Cinta Kita Harus Terpisah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 2 August 2015

“Ku kecap keindahan saat bersamamu namun kurasakan sakit saat kau tak ada di sampingku”

Akhir-akhir ini aku terlalu sibuk memikirkan bagaimana perjuangan kita, lebih tepatnya perjuangan untuk saling melepaskan bertepatan di anniversary satu minggu kita bersama, kita memutuskan untuk saling terpisah meski berat. ketahuilah di satu minggu itu yang kurasakan adalah rasa pahit menjadi manis dan rasa manis kini lebih menjadi manis, seakan tak ada luka ynag mencoba bersemayam di antara kita, yang aku tahu hanya bahagia dan bahagia. Itu saja.

Namun, bahagia yang kurasakan hanya bersifat sementara, setelahnya itu rasa pedih mencekam sanubari hatiku. Tak seharusnya aku terpuruk dalam keadaan seperti ini namun waktu memaksaku untuk terpuruk, waktu memaksaku untuk selalu mengingatmu meski hubungak kita tak berarti apa-apa lagi. Ini sepenuhnya salahku berani memutuskan hubungan yang tak bersalah ini hanya keegoisanku, meski bukan sepenuhnya salahku namun apa dayaku, kutekadkan dalam hatiku bahwa keputusanku untuk berpisah sangat benar meski kutahu sangat salah besar. Bukan keinginanku sungguh bukan keinginanku, semua yang kulakukan sepenuhnya keinginan dia, siapa lagi kalau bukan saudara kandungku lebih tepatnya kakak ku sendiri, menurutnya aku tak boleh menjalin hubungan spesial dengan lelaki manapun, aku hanya harus fokus pada sekolah dan masa depanku.

Aku menghela nafas dalam-dalam lalu kuatur seluruh darahku agar mengalir lebih baik. Kuatur tiap jengkal nafasku agar aku bisa tenang. Meski di dalam hatiku ingin rasanya meracau dan berontak.

Aku mengingat di hari itu kami duduk bersama di taman sekolah, sesaat hening. Namun aku memulai pembicaraan sekedar basa-basi untung menghilangkan rasa canggung di antara kami
“kak? bisakah aku mengeluarkan pendapatku tentang hubungan kita?” tanyaku sembari menatap lekat wajahnya
“pendapat apa yang kamu maksud Agni?” ucap kak Risal
“rasanya, kita berdua sudah tak cocok lagi. Kakak mengerti kan dengan maksudku?”
“aku mengerti. Aku mengerti ada penghalang di antara kita berdua! aku terima keputusanmu” ucapnya datar namun sangat perih sekali kudengar masuk ke dalam telingaku
“aku ingin menjelaskan, bahwa ini bukan keinginanku! kakakku yang menyuruhku untuk lebih fokus memikirkan masa depanku, maaf kak Risal. Sungguh aku bahagia telah menempatkanmu di bagian hidupku yang terpenting”
“aku pun begitu, mungkin inilah yang terbaik! terima kasih atas kebahagiaan yang kau berikan agni, aku menyayangimu”

Harusnya aku melupakan kejadian di hari itu. Karena itu kenyataan pahit yang harus kuterima. Mungkin Tuhan tidak mendukung hubungan yang kami bina karena (mungkin) Tuhan menganggap aku tak layak bersamaanya.

Dulu. Dulu sekali sebelum kami tidak menjalin hubungan apa-apa, kami berdua hanya seperti adik-kakak yang mempunyai kesamaan yang sama. Tiap malamnya aku rela menahan kantuk hanya mendengar cerita tentang sosok wanita yang dia cintai, begitupun sebaliknya aku bercerita tentang sosok lelaki yang kucintai.
Aku tak tahu kapan dan dimana perasaan itu muncul. Dia muncul secara tiba-tiba, dulu aku menikmati cerita tentang wanita yang ia cintai, namun nampaknya hatiku sekarang sakit serasa ada sebilah pisau yang mengiris hatiku jika ia hanya bercerita tentang sosok wanita yang ia cintai dan yang ia cintai bukan aku. Sakit bukan main rasanya.

Selang beberapa hari aku mendengar kabar bahwa sosok wanita yang ia cintai ternyata sudah mempunyai kekasih. Aku bahagia bukan main di waktu itu meski rasa kasihan terbentuk di air mukaku. Namun hatiku sangat berbanding terbalik. Hingga akhirnya waktu menyatukan kita, memberi kita ruang kosong untuk menikamti kebahagiaan yang ku kecap bagaikan sedetik saja.

Harusnya aku lupa tentang kejadian lalu, harusnya aku tefokus pada masa depanku. Karena ini memang keinginanku, keinginan yang tak sejalan dengan hatiku.

Cerpen Karangan: Mimi Antika
Facebook: Mimi Antika (antika Jusi)
nama lengkap: mimi antika
asal sekolah: SMK negeri 01 belopa

Cerpen Cinta Kita Harus Terpisah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku dan Bintang

Oleh:
Bagaikan guru yang mengajar di depan kelas membuat murid-muridnya mengerti. Waktu pun mengajarkanku untuk berhenti memunculkan dia dalam otakku atau mungkin lebih tepatnya menghentikan kemunculannya di otakku. pada kenyataannya

Kapan Pulang?

Oleh:
Akhirnya aku bisa meluangkan lagi waktu ku untuk sekedar menulis. Hari ini aku merasakan hal yang sama lagi, setelah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk melupakan tentang semua

Ketika Hujan Turun

Oleh:
Kenangan bersama orang yang pernah kita sayang tidak akan pernah terlupa begitu saja. Kadang kala kita mengingatnya di waktu-waktu tertentu. Namun, jangan terus terpaku pada kenangan itu karena semua

Only Hope

Oleh:
“Aku melihat bintang yang tersenyum dalam kelam.. Jika tersenyum menjadi terang, atau kadang menjadi padam tenggelam dalam kesunyian. Saat ia tersenyum cahaya itu ada, namun jika tidak, cahaya itu

Penantian Yang Semu

Oleh:
Apakah sebuah penantian akan membuahkan hasil. Apakah akan ada cinta yang akan terbalaskan, meskipun tak pernah terucap dan tak pernah diketahui oleh yang dicintai. Inilah aku yang begitu mencintainya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *