Aku Hanya Bisa Menunggu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 27 June 2014

Aku enggak tau kenapa bisa senyaman ini bila di dekatmu. Hati ini senang, menyatu dengan detak-detuk cepat jantung yang berirama. Mata ini pun tenang tidak lelah mencari sosok mu di tempat lain. Seluruh tubuh ini pun ingin bergoyang. Tapi yakinku tak terlihat oleh mu. Mata mu terlalu kecil untuk memandangku. Terlalu jauh untuk menerka aku dan telinga mu terlalu tabu tuk mendengar suaraku. Awalnya ku mengira aku hanyalah yang tak penting untuk hal pentingmu. Tak berharap menjadi yang terpenting, hanya saja ingin aku ada. Ada nyata di depan matamu. Aku memang hanyalah perempuan yang berlapis ketakutan dari segala kekurangan, yang ingin cepat tetapi terlambat, yang ingin didengar tapi diabaikan, yang ingin berubah tapi tertahan, yang ingin bisa tapi tak bisa, yang ingin cinta tapi terhalang.

Yang paling ku hindari adalah kebencian. Kau memang tak melakukannya, tapi kau tak menganggap aku. Aku yang ada di antara ribuan orang di depan mu. Jangan salahkan kekuranganku, aku tak bisa seperti mereka meski terkadang timbul rasa iri di dalam hati ini. Keirian ini membuat aku sakit. Sakit karena ulah mu. Aku berjalan di waktu yang tak berhenti meski ku berdiam. Kau mulai berbeda dengan perlahan ku tangkap matamu memandangku di balik yang lain orang-orang yang memanndang. Tapi kenapa? Apa maksudnya, memang aku tak terlalu bodoh, tapi aku juga tidak terlalu pintar untuk mengira-ngira sikapmu. Aku.. aku lebih sakit saat ku kira kelebihan yang kau perbuat ternyata sama dengan yang lainnya. Perasaan ku seperti istri yang dimadu suaminya, kau tau meski aku belum pernah menikah, tapi tunggu dulu .. siapa yang dimadu? siapa punya suami? oh ghost..! Mengapa rasa ini terlalu, terlalu tak menentu. Sadar.. sadar.. dia siapa? dan aku siapa? Apa hubungan mu dengannya? STOP!!!
Ku punya kawan juga tak mengerti.

“Aku enggak rela kalau dia jadian ma Mala, pokoknya gak rela!” gerutu Imuta karena tertangkap basah salah tingkah.
“Di lembaga ini Cuma dia yang aku srek yang istilah bekennya taksir, Cuma dia lo Cantik!”
“ok, Cantika sekarang mengerti sayang, tapi kan kamu punya pacar.. eetss, jangan bilang kamu berbagi hati?” tanyaku sambil melotot penuh selidik.
“Enggak, aku Cuma suka. SUKA. udah itu aja.”

Imuta adalah teman baik ku dalam lembaga khursus pendidikan yang sedang ku ikuti. Dia yang terdekat dengan ku di antara lainnya. Setelah ku tau kenyataan baru itu, aku mulai membuang apa yang seharusnya tak ada, Tak ada di antara aku dan Sosuki. Sosuki adalah lelaki yang ku ceritakan bersikap aneh itu. Dia salah satu pemuda tampan di kelas kursus sebelahku, yang juga terbilang pintar dan memiliki banyak kemampuan. Apa tidak banyak perempuan yang membuka lebar-lebar matanya dan menguras pikiran untuk bisa menjadi yang spesial di hatinya, tak terpungkiri temanku sendiri. Selalu saja timbul perasaan bersalah, tapi ada tersurat senang yang ingin terus di dekatmu. Kau berdiri di sampingku saja sudah membuat aku tak ingin beranjak kemana-mana meskipun ke toilet untuk membuang hajat. Sungguh perasaan ini sangat super. Perasaan ini sudah lama tidak ku rasakan, ku kira aku terlalu tua untuk hal seperti ini saat ini. Sungguh sebenarnya aku bosan, lelah dengan keadaan yang tidak pasti dan terus patah hati. Walau terkadang aku merasakan kesepian dan sangat ingin memiliki seseorang yang menyepesialkan ku. Aku terkejut saat mendengar ada yang lain menari perhatian mu hebat, dari informasi yang ku dapatkan dia indah dan terindah di mata mu. Kecewa. Cukup itu. Hey boy, keep what is the right for you. Muncul lagi dan ku hadapi dengan hal yang sama.
“Gimana ki, perempuan yang sedang merekah di hati mu itu?” Tanya ku kecewa, tapi ingin tetap tenang.
“lagi dalam proses ka, do’akan yang terbaik aja ya.” semangatnya tinggi.
“ia deh, jadi penasaran gimana sih orang yang telah membuat mu cetar begetar-getir itu, tapi siapa pun itu moga itu yang terbaik ya ki.” bernada santai tapi cukup nyesek.
“hehe, orangnya siptop ka, pokoknya tetap sip dan top lah, btw gebetan Cantika gimana?”
“wah kalau itu jangan ditanya ki, pengen yang serius tapi belum ada yang pas di hati, hehe ” Jawab ku apa adanya.
“wah kalau begitu kamu harus lebih giat dan berusaha, kamu kan cantik ka, namanya aja uda cantika” katanya mantap.
Hah? Apa katanya? hihihi aku terus ketawa-ketiwi, loncat-loncat, duduk lagi, berdiri dan menjerit lagi, sampe capek baru diam.
Tapi rasa apakah ini???
Huss, kenapa begini. Tidak.. tidak.. kamu tidak boleh macem-macem cantika, gak boleh ya.. bilang burung elang nanti, lho.. apa hubungannya? Ayahku juga enggak tau. hihihi.

Pikiranku mulai banyak terganggu, tapi aku coba bersikap tenang dan biasa aja depannya. Enggak mau kamu tau apa yang aku rasakan.

Hari demi hari aku jadi semakin sering di dekat dia, enggak terencana terkadang aku merasa memang kau juga ingin di dekatku. Meski aku tau perempuan yang di hati mu bukan aku dan teman ku menyukai mu, aku tetap menikmati saat-saat di dekat mu. Dan ingin terus di dekat mu, hanya saja tak mungkin untuk yang terlalu jauh. Maafkan aku atas keegoisan ini temanku, dan entah siapalah yang di hatinya itu. Disini aku menyadari satu hal, bahwa perhatian itu membuat orang egois tuk di mengerti, tak mau mengerti orang lain. Dan cinta itu bisa terbatas untuk orang yang kau batasi saja. Cinta itu punya ruang dan waktu, mungkin itu belum saatnya milikku. Cinta itu enggak pernah salah, hanya saja cinta itu butuh waktu, dan kita mencintai satu sama lain di waktu yang berbeda.

Meski aku sering terburu perasaan tidak sabar, tapi aku juga terikat waktu untuk menanti. Wahai siapa pun kau, dan dimana pun kau berada, kapan kita berjumpa adalah rahasia Allah yang Mempunyai Kuasa. Semoga Allah menjaga mu untuk ku, dan aku untuk mu. Aku tak berdaya saat yang ku inginkan tak ku dapatkan. Kalau memang aku ada, itu karena kamu ada. Wahai tulang rusuk ku. Aku tak mungkin memaksa tuk melengkapi yang bukan tempat ku. Jangan kau isi tempat itu untuk yang lain terlalu dalam dan lama, kau tau aku hanya bisa menunggu.

Cerpen Karangan: Oena K
Facebook: Oena.Asmaul[-at-]Yahoo.Com

Oena’k adalah nama pena dari Asmaul Husna, yang akrab disapa Una, lahir di Langsa pada 25 Oktober 1992. Saat ini sedang menduduki bangku kuliah di Institut Agama Islam Negeri Medan, Sumatera Utara, Fakultas Tarbiyah jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Semester V.Wanita yang cenderung penakut dan pemalu ini suka menulis apa saja yang menurutnya penting, dikarenakan kebiasaannya yang susah mengingat.. Baginya menulis adalah ekspresi lain dari dirinya. Penulis ini bisa disapa di fecebook, oena.asmaul[-at-]yahoo.com.

Cerpen Aku Hanya Bisa Menunggu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku, Kalian, Kita

Oleh:
“Cepat sekali, ya…” Tanpa sengaja aku menggumamkan sesuatu di tengah lamunanku. Suasana kelas yang sunyi membuatku berpikir akan sesuatu. Ini bukanlah tentang betapa cepatnya laju angin hingga menyeret awan

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Pertemuan dengan seorang cowok di ruangan exkul itu memberikan kesan yang sangat mendalam di hati vivi. Seorang gadis berusia 15 tahun, entah mengapa ada getaran yang begitu hebat dan

Cemburu

Oleh:
Pagi ini Gusti menemani April ke kampus untuk menyaksikan ujian seminarnya. Sebenarnya April gugup sekali karena nanti akan berhadapan dengan dosen-dosen untuk mepresentasikan proposal yang telah ia tulis. Tetapi

Penyesalan

Oleh:
Tanpa pikir panjang aku langsung chat dia melalu bbm “kita putus”. Tak lama Faisal membalas “kenapa? Aku gak mau putus”. “Pokoknya aku mau putus”. “Kamu gak ngertiin, Nenek aku

Perjuangan Tanpa Balasan

Oleh:
Pria yang selalu ada buatku, tanpa alasan apa pun. Perkenalan awal yang ternyata dia rekan kerja temenku waktu semasa SMA Delfi namanya. Ternyata pria itu bernama Finedi, asal Jawa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *