Break Even

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 30 January 2015

“And when heart breaks no it don’t break even
What am i suppose to do when the best part me always you?
What am i suppose to say when I’m all chocked up and you’re ok?
I’m falling to pieces”
Suara alunan musik dari band kesayanganku The Script mengiang-iang di telingaku. Kenangan itu kembali berputar. berputar putar memenuhi otakku. sosoknya, senyumnya, matanya, tingkahnya kembali memenuhi otak, pikiran, dan hatiku (lagi). Entah sampai kapan aku bisa benar-benar pergi dari kenangan yang terus menghantuiku selama 3 bulan terakhir ini. Aku masih saja mengingatnya. Dan mungkin masih mencintainya, bukan hanya mencintai sosoknya namun mencintai kenangannya juga. Si lelaki Beng-beng. Itulah julukan ku kepadanya, karena ia merupakan penggemar Beng-beng yang setiap hari ia makan. Laki-laki yang telah mengisi ruang kosong hati ini dan dengan mudahnya mengunci rapat pintu hati ini yang hanya menyisakan namanya.

3 bulan yang lalu, semuanya masih baik-baik saja. Masih ada dia, masih ada senyumnya, masih ada canda tawanya. Tapi sekarang? Jangan ditanya lagi. Semua yang awalnya baik-baik saja sekarang melenyap begitu saja. Yang awalnya seperti bunga yang bermekaran begitu indah, sekarang bunga-bunga itu perlahan jatuh berguguran seperti hati ini yang lama kelamaan menjadi seperti serpihan-serpihan kertas. Sakit. Dulu masih ada senyumnya yang selalu membuat ku semangat, masih ada tatapannya yang teduh dan menenangkan, masih ada canda tawanya yang membuatku benar-benar bahagia, masih ada dia yang selalu menyemangatiku saat latihan teater ketika aku lelah, masih ada dia yang selalu menyuapi aku makan, dan masih ada dia yang selalu di sampingku. Masih ada dia. Namun sekarang? Tak ada lagi senyum manisnya, mata yang menenangkan, canda tawa darinya. Yang ada hanya senyum datar, tatapan yang menyakitkan yang ia berikan kepadaku sekarang. Miris.

Sekarang, tugasku untuk mencintainya telah diganti menjadi tugas wanita lain yang lebih baik, lebih segala-segalanya dariku. Bagaimana bisa ini semua terjadi begitu cepat? ia meninggalkanku begitu saja, dan hanya sepatah kata yang begitu menyakitkan saat ia berkata “kita temenan aja ya.” Tak bisakah dia bayangkan bagaimana perasaanku saat ia mengatakannya? Sakit. Hancur. Harapan-harapan yang telah aku harapkan hancur begitu saja. takkan pernah mudah aku menerima kenyataan bahwa ia meninggalkanku dan memilih wanita lain. Takkan pernah mudah, meskipun aku berkata bahwa aku telah merelakan dia dan mengatakan bahwa aku baik-baik saja. Tapi, apa hati bisa berbohong? Tidak. Aku tidak pernah merasakan baik-baik saja saat ia pergi. Semua terasa hampa. Mungkin berlebihan, dan mungkin saja dia beranggapan seperti itu. Tapi inilah kenyataannya. Dan dia? Tak pernah bisa membayangkan rasanya jadi aku. Bagaimana rasanya ditinggalkan saat sedang cinta-cintanya. Hahaha. Tentu saja ia tidak akan pernah bisa merasakan jadi aku, karena dia tak punya hati. Karena dia, selalu mendapatkan semua apa yang dia inginkan.

Jadi, apakah ini semua akhir dari apa yang selama ini aku perjuangankan? Apa ini akhir kesempatanku untuk mencintai dan menjaganya lebih dari ini? Inikah akhirnya? Apakah harus sesakit ini?

Seandainya saja aku tak pernah bertemu dengannya, mungkin aku takkan merasakan sakit ini. tapi, jika dia tak pernah ada aku tak pernah tau bagaimana rasanya pernah menjadi orang yang benar-benar istimewa dalam sosoknya. Seandainya saja aku masih bersamanya, seandainya saja dia masih disini, seandainya saja dia bisa kembali, aku akan mencintainya lebih baik dari ini. Seandainya..

Untuk Kamu yang Pernah Ada,
Terimakasih karena telah hadir di dalam kehidupanku. Meski sesaat tapi kamu telah membuat segalanya menjadi lebih indah. Saat-saat bersama kamu adalah saat-saat yang menyenangkan dan tak ingin aku akhiri. Terimakasih atas semua yang telah kamu berikan.
Semoga kamu tau, setiap hari dalam waktuku aku berjuang untuk melupakanmu. Mencoba menghapus kamu dan kenangan yang udah kamu kasih ke aku. Tak pernah semudah yang kamu kira untuk melupakan semua yang udah terjadi di antara kita.
Apa kamu bisa bayangkan menjadi seseorang yang merasa semua baik-baik saja meski dalam hatinya ia menangis? Apa kamu bisa bayangkan menjadi seseorang yang harus terlihat kuat dan terlihat tanpa beban saat melihat orang yang ia cinta bahagia bersama yang lain? Apa kamu bisa bayangkan? Dan jika kamu bisa bayangkan bagaimana rasanya, apa yang akan kamu lakukan? Melupakan dan menganggapnya debu? Semudah itukah? Jika kamu ingin tau, itulah yang setiap hari aku rasakan ketika kamu pergi.
Dan Untuk Kamu Yang Pernah Ada,
Selamat bahagia dengan kekasih barumu. Semoga kamu bisa terus bahagia bersamanya. DIsini aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu.
Terimakasih.

Cerpen Karangan: Syifa
Blog: syifafaadillah03.blogspot.com
Facebook: Syifa Faadillah
Ini cerpen kedua aku, makasih yang udah baca:) minta kritik sama saran ya. Contact me @syifafaadillh03 @syifafaadillahh. thank u so much!:)

Cerpen Break Even merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yang Mengisi Kehidupan

Oleh:
Dingin malam ini menyelimuti indahnya bintang malam yang berhamburan di langit. Aku hanya terdiam di kursi depan rumahku sambil mengamati satu bintang yang paling terang bersinar di malam itu.

Sakit Hati

Oleh:
Saat ini aku merasa persahabatan ku dengan riko semakin dekat bahkan aku merasakan sesuatu yang aneh terhadap Iko seperti perasaan sayang lebih dari sahabat, aku mencoba untuk memungkiri perasaan

Setengah Hati Yang Lain

Oleh:
Assalamualaikum… Namaku Naura. Hari ini tepat sepekan aku melepas masa lajang. Ya, seminggu yang lalu aku menikah dengan seorang pria. Sebut saja dia Zain. Zain adalah salah seorang anggota

Di Pantai

Oleh:
Bandung, 12 September 2001 Buat Tika. Hai, kamu masih ingat ketika kita dekat pertama kali? Bukan, bukan di Gereja. Kita memang sudah kenal di Gereja, tapi bukan itu. Maksudku,

Izinkan Aku Memetik Bintang

Oleh:
Singaraja. 2002 Malam itu aku tengah duduk-duduk di taman sambil memegang erat benda benda mungil berbentuk bintang, benda itu pemberian teman ku, kak iish namanya. Aku terus menggenggam bintang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Break Even”

  1. Yatni says:

    Keren, semua cerpen yang ada itu menginspirasi. Tapi gmna cara kirim cerpennya ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *