Cinta Dalam Ragu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 10 March 2019

Aku terbaring santai di atas dipan. Menatap langit-langit kamar berwarna putih. Ada cahaya yang menerangi di sana. Cahaya dari lampu philips yang berukuran kecil. Hatiku masih bergelayut. Bertanya-tanya dan masih penasaran. Aku masih memainkan handphone yang sebulan lalu telah berada di bawah kekuasaanku. Sekali-kali aku cek, tapi masih saja tak ada pesan masuk.

Malam ini terasa lebih dingin dari malam sebelumnya, dingin menembus kulit menusuk tulang. Suara orkestra hewan itu hampir menembus teras rumah. Semilir angin yang tak bisa dihentikan, seperti telah nyaman singgah di malam hari menemani pohon-pohon.

Hampir tak pernah bisa dilupakan, kisah antara seorang gadis yang lebih tepatnya adalah aku yang beberapa kali menjalin cinta dengan laki-laki pilihanku beberapa tahun lalu seperti malam ini yang terus-menerus setia bersamaan dengan kedinginan. Nyaris selalu terbayang. Dan enggan untuk beranjak. Kisah cinta yang beberapa kali berakhir karena lebih memilih mempertahankan aqidah daripada cinta kepada laki-laki yang bukan muhrimku. Tapi pertahanan yang mulai aku bangun dan berangsur mulai kokoh ini terasa sedikit melemah ketika seorang laki-laki yang berniat baik ingin menjadikanku sebagai pendamping hidupnya.

Hati ini terus berkecamuk, jantungku terasa berhenti berdetak, nafasku terasa sesak dan sakit. Bagimana dengan ini semua. Bagaimana aku harus menjawab atas pertanyaan sekaligus pernyataan yang telah dia ucapkan dan ungkapkan. Jujur saja, aku ragu dan perasaanku terasa lebih berat untuk meng-iyakan. Apalagi belum lama ini dia pernah menceritakan tentang kekasihnya dahulu. Kekasihnya yang selalu ia perjuangkan untuk menjadi pendampingnya. Apa itu bukan suatu hal yang menakutkan untukku. Untukku yang masih belum lama mengenal sosok laki-laki ini.

Bagaimanan jika setelah aku bersamanya, dia masih saja ingat dengan kekasihnya dulu? Aku takut jika aku hanya dijadikan pelarian. Aku takut jika caranya menjadikanku calon pendamping hanya untuk dijadikan bahan pelampiasan kekecewaannya terhadap kekasihnya dulu. Ahh entahlah. Masih ada tanya yang belum terpecahkan. Masih ada keganjalan di hati ini yang sulit untuk dikeluarkan.

Tanganku menengadah. Bergerak menutupi seluruh wajah. Dengan helaan nafas panjang, kucoba mencari ketenangan. “astagfirulloh…” ucapku lirih.

Malam semakin larut. Semakin dingin menusuk. Mataku terpejam, mencoba menerka dan menebak setiap kata yang dia ucapkan beberapa jam yang lalu. Pertama Alloh yang menjadi saksi setiap kejadian karena Dia juga yang menghendaki dan memutuskan setiap perkara-Nya. Kedua, pesan WhatsApp yang menjadi saksi bisu antara aku dan dia. Disana ada kisah rumit yang masih mengapung, belum ada kepastian.

Setiap hal yang menimpa dan terjadi tidak pernah luput dari kehendak Alloh. Pasti ada solusinya. Dan orang yang selalu ada dan setia memberikan support dan motivasi adalah ibu bapak. Karena disana Alloh titipkan solusi. Saat pernyataan itu dia ucapkan aku tak bisa apa apa. Ketika hati ini enggan dan ragu untuk berbagi walaupun itu orangtua sekalipun aku harus berani. Memberanikan diri untuk mencari solusi yang terbaik. Setidaknya aku mempunyai beberapa alasan untuk menolaknya. Disamping aku masih belum siap, dan merasa ragu dengan perasaannya, aku juga masih ingin berjalan bebas dan berjalan sendiri menyusuri jalan terjal, aku masih belum lama bekerja. Dan bagiku, seseorang yang masih muda, seseorang yang masih terbuka lebar pintu kesuksesannya, kebebasan yang masih banyak pula.

Aku yakinkan hati ini dengan menyerahkan kepada sang Kholiq. Sang Pemilik Cinta. Esok hari dimana aku akan menyampaikan semuanya. Aku tak berkecil hati meskipun aku memang suka padanya. Tapi keraguanku mengalahkan rasa sukaku. Mudah-mudahan saja Alloh menyiapkan yang lebih dari ini untukku.

Cerpen Karangan: Latifah Nurul Fauziah
Blog / Facebook: Ipeh Nurul
Namaku Latifah Nurul Fauziah, aku lahir di Tasikmalaya, 14 Oktober 1997. Saat ii aku tinggal di Cileunyi, Kab. Bandung. Bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang peternakan. Ingin lebih tau dan lebih kenal denganku? Kunjungi halaman Fbku: Ipeh Nurul dan follow my ig : @ipehnurul14. Terimakasih

Cerpen Cinta Dalam Ragu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertamaku

Oleh:
Pemandangan sore ini nampak begitu indah dengan sinar matahari yang mulai tenggelam kembali ke peraduannya di balik perbukitan yang berbaris rapi yang mengelilingi desa itu. Ditemani dengan semilir angin

Ku Lepas Kau Demi Tuhanku

Oleh:
Rintik hujan malam itu tidak menghambat dua insan yang sedang di landa cinta untuk memadu cintanya meski hanya di dunia maya. Petir yang bergemuruh tak menghentikan obrolan kekasih itu

Tipe Idealku

Oleh:
Umurku 18 tahun. Masa dimana seorang gadis terlihat semuanya. Kecantikannya, pesonanya, dan masa depannya. Nah begitu juga denganku, aku yang sekarang menduduki kelas 3 SMA kini telah memikirkan apa

Temui Ayah Ku

Oleh:
“assalamualaikum Ummi.. Zahra pulang.” Zahra memeluk umminya yang sedang memasak di dapur dengan manjanya. “ummi.. masak apa hari ini?” “duhh.. anak Ummi ini manja sekali ya.” Mereka tertawa bersama.

Aku, Dia Dan Sahabat

Oleh:
Dalam kesendirian aku merenungi dalam perkataan seorang penyair sekaligus pecinta aktor Hollywood dalam mengikuti proses belajar di ruangan kuliah yang membahas soal Cinta dengan pertanyaan Apa itu Cinta? di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *