Cinta Menjelaskan Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 15 June 2014

Perasaan ini terlalu mengusik hati Ya Rabb, aku bingung dengan perasaan ini, lidahku yang tak bertulang ini juga tidak cukup fasih untuk menjelaskannya, apakah ini cinta?, kalau benar ini cinta hal ini terlalu jelas bahkan tanpa perlu diperjelas, perasaanku berkecamuk dalam hati dan mengusik ketenangan kalbu, tapi aku merasa ini perasaan yang indah, anugerah terbesar yang aku punya saat ini.

Sudah beberapa tahun ini aku berhubungan dengan gadis itu, gadis yang membuatku berniat untuk menambatkan hati kepadanya, aku sudah berhubungan dengannya sejak aku masih sekolah di MA Assunniyyah Tambarangan, dan hubungan itu berlanjut sampai aku menempuh pendidikan di perguruan tinggi ini, IAIN Antasari Banjarmasin.

Kalian jangan salah faham saat aku mengatakan hubungan, hubungan yang ku maksud bukan berpacaran atau sejenisnya, kami hanya sekedar berteman, walaupun pada kenyataannya ku akui aku menyukainya, tapi aku terlalu pengecut untuk mengakuinya, entahlah, mungkin bukan pengecut tapi lebih tepatnya aku hanya akan mengakuinya saat aku sudah siap untuk mengkhitbahnya.

Dia bukan wanita yang pendiam atau sejenisnya, dia wanita yang menarik, dia tidak pernah kehabisan cerita, entah saat kami berkomunikasi lewat sms atau telepon, jujur saja kami jarang sekali bertemu, atau bahkan bisa saja dikatakan hampir tidak pernah bertemu. Dia bukan gadis yang kudet, dia modern tapi sholehah.

Itulah yang membuatku tertarik padanya, gadis SMA yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai agama walaupun dia menempuh pendidikan duniawi, gadis yang terlewat menarik, kadang-kadang dia kekanak-kanakan, terkadang dewasa, bahkan terkadang seperti ibuku saking cerewetnya. Dia juga tidak pernah segan untuk memarahiku saat aku salah, atau bahkan aku menjadi sasaran empuk untuk melampiaskan amarahnya.

Aku selalu mengiriminya pesan singkat untuk berkomunikasi, anggap saja sekarang kami dalam program semi LDR (long distance relationship), ku pertegas lagi, bukan pacaran, tapi lebih tepatnya teman dekat, aku menyukainya dan ku rasa perasaannya juga sama, tapi dia selalu menutupinya walaupun seperti yang kukatakan cinta itu terlalu jelas bahkan sebelum diperjelas jadi percuma saja ditutupi.

Kami selalu membicarakan tentang bagaimana sebenarnya mendefinisikan hubungan kami ini, tapi pada akhirnya tidak pernah ada penyelesaian, aku selalu tertawa saat membicarakan ini, karena kami selalu saling melempar dalam penarikan kesimpulan, pada akhirnya tidak ada satu pun yang mau mengalah, walaupun dia selalu membawa-bawa teori gendernya itu, tapi aku tidak pernah mau kalah, cukup ku katakan saja sekarang kita pada era emansipasi wanita, hargailah perjuangan ibu kartini, bahkan tidak lupa ku katakan bahwa band vierra pun pernah menyatakan cinta lewat lagunya, jadi apa masalahnya kalau wanita yang duluan, tapi dia selalu berkata “aku bukan orang seperti itu”, aku bahkan selalu membayangkan ekspresi kesal seadanya yang dia punya saat mengatakan itu, padahal tanpa dia katakan pun aku sudah tahu benar bagaimana perasaannya yang terpampang nyata cetar membahana topan itu, tapi bisakah kau menungguku.

Dia semangat sekali beberapa hari ini, dia bercerita banyak hal tentang dirinya dan marah-marah tidak jelas saat aku tidak meresponnya, dia akan mengirimiku emotion super cemberut untuk mengekspresikan rasa kesalnya, tapi entahlah tidak selang berapa lama dia akan bercerita lagi, semua tentang dirinya selalu menarik dilihat dari segi manapun.

Di sisi lain disini di waktu ini ada seorang wanita cantik yang juga menyukaiku, wanita yang sopan, baik dan manis, aku mengenalnya saat aku masuk ke perguruan tinggi ini, kami beda jurusan, tapi satu kelompok dalam pelatihan, terlihat dari matanya, dia menyukaiku, bukan aku terlalu kepedean atau kegeeran, seperti yang ku bilang cinta itu terlalu jelas.

Aku semakin bingung saat wanita ini berkata dia menyukaiku, menyayangiku, ah, apa aku terlalu bodoh untuk memahami kata-katanya yang begitu berat, ku buka handphoneku, ku kirim kalimat yang dikirim wanita cantik ini kepada gadis manis itu, tapi jawabannya terlalu berbelit-belit, memang gadis ini terlalu suka sesuatu yang tersirat, aku mengerti maksudnya tapi aku ingin dia mengungkapkannya secara tersurat, ku beri dia waktu, tapi dia semakin berbelit-belit, dasar gadis labil, dia tidak membalas pesanku lagi, mungkin anak ini sudah tertidur lelap.

Di lain sisi aku juga tidak bisa membuat wanita cantik ini menunggu, biar semua terlihat adil, kukatakan saja aku juga punya perasaan yang sama, dan ternyata hal itu mempunyai efek luar biasa yang tak terbayang olehku untuk kedepannya, aku pun memencet keypad hp-ku untuk menceritakan kepada gadis itu bahwa ada seorang wanita yang mengungkapkan perasaannya padaku dan aku mengatakan hal yang sama supaya adil, message sent, aku hanya bisa menebak bagaimana reaksinya saat membaca pesan dariku.

Tet tet.. tet tet.. tepat tengah malam Hp-ku bergetar, pasti gadis itu, karena dia selalu menunaikan sholat tahajjud pada waktu seperti ini, dia tertidur lelap dengan mudahnya dan akan terbangun lagi pada momentum seperti ini, bisa-bisanya dia seperti itu, tebakanku tepat, aku tercengang membacanya.
“baiklah kalau kamu udah milih dia, kalau kamu ingin kita berteman saja begitu juga boleh”

Deg.. gadis ini, kata-katamu terlalu berat, sekarang apa yang harus ku katakan padamu, aku menjadi semakin bingung, terjepit di antara dua sisi yang hampir mengimpitku, aku tidak merespon kata-katanya dan pura-pura tidak mengerti, begini lebih baik, karena besok pasti dia akan ceria lagi, bisa dikatakan dia orang yang terlalu santai, tidak terlalu peduli dengan hal seperti ini, labil.

Sejak kejadian itu, terang saja, dugaanku benar dia kembali berceloteh tidak karuan, apa dia sudah mencuci otaknya tentang kejadian malam itu atau dia hanya tidak ingin membahasnya, entahlah, yang penting dia tetap bertingkah seperti biasa, inilah yang ku suka darinya, tidak pernah mengambil sesuatu menjadi beban, aku iri pada hidupnya yang terlalu ringan dan lancar.

Akan tetapi sekarang, efek luar biasa itu pun terjadi, aku lupa memperhatikan wanita itu, karena terlalu sibuk dengan gadis ini, seseorang menyalahkanku atas kejadian ini, aku merasa bersalah, tapi aku harus bagaimana, ini tidak bisa dicerna logika, pada dasarnya ini salahku karena terlalu egois memberikan harapan pada dua perempuan, aku seperti mem-PHP keduanya, bisakah hal ini ku tinggalkan saja? Ah, itu hanya menambah masalah, otakku mulai kembang kempis memikirkannya, memikirkan dua hal dalam satu kesempatan, temanku berkata aku harus memilih, aku telah memilih wanita itu dalam qauli, tapi aku telah memilih gadis ini dalam fi’li kurang lebih begitu opini tegas temanku, aku hanya bisa menanggapi opininya dengan senyum, pilihan terbaik adalah duduk diam, termenung, mengkoreksi diriku atas kejadian saat ini.

Tetapi dalam hati kecilku aku bersyukur Allah telah menganugerahiku cinta dari dua perempuan yang cantik dan sholehah, mereka adalah hadiah yang cukup megah yang Allah berikan padaku, harapanku mereka berdua atau salah satu dari mereka akan menjadi amanahku, aku tersenyum… Apa yang ku pikirkan ini, astagfirullah.. bodohnya diriku.
Aku ingin memilih salah satu, tapi aku takut salah satu tersakiti, ingin tidak memilih, keduanya yang akan tersakiti, tapi mau tidak mau, ingin tidak ingin aku harus memilih salah satu, biar yang lain bisa berganti hati kepada orang yang tepat, kalau aku tidak memilih sekarang, mereka akan tetap berharap padaku. Ya Rabb, berilah hambamu petunjuk, jodohku kaulah yang mengatur, cinta tak memiliki atau dimiliki, karena ku pikir cinta telah cukup untuk cinta, aku bukanlah orang yang dapat menentukan arah cinta, karena aku hanya bisa menjatuhkan pilihan, dan Engkau-lah yang akan menentukan perjalanan cinta ini, berilah hambamu ini petunjukmu.. untuk sekarang biarlah semua mengalir tenang seperti air..

Cerpen Karangan: Faurina Rahmah
Blog: dailyextremefr.blogspot.com
Faurina Rahmah (FR) >> 040496 >> Math edu’13 in UNLAM Banjarmasin 🙂

Cerpen Cinta Menjelaskan Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Puisi Untuk Atthar

Oleh:
Ketika rindu menyerang, ketika hati bertasbih. Memuji namamu di hati, kerinduan yang tak terbendung, menghiasi malam ini. Rintik hujan yang berbunyi serta angin yang bertiupan. Dapat ku lihat senyummu

Satu Cinta Untuk Emak

Oleh:
“Apa? Lima juta?” Ujar Tomi setengah teriak. Kaget. “Iya Pak. Jika ibu Bapak baru bisa pulang setelah biaya administrasinya beres.” Jawab sang suster setengah tenang. Jantung Tomi masih berdetak

Rencana Kita Rencana Allah

Oleh:
Cuaca malam itu mendung, sekeliling langit terlihat gelap tanpa ada satupun bintang dan bulan, lalu rintikan air hujanpun mulai terdengar. Tik… tik… tik… begitu jelas terdengar suara cucuran air

Laut, Senja, Dan Kamu

Oleh:
Gadis itu duduk menghadap lautan. Baginya, senja selalu sama. Laut selalu sama. Menghadirkan cerita yang dulu pernah ia alami dalam hidupnya. Ingatan itu terus muncul tiap kali ia menjejakkan

The Rain of Love

Oleh:
Rintik air mulai berjatuhan dari singgasana sucinya, Setiap butirnya kasar menusuk sanubariku yang terlalu halus merana, Rasa sejuk selalu mengundang naluriku untuk merasakan kerinduan yang dalam, Kerinduanku akan dirinya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Menjelaskan Cinta”

  1. Zeze says:

    Ya allah .. Apakah mungkin dia sedang terhimpit.?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *