Bayangan Dalam Selimut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 21 June 2015

Malam ini aku tak melihat bulan dan bintang menghiasi langit malam mungkin karena tertutupi awan mendung, ku lihat dari jendela kamarku kegelapan membuatku sepi, dalam kedinginan malam yang menyelimuti tubuh ini, dengan selimut ini aku menutupi tubuhku yang kedinginan.

Dalam selimutku, memejamkan mata terlintas wajahmu yang ku cinta, dalam bayanganku aku ingin kau tahu betapa ku mencintaimu, mungkinkah itu, mungkinkah aku akan selalu bersamamu, aku tak bisa berpisah denganmu, bahkan untuk menghilangkan wajahmu dalam bayanganku pun aku tak sanggup apalagi untuk menjauh darimu.

Selalu kamu yang terlintas dalam bayanganku mungkin karena aku sangat mencintaimu, tapi masih ada sesuatu yang selalu mengganjal di hatiku dan membuatku bertanya-tanya dalam hatiku, “apakah kau masih memiliki perasaan yang sama denganku” dalam batinku.
Maafkan aku karena aku masih meragukan kesetiaanmu, karena aku tak ingin merasakan sakit itu karena aku terlalu mencintaimu, tapi bayangan dalam selimutku selalu mengatakan bahwa kau yang terbaik untuku.

Pagi itu di sekolah aku bertemu denganya, tapi entah apa yang terjadi dia menjauhiku, “dimas” sapaku, tapi dia tak menjawabnya entah apa yang terjadi padanya dia malah menjauhiku dan itu membuatku sangat sedih kenapa dia menjauiku

Beberapa hari kemudian 22 desember 2012 tepat pukul 17:00 saat itu aku sedang membayangkan betapa sedihnya aku jika dia pergi meninggalkanku. Tiba-tiba terdengar suara handphone ku berbunyi dan segera aku mengambil handphone dan aku lihat nama dia yang ada di layar handphoneku, betapa senangnya aku,
“hallo, nisa” sapanya padaku melalui telepon genggam yang ada di tanganku
“hallo, dimas” jawabku
“kamu ada waktu, kalau kamu bisa temui aku di taman sekarang” pintanya
“ya, aku akan segera kesana” dengan hati yang sangat senang aku segera menuju ke taman, tapi sesampainya di taman di situ terlihat sepi tanpa ada orang sama sekali, dengan sangat kecewa aku membalikkan badanku untuk melangkah pulang, tapi… disaat itu juga tiba tiba ada keramaian yang terdengar di belakangku, kembali aku membalikkan badanku, aku melihat sahabat-sahabatku dan dimas pun juga ada disitu, kini aku telah menemukan jawabannya kenapa dimas menjauhiku, dia hanya ingin memberi kejutan padaku 22 desember 2012, ternyata aku tak mengingat hari ulang tahunku sendiri karena hanya ada dia dalam fikiranku, dalam bayanganku dengan kue yang mereka berikan padaku itu telah membuatku bahagia.

Mereka adalah sahabat terbaikku yang ku sayangi, kekasih yang aku cintai tapi… itu hanya bayangan dalam selimut aku berharap semua itu menjadi kenyataan dan tak sebatas bayangan dalam selimut ku.

The end

Cerpen Karangan: Ida Afifa Haura
Facebook: Idaafifa.haura[-at-]facebook.com
Nama: Ida Afifa Haura
T.T.L: 22-Desember-1998
Facebook: Ida Afifa Haura
Twitter: @Ida_Afifa_Haura

Cerpen Bayangan Dalam Selimut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hitam

Oleh:
Hitam adalah salah satu warna yang memiliki filosofi tersendiri yang menurutku sangat unik, terkesan elegan dan tak berlebihan. Seperti sebuah tempat kosong yang gelap, yang masih menunggu seberkas sinar

Penyesalan Ku

Oleh:
Nama ku indah, aku sekarang duduk di kelas VIII l di smp negeri 01 kauman tulungagung. Aku pernah beberapa kali menjalin hubungan alias pacaran sama teman satu sekolah. Dan

Bunga Terakhir

Oleh:
Di sebuah toko bunga berjejer beribu-ribu pot bunga berbagai ukuran yang berisi tanaman bunga berwarna-warni dengan berbagai jenis. “serangga kamu lagi apa?”. tanya seorang gadis kepada seorang pria yang

Seorang Sepertimu

Oleh:
Aku berdiri di tengah hamparan rumput yang luas. Tempat ini sudah di sulap menjadi sebuah tempat resepsi pernikahan. Ku menatap pelaminan yang masih kosong tapi sudah di tata dengan

Kerudung Putih

Oleh:
Masa~masa sekolah memang sangat menyenangkan, banyak suka duka, yang pasti jadi banyak sahabat, siang itu aku duduk sendiri di bangku kesayangan, (gimana gak kesayangan orang setiap rahat, duduk di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *