang sedang melarikan diri. Air mata pria tampan itu sudah tak terbendung lagi.
“Kenapa aku harus terlahir sebagai manusia serigala? Kenapa?!!” teriaknya frustrasi.

Sejak kejadian itu Luhan tidak pernah menampakkan dirinya di hadapan Baekhyun lagi, dia selalu menghindar dari gadis cantik itu.

Chanyeol, sahabat Baekhyun mulai merasakan keanehan yang terjadi pada mereka berdua.
“Ada apa Baek? Bukankah kalian saling mencintai?”
“Aku tidak tahu, perbedaan di antara kami sangat jelas!”
“Jangan mempermasalahkan perbedaan dalam cinta, Luhan memang manusia serigala, tapi dia tidak pernah mempermasalahkan kamu yang hanya manusia biasa!”
“Kamu tahu?” Chanyeol mengangguk. “Lalu, kenapa dia harus mempermasalahkan aku? Bukankah aku yang seharusnya bermasalah dengan dia?”
“Luhan pernah bercerita padaku, di dunianya, berhubungan dengan manusia adalah kesalahan besar, mereka bisa mendapat hukuman mati.” Baekhyun terkejut dengan penjelasan Chanyeol, dia baru mengetahui kenyataan pahit yang bisa Luhan dapatkan karena dirinya.

“Apa yang harus aku lakukan?”
“Kejar cintamu, sebelum Luhan menerima eksekusi dari pemimpinnya!”
“Kenapa?”
“Dia sudah ketahuan.”
Baekhyun berlari meninggalkan Chanyeol, dalam pikirannya hanya ada Luhan. Air matanya tak terbendungkan.

Baekhyun sampai di rumah Luhan. Dia memandang tak percaya melihat cambuk dan gantungan di halaman rumah itu.
“Luhan!” teriaknya histeris. “Luhan maafkan aku, aku juga mencintaimu!” Baekhyun terduduk di halaman rumah itu. “Ini salahku, Luhan..”

Seorang pria tampan berjalan mendekati Baekhyun. Pria itu mengulurkan sapu tangan untuk gadis itu.
“Aku ingin bertemu Luhan!” tangis Baekhyun. Pria itu berjongkok dan mengangkat wajah Baekhyun. Gadis itu terkejut melihat Luhan berada di hadapannya.
“Baekhyun, kenapa kamu menangis?” tanya Luhan.
“Chanyeol bilang kamu akan dieksekusi karena berhubungan denganku, aku tidak mau kehilangan kamu!”
Luhan tertawa kecil. Baekhyun menatapnya bingung. Beberapa saat kemudian dia tersadar bahwa Chanyeol menjahilinya.

“Ah, Chanyeol jahat!” umpat Baekhyun. Luhan tersenyum.
“Terima kasih, karena kamu juga mencintaiku. Aku sangat senang.”
“Maaf Luhan, saat itu aku tidak bisa berpikir jernih. Aku sangat mencintaimu!”
Luhan menarik Baekhyun kedalam pelukannya. Gadis itu membalas pelukan hangat pria yang sangat dicintainya itu.
Luhan menatap wajah Baekhyun. Dia tersenyum manis sebelum mencium bibir Baekhyun.

“Aku mencintaimu!” ucap Luhan mesra. Baekhyun tersenyum manis.
“Aku juga mencintaimu!”

Tamat
Thank for read!!

Cerpen Karangan: Hilya
Blog / Facebook: Hilya

Cerpen My Wolf merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goodbye Summer

Oleh:
Musim panas selalu menjadi salam perpisahan di antara kita. “kita seperti kembali kemasa kita masih sekolah dulu. Kau masih ingat sewaktu kita dihukum karena tidak mengerjakan tugas dulu?” tanya

Spring Day End

Oleh:
Waktu menjadi berjalan lambat saat kau benar-benar kehilangan seseorang. Saat dia benar-benar tak ada di sisimu lagi, hidupmu menjadi semakin kosong. Tak ada lagi tawanya, senyumannya, bahkan deru napasnya

Babysitter

Oleh:
Satu hal yang bisa kupastikan dari cerita ini adalah, cerita ini 99% gaje dan 1% normal. Oh, atau mungkin 99,9% gaje plus 0,1% normal. Tok, tok, tok Pintu rumah

Sorry (Part 1)

Oleh:
“Ya! Kenapa masih tidur? Ayo bangun! Kajja!”. Tak ada respon sama sekali. Lelaki itu hanya mendesah pelan. “Aish susah sekali membangunkanmu. Kau tadi malam tidur jam berapa Donghae-ah?!” Lelaki

Memory

Oleh:
Semburat jingga pecah diufuk barat, air lautnya memerah lalu menelan si bola api jingga yang seharian memanas. Semua itu kusaksikan syahdu bersama dia yang kini di sampingku, menggenggam untaian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *