Betapa Sakitnya Hati Ini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 31 July 2016

Awal melihatmu ada rasa tertarik di dalam hati. Aku mencoba mengumpulkan informasi-informasi tentangmu dari teman-temanmu. Awalnya, aku ingin cukup mengenalmu saja. Namun, kau yang memulai lebih dulu memulai percakapan hingga berujung pesakitan. Aku bertahan di atas pengkhianatan, sudah berbulan-bulan lamanya seperti ini. ‘Sakit’ itu yang aku rasakan, melihatmu berboncengan dengan perempuan yang menurutku itu kekasihmu, jika ia kekasihmu lalu aku ini siapa? Sakit bukan main hatiku ini.

Aku menunggu kabar darimu, sesekali ingat akan kenangan yang pernah kita bangun bersama. Aku tidak pernah tahu apa maksud dan tujuanmu saat itu hadir dalam setiap hariku dengan memberiku sejuta mimpi, namun jika tujuanmu untuk membuatku jatuh cinta, kamu telah berhasil, atau membuatku patah hati? Kamu juga berhasil, kamu berhasil melakukan dua hal itu di waktu yang bersamaan dengan sempurna. Kalau akhirnya berujung pesakitan seperti ini, aku lebih memilih untuk tidak mau mengenalmu tidak, dan tidak akan pernah.

Bayangmu terus singgah di hati ini. Ingat akan perkataan teman-temanku “Udahlah de, cowok kayak gitu enggak usah ditunggu. Percuma, dia udah milik orang lain, dia udah bahagia sama pacarnya de. Lupain” Kata-kata mereka seperti tamparan yang menyadarkanku. Namun, bagiku sangat sulit melupakanmu. Bukan aku tidak niat, akhir-akhir ini aku sengaja sibukkan waktuku dengan kegiatan berorganisasi. Tetap saja kamu tidak bisa tergantikan oleh orang lain, Jika aku dapat melampiaskan rasa sakit dan kekesalanku padamu setidaknya aku akan merasa lebih tenang. Tapi mengapa? Mengapa kau meninggalkanku tanpa berkata apapun? Namamu masih tetap ada di hati ini. Aku tidak mau berada di dalam fase seperti ini, perlahan-lahan menyayat perasaanku. Air mata tidaklah dapat kubendung, hujan; ya. Seperti hujan, yang terus berjatuhan rintiknya.

“De, dia udah bahagia sekarang sama ceweknya. Udah, gak usah sebut-sebut nama dia lagi. Ceweknya sayang sama dia, biarlah. Lu gak mau kan disebut sebagai perebut kebahagiaan orang? Ada masanya de, dia bakal ngerasain apa yang lu rasain. Biar waktu yang bakal ngebuktiin” Ujar imel, seolah memberi saran untukku.

Aku tidak mau berada di dalam zona ini, aku mau ke luar. Mau bebas untuk tidak ingat akan kamu. Sudah tujuh bulan aku seperti ini, aku tiada mengerti apa maksudmu. Datang-pergi, lalu kembali -kemudian pergi lagi meninggalkanku. Seolah kau hanya ingin bermain-main di hatiku saja. Apa salahku sehingga kau mempermainkanku? Coba sebutkan satu kesalahanku padamu!

Untukmu yang kumaksud, aku rindu padamu. Aku tidak tahu, sudah berapa banyak cerita yang kutulis. Tapi, ketahuilah, semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kamu merasakannya juga? Aku harap kamu merindukanku walau hanya lima menit. Setidaknya kamu mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis.

Kau menggantungkan hubungan ini, entah kamu masih mengingatnya atau tidak, yang jelas ini sangat menyakitkan. Kamu tertawa sedang aku menangis, kamu berbahagia dengan ‘perempuan itu’ sedang aku menderita menahan perih luka di hati.

Cerpen Karangan: Ade Safitri
Facebook: Ade Safitri (Adesftrc)

Nama: Ade Safitri
Tempat Tanggal lahir: Tangerang, 13 november 1998
Kelas: XI IPA 1
Sekolah: SMA Darussalam Ciputat
Id Line: adees13
Hai teman-teman, namaku Ade. Aku kelas 11 sekarang. Cerita ini, aku ambil dari kisah ku sendiri yang aku alami bersama teman sekolah ku.
Selamat membaca ya 🙂

Cerpen Betapa Sakitnya Hati Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Like We Used To

Oleh:
Aku memergokinya sedang melihat ke arahku saat kita sama-sama sedang menunggu hujan reda di Loby gedung fakultasku. Ketika aku membalas tatapannya, dalam beberapa detik matanya tetap tertuju padaku, mata

Menghitung Hari (Part 2)

Oleh:
Keesokkan paginya di kantor aku melihat ke meja Tio dia sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Aku masih penasaran ada apa dengan dia dan Putri. Firasatku berkata jika kedekatan di antara

Aku Pasti Bisa!

Oleh:
Di meja sebelah ranjang kamarnya. Yang menurut dika adalah meja belajar. Walaupun butut dan kaki kakinya sedikit keropos. Dika menulis. Menuangkan ide brillian. Yang ada di otak jeniusnya. Tangannya

Mr. Ice Cream

Oleh:
Ini sudah mangkuk es krim kedua yang aku lahap malam itu, tak peduli aku sudah dua jam duduk di kedai ini. Pelayan tua kedai itu kadang sesekali memalingkan tatapannya

Hanya Kamu, Ingin Kamu dan Insyaallah Kamu

Oleh:
Assalamua’laikum hari ku. Kamis siang ini disaat semua orang sibuk dengan aktifitasnya seperti halnya diriku yang kini sedang sibuk membantu pengurus dharma wanita persatuan di kantorku untuk acara hari

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *