Apa Yang Sebenarnya Ku Cari

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 20 October 2015

Rasa-rasanya aku sudah terlalu cape dengan semua ini, dengan perasaan ini. Apa yang ku cari selama ini, aku pun tak tahu. Sejak waktu itu dia menghilang. Entah karena tanggung jawabnya atau sekedar menjauhi aku. Yang pasti sampai saat ini aku masih memikirkannya, seseorang yang pernah ada dan mungkin tak akan hilang begitu saja dalam hatiku. Untuk wanita seumuran aku, yang bukan lagi usianya hanya dibuat main-main pacaran, aku butuh seorang pendamping. Tapi Tuhan, aku belum bisa move on darinya.

Secangkir cappucino hangat menemaniku menulis yang sore itu lagi hujan deras. Tiba-tiba, kriing!! nada telepon blackberry-ku berbunyi.
“halloo Nisa, apa kabar?” Tanya suara yang agak asing itu.
“Baik, ini siapa?” Jawabku heran.
“Ini Ardi” jawabnya. Aku menghela napas sambil mengingat.
“oh, iya aku ingat. Apa kabar juga?” Tanyaku balik.
Blaa.. Blaa.. Blaa banyak sekali yang kita bicarakan waktu itu di telepon, mulai hujan deras sampai air yang jatuh dari langit terhenti. Dan pada akhirnya, ardi ngajak aku jalan. Oh god, semoga dia bisa nyambung sama aku. Ardi itu relasi aku waktu dulu masih bekerja di perusahaan periklanan, gak pernah deket dan belum pernah jalan. Entah ada angin apa dia tiba-tiba seperti itu.

Tiga hari kemudian. Mobil bmw seri 5 terparkir depan rumahku. Blackberry-ku berdering.
“aku sudah di depan rumahmu” isi singkat bbm-nya. Aku keluar rumah, dan seorang lelaki turun dari mobil membukakan pintu mobil untukku. Tapi lelaki itu bukan Ardi, melainkan supirnya. “Ah, sombong sekali gak mau turun nemui aku” aku membatin. Aku berusaha mengabaikan pikiran itu.
“Hai Nisa, kamu semakin cantik ya” katanya sambil memandangku takjub.
“Makasih” jawabku singkat terbentuk simpul di bibirku.

Obrolan basa-basi kita mengiringi mobil yang melaju agak kencang sore itu. Sampai di mall kita makan, nonton. Gak banyak yang kita omongin waktu itu, tapi cukup buatku untuk menyimpulkan kepribadiannya. Setelah itu dia mengantarku pulang, sampai di rumah.
“aduhhh yang habis jalan nih. Gimana kesannya?” Suara Mamaku mengagetkanku.
“Ah biasa aja ma, gak terlalu berkesan. Gak cocok juga aku sama Ardi” jawabku.
Mamaku terdiam, aku tahu beliau pasti memikirkanku. Ya bagaimana tidak, dengan usiaku yang sudah segini setidaknya aku sudah ada pasangan hidup.

Seminggu kemudian. Aku lagi jalan-jalan di gramedia sama sahabatku. Aku bertemu dengan seseorang yang pernah ada di hatiku waktu aku masih kuliah. Namanya Azof, perawakannya yang tinggi, putih dan tampan membuat dia populer waktu kuliah dulu.
“Hi, Nisa kan?” Sapanya sedikit ragu. Aku terdiam, sambil menatapnya. Menatap mata seorang yang pernah berarti buatku dan tatapan itu masih sama.
“Azof!” Jawabku kaget.
“Aku mencoba menghubungimu lagi akhir-akhir ini, tapi aku tidak menemukan kontakmu sama sekali. Kamu pindah di mana sekarang?” Katanya.
Aku mengambil selembar kertas, menuliskan alamat dan nomor hp-ku. “Ini alamat dan nomorku. Maaf aku harus pergi karena aku lagi ada urusan” aku meninggalkannya di gramedia, dan belum sempat ngobrol banyak.

Malam hari, seperti biasa aku lagi di depan laptop dan menuangkan ideku.
“Ting! tung” smartphone-ku berdering.
“Nisa, belum sempat kita bercerita banyak tapi kamu sudah meninggalkanku untuk kedua kalinya” bunyi whatsapp dari Azof.
“Hai Azof, maaf bukannya aku gak mau ngobrol sama kamu, tapi aku sangat terburu-buru tadi” bunyi balasan dariku.
“Bisa gak kita ketemu lagi, mungkin banyak yang bisa dikenang. Hehe” balas Azof.
“Boleh juga, besok ya kamu jemput aku jam 3 sore di rumah” balasku.
“Oke!” Balas Azof singkat.

Keesokan harinya. Grengg… Suara motor gede berhenti depan rumah. Aku ke luar rumah dan menyapanya.
“Haii, ke mana kita hari ini?” Tanyaku riang sambil menepuk punggungnya.
“Sudah ayo naik, kita bernostalgia memutari jalanan ibu kota” jawabnya sambil tertawa.

Detik demi detik yang ku lewati dengannya saat itu mampu mengembalikkan memoriku saat masih bersamanya. Kata demi kata terangkai menyatu dengan suasana saat itu. Tiga hari berturut-turut aku melewati hari-hariku dengan Azof. Sampai tiba saatnya aku ajak dia untuk dekat dengan keluarga, tapi jawabannya tidak sesuai dengan keinginanku. Ya, lagi, dan lagi aku bertemu dengan pria yang belum bisa serius.

Dan, lagi-lagi aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan kejam setiap kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, itu berarti aku harus menikam hatiku detik demi detik. Karena sampai saat ini aku masih merindukanmu Rangga.

Cerpen Karangan: Tika
Blog: Tika99.blogspot.com

Cerpen Apa Yang Sebenarnya Ku Cari merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Izinkan Aku Mencintainya (Part 3)

Oleh:
Seperti biasa, ku ceritakan semuanya pada Arin. Nampaknya ia sangat kesal dan cemburu. Tapi ia menyembunyikannya dariku. “Iya, tadi anak-anak di sekolah heboh, bicarain Vindra yang pindah sekolah.” Jawab

Ketika Pilihanku Tak Menjadi Jalanku

Oleh:
Ketika pagi menyambut mimpi-mimpi dalam tidurku entah apa yang terjadi, aku ingin selalu hidup dalam mimpi, menikmati setiap-setiap keinginanku yang tak bisa ku gapai dalam kenyataanku. “Doni bangun,” itulah

Aku Membutuhkan Sayapku

Oleh:
Selepas shalat shubuh, kubangunkan kedua anakku. Mendekati dan mencium keningnya adalah cara terbaik seorang ibu membangunkan anaknya. “Kak, bangun kak, anak sholihahnya mama..” bisikku lembut tepat di telinganya. “Mama

Dinda

Oleh:
Aku rindu hal yang bodoh itu, saat aku tak ingin pulang padahal sudah tengah malam. Hanya untuk mendapat kata “iya” dari maaf karena kesalahanku. Aku ingin sekali mengulanginya, sungguh.

Cintaku Semanis Gulali

Oleh:
Aku berjalan keluar dari kelas bersama Bella. Menuruni tangga lalu berjalan lagi melewati taman sekolah sampai akhirnya keluar dari sekolah. Bukan hari yang buruk tapi hari yang cukup menegangkan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *