22 Agustus Setahun Lalu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau, Cerpen Perpisahan
Lolos moderasi pada: 13 December 2014

Kring kring kring…
Deringan telpon membangunkan nadia dari mimpi indahnya, nadia beranjak mengambil handphonenya.
“hallo”
“nadia kamu dimana? Jangan bilang kamu baru bangun ya!” cetus fera membuat kantuk nadia hilang total
“eh, sorry fer aku baru bangun, hehehe” jawabku sambil tertawa kecil
“gila, cepatan mandi terus siap-siap jam 9 kita sudah harus di kampus kalo nggak mau ketinggalan bus”
“ok ok fera sayang”
“cepet, 30 menit lagi aku jemput di halte di ujung jalan rumah kamu ya”
“kok jemput disitu? Emang kamu bawa mobil?”
“biar nggak mutar balik nadia, kalo kita bawa mobil terus siapa yang bawa mobil aku pulang? Kita diantar sama mang udin, udah dech kamu cepetan mandi nadia” perintah fera
“ok fera”
Tuut telpon terputus

“halte di ujung jalan? apa mungkin aku menginjak tempat itu lagi, aku benar-benar tak lagi ingin mengingat hal itu” kata nadia dalam hati. Gadis itu terduduk di tempat tidurnya, nadia melirik ke kalender yang terpajang di dinding kamarnya 22 Agustus 2013, nadia teringat kejadian setahun lalu di taman tepat di belakang hatle tersebut.

“kita duduk disini ya sayang” kata rudi
“iya sayang”
Rudi adalah pacar nadia sejak 8 bulan lalu
“sayang”
“ia kenapa?” jawab nadia
“seandainya aku pindah ke luar kota kamu gimana?”
“aku akan ikut kamu sayang”
“terus bagaimana dengan kuliah kamu?”
“aku kan bisa pindah kuliah sama seperti kamu”
“lalu orangtua kamu”
“itu gampang sayang”
“nad, aku serius, orangtua ku pindah tugas nad, aku bingung harus gimana aku nggak mungkin tinggal tapi aku juga nggak mungkin niggalin kamu”
Nadia terdiam, suasana hening

“nad” sentuhan tangan itu menyadarkan nadia dari lamunannya
“iya,”
“Kamu kenapa?”
“aku pikir kamu bercanda, apa kamu akan ninggalin aku?” jawab nadia lemas
“aku nggak tau harus gimana nad”
“apa pun pilihan kamu aku yakin itu yang terbaik buat kamu, aku dukung kok” nadia tersenyum
“makasih ya sayang, aku sayang kamu” rudi mencium kening nadia
“aku juga sayang kamu, besok kita ketemu disini jam 4 sore ya, aku ingin dengar pilihan terbaik kamu” nadia tersenyum
“ok sayang”

Malam itu nadia duduk di depan laptopnya sambil membuka akun facebooknya. Nadia menatap monitor itu dengan pikiran yang sepenuhnya tertuju pada rudi. “apa dia bakalan ninggalin aku, atau tetap disini bersama aku?” pertanyaan itu terus saja bersemayam di benak nadia. Handphone nadia berdering tanda sms masuk.

Kamu lagi ngapain sayang?
Jangan dipikirkan tentang kepindahanku, kamu jangan tidur larut malam ya,
Love u sayang :*

Sms itu membuat pikiran nadia semakin kacau, dia takut kalau rudi mengambil keputusan untuk pergi.

Keesokan harinya jam menunjukkan pukul 15.50 nadia bergegas pergi ke taman, di taman ternyata rudi sudah duduk menunggu nadia.
“hai rud”
“hai”
“apa aku telat?”
“tidak nad, duduklah”
Nadia duduk di samping rudy dengan tatapan bertanya-tanya.
“nad, aku harus pergi,”
“hmmmm (nadia menarik nafas panjang) nggak papa kok rud, kan kita masih bisa komunikasi lewat telpon atau ym” nadia tersenyum kaku
“kita harus akhiri hubungan kita nad”
“tapi kenapa rud?”
“ada hal yang tidak kamu mengerti nad”
“jelaskan agar aku mengerti” mata nadia mulai berkaca-kaca
“maaf aku harus pergi nad”
Rudi melangkah meninggalkan nadia yang masih terpaku di tempat duduknya, nadia melihat rudi melangkah semakin jauh, nadia menundukan kepala dan menangis sambil menutup muka dengan tangannya. Nadia merasakan seseorang memegang pundaknya.
“rudy” kata nadia membuka matanya
Nadia menoleh ke belakang, tidak ada satu orang pun disana, ternyata hanya daun kenari yang jatuh menyentuh pundaknya. Rudy benar-benar pergi meninggalkannya, nadia berdiri dan melangkahkan kakinya dengan setengah hati yang masih tinggal disana.

Kkrrriinnngg… kringgg… Telpon berdering membuyarkan lamunan nadia
“halo”
“nad kamu dimana sih?” terdengar suara keras dari seberang telpon
“di rumah, sory fer, bentar lagi aku kesana, 30 menit ok”
“cepetan”
“ok”
Tut telpon terputus. Nadia menatap kaca “aku harus bisa move on dari kejadian setahun yang lalu”. Nadia bergegas menuju kamar mandi dan siap-siap untuk pergi.

Cerpen Karangan: Siska Pratiwi
Facebook: https://www.facebook.com/siskatiwi
Terima kasih sudah baca cerpen ku 🙂
Ak siska pratiwi biasa dipanggil ika, mahasiswi d sekolah tinggi agama islam stai auliaurrasyidin tembilahan, riau
Follow twitter aku @siskapratiwi93
Https://www.Facebook.Com/siskatiwi
Pin bb aku 28a4bb73
Baca juga cerpen-cerpen ku yang lain 🙂

Cerpen 22 Agustus Setahun Lalu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Terbunuh Olehnya

Oleh:
Seorang gadis sedang berada di sebuah ruangan Gelap, tak ada satu cahaya pun yang terlihat olehnya. Ruang sempit yang tadi siang dilihatnya kosong tak lagi terlihat karena tak adanya

Dinding Yang Retak

Oleh:
Goresan hati ini yang tak akan hilang, air mata ini tak akan kering, jikalau penderitaan ini tak akan berakhir. Mungkin kini aku hanya mempunyai satu teman yang bisa membuat

Symphony Aurora

Oleh:
Di ruang itu – dengan pencahayaan yang mendekati minim dan satu fenomena alam terlukis di langit-langit yang dipancarkan sebuah proyektor – mirip seperti malam musim panas di San Jose..

Bunglon Hitam Putih 4: Galau Level 7

Oleh:
“Tok… Tok… Tok… Nnngngg… Cekiitt… Jebloggg…” Suara pintu itu terdengar. Seseorang berparas cantik menginjak lantai kala itu, mata birunya jelas tersorot cahaya matahari. Selanjutnya dia masuk kekamar Rizky dan

Buku ini Aku Pinjam

Oleh:
Beberapa hari lagi sahabatku Iren akan berulang tahun, selang waktu seminggu kami beserta Azam sang pujaan hatinya sibuk mencari kado. Malam 3 hari sebelum Iren ulang tahun, Azam meminta

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *