Apa Yang Kau Lakukan?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 4 October 2016

Kamu terdiam dengan seribu bahasa, senyum itu tak sama. Katakan apa yang aku salah mengarti? Katakan apa yang perlu kutahu? Tak sepenuhnya aku mengerti. Tak dapat aku terawang dengan memandang bola matamu. Angin mendesir meneriakkan keraguanku tentang pengetahuanku padamu. Kau bagai siluet yang tak dapat kuterka.

Kau yang ingin aku pegang, terlihat jauh walau kau di depanku. Kamu yang tak dapat aku panggil namamu padahal kamu berada di dekatku. Kamu yang membawa berbagai rasa bagai kembang api dalam hidupku yang seperti langit malam tanpa bulan dan bintang.

Setiap letupannya memiliki rasa tersendiri. Rasa yang berbeda dari sebelumnya, rasa senang dan sedih yang tercipta karena kau di dekatku.
Tapi ada rasa sepi terkadang hadir di antara senyum ramahmu. Aku ingin tahu apa itu? Rasa apa yang kamu sembunyikan dariku? Suaramu yang terdengar datar menyimpan kesepian yang tak tahu mengapa.

Malam itu.. Kamu sangat sulit aku tebak. Semua sikap ketenangan dan tatapan itu aku tak tahu apa maksud semua. Yang aku tahu mulai dari malam itu aku ingin lebih mengenal dirimu.
Aku mencoba menyapa seolah semua yang lalu hanya bagian dari sejarah yang tak perlu aku ingat, tapi beribu maaf karena aku tak dapat secepat itu menghilangkan rasa yang sudah ada untukmu. Akan aku coba menganggapmu sebagai seorang teman, Pio.

Nita bersikap seperti biasa. ia merasa senang bisa berpegang tangan dengan kak Iko. Entah ini sebuah kesepakatan yang tak pernah terungkap, kami bertiga tidak lagi membahas soal malam kembang api itu. Rahasia dibalik cerita mereka yang tak kutahu terkubur dalam diam.

Kami berjalan berdampingan dalam segala situasi. Entah mengapa Pio semakin berada di sampingku. Gosip yang dulu teredam kembali mencuat. Tak kupungkiri seperti lalu, aku membalasnya dengan senyuman. Seperti yang dilakukan Pio, membiarkan gosip itu berteriak. Ia tetap tersenyum dan tak sungkan bicara denganku. Mendekat dan berjalan berdampingan dan ejekan menjadi nyanyian yang membuatnya tertawa. Apa yang salah dengannya? Aku merasa kau berbeda Pio.

Pio apa yang kau coba lakukan? katakan padaku! Agar aku tidak lagi berbuat kesalahan, dan biarkan aku berjalan berdampingan bersamamu. Aku berteriak dalam diam sambil menatap punggung Pio yang berada di depanku.
“apa yang kau lakukan?” tulisan di kertas yang sengaja Pio tempelkan pada punggungnya sendiri membuatku terkejut seolah ia tahu apa yang sedang kulakukan. muncul pertanyaan dalam diriku melihatnya tersenyum pada saat itu. “apa maumu?” pertanyaanku padamu yang seolah berubah.
Sifatmu yang seolah menarik rasa cintaku. Menariknya ke luar setelah ku coba pendam. Rasanya tak adil untukku seolah aku dipermainkan, seperti sebuah layang-layang yang ditarik ulur olehmu. Tak ku mengerti kapan akan kau tinggalkan, atau kapan aku merasa tak tahan.
Aku masih menikmatinya, kenyamanan yang kau berikan itu seolah akan ada kerugian. Apa yang harus kulakukan? aku suka kau sekarang.

Kini aku menetap jendela melihat siluet diri. Apa yang sebenarnya aku inginkan tak terjawab. Permainanmu itu, apa baik untukku Pio? Aku bertanya dan mencoba mengais dari setiap tawa yang abtrak menggambarkan kenyataan yang kamu tampilkan.
Hay Pio.. aku harus bagaimana menghadapimu yang sekarang? Mengikuti permainanmu atau.. aku tak tahu.. karena kau masih jadi pusat duniaku.
Pio membuatku sangat nyaman, walau bisikan para burung berkicau mengatakan kami pacaran. Tapi mungkin itu yang aku harapkan. Aku harap aku bisa lebih dari sekedar teman untukmu Pio.
Sekedar teman yang hanya mendengar senangmu. Teman yang hanya dengar kebaikanmu, yang hanya ada ketika kamu suka.
Ketika kamu berkata akan mengatakan siapa yang kamu cintai, sontak saja aku menghapus namaku dari daftar list yang ada. Aku tak ingin terlihat terlalu jelas, tapi aku harap kamu peka kalau aku mencintaimu Pio.

Siang bolong berada di taman lantai 6 bukan waktu yang pas untuk mendengarkan curhatan Pio. Tapi apa mau dikata, kami malas turun mencari tempat sepi dan nyaman untuk ngobrol.

“hey.. pernah jatuh cinta?” pertanyaan yang mengejutkan untuk mengawali percakapan dan lebih mengejutkan karena keluar dari mulut Pio. Aku mengangguk dan mengikuti alur pembicaraan Pio, lambat laun setelah ia mendengar kisah cintaku, Pio bercerita tentang dirinya. Tentang dirinya yang mulai mencintai seseorang.
Aku menerawang jauh ke belakang, mencoba menerka siapa orang yang membuat Pio jatuh cinta. Mencoba mencari jawaban dari celah kebersamaan. Entah mengapa nama seseorang terpintas di pikiranku. Nita. Nama itu terlintas begitu saja ketika mengingat cewek yang selalu di samping Pio. Mencoba menyelami dibalik sorotan mata Pio yang bahagia, nama itu gencar di pikiranku. Tapi entah mengapa hati ini menolak untuk percaya.

“siapa yang kamu suka?” mulut ini memberanikan diri untuk bertanya. Sipu malu Pio memalingkan wajahnya menatap jauh ke depan. Membuatku semakin takut, karena keyakinan kalau bukan aku semakin besar. Sedikit menggoda untuk mengulur waktu membuatku semakin merasa tak nyaman, logika ini tetap memilih Nita. Tapi hati menolak keras.
Pio.. bisakah kau ungkapkan sekarang? Siapa wanita di hatimu? Aku kah? Nita kah? Semakin lama kamu diam aku bisa gila? Tapi jika benar Nita aku harus bagaimana? Kalau dia orangnya aku siapa?

Cerpen Karangan: Nura Ardhanariswari
Facebook: Cahaya Kecil

Cerpen Apa Yang Kau Lakukan? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jodoh Pasti Bertemu

Oleh:
Hari Senin, hari yang sangat melelahkan itu karena aku mengawali hariku dengan upacara yang sangat membosankan ditambah aku anggota OSIS, hari itu sebenarnya bukan tugasku menjadi petugas, tapi Mika

Menunggu Mu

Oleh:
Saat ini tepat sabtu malam yang ke-96, seharusnya kau sudah tiba dengan membawa kue bertulisakan, “happy 2nd anniversary..” Dan kita nyalakan lilin-lilin kecil itu, kemudian kita tiup dengan napas

Senyum Dari Mantan

Oleh:
Aku melangkah melewati koridor sekolah. Sungguh sangat malas rasanya. Nah loe tau gue dari mana? Gue dari jogja pagi-pagi banget. Gila dinginnya minta ampun, untung aja gak minta duit

Mimpi Semata (Part 1)

Oleh:
Mimpi? Terkadang mimpi hanyalah sebuah angan semata. Mimpi adalah buah tidur yang tidak akan pernah menjadi kenyataan. Itulah yang kualami di dalam kehidupanku. Sebuah mimpi untuk memilikinya yang tidak

Secret Admirer

Oleh:
Aku selalu memperhatikanmu dari jauh, kepo tentang dirimu. Sangat ingin tau kau sedang apa, apakah kau baik-baik saja? Aku tak bisa menggapaimu, kau terlalu jauh untuk ku raih. Ingin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *