Cinta dan Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 10 September 2016

Hari ini aku harus bermalam di rumah sendirian. Tadi sore Ibu menelepon kalau kakek masuk rumah sakit karena asmanya kambuh lagi. Jadi Ibu bersama Ayah langsung ke rumah sakit selepas pulang kerja dan menyuruhku untuk menjaga rumah.
Untungnya besok hari sabtu, di sekolahku hari sabtu itu diliburkan. Jadi aku sepertinya akan begadang, selagi di rumah tidak ada siapa-siapa. Hahaha… if you know what I mean.

Saat sedang menonton tv sambal menikmati semangkuk mie ayam dan segelas es kelapa muda, tiba-tiba handphoneku bergetar, ada panggilan masuk. Layar handphone tertera nama Syeha.

“Hallo, Syeh.” Sapaku langsung.
“Hallo, Fam. Lu lagi ada dimana?”
“Gua lagi ada di rumah. Kenapa?”
“Dasar anak mami. Main ke luar kek, jangan ngebangke di rumah terus.”
“Eh coeg! Gua disuruh jaga rumah.” Sahutku sebal.
“Haha.. iya-iya. Dasar satpam. Temenin gua nongkrong dong.”
“Ogah ah. Udah malam.”
“Yaelah masih jam setengah delapan. Mau ya, please.” Rengek Syeha terdengar menjijikan.
“Sama pacar aja lu aja sono..”
“Dia lagi sibuk ngurusin proposal buat pensi bulan depan. Mau ya? Nanti gua traktir deh.”
“Hmm.. Yaudah-yaudah. Tapi jangan lama-lama.”
“Haha… Oke! Gitu dong. By the way. Gua nggak disuruh masuk nih? Gua udah ada di depan rumah lu, Fam.”
“Hah?!”

Aku segera membuka pintu. Ternyata benar, Syeha sudah berada di depan rumah, duduk manis di atas motornya sambil melambaikan tangan ke arahku.

Aku dan Syeha menuju BNR. Dimana lagi tempat nongkrong yang murah.
“Parkir disini aja, Syeh. Nongkrong disitu.” Aku menunjuk ke sebuah warung, malam ini cukup ramai dari biasanya.

Kami kemudian duduk di tempat yang nyaman, sambil menunggu pesanan bakso datang —ini Syeha yang pesan, aku hanya memesan segelas susu coklat panas, ingat tadi aku sudah makan mie ayam.

Tak berapa lama pesanan kami sudah datang. Syeha segera menyantap baksonya.

Mungkin hanya ini satu-satunya tempat nongkrong yang membuatku nyaman. Banyak jajanan, banyak anak muda yang asik bercengkrama dengan teman mereka.

Aku memejamkan mata, menghirup nafas perlahan. Aku sangat menyukai suasana malam seperti ini. Aku menatap bulan di langit sana sambil membayangkan seseorang.

“Eh, Fam. Lu jangan bengong natap bulan gitu. Jangan berlagak seperti si pungguk yang merindukan bulan deh.” Kata Syeha seraya melahap sebutir bakso segede bola pingpong.
Aku hanya menatap Syeha sekilas, terseyum, lalu kembali menatap rembulan.
“Dih.. malah senyum lagi, ada apa sih di atas sana?” Syeha ikut-ikutan memandang ke langit.
“Nggak ada yang spesial.” Sahut Syeha, dia sepertinya menyerah melihatku yang terus menatap bulan. Kembali menyantap bakso yang tinggal sedikit lagi.

Syeha mengambil gitar yang dibawanya dari rumah, daripada bosan melihat sahabatnya yang bengong menatap bulan dan baksonya sudah habis ia makan, lebih baik memainkan sebuah lagu.

Kau begitu sempurna
Di mataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu

Di setiap langkahku
Ku kan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

Aku menikmati suara Syeha yang mengalun merdu. Sambil memikirkan seseorang.

Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa

Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna.. Sempurna..

Syeha berhenti memetik senar gitar.

“Kok berhenti, Syeh?” Tanyaku heran.
“Gua ke toilet dulu ya, mules nih. Pasti gara-gara tadi gue numpahin sambelnya kebanyakan.”
“Syukur in.” Ledekku sambil merebut gitar dari tangannya.
“Ikut nggak?” Tawar Syeha, mengkerlingkan matanya.
“Ya nggak lah.”

Syeha segera pergi ke toilet. Lebih baik aku bermain gitar sambil menunggu Syeha selesai dengan urusannya.
Mengenai musik, sebenarnya aku tidak terlalu jago memainkan alat musik. Hanya gitar yang aku bisa. Dan ada satu lagu yang aku sukai.

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think I’m crazy
But they don’t understand
You’re all I had
You’re all I had

At night when the stars light up my room
I sit by myself talking to the moon.
Trying to get to you
In hopes you’re on the other side talking to me too.
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?

Aku berhenti sejenak. Lagu ini mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang teramat sangat spesial. Dan, aku rasa aku memiliki perasaan padanya.
“Kok nggak dilanjutin?” Kata seorang perempuan padaku, dia duduk bersebelahan, umurnya mungkin sepantaran denganku.
Entah siapa dia, aku tidak mengenalnya. Beberapa orang yang tak jauh dariku juga melihat, seolah-olah mereka menungguku untuk melanjutkan lagunya.

Baiklah…

I’m feeling like I’m famous
The talk of the town
They say I’ve gone mad
Yeah, I’ve gone mad
But they don’t know what I know
Cause when the sun goes down
Someone’s talking back
Yeah, they’re talking back

Ya, aku memang sudah gila. Berawal dari sekedar mengagumimu. Tapi rasa ini datang tanpa bisa aku cegah. Aku bingung, tidak berani mengungkapkan perasaan ini. Hanya kepada bulanlah aku curahkan seluruh isi hatiku.

Ahh… Ahh… Ahh…
Do you ever hear me calling?
(Ahh… Ahh… Ahh…)
Oh ohh oh oh ohhh
‘Cause every night I’m talking to the moon

Still trying to get to you
In hopes you’re on the other side talking to me too
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?

Ohoooo…

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away

“Eh, kenapa? Kok nangis?” Tanya perempuan tadi dengan sedikit tepuk tangan.
Sementara yang lain, yang sedari tadi memperhatikanku juga ikut sedikit bertepuk tangan.
“Hehe.. jelek ya suaranya?” ucapku sambil sedikit mengusap mata.
“Kata siapa? Bagus kok.” Dia lalu mendekatiku sambil menjulurkan tangannya, menyebutkan nama.
Aku balas menjabat tangannya, menyebutkan namaku.
“Hobi nyanyi ya?” Tanyanya lagi.
“Nggak terlalu sih,,”
“Suka lagu apa lagi?”
“Kalau dari barat, suka 5SOS – Amnesia, R City feat Adam Levine – Locked Away, The Script – No Good In Goodbye sama The Man Who Can’t Be Moved, Air Supply – Goodbye, Avril – When Your Gone, Daniel Bedeingfield – If You’re Not The One, Miley Cyrus – I’ll Always Remember You, terakhir Bruno Mars _ Talking To The Moon.” Jawabku panjang lebar.
“Lagu melow semua itu ya?”
“Nggak semua sih. Tapi lagu tadi yang memang jadi favorit.”
“Hmm.. kenapa tadi pas nyanyi Talking To The Moon kok malah nangis?” Tanya perempuan itu (lagi). Dia seolah tak memberikan jeda di antara kami. Aku seperti artis yang sedang menggelar konsferensi pers saja.
“Nggak nangis kok. Cuma keinget sama sesuatu aja.”
“Keinget pacarnya ya?”
“Bukan! Bukan pacar, orang nggak punya pacar. Hehe..”
“Ohh..” Dia tersenyum. “Nongkrongnya sendirian aja nih?”
“Tadi sama temen. Tapi dia lagi ke toilet.”
“Ohh..” Dia mengangguk. “Eh, udah ya. Aku mau ke temen-temenku dulu.”
“Iya. Silahkan.”
Dia pun meninggalkanku, menghampiri teman-temannya.

Kulanjutkan memetik gitar ini. Sembari menunngu Syeha yang belum juga kembali.

Kucoba tepis semua rinduku
Kucoba hapus semua anganku
Berharap semua cepat berlalu
Khayalku tuk miliki dirimu

Lupakanmu..jauh
Tinggalkanmu dari hidupku
Bangunkanku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku

Oh tuhan tolong jawab anganku
Rasa ini terus menyiksaku
Matikan cinta tuk harapan yang palsu
Yakinkan perih kan membunuhku

Jauh…

Tinggalkan mu dari hidupku
Bangunkanku dari mimpiku
Yakinkan semua ini hanya khayalku

Aku mengakhiri lagu dari ‘Looney Band – Khayalku’.

‘Selama ini yang aku lakukan hanya menyangkal perasaan ini. Kenapa harus kamu? Jika kamu bukanlah untukku?’

“Wezz.. hebat juga lu Fam main gitarnya. Baper tadi gua ngedengernya juga. Suara lu merdu banget.” Ucap Syeha yang entah datang dari mana, tiba-tiba sudah duduk di sampingku.
“Lu boker dimana sih? Lama banget.” Ucapku terdengar ketus.
“Hehe.. sorry. Tadi gua beneran emang mules.”
“Terus habis ini mau ngapain lagi?”
“Hmm.. pulang aja yuk. Eh, Fam, gue bisa kan nginep di rumah lu?”
“Ya bisa lah. Lu minta izin kaya ke orang lain aja.”
“Gua cuma takut aja, siapa tau malam ini mau ngelaksanain ‘ritual’ itu. Haha..” Syeha mengucapkan kata ritualnya dengan dua jari diangkat dan dibengkokan, seperti tanda kutip.
“*Baka!” Aku lempar wajah m*sum Syeha dengan ranting pohon. (*baka=bodoh, jpn)

Segera kubereskan semua barang-barang kami. Sementara Syeha mengambil motor untuk kemudian kami meninggalkan tempat ini.

SELESAI

Cerpen Karangan: F. Akhdan
Facebook: https://www.facebook.com/muhamad.fahmi.thigatujuh
I’m introvert and socially awkward. But I’m a good listener.

Cerpen Cinta dan Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Apakah Tuhan Akan Memisahkan Kita

Oleh:
Pagi hari yang sangat indah pada pagi hari ini dan aku pun bergegas ke sekolah untuk mengikuti ulangan semester genap terakhir hari ini. Sampai di sekolah pun aku berkumpul

Sayap Yang Patah Telah Kembali

Oleh:
Satu tahun telah berlalu, Mengapa aku belum juga bisa melupakannya. Apa mungkin aku terlalu menyesalkan perpisahan itu? Ataukah karena aku sangat menyayanginya? Entahlah, yang jelas aku sangat sakit hati.

Akhir Kisah Cinta Ku

Oleh:
Langit yang tampak begitu mendung menghiasi hari yang terasa panas ini yang sepertinya akan ada hujan setelah ini, yang membuat ku merasa malas untuk melakukan kegiatan apapun itu. Hari

Sorry

Oleh:
Tawaku mendadak berhenti ketika melihat sebuah nama yang tak asing bagiku mengirim permintaan pertemanan ke akun facebookku. Ia tidak memakai wajahnya untuk dijadikan foto profil. Ia memakai foto seorang

Bait Bait Curahan Hati

Oleh:
Lautan awan putih membentuk riak-riak gelombang saling kejar satu sama lain. Hawa dingin di ketinggian memaksa penghuni yang ada di sekitarnya untuk memakai baju tebal, termasuk diriku. Namun keindahan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *