Bukannya Apa Apa, Tapi…

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 15 December 2015

“sayang, kau mau mengembara lagi? Apa aku mengganggumu?” sejenak ia memandangku fokus, pandangan tajamnya yang tadinya lurus ke depan berpaling memandangku, ia hanya tersenyum, mengelus pundakku halus. Kenapa aku khawatir? Ini adalah hari ketujuh kita berpisah, tinggal sehari Naya, kita akan kembali seperti dulu. Aku menyemangati diriku dengan mendesah panjang dan mengangguk.

Perpisahan di sini maksudnya adalah ulangan semester 1, dimana aku dan dia, yang notabene berbeda kelas otomatis berbeda ruangan. Bukannya apa-apa tapi.. Bagaimana aku jelaskan? Aku dan dia baru saja pacaran, baru saja. Seharusnya hubungan kami masih tergolong saling bermanja berbagi kasih, namun karena ulangan ini, ia dan aku harus berpisah dalam waktu 8 hari! “supaya kau fokus, Dion,” saranku malam itu.. Sebenarnya akulah yang mengusulkan agar aku dan dia membuat naskah perjanjian dimana di dalamnya tertera bahwa selama 8 hari, aku dan dia tak boleh komunikasi. Sama sekali.

Betapa sayang, ternyata aku tak mampu jauh darinya. Dia, yang aku pikir akan kangen ternyata tidak. Betapa aku tidak syok saat pernah suatu hari keempat kita bertemu, ia berjalan tegap. Pandangannya lurus, mengembara. Ya laksana panglima perang, bahkan ia tak menoleh kepadaku, saat pandangan kita bertemu, ia membuang muka. Saat aku tersandung, ia tak peduli, seakan tak kenal dan melihatku acuh saja. Bagaimana aku tak menderita?

Baiklah. Tak bisa aku jelaskan pada kalian. Apa ada yang bisa mengerti rasanya? Ia yang mencintaiku, dulu kini seakan ingin pergi. Ia yang dulu mengemis cintaku, kini melepasku terhuyung begitu saja, aku tak mampu. Dia tak tahu kala ia menjawab soal di sana, aku merenung di sini. Soal-soal rumus menghilang di otakku, hanya bayangannya yang nampak, sehingga aku menjamin semua mata pelajaranku pasti akan remedial. Bukannya apa-apa tapi.. Aku hanya tak mengerti, kenapa ia bisa berubah sebegitu ajaibnya, apa ia tidak tulus mencintaiku? Apa ia hanya mempermainkanku? Duh! Tega kamu, batinku.

Di bawah pohon jambu rindang, aku mencoba merenung, mungkin ia hanya meredup, meredup pada kepercayaannya padaku. Oh aku begitu menderita, aku terisak. Hubungan ini sekedar status dan terancam berhenti! Bisa kau tidak menyakiti hatiku setiap hari? Kau membuatku tersiksa. Hampir napasku hanya membuatku tersedak. Sayang, sayang, kau tak menganggapku ada. Aku bangkit pilu, berjalan kaku.

Menyusuri jalan pulang dengan tertatih. Namun aku terkesiap begitu melihat sesosok Dion di halte sekolah mengantar cewek. Cantik. Ya, aku kenal dia. Dia adalah Nada, anak kelas sebelah, siswi populer, kini aku hanya mematung. Air mataku menetes. Bukannya apa-apa tapi.. Sudahlah. Aku mencoba mengukir senyum sebisaku. Hal pertama yang ku tahu saat itu, adalah, pasti. Hubunganku akan berhenti. Terhenti. Dihentikan. Bayangkan!

Bukannya apa-apa tapi… Ini semua begitu, mengiris hati.

Benar saja dugaanku. Malam itu adalah malam yang ku rasa singkat. Sejak Dion mengatakan, “ingin putus” tadi, aku tak ada pilihan lain selain mengatakan “iya.” bukannya apa-apa, tapi… Apa? Apa yang harus aku lakukan? Mempertahankan? Ia yang mengakhiri, bukan? Tanpa toleransi. Lalu, meminta penjelasan? Aku sudah tahu sebabnya. Nada, dia sebabnya. Dia pho dalam hubungan kami. Aku tak terlalu menyalahkan dia. Ia cantik dan sempurna. Bahkan ia primadona. Aku hanya menyayangkan sikap Dion yang aku tak mengerti alur pikirnya.

Sudah seminggu. Aku seakan mayat berjalan. Tak bisa melakukan apapun. Kaku mengikuti aturan alam yang berlaku. Tapi, mungkin inilah saatnya. Untukku mengakhiri kesedihanku. Air mataku yang terasa sudah kerontang membuat mataku perih. Aku harus move on. Aku tersenyum sinis dan bertekad. Dia bukan untukku. Ternyata aku hanya terjebak dalam pementasan drama yang Dionlah sang tokoh utama. Perlahan.. Hatiku yang dulunya cemburu jadi pilu, kemudian dari pilu jadi sendu, kemudian dari sendu jadi tak mau tahu. Dan bukannya apa-apa, tapi… Ya, aku membencinya kini.

Cerpen Karangan: Yuni Sartika
Facebook: Yuni Sartika
Aku gak bisa cerita banyak. Add fb aku aja: Yuni Sartika
All about me lengkap di sana.

Cerpen Bukannya Apa Apa, Tapi… merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Berujung Denganmu

Oleh:
Sejuk senyap embun pagi menemani hati dalam rindu. Perlahan angin berhembus menerbangkan dedaunan menuju titik perhentian. Seiring dengan itu riuhan kicauan burung mengisi ruang pendengaran. Aku sudah lama menanti

Tentang kita

Oleh:
Dewasa adalah ketika kamu mampu menghargai apapun yang menjadi milikmu saat ini Dewasa adalah ketika kamu mampu memahami mana yang benar dan mana yang salah Dewasa adalah ketika kamu

Vitamin C++ (Part 1)

Oleh:
Aku menulis cerpen ini dalam keadaan sangat galau. Akhir-akhir ini aku menjadi seseorang yang sangat pendiam, murung, dan sangat tidak bersemangat. Awalnya, aku juga tak tahu mengapa aku menjadi

Tentang Dia

Oleh:
Memang tidak ada yang terbiasa dengan kehilangannya, seseorang yang sangat kita sayangi, apalagi pacar yang sudah lama bersama kita sehari hari, yang biasanya dimana ada dia disitu selalu ada

Gedung Badminton

Oleh:
Bagaimana bisa hari ini tiba tiba aku asing dengannya, aku sibuk bermain sedangkan dia sibuk saling melontar kalimat dengan kawannya. Bagaimana bisa hari ini dengan kegiatan yang sudah diagendakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *