Alfabet Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 30 March 2015

Kalian bisa panggilku Fey, tinggiku kurang lebih 165 cm dengan berat badan 50 kg, aku selalu merasa hidupku penuh dengan keberuntungan, angka-angka dan separuh jiwaku adalah matematika… aku merupakan blasteran jawa dan sunda. Sobatku sering menggambarkanku dalam satu kata yaitu ‘ANEH’.

Saat ini aku merupakan sesosok anak perempuan berseragam putih abu di salah satu SMA negeri di kota Banjar, hari ini adalah hari pertamaku masuk kembali setelah liburan akhir sekolah berakhir.
“hey fey. Lu lagi ngapain bengong disono… turun Lu!!” panggil dina ketika melihatku, cewek cantik berkacamata idola para kakak kelas itu adalah sahabat terbaiku. “turun Lu fey, ngapain Lu di atas atap gitu, inget kodrat Lu sebagai cewek!” teriaknya lagi. “sialan Lu… hehe… ngatain gua dinoong” jawabku sambil beranjak turun dari atap gudang.

Dari kelas satu hingga kini aku telah duduk di kelas 2 SMA yang aku rasain sekolah itu ya gitu-gitu aja gak ada yang seru sama sekali kecuali matematika, dan sejak saat itu ketika aku merasa seolah-olah ada sesuatu yang menggangguku dalam wujud yang bernama zay. zay adalah kakak tingkatku semua anak perempuan dari mulai ade kelas sekalipun mengagumi dia, sosok yang dianugrahi paras seperti raffi ahmad itu benar-benar idaman wanita banget.

Suatu hari, aku dan temanku mengejeknya habis-habisan dalam nuansa upacara, jarak kita hanya sekitar 3 meteran dan di samping ka zay ada teman kami yang bernama laela, begitu mati-matiannya laela suka ke kak zay. “iiiich kakak, kak zay cakeeep bener, coba kalau laela jadi pacar kak zay, pasti kak zay gak akan nyesel kak!!” cakapku ke dina “oowh… tidak, kamu kakak anggap adek kakak laela” balas dina, kita sudah kaya orang gila yang tertawa-tawa mendubbing sikap kak zay dan melihat raut muka laela yang ngarep banget.

Siang itu tiba-tiba “siang kak” aku tersenyum ketika sosok imitasi raffi ahmad itu lewat di depanku ketika dia mau turun dari angkot yang kebetulan sama dengan angkot yang aku tumpangi hari itu, sejak saat itu kak zay yang tiba-tiba datang ke kelas atau sengaja menemuiku dan hanya bilang “Cuma pengen liat fey aja” dan itu rasanya gondoooook. Setiap hari telepon rumah berdering di setiap pagi hari dan ketika adzan magrib hanya ingin membangunkanku dan menyuruhku shalat, mungkin anak-anak alay disana mengira itu romantis banget tapi buatku itu adalah hal yang membuat taring dan tanduk di kepalaku mulai tumbuh.

Seiring berjalannya waktu dengan semua kelakuan anehnya hingga aku tau sebenarnya dia adalah anak dari teman ayahku. “nong tau gak Lu, kemarin kak zay ke rumah fey, dia tiba-tiba jemput gua ke rumah dan katanya mau nganterin gua ke asrama padahal gua dibawa ke rumah temennya dulu hanya buat mancing ikan! Hufft…” keluhku pada dina ketika setibanya di kelas kutemukan sosok dina yang sedang asik pake kutek kutek kesayangannya, “waaah asiiik… ciee ngedate” ledek dina. “dia itu satu-satunya cowok gila yang bisa tiba-tiba datang ke rumah gua terus minta izin ke ortu gua untuk anterin ke asrama dan ternyata dia culik gua nong saraaaaf banget!! Dia gak tau ayah gua galaknya kaya apaan…” jawabku sewot, lagi-lagi dina malah ngeledek “kereeeen tuch cowok!! Cieee bisa naklukin ci om bruno” “au ach… curhat ma Lu malah bikin jengkel, mending gua nongkrong dulu” dina ku biarkan asik dengan kutek-kuteknya dan ku pergi ke tempat biasa, apalagi kalau bukan atap gudang sekolah.

Lama kelamaan rasa yang tak pernah aku inginkan itu muncul begitu nyata, disana ku merasa aku sayang dia aku rindu ketika satu hari teleponku tak berbunyi disaat pagi datang, aku rindu ketika suara teleponku mengingatkanku untuk shalat magrib, aku rindu semua keisengan yang dia lakukan dan mungkin saat itu aku tersadar bahwa kini AKU MENCINTAINYA, aku CINTA dia Fajar Rialdi atau yang sering mereka sebut kak zay, aku rindu sosok itu.

Hari ini, adalah hari perpisahan kelas 3 dimana kini aku yang sedang merasakan cinta yang hebat untuk pertama kalinya tiba-tiba harus terpisah dengan dia cowok iseng gila yang buatku merasa amat rindu, hari ini aku sakit dan hari ini ada kekuatan tersendiri yang buatku datang ke sekolah dengan satu harapan aku bisa melihatnya walaupun setelah ini mungkin aku tidak akan melihatnya lagi lewat di depan kelasku dengan gaya tengilnya, membiarkannya berbuat hal-hal iseng padaku. “sabar fey..” tiba-tiba dina mengusap pundaku dan duduk di sampingku “dia gak dateng din, dia sedang urus semua persyaratan untuk masuk kampus ternama di Bandung din…” saat itu aku pikir aku sedang kehilangan separuh tenagaku, karena yang aku ingat tiba-tiba dina sudah temaniku di kamar asramaku.

Berhari hari, berbulan bulan tidak ada kabar sedikitpun dari kak zay kami seolah-olah hidup di zaman purba yang tidak mengenal hp, fb ataupun media sosial lainnya. Sejak saat itu rasa kecewa yang amat dalam membuatku benar-benar jadi perempuan jahat yang melampiaskan semua kemarahan dan kekecewaan pada semua cowok, aku merasa aku dipermainkan dengan harapan kosong ini maka mereka para cowok bisa aku permainkan juga dengan kata-kata manis dan harapan-harapan kosong dan saat ini aku sudah mengecewakan mungkin sekitar 25 orang cowok yang namanya aku urutkan sesuai alfabet mulai dari Aho, Beni, Candra, Doni, Eri, Fery, Gian, Heri, Iman, Jajay, Kena, Lion, Maylon, Ngadinem, Obeh hingga cowok terakhir yang mendekatiku adalah Zero, zero adalah cowok berbadan besar dia teman seangkatatanku, setiap hari kerjaannya hanya memberiku jajanan dari mulai cemilan-cemilan, bakso hingga dia bawakan aku kotak nasi berwarna merah muda yang di dalamnya berisi mie goreng dengan berbagai hiasan yang dia buat sendiri untuku. Mungkin dari semua alfabet, hanya satu huruf yaitu cowok dengan inisial X yang belum ku temukan untuk kusakiti dengan harapan kosongku. Mungkin ini gila, mungkin ini konyol dan mereka tau hal ini, mereka yang aku dekati ataupun mendekatiku mereka sadar bahwa aku adalah aku, aku yang terbalut dendam dan aku yang hanya ingin dekat dan akan meninggalkan mereka tanpa status apapun, hanya sebatas fun untuk memberi sebuah kata-kata manis pada semua cowok dan ketika mereka mulai mencintaiku disana saatnya ku pergi dan katakan “byee… byeee… makan tuch cinta!!”.

Setahun berlalu, “fey… Lu gak cape ngelakuin hal ini? mau sampe kapan Lu dendam seperti ini? mungkin kak zay tidak bermaksud memberimu harapan palsu fey, jadi udah hentikan semua permainanmu ini… gua sayang Lu, Lu temen terbaik gua sampai kapanpun gua gak mau Lu gini fey” tiba-tiba dina memeluku hingga ku tak mampu lagi menahan air mata yang kini sudah benar-benar membasahi pipi kami “kemarin kak zay tiba-tiba ada miscall dan ketika gua sms dia bilang dia Cuma kangen gua din” kami berpelukan kembali dan inilah yang namanya tangisan episode ke 2.

sms Fey: Selamat pagi kak… apa kabar?
sms Fey: Selamat siang kak… sudah makan siang? Jangan lupa 5 waktunya kak..
sms Fey: Selamat malam kak, fey rindu miscall di pagi hari bangunin fey untuk shalat kak. Rindu ibu fey ngomel gara-gara di saat adzan magrib tiba, hp fey bunyi terus, fey rindu itu kak…

Mungkin selama hampir beberapa bulan aku kirim sms itu setiap hari, mungkin itu yang anak-anak muda sekarang sebut galau. Jika mereka bilang ini zaman emansipasi wanita dimana cewek bisa ngungkapin perasaan duluan ke cowok mungkin itu tidak berlaku buatku walaupun rasa ini benar-benar kaya mau keluar, meledak ngedobrak hatiku tapi sekadar bilang sayang aja gak bisa, mungkin karena aku terlahir di zaman purba jadi kata-kata seperti itu sesuatu banget.
“fey… ini ada undangan dari anak temen ayah… anak pak Tisna nikah besok” ayah memberiku sebuah undangan yang tak asing untuku wajah yang ada di sampulnya itu, sesosok yang selama 7 tahun ini menganggu pikiranku, sosok yang buatku gila, sosok yang aku amat rindu, dan sosok itu adalah sosok yang besok akan aku lihat bersanding dengan seorang wanita dengan menggunakan gaun dan jilbab di sebuah pelaminan, mungkin kata ini terdengar lebih berat kusuarakan dan aku ulangi beberapa kali “PELAMINAN”.

sms Fey: Kak… hari ini fey dapat undangan dari ayah, disana ada nama kakak, congrat yach kak besok nikah, fey doain kakak jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah.
sms Zay: Fey.. makasih doanya, ini saya calon intrinya mas fajar… saya tau kamu dari cerita mas fajar, mas fajar anggap kamu udah kaya adenya dulu, sms kamu juga sering saya baca.
sms Zay: Mas fajar pesen dulu kalian adalah teman dan bukan siapa-siapa, jadi tidak ada yang ditinggalkan ataupun meninggalkan, mas fajar gak balas sms kamu karena dia hargai saya fey, banyak hal yang kamu korbankan hanya demi menunggu hal tak pasti…
sms Zay: Esok hari kita akan menikah, esok hari dia menjadi milik saya seutuhnya… dan mulai esok hari lupakan rasa cinta itu fey, jalani hidup kita masing-masing.
sms Fey: Iya kak.. maaf fey lancang masih berani menyimpan rasa ini buat kak fajar, tapi mulai esok fey akan mulai hilangkan rasa ini kak, tapi fey mohon fey ingin tetap berhubungan dengan kakak dan kak fajar, fey ingin membiasakan komunikasi dengan kalian supaya semuanya biasa kembali kak.
sms Zay: Fey, ini fajar… kita seneng kamu sudah mulai dewasa, kakak dapat kabar dari teman-temanmu, mulai sekarang hentikan permainan cintamu itu fey! ALFABET CINTA mu itu akan menyiksamu sendiri, fey… kamu ade kakak tidak ada yang ditinggalkan dan tidak ada yang meninggalkan, jadi mulai sekarang belajar mencintai orang dengan tulus dan biarkan mereka tulus mencintaimu fey. FERIREY RIALDI NUGRY itu perempuan baik yang kuat, fey pasti bisa!! Besok jangan lupa datang oke?
sms Fey: Oke

Malam itu adalah malam dimana rasa sakit itu terasa amat menyesakan dada, namun ada beban yang tiba-tiba menjadi ringan. Kini hal yang aku pikir akan berat aku hadapi adalah hari esok, ketika aku melihat seorang pangeran dan putri cantik berdiri di pelaminan dengan cincin melingkar di jari mereka sedangkan aku masih disini sendiri berusaha bangkit dari rasa yang aku jaga selama 7 tahun, mungkin kalau berwujud manusia sudah waktunya masuk SD tuh rasa cinta.

“ternyata kamu cantik, kamu ayu…” pujiku kepada wanita di cermin “kamu pintar, kamu mapan, banyak keberuntungan yang kamu punya, coba kurangnya kamu apaan? Tapi… Satu sih kurang kamu… kurang beruntung mulu kalau masalah cinta haha…” tiba-tiba aku merasa geli dan tertawa sendiri. Bayangkan saja aku menggunakan long dress merah, berkerudung dengan pernak perniknya yang berbentuk bunga, dan menggunakan high hells dan dipoles dengan pensil-pensil warna warni di pipi mata bibir tipis dilapisi lipstik berwarna peach. “Lu cewek banget hari ini non! Nah gitu donk kan ayu kelihatannya.. ya walaupun gua malah aneh ngeliat lu gini heheee…” ejekan cewek berkacamata itu terdengar jelas di pintu kamarku.

Sesampainya di acara resepsi “hey kak… selamat yah…” tanganku kini menggenggam tangannya kembali, “hey fey… hari ini kamu terlihat cantik dan anggun dengan kerudung ini…” kak zay mengusap kepalaku seperti yang dulu biasa dia lakukan ketika aku masih SMA “jika dulu kamu seperti ini dalam kesederhanaanmu enggan ku melangkah tinggalkan mutiara” tambahnya, aku hanya mampu mengerungkan dahi dan selanjutnya tersenyum karena mempelai perempuan mulai memperhatikanku “hey kak… aku fey kak! Ini dina temanku” ku peluk sang istri kak zay dan dia berbisik “kamu cantik fey” sempat terlintas dalam pikiranku cantik ini tak mampu membuatku bersatu dengan kak zay, mungkin cinta ini hanya mampu menyimpan dan melihatmu bahagia walaupun bahagiamu kini bukan karenaku.

Tiba-tiba badan ini terasa hangat, ada sosok yang memeluku dengan erat dan sepertinya aku mengenal badan yang memiliki bau wangi yang khas ini “kak zay…” ucapku lirih “iya fey… untuk beberapa menit ini diamlah dan biarkan aku memelukmu sejenak” kami terdiam untuk beberapa saat dalam pelukan hingga terdengar suaranya “fey… maafin kak zay, kakak jahat menyakitimu.. kakak membiarkanmu terus merasakan rasa itu tanpa kepastian, kakak tidak bermaksud untuk menyakitimu seperti ini, tapi rasa itu ada dan masih tetap ada dalam rasa yang khas untukmu fey, rasa cinta dan sayang tulus untukmu fey… tetaplah berkerudung seperti ini fey, kamu nampak seperti mutiara. Sekarang kakak sudah jadi suami orang dan mungkin ini adalah pelukan pertama dan terakhir untuk kita fey, karena bagaimanapun kakak punya istri yang harus kakak jaga dan kasihi… maafin kak zay fey” kali ini aku merasa dia mengecup keningku, sebuah kecupan yang membuatku melayang sesaat dan itu benar-benar buatku merasa jadi wanita yang dikasihi. “kak…” dia tidak membiarkanku berbicara, dia peluk aku kembali bahkan lebih erat dan seperti biasa dia membelai kepalaku dan meninggalkanku yang masih terdian di depan pintu bertuliskan “toilet wanita”.

Cerpen Karangan: Laras
Facebook: Ayaz Ajah

Cerpen Alfabet Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sulit Mengungkapkan Rasa Ini

Oleh:
Sasha melamun di sepanjang perjalanan liburan sekolah. Ravi, seorang pria tampan dan tinggi yang benar benar dicintainya sejak awal pertemuan mereka sampai saat ini. Ravi dan sasha adalah seorang

Kisah Cintaku

Oleh:
Dulu, kami sering menatap satu sama lain, senyum. Tapi, sekarang dia berubah, semenjak cinta pertamanya suka sama dia, sebut aja Disa. Ya, Disa menghancurkan hidupku, Cowok itu (Daffa) sudah

Perpisahan yang Membuatku Trauma

Oleh:
Sewaktu itu pertemuan yang sangat singkat, Tepat pertama di dalam percakapan handphone aku dan si pacar heru akbar saling berkomunikasi, tidak ada yang tau kalau nantinya akan menjadi keributan.

Tersenyumlah

Oleh:
Ana tidak dapat berbuat apa-apa selain hanya berserah diri pada yang kuasa dan menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Seperti layaknya istri pada umumnya, setiap pagi ia menyiapkan keperluan suaminya.

Indah Pada Waktunya

Oleh:
Pertemuan dengan seorang cowok di ruangan exkul itu memberikan kesan yang sangat mendalam di hati vivi. Seorang gadis berusia 15 tahun, entah mengapa ada getaran yang begitu hebat dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *