Rahasia Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fiksi Penggemar (Fanfiction)
Lolos moderasi pada: 16 March 2018

Mentari pagi bersinar penuh kehangatan, menyinari Gedung High School International, yang merupakan sebuah SMA favorit. Di sebuah ruang kelas, tepatnya di ruang XI IPS 2 terdapat sekumpulan siswa-siswi yang sedang berbincang.

“Hei Xa! Kalau kamu sampai jadian sama Sehun aku akan naik Haji!” ucap seorang cowok yang bernama Kai dengan nada meremehkan.
“Iya aku akan jalan dari rumah ke sekolah cuma pakai celana sambil menggandeng tangannya Hyun” timpal Suho.
“Kalau aku akan cukur rambut sampai botak, kalau Sehun sampai mau sama kamu” ucap Chen.
“Tuh Xa, banyak yang bernazar kalau kamu jadian sama Sehun” ucap Park In Dah.
“Eh Ndah, mereka itu berani nazar seperti itu tuh karena mereka yakin kalau aku, nggak akan bisa jadian sama Sehun” ucap Ying Xa.
“Kenapa nggak mungkin Xa?” tanya In Dah.
“Ya nggak mungkinlah, Sehun nggak kenal sama aku, trus lagian dia sudah punya pacar”
“Enggak ada yang nggak mungkin Xa! Siapa tau nanti Sehun putus sama pacarnya?”
“Aduh Ndah, kalaupun dia putus sama pacarnya, dia pasti akan mencari yang lebih baik, lebih cantik dari pacarnya yang dulu dan yang pasti penggantinya bukan aku, karena aku bukan tipenya”
“Ya ampun.. Ying Xa.. Ying Xa kok kamu jadi pesimis begini sih? Mana Ying Xa yang selalu optimis? Ayo dong semangat!, kalau kamu yakin kamu bisa, yang enggak mungkin bisa jadi mungkin Xa” ucap Kim Se Ri teman sebangku Ying Xa.
“Denger ya Xa, kalau kamu jadian sama Sehun, aku akan jadian sama si Gong Ijo” ucap Se Ri.
“Iya Xa, kalau kamu jadian sama si Poker Face Sehun itu, aku akan ngejomblo sampai 5 tahun mendatang” ucap Kim Ooc.
“Ok, aku juga ikutan, kalau kamu jadian sama Sehun aku akan mentraktir kamu sama Sehun di Big Boy setiap hari” ucap In Dah.
“Kalian kok jadi ikut-ikutan sih!” ucap Ying Xa tak suka.
“Ya nggak apa-apa lagi, kan biar kamu jadi semangat!” ucap Ooc.
“Semangat apanya?? Yang ada bikin aku tambah down iya!” ucap Ying Xa.

Hari berlalu bulan berganti, rasa itu tetap ada dihati Ying Xa. Sebuah rasa yang selama ini tidak ada satupun orang yang tau. Cinta.. rasa cinta yang selama ini Ying Xa pendam membuahkan luka, karena orang yang ia cintai tak pernah tau akan segala rasanya.
“Tuhan… aku cinta dia.. namun… adakah cintanya untukku?” ucap batin Ying Xa.

Esoknya di sekolah.
“Xa.. denger-denger katanya kemarin temen-temen pada bernazar, katanya si Kai mau naik haji, Chen mau cukur rambut sampai botak, trus si Se Ri katanya mau pacarin si Gong Ijo kalau kamu jadian sama Sehun, memangnya benar?” tanya Tae Si Ma.
“Ya gitu deh”
“Wah kalau begitu aku juga mau nazar ah…”
“Nazar apaan? Nazarudin?” tanya Ying Xa pura-pura tidak tau.
“Bukan.. kalau kamu jadian sama Sehun, aku akan jalan dari Tongyeong ke Busan sambil menggandeng tangannya orang yang disebelin sama si Se Ri itu loh…” ucap Si Ma.
“Orang yang disebelin si Se Ri? Siapa? Kyung Ah Ri?” tanya Ying Xa.
“Iya si Ah Ri”

Dari kejauhan tampak seorang gadis yang tengah berjalan menghampiri Ying Xa dan Si Ma.
“Hai guys, lagi pada ngomongin apa sih? Kayaknya seru banget! Emm… Ini pasti lagi pada ngomongin nazarnya temen-temen ya?” terka Kim Fi Fah.
“Ih dasar, kok tau sih?” tanya Ying Xa.
“Hehehe.. Eh Xa, nanti kalau jadian aku akan bawain kamu tahu seplastik besar” ucap Fi Fah.
“Wah… enak tuh benar ya? Tapi tahunya yang sudah matang, kalau masih mentah nggak mau ah.. hehehe..” canda Ying Xa.

“Ndah, aku mau ceritain sesuatu ke kamu tentang rahasiaku, tapi kamu janji ya? Jangan kasih tau ke siapa-siapa, cukup aku, kamu, dan tuhan yang tau” ucap Ying Ia pada Park In Dah.
“Iya aku janji!”

Ying Xa pun menceritakan semuanya pada In Dah.
“Jadi.. selama ini kamu suka sama dia?” tanya In Dah tak percaya.
“Trus Sehun?” lanjut In Dah.
“Ya aku akuin kalau aku memang suka sama Sehun, tapi suka itu hanya suka biasa yang tak berarti cinta, mungkin aku sering over kalau ngeliat Sehun, tapi itu semua cuma buat nutupin perasaanku yang sebenernya” jawab Ying Xa.
“Mungkin selama ini aku terlalu munafik, sampai-sampai aku mendustai kata hatiku, aku selalu menutupi perasaanku hingga tidak ada satupun orang yang tau tentang isi hatiku, aku hanya bisa mencintainya di dalam diam, karena aku cewek nggak mungkinlah kalau aku harus memulai duluan, mau ditaruh di mana mukaku? Lagian waktuku juga nggak akan lama lagi..” jelas Ying Xa.

In Dah merasa tak nyaman dengan kalimat terakhir yang diucapkan Ying Xa.
“Maksud kamu apa Xa?” tanya Endah.
“Kullu nafsin za’iqatul maut, begitu juga aku, maut dapat menjemputku kapan saja jika ia mau” jawab Ying Xa. In Dah semakin tak mengerti, namun ia merasa tak enak, ia merasa bahwa sahabatnya ini akan pergi jauh meninggalkannya.
“Maksud kamu apa sih Xa? Aku nggak ngerti?”
“Aku mengidap kanker otak stdium 3B” ucap Ying Xa.
“Hahahaha Ying Xa… Ying Xa nggak lucu tau bercandanya”
“Aku nggak bercanda Ndah! Aku serius!”
Tawa In Dah terhenti dan kini raut wajahnya berubah sedih.

“Xa, kamu bohong kan? Bilang sama aku kalau itu bohong!” ucap In Dah. Namun Ying Xa hanya diam, namun diamnya Ying Xa itu merupakan jawaban bagi In Dah bahwa Ying Xa tidak berbohong.
“Jadi…” In Dah tak mampu untuk meneruskan kata-katanya, ia tak bisa mempercayai ini semua, ia tak ingin kehilangan sahabatnya ini, walau terkadang Ying Xa suka memanggilnya In Dah In Doeh dan sering menjahilinya, namun bagaimanapun Ying Xa adalah sahabatnya.

“Aku tau kamu pasti nggak akan bisa mempercayai ini, begitu juga aku Ndah, setelah aku mengetahui ini semua, hari-hariku selalu dibayangi dan diselimuti oleh ketakutan, aku takut jika aku tertidur.. aku tidak bisa terbangun lagi, nafas ini berhenti dan mata ini akan terus terpejam untuk selamanya, aku takut Ndah… aku takut” ucap Ying Xa yang kini telah berurai air mata. In Dah merasa prihatin dengan kondisi sahabatnya ini, hatinya perih. Ia tau kalaupun Ying Xa melakukan kemotherapy kemungkinan harapan sembuh hanya tipis.

Sudah seminggu ini Ying Xa tidak masuk sekolah. Sedangkan di sebuah ruangan yang banyak terdapat peralatan medis dan berbau obat-obatn, seorang gadis remaja terbaring lemah diranjang, dengan infus yang melekat di tangannya. Gadis remaja itu adalah Ying Xa, sudah seminggu ini ia dirawat di rumah sakit, karena kondisinya yang semakin melemah karena kankernya kini sudah stadium 4B, itu berarti harapan sembuh untuk Ying Xa hampir tak ada lagi.

“Please.. temuin Ying Xa” pinta In Dah pada seorang cowok yang duduk di hadapanya.
“Kenapa aku harus temuin dia? Nggak penting banget!” tanya cowok itu sedikit sarkastis. Dia adalah Byun Baekhyun.
“Ying Xa suka sama kamu! Dan aku yakin kamu pasti sudah tau bagaimana keadaan Ying Xa sekarang, please temuin dia, untuk yang terakhir”
“Heh kamu pikir setelah aku tau perasaan dia, aku mau nemuin dia? Nggak akan! Aku nggak peduli sama dia, mau dia sakit kek, sekarat kek atau bahkan mati sekalipun aku nggak peduli!”
“Ok, kalau kamu nggak mau nemuin Ying Xa, tapi jangan pernah bilang menyesal kalau Ying Xa udah nggak ada” ucap In Dah, lalu ia pergi meninggalkan Baekhyun sendiri.

“Maafin aku Xa, aku takut kehilangan kamu, aku nggak sanggup kalau aku harus melihat kamu kesakitan” ucap Baekhyun pada dirinya sendiri.

Di suatu pagi yang berawan kelabu, ribuan air mata jatuh dari langit seolah ikut merasakan kehilangan, teriakan petir menggelegar di angkasa memecah kesunyian yang terasa. Endah menghampiri Baekhyun yang sudah kebasahan menangis di makam Zhang Ying Xa, ya baru beberapa jam yang lalu Ying Xa dikebumikan. In Dah memberikan sebuah amplop biru muda.
“Ying Xa nitip ini ke aku, buat kamu” ucap In Dah, kini amplop itu sudah bepindah tangan.
“Thanks” ucap Baekhyun. Di kejauhan tampak Ying Xa yang tersenyum lalu memudar menjadi bayangan dan menghilang bersama angin yang berhembus.

Sesampainya di rumah Baekhyun membuka amplop biru tersebut dan membaca isi surat tersebut.

Dear My love
Hai, mungkin saat kamu membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di dunia.
Melalui surat ini, aku ingin kamu tau perasaanku, mungkin Endah pernah mengatakannya sama kamu.
Sejak pertama kali aku melihat kamu, aku merasakan sesuatu yang beda pada hatiku. Apa kamu tau? Kamu selalu ada di setiap mimpi-mimpiku. Dan aku pernah memipikan kamu tau tentang perasaanku dan kamu marah sama aku karena aku suka sama kamu. Dan esoknya aku tak melihatmu lagi, padahal biasanya kamu nampak di depan mataku. Aku selalu berharap bahwa kamu juga merasakan apa yang aku rasakan. Namun hingga kini aku masih tak tau bagaimana perasaanmu terhadapku?.
Mianhae.. karena aku yang telah mencintaimu, namun you love me too masih menjadi harapanku. Semoga kamu bahagia dengan yang lain.

I’am your secret admirer
Zhang Ying Xa

“Xa, andai kamu tau perasaanku juga” gumam Baekhyun.
“Nado saranghae” Ucap Baekhyun dalam hati.

Di ruang kelas XI IPS 2, Endah sedang membacakan surat dari Ying xa untuk teman-temannya.

Dear My Chingu
Guys, maafin aku ya? Jika selama ini aku banyak salah, entah itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja, karena aku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Mungkin untuk hari ini, esok dan seterusnya aku tidak dapat bersama kalian, mianhae jika aku banyak salah sama kalian.
Guys aku senang, aku bisa memiliki sahabat yang baik seperti kalian.
Meski takdir dapat memisahkan, tapi perasaan tak kan pernah hilang, dia akan selalu hidup sebagai kenangan. Andai waktu dapat kuputar kembali, aku ingin kembali pada waktu dimana aku dapat bersama-sama kalian.
Guys jika kalian dalam keadaan sulit, kalian jangan mudah menyerah pada keadaan dan menanti keajaiban itu datang, tetapi ciptakanlah keajaiban itu sendiri dengan cara berusaha.
Guys, mungkin ini akan menjadi suratku yang pertama dan terakhir, aku sayang kalian.
I hope you’re can make your dreams come true and thanks for everything. I will missing you guys.

Your friend
Zhang Ying Xa

Ada kalanya seseorang ditakdirkan untuk saling mencintai namun tidak saling memiliki. Namun ada juga yang ditakdirkan untuk bersama namun tidak saling mencintai. Itulah cinta mudah untuk datang namun sulit untuk pergi. Cinta datang membawa bahagia, namun cinta pergi meninggalkan luka.

Cerpen Karangan: Vera Eka Riani
Facebook: Vera Eka Riani
Hai… minta saran dan kritiknya ya…

Cerpen Rahasia Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Untuk Langit Dan Untukmu Juga

Oleh:
Terlihat seorang gadis yang sedang memandang langit yang indah. Setiap hari gadis itu berada di tempat itu. Sebuah taman yang hanya ada langit biru yang tetap setia membuatku tentram

Loser (Part 1)

Oleh:
Me Demian Joshua. Terkadang manusia hidup dengan mengandalkan harta, kecantikan, jabatan dan kepintaran. But me, hidup dengan mengandalkan kebodohan. Mungkin kalian bertanya bagaimana aku bisa hidup dengan mengandalkan kebodohan.

Moonchild (Part 1)

Oleh:
Bahu kekar Taehyung seperti remuk dalam pelukanku, bahu itu bergetar diikuti tangisan tak tertahankan. Sedari sore tadi dia hanya menyembunyikan diri didalam kamarnya, dan tak ingin satu orang pun

This is My Love Story

Oleh:
Seperti biasanya aku selalu bangun, menyiapkan sarapan dan berangkat kuliah. Aku kuliah di KAIST salah satu universitas terkenal di Korea Selatan. Selain kuliah, aku juga bekerja di sebuah café

Sorry (Part 1)

Oleh:
“Ya! Kenapa masih tidur? Ayo bangun! Kajja!”. Tak ada respon sama sekali. Lelaki itu hanya mendesah pelan. “Aish susah sekali membangunkanmu. Kau tadi malam tidur jam berapa Donghae-ah?!” Lelaki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *