Bodoh

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 21 March 2016

Rasa itu tak sepenuhnya menghilang. Masih tertinggal jejakmu di sini. Jendela kelas yang paling pojok itu masih sama, masih sama persis seperti saat kamu menjengukku kala itu. Parkiran itu juga masih sama, sama seperti saat kamu dan aku di pertemukan. Namun, suasananya yang kini berbeda. Seumpama memeluk pohon kaktus, begitulah rasanya aku mencintaimu. Seuntai harapan menghanyutkanku pada luka, luka yang bertumbuh sejalan dengan kepergianmu. Aku kembali tersadar setelah sejam merunduk dalam air mata, mengenang kisah lama yang hanya menyisakan luka. Panasnya masih terasa meski kini semua hilang dan berlalu pergi.

Tanpa sadar jari jemariku merangkai kata membentuk sebuah nama pada kertas putih ini, nama yang menyisakanku cinta hanya untuk berharap. Aku memang telah tersadar, tapi kenapa hatiku masih buta untuk melihat kebenaran. Aku begitu lemah, semenjak seseorang itu pergi, aku hanya dapat berdiam, menutup pintu hatiku kepada semua yang berusaha mendekat. Ku luapkan amarahku pada tulisan, setidaknya ini akan sedikit terobati meski tak sepenuhnya.

Aku tersenyum kecut saat seseorang yang melewatiku tanpa kata, seakan tak pernah kenal. Dia tidak lagi menyapa, tersenyum pun sudah tak pernah. “Bodoh.” itu satu kata yang mencerminkan diriku sekarang. Bodoh, iya bodoh. Aku memang sangat bodoh akhir-akhir ini. Aku tidak pernah peduli tentang perasaan orang padaku, sekali pun aku tahu itu tulus. Aku hanya peduli pada perasaanku saja, aku hanya memikirkan diriku tanpa harus memikirkan yang lain. Aku terlalu percaya pada orang yang aku sayang, meski panggilan sayangnya hanya sebatas modus.

Dan kini aku tahu, kini aku mengerti, dan kini aku sadar, di saat orang yang benar-benar menyayangiku telah menemukan kebahagiaannya tanpa harus bersamaku. Lalu ke manakah dia? ke manakah orang yang selalu memberiku harapan? Kenapa aku baru tahu sekarang? Kenapa aku baru sadar sekarang? Kenapa aku baru tahu kalau dia yang aku sayangi selama ini milik orang? Kenapa semuanya telat, saat orang-orang yang pernah dekat telah mengabaikan dan memilih pergi. Aku bodoh, karena mereka tidak akan pernah kembali hanya untuk menagih jawaban bodoh yang pernah mereka ajukan padaku. Aku bodoh, karena selalu menanti jawaban di balik kertas kosong.

Dan sekarang aku tahu, “Aku nggak butuh orang yang pura-pura sayang, aku nggak butuh harapan tanpa kejelasan, yang aku butuhkan adalah sebuah kepastian. Bukan hanya sekedar panggilan sayang.”

Cerpen Karangan: Rauzatun Nisa
Facebook: Rauzatun Nisa

Cerpen Bodoh merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hitam

Oleh:
Hitam adalah salah satu warna yang memiliki filosofi tersendiri yang menurutku sangat unik, terkesan elegan dan tak berlebihan. Seperti sebuah tempat kosong yang gelap, yang masih menunggu seberkas sinar

Lagi (Masih Tentangmu)

Oleh:
Lagi… Nyatanya aku masih di sini, masih merasakan sakit itu, walau waktu telah jauh meninggalkan tapi aku masih saja terpaku pada waktu yang telah lalu, aku pikir perputaran jam

Maaf

Oleh:
Dia. Masa laluku datang kembali di hidupku. Dia? Siapa? seseorang yang dulunya sudah menyakitiku, membuat hatiku berantakan. Dia datang kembali dan aku pun menerimanya, ya aku bukan tipe orang

Buat Mantan

Oleh:
Dear Anto, 13 November 2011 Pada saat itu kamu datang di inbox fb ku. Awalnya aku risih dengan kehadiran mu yang tiba-tiba mengajak ku berkenalan. Tapi entah mengapa aku

Ketika Hati Harus Memilih

Oleh:
Aku hancur, ku terluka Namun engkaulah nafasku Kau cintaku, meski aku Bukan di benakmu lagi Dan ku beruntung sempat memiliki mu *Yovie & Nuno ~ sempat memiliki Yah, lagu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *