Bunglon Hitam Putih 4: Galau Level 7

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Galau, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 March 2013

“Tok… Tok… Tok… Nnngngg… Cekiitt… Jebloggg…”

Suara pintu itu terdengar. Seseorang berparas cantik menginjak lantai kala itu, mata birunya jelas tersorot cahaya matahari. Selanjutnya dia masuk kekamar Rizky dan duduk disamping Rizky yang sedang terbaring. Tangannya yang begitu lembut, memegan erat tangan Rizky, dan tiduran manis disebelahnya.
Tapi tiba-tiba saja semua itu lenyap, ketika Rizky membuka mata dari tidurnya.

“Uhh, Sial banget! Itu cuman mimpi” Ketus Rizky sendirian.

Rizky terbangun, tanpa sadar dia baru saja mimpiin Dewi datang menjenguknya. Memang selama ini, ditengah setiap orang terus berkunjung menyampaikan duka, Dewi salah satu orang yang belum pernah hadir.
Alasannya sudah pasti karena seminggu yang lalu dia mutusin Rizky…

Matahari bangun lebih cepat pagi ini. Terlihat Kadal Albino piaraan Rizky sedang asyik mandi dikandangnya (Tunggu! Emang kadal ada yang bermerek Albino? Bukannya itu belut!)…
Ngomong-ngomong kadal itu pemberian dari Dewi, saat ulang tahun Rizky 5 bulan yang lalu. Kala itu hubungan Rizky dan Dewi lagi berada dipuncak asmara, saat itu Bunglon dan Kadal lagi berada di puncak pohon teh dan teriak, “PUCUK… PUCUK…” hehe ;-D

Bunglon Hitam Putih 4 Galau Level 7

Rizky terus memikirkan kenangan indah dimasa itu, sepertinya sangat sulit bagi Rizky untuk melupakan Dewi, bahkan mustahil. Dengan begitu, Rizky sekarang berada diposisi Galau Level 3 dalam hari-harinya. Yap! Galau Level 3, setelah sebelumnya ngalamin Galau Level 1 saat diputusin Dewi, dan meningkat kelevel 2 saat terakhir Rizky kecelakaan…

Hari ini Rizky udah dipindahkan kerumahnya, Rizky sudah tidak perlu lagi merasa sakit, kalau-kalau kakinya masih harus diurut Sang Ahli patah tulang. Namun kenyataannya dia masih belum bisa menggunakan pakaian putih abu kesayangannya. Bukan apa-apa? Tapi kaki Rizkylah alasan utama Rizky masih belum berangkat sekolah lagi.

Waktu seperti tidak pernah merasa lelah untuk istirahat sejenak, terus berputar dari angka 6 melompat ke angka 7,8,9 dan seterusnya. Sampai pada lompatan ke angka 3 sore hari, suara motor berhenti terdengar, letaknya didepan rumah Rizky.

Rizky sedikit terkejut, ternyata yang datang Agus.
Pada awalnya mereka hanya mengobrol dengan topik seputar kecelakaan Rizky saja. Hingga Agus mengalihkan topik pembicaraan:

Agus: Maafin Gue ky!

Rizky: Ini bukan salah Loe Gus. Dan bukan salah siapapun, ini sudah tragedi.

Agus: Bukan soal kecelakaan Loe Ky! Tapi hubungan Gue sama Dewi.

Rizky: Ya maksud Gue juga kesitu *Sedikit ketus jawabannya*

Agus: *Diam beberapa detik* Tapi sekarang itu udah berakhir!

Rizky: Memang sudah berakhir, Gue sama Dewi emang udah putus gus!

Agus: Loe masih bisa kembali untuknya Ky, dia masih menyimpan banyak harapan buat Loe.

Rizky: Gue gak tau gus! Terus, hubungan Loe sama Tina gimana?

Agus: Kita udah putus. Tapi itu hanya sementara kok, sama kayak hubungan Loe ma Dewi. Percaya sama Gue Ky, Gue gak tahan dikerudungi masalah kayak gini. Jadi, dia akan kembali dan datang kesini, dan saat itu kesempatan buat Loe Ky. Loe harus balikan lagi sama dia.

Rizky: Sejujurnya Gue emang lagi nunggu moment itu Gus…

Beberapa menit setelah obrolan itu, Agus langsung pergi meninggalkan kediaman Rizky. Namun, sepertinya obrolan itu sangat berarti buat Rizky, dan yang menjadi pavoritenya adalah yang bertopik untuk kembali ke Dewi.
Hal itu seperti menjadi harapan besar buat Rizky, dan sekarang dia lebih tersenyum dari biasanya.
Ada sesuatua yang dia tunggu sekarang, dan begitu yakin dengan kepastiannya.

>>>HADIAH UNTUK RIZKY<<< Seminggupun berlalu dipandangan Sang Bunglon, dia masih tidak berdaya dengan kakinya, Rizky masih tidak mampu untuk berjalan dan berdiri sendiri. Namun bukan itu yang melayang-layang dalam pikirannya sekarang, yang membuatnya terbang adalah bayangan Dewi dan hanya Dewi. Rizky terus berharap dan menunggu Dewi akan datang dan menjenguknya, tapi masa indah itu belum juga sampai kehabitat Rizky sampai sekarang. Dikamar, Rizky memandang keluar jendela, sesekali dia melihat daun yang gugur dari pohonnya, beberapa kali dia juga melihat kucing sedang pupp dihalaman rumahnya, duch! 😀 “Rizky cepat kemari” Terdengar suara seorang lelaki di luar. “Ayah! Apa itu Ayah?” Rizky menjawab suara yang ia duga Ayahnya. “Sepertinya begitu! Cepatlah kesini Ky” “Tidak bisakah Ayah yang kesini, aku sedang diet untuk berjalan Yah” Celoteh Rizky dengan keras. Pintu kamar Rizky terbuka, dibalik itu terlihat sesosok pria berumur 35 tahun masuk kekamarnya, dan sesuai dugaan itu Ayahnya Rizky. Dia membawa alat bantu untuk Rizky berjalan, nama kerennya apa ya? Maaf Gue lupa! Pokoknya sepasang alat yang terbuat dari Kayu itu, bisa membantu Rizky untuk berdiri dan berjalan sendiri. “Apa ayah yang membuatnya sendiri?” “Ya, tadinya mau dibuat lemari, tapi sepertinya bentuk itu lebih kamu butuhkan”. Ayah Rizky seorang pembuat purniture, dia bekerja cukup jauh yaitu di surabaya. Makanya ia baru bisa pulang sekarang, walaupun 3 minggu yang lalu dia telah pulang untuk memberikan Motor kepada Rizky, yang sekarang wajah motor tersebut sedang dioperasi plastik dibengkel, karena rusak saat kecelakaan 2 1/2 pekan lalu. “Makasih yah, sepertinya aku akan berangkat sekolah lebih cepat dengan ini” “Seharusnya ayah tidak memberikanmu motor Ky, sebelum kamu punya SIM. Tapi biasanya orang yang udah pernah ngalamin kecelakaan kayak kamu, langsung bisa jadi pembalap Lho” Ayah Rizky berusaha membangunkan semangat Rizky. “Benarkah! Hahaha” Rizky meyakinkan. Mereka berdua tertawa didalam kamar, yang asalnya bersuasana sepi. Rupanya Rizky lebih akrab dengan ayahnya dari pada Ibunya, walaupun waktu bertemu Rizky dengan ayahnya hanya 12 kali dalam setahun. Menutup setelah itu, Rizky langsung keluar dibantu ayahnya untuk segera mencoba alat bantu kakinya, beberapa kali Rizky sempat terjatuh, dan beberapa kali juga ayahnya sempat terjatuh juga. Lho kok bisa? Jalannya licinnya men... :p >>>DETIK-DETIK SEBELUM GALAU LEVEL 7<<< Hari indah itu akhirnya tiba juga. Saat itu Rizky akan pergi dengan Ayahnya untuk memeriksa ulang keadaan Rizky ke tempat Ahli patah tulang, rupanya besok Rizky akan mulai berangkat sekolah lagi. Tanpa diduga, setelah sebelumnya menunggu begitu lama, untuk harapan yang belum jelas kepastiannya. Ketika Rizky akan memasuki mobil untuk berangkat, cewek dengan paras indah itu berjalan menuju rumah Rizky dengan membawa seikat Bunga. Rizky tersenyum, dia menggigit bibirnya berusaha menahan senyuman itu. Dewi: Aku datang untuk menjengukmu Ky. Rizky: Makasih! Aku senang kamu datang terlambat Dew... Tapi aku harus pergi sekarang. Dewi: Rizky tunggu! Aku dan Agus udah gak ada hubungan apa-apa! Rizky: Ya Aku udah tau! Dia udah cerita pekan lalu. Emang kenapa Dew? Kamu berharap bisa kembali, *berkata seperti itu seolah menyindir, sejujurnya dia sendiri yang berharap* Dewi: Oh gak Ky! Sama sekali nggak, aku nggak akan berharap apapun lagi darimu. Rizky: Maksudnya? Kamu akan melupakanku Dew? Dewi: Itu gak akan terjadi! Aku gak akan pernah pantas lagi disisimu, kamu terlalu baik untukku Ky. Rizky: Hmm bagus! Aku akan berusaha jadi jahat, kalau gitu. Dewi: haha... *setengah tertawa* Ya udah Ky, kalau emang kamu mau pergi, aku juga akan pamit. Tadinya cuman mau lewat kesini aja sich... Mendengar itu Rizky tidak berkata apapun lagi, memalingkan wajah, masuk kemobil dan berlalu. Bunga yang dibawa Dewipun tidak mengobati Rizky, karena belum Dewi berikan. Rizky tidak melihat, kalau sebenarnya Dewi masih berdiri ditempat itu, ditemani air matanya yang mulai menetes dipipinya yang merona. Tanpa alasan rumit, Rizky menyimpulkan kalau Dewi udah gak mau lagi merajut kasih dengannya. Dia pikir harapan itu telah lenyap begitu cepat, dari bayangan indah. Dibelakang mobil, Rizky merunduk termenung ditemani kegelisahan hati yang menembus Galau Level 7. Diluar mobil air hujan mulai menggenangi jalan, sementara didalamnya air mata bunglon menggenangi pipinya, setetes demi setetes... TO BE CONTINUE... Cerita Sebelumnya: Bunglon Hitam Putih: Prakerin… Oh… Prakerin…
Bunglon Hitam Putih 2 Selingkuh Itu Halal Kok!!!
Bunglon Hitam Putih 3 Ketahuan Selingkuh, Diputusin Dech!

Cerpen Karangan: Ajang Rahmat
Facebook: http://facebook.com/ajangrahmat
Blog: http://boytrik.blogspot.com/
Web: www.ajangrahmat.com
Twitter: @ajangrahmat
Motto Hidup: Sukses adalah spirit saya untuk tidak gagal, dan gagal spirit saya untuk bisa sukses

Cerpen Bunglon Hitam Putih 4: Galau Level 7 merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia (Cinta Yang Ku Benci)

Oleh:
Malam itu aku bertemu lagi. Melihat matanya lagi dengan tepat. Dia, yang sudah hampir 5 tahun ku hindari. Entah apa kehendak Tuhan, yang masih membiarkan harapan ini masih ada.

Terlambat Untuk Menerima

Oleh:
Mentari mengintip dengan malu-malu di balik tirai jendela sebuah rumah sederhana. Disertai kokok ayam jantan yang bersahutan. Pagi kembali datang membawa kesejukan khas pegunungan. Tetes embun masih nyaring terdengar

Penyesalan

Oleh:
Hari itu aku membuka album lama kisah cinta kita, terlihat kita tersenyum begitu manis. Betapa bahagianya kita saat itu. Hingga suatu hari, kau memutuskan untuk mengakhiri cinta kita, masih

Dia

Oleh:
Aku masih mematung di sini bagaikan sebuah batu yang tak bernyawa. Semua rasa itu seakan mati tanpa tahu apakah akan bisa hidup kembali. Yaaa.. itulah perasaanku saat ini tanpa

Love In SMP (Part 1)

Oleh:
Namaku Velin Mutiaranty. Umurku baru 13 tahun, bisa dibilang ABG atau remaja. Saat itu aku sekolah di SMP terfavorit di daerah rumahku. Awalnya percaya gak percaya, kalau aku masuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Bunglon Hitam Putih 4: Galau Level 7”

  1. fietry aya says:

    Bunglon Hitan Putih 5 ny di tunggu

  2. zero says:

    Terusin dong beroooii, jgn gantung kaya gini…. Part 5 ditunggu yoo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *