Bahagialah Untukku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 9 June 2015

Aku seorang pengawai negeri yang bertugas jauh di pedalaman papua, saat ini aku sedang menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dengan seorang cowok yang berada di kota pare pare, salah satu kota di propinsi sulawesi selatan, saat aku meulis tulisan ini hubungan kami baru berjalan menuju bulan yang ketiga hubungan yang memang masih terhitung sangat baru tapi aku menjalaninya dengan serius.

Aku tidak pernah menjalani LDR sebelumnya, ini merupakan pengalaman pertamaku, Kenapa mau LDR? simple saja, karena awalnya aku menyepelekan mereka mereka yang menjalani LDR, dulu aku melihat teman yang menjalani LDR pasti bawaannya Lebay. Sikap lebay yang sering ku temui sangat sering ku dapati sangat beragam, mulai dari mendengar dari pelaku LDR itu langsung maupun membacanya di socmed seperti facebook, tweeter, path yang lebaynya minta ampun dari para distancer.

Diawal aku berpikir LDR itu mudah dan tidak rumit yang penting saling percaya dengan sombongnya kukatakan mungkin aku bisa juga menjalani LDR tanpa pake acara lebay lebay gitu dan akhirnya aku pun menjalani LDR dan inilah kisah ku semoga bisa bermanfaat buat distancer dimana saja berada.

Empat hari sudah kami jarang berkomunikasi dan saling memberi kabar, hal ini sudah jarang kami lakukan setelah aku kembali ke tempat tugas ku di kampung werur pedalaman papua, walaupun aku beraada di makassar dan dia di kota pare pare meskipun jaraknya memakan empat jam dari kota makassar tapi masih terasa dekat dikarenakan komunikasi kami lancar lancar saja baik itu via telepon, bbm, wechat dan facebook. Sekarang sudah sangat susah jangankan telpon sms pun tidak bisa lagi karena penjual pulsa jarang dan jaringan telepon pun menyala tak mempunyai jadwal yang tepat. Sakit rasanya hati ini menahan rindu.

Sewaktu masih di makassar hubungan kami diuji dengan masalah yang sangat pelik, masalah yang membuat ku beberapa kali meminta pisah dengan nya tapi karena keteguhannya mempertahankan kata pisah dari ku pun diabaikannya sampai kejenuhan dengan desakan ku tuk pisah akhirnya disetujui dan ternyata disitulah permasalahan awalnya, ternyata aku tidak bisa melupakan dan tidak bisa berpisah dengannya aku terlampau menyayanginya, walaupun banyak hal yang sebenarnya bisa kujadikan alasan tuk tidak bisa kembali menjalin hubungan dengannya, yang pertama dia pernah mengaku padaku kalau dia telah berbaikan dan dekat kembali dengan mantannya dimana dia mengaku kalau selama dia dekat dengan ku dia masih berstatus pacaran dengan mantannya, bagai petir menyambar sekujur tubuh ku gemetar dan air mataku bak bendungan jebol, padahal saat itu aku berada di trans mall makassar lagi menenangkan diri dari masalah ini, dan tiba tiba dia menjawab bbm ku seperti itu.

Malamnya aku telepon dan menngkonfirmasi keputusannya dia sangat marah dan kecewa padaku dia memaki dan menghujatku bagai pencundang dan kata kata yang tak bisa ku terima kami resmi bubaran saat itu, tapi rasanya berat menghadapinya tiap hari ku telpon berharap dia seperti dulu lagi yang tidak tega membuat ku marah dan sakit hati dengan sikap yang tidak biasa nya dia beri kepada ku, tapi ternyata dia sangat keras dengan kuputusannya, entah apa yang ada dalam benaknya dimana sikapnya yang selalu mempertahankan hubungan ini saat saya selalu meminta putus denganya. Aku menganggap ini adalah hukuman buat ku yang selalu menganggap enteng kata putus yang begitu pantang diucapkan bagi sebuah hubungan. Aku mencoba menerimanya tapi ternyata berat.

Babak baru telah terjadi akhirnya keadaan menjadi terbalik saat dia sudah yakin tuk bubaran dan begitu sakit serta kecewa dengan sikap ku akhirnya dia begitu keras menentang sikapku yang kelihatan lemah dan merengek sejadi jadinya tuk balik kembali tuk jadi pacarnya, aku menagis sejadi jadinya aku mengingatnya, saat saat kami mengahabiskan malam dengan telpon telpoan sampai tak menegnal waktu, dia selalu menanya kabar ku, sampai waktu menelponnya aku tak mau digannggu oleh kegiatan apa pun itu, kami saling mengingatkan dalam beribadah sesuai dengan komitmen saat kami jadian, dalam kurun sebulan kami baru dua kali bertemu. Aku sangat suka dengan kepolosan, kesederhanaannya, kejujurannya, serta rasa memiliki, sayang dan perhatiannya, hal inilah yang buat ku kuat menjalani jenis pacaran yang sebenarnya, sangat ku hindari yang itu long disntance relastionsip LDR dan ini kali pertama yang ku tanyakan tentang kesiapannya saat pertama kali ia menyatakan keseriusannya ingin pacaran dengan ku. Aku berfikir LDR-an ala straight aja sudah berat, apalagi yang sama-sama PLU. Oh my God? tapi bener juga sih, tergantung bagaimana menyikapinya saja.

Karena ada beberapa sahabat sahabat ku semuanya gagal dengan hubungannya jarak jauhnya, tapi dia menyakikan ku kalau dia siap menjalaninya dan aku pun mengiyakan, akhirnnya tepat tanggal 05 january 2014 kami pun jadian. Walapun usianya terpaut jauh 13 tahun dibawahku tapi dengan sikap dewasanya membuat ku menepis semua itu dan dia bisa membuatku nyaman menjalaninya.

Tepat tgl 05 februari, iseng aku sms sekedar mengingatkan kalau hubungan kita sudah tepat satu bulan, tapi sayangnya kamu sudah tidak lagi sayang padaku, aku sedih tidak bisa menjalaninya dengan mu aku sedih tidak bisa lagi menelpon mu malam malam, tidak bisa lagi kita menangis bersama, tidak bisa lagi melhat mu sukses yang kita cita citakan bersama, padahal besar harapan ku bisa lalui itu semua bersama mu seperti janji kita bersama diawal kita memulai hubungan ini, akhirnya dia membalas wechat ku kalau dia masih menyangiku aku tersontak kanget dan bahagia akhirnya aku menelponnya menanyakan dengan serius menanyakan chatnya di we chat.

Kalau dia tidak bisa melupakan ku, sungguh berat rasanya tuk melupakan ku sama paerti yang kurasa saking dia sangat pintar menyimpan perasaannya, tapi dalam benakku kenapa dia menjadi tidak seekspresif kemarin, semua rasanya diutarakan kepada ku, tapi aaahhh biarlah yang terpenting bagiku dia sudah kembali, seorang yang sangat ku sayang telah kembali dalam hidupku.

Harapan ku berjalan seperti biasa, tapi dia ternyata masih teramat dingin, ada cerita baru kudengar darinya kalau dia selama ini telah dekat dengan OMnya yang notabene juga PLU, dan mereka saling tahu sejak kami marahan. omnya mengehui tentang dirinya dari wechatan ku di hapenya yang terbaca saat dia sedang mandi dan HP dibuka oleh omnya dan akhirnya omnya mengaku kalau dia juga sakit, cobaan baru datang pada hubungan kami.

Entah ini pantas atau tidak aku cemburu dengan sosok omnya yang katanya dia sangat perhatian yang berlebihan serta selalu menanyai kabarnya memealui wechatnya, bahkan omnya dengan simpatiknya dia meminjamkan motornya ke pacar ku, ini yang menambah keyakinan ku tuk cemburu berat, tapi dia selalu menenangkan ku dengan berkata tidak mungkin dia pacaran dengan sosok omnya, bahkan omnya selalu mengingatkannya tuk setia dengan ku, tapi saya kurang begitu yakin saya masih saja cemburu dengan sosok omnya yang misterius itu.

Setiap sholat ku selalu ku bermohon agar diteguhkannya hatinya untuk ku, aku memohon kepada sang Maha cinta untuk menjaganya untukku, setiap pesan singkatku pun ku tak lupa ku selipakan pesan kalau aku sangat sayang dan berharap banyak padanya dengan hubungan ini, aku selalu mengiriminya sms dan tak berharap tuk dibalasnya karena kabar terakahir darinya kalau dia telah sibuk dengan ujian komperensinya dan dia juga tak ada uang tuk beli pulsa seperti dia awal awal, aku berfikir uang jajannya disisipkan tuk beli bensin motor yang dipinjamkan omnya.

Kemarin baru saja aku menelponnya tapi tetap saja rasanya dia seperti dingin, kecewa rasanya tapi biarlah hanya doa kekuatan ku kali ini tuk mendapatkan dia yang sebelumnya, setiap sholat ku tak pernah absen meminta dikembalikannya perasaannya seperti diawal kita pacaran.

Aku berharap dia masih menyanyangiku… aku berharap dia masih bisa mempertahankan dan tidak melupakan janji nya tuk siap dan tulus dengan hubungan jarak jauh ini. LDR membuat aku lebih menghargai hubungan yang sebenarnya, LDR juga membuat aku tahu arti sabar dan rasanya kehilangan, kenapa? karena aku yakin setiap orang baru merasa pentingnya sesuatu, saat kita sudah kehilangan.

Namun semua hanya menguji seberapa kita mampu untuk bertahan, hal yang paling sakit itu bukan saat kita merasa sendiri, tapi saat kita dilupakan orang yang tak bisa kita lupakan, jangan memberi cinta pada orang yang tak bisa menerimanya, karena cinta seharusnya saling menjaga Agar tak saling terluka.

Satu hal yang masih ku percaya, bahwa Tuhan akan mempertemukan ku kembali dengannya, jika memang Tuhan telah mempersiapkan dirinya untuk menghiasi cerita dalam kehidupanku dan bila hal itu tidak terjadi, aku akan mencoba menerimanya dengan lapang dada, berbesar hati dan memompa semua kesabaran yang ada di dalam diriku. Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa ku petik dari rasa sakit ini. Aku berjanji akan menjadi seseorang yang tangguh dan kuat serta mampu berdiri tegak di atas kakiku sendiri dalam mencapai kebahagiaan dan tak lagi menggantungkan kebahagiaan ku pada seseorang. Aku berjanji akan melanjutkan hidup ku dengan baik lagi. Aku berjanji akan tetap tersenyum dan berusaha memberikan yang terbaik untuk orang orang yang menyayangi ku. Aku berjanji akan menyimpan semua kenangan yang kita punya jauh di dasar hatiku yang paling dalam. Aku berjanji akan belajar sekuat yang aku bisa untuk melupakannya, namun berjanjilah satu hal pada ku, jika ini memang pilihan mu, bahagialah selalu untukku, jadilah orang sukses seperti janji mu saat kamu menguatkan ku saat kita menangis bersama, jadilah kebanggan orangtua mu satu Hal yang paling penting pakailah seragam yang kamu cita cita kan dulu.

Terima kasih untuk semuanya, terimakasih karena kamu telah datang memberi warna dalam hidupku sampai saat ini rasaku tak pernah sedkitpun berkurang.
Andaikan itu Walau Cuma sesaat, I will always Love you and miss u. M. RITS.

Cerpen Karangan: Risman Taksa Bhdawa Weka
Facebook: www.facebook.com/CakRisman

Cerpen Bahagialah Untukku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tas Terakhir Untuk Risa (Part 1)

Oleh:
Berubah, setiap orang pasti bisa berubah, dan mungkin itu yang terjadi pada diriku. namaku Risa. kini aku bersekolah SMK PUTRA BANGSA Jakarta. tepatnya aku kelas 2 SMK. seperti biasanya

Setengah Hati Yang Lain

Oleh:
Assalamualaikum… Namaku Naura. Hari ini tepat sepekan aku melepas masa lajang. Ya, seminggu yang lalu aku menikah dengan seorang pria. Sebut saja dia Zain. Zain adalah salah seorang anggota

Berakhir Pada Rumput, Ilalang

Oleh:
Pohon-pohon rindang yang berdaun ikal dan pohon sakura yang indah tumbuh subur di kepala citra. Tanaman pemberontak seperti rumput juga ilalang bahkan tumbuh di tempat yang sama memenuhi lahan

Demi Cinta

Oleh:
“Biarlah masa lalu pergi seiring berjalannya waktu. Jika kamu masih menangisinya kamu tak akan pernah bisa berikan yang terbaik tuk dapat masa depan yang baik” Ucapnya menatap gadis cantik

Break

Oleh:
Tentang mencintai dengan tulus, bukan berati cinta yang lain meminta pamrih. Namun, ini cerderung kepada mengikhlaskan cinta yang tumbuh untuk kamu pangkas dan tanami lagi dengan cinta yang lain.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *