Cinta Yang Hakiki

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Islami, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 17 December 2016

Apa itu cinta? Entahlah aku pun tidak mengerti apa yang dimaksud dengan cinta. Ya mungakin aku pernah merasakan apa yang dikatakan orang-orang bahwa itu adalah cinta, tepatnya saat makhluk yang berbeda jenis saling jatuh cinta dikarenakan pandangan yang membuat getaran ke hati. Inilah yang dikatakan orang-orang tentang cinta dan aku pernah merasakan itu, tepatnya ketika awal aku masuk ke SMA ada seorang lelaki yang pada awalnya aku sedikit tidak menyukai sikapnya yang terlalu over menurutku, tidak ada kedisiplinan dalam dirinya, itulah pikiranku pada awalnya tentang dirinya. Dia adalah Davi, seorang cowok yang berkulit putih tidak terlalu tinggi dan memiliki suara melengaking yang khas. Ketika pembagian kelas ternyata dia sekelasku! Oh Tuhan kuatkanlah aku menjadi teman sekelasnya.

Singakat cerita hampir satu semester kami sekelas dan tepatnya ketika awal masuk semester 2 dia mendekatiku. Yaa karena emang imageku tentang dia awalnya buruk ya pasti aku meresponnya dengan cuek dan masa bodoh, eh yang diherankan dia gak nyerah dan terus ngejar-ngejar aku dia smsin aku tiap hari, bahkan dia memberikan perhatian yang luar biasa tapi memang dasarnya aku gak punya perasaan apapun ya aku pasti menolaknya.

Suatu hari teman sekelasku yang namanya nata minjam hp ku dan bodohnya aku gak hapus pesan dari dava. Oh tuhan kejadian buruk yang gak pernah aku bayangakan terjadi. Nata baca pesan dari dava dan kemudian dia kasih tau ke laki-laki di kelasku kalau dava sudah berulang kali nembak aku tapi aku tolak terus dan terjadilah kejadian yang gak mengenakkan, dava dijudge habis-habisan dibilang gak tau malulah inilah itulah ahh apapun itu lah yang aku lihat dava hanya tertunduk diam sedih entah karena malu dijudge mereka atau karena dia merasa sedih perjuangannya sia-sia terhadapku.

Aku pun merasa bersalah atas kejadian itu, demi menghapus nama buruknya dan menghentikan judge dari temen sekelasku terhadap dava aku pun akhirnya karena kasihan menerima dia. Ya mungakin pada awalnya karena rasa kasihan aku menerimanya, tapi hari demi hari kulalui bersamanya perasaanku sedikit demi sedikit muncul ternyata sosok dava yang selama ini di pikiranku negatif ternyata memiliki sisi positif yang sangat aku sukai. Dia baik, rajin bantu orangtua, pekerja keras, dan yang paling membuatku semakin menyayanginya adalah dia menjadi panutan yang baik bagiku dia selalu menyerukan hal-hal yang baik kepadaku dan tak pernah sedikitpun dia lupa untuk mengingatkanku beribadah kepada ALLAH. Saat bersamanya aku sering memiliki pikiran mungakinkah dia yang akan menjadi mahramku di kemudian hari karena yang pernah aku baca adalah cinta yang berlabuh karena ALLAH adalah cinta yang menyeru kepada kebaikan dan semakin membuat diri jauh lebih baik. Yah itulah pemikiranku pada awalnya.

Bulan demi bulan berlalu dan tepat memasuki bulan-bulan ke lima dan enam hubungan kami dilanda begitu banyak masalah dan ada suatu kejadian yang membuatku tidak bisa menahan dan mempertahankan hubungan kami. Aku begitu sangat kecewa padanya aku begitu putus asa akan hubungan ini aku begitu tidak kuat menahan tubi-tubian masalah dan sikapnya terhadapku. Sampai akhirnya pada tanggal 18 Agustus 2015 aku pun menghentikan hubungan yang telah kami bangun. Awal-awal perpisahan aku begitu terluka orang yang selama ini sudah sangat aku cintai kini sudah tidak bersamaku lagi. Aku begitu marah, begitu benci, begitu murka, tapi aku tidak tau ke siapa aku menujukan rasa itu. Aku diambang kebingungan yang memuncak, aku merasa hidup ini tidak adil dan perasaan-perasaan kacau lainnya.

6 bulan berlalu sejak hari perpisahan kami tepatnya pada anniversary failed kami aku memutuskan untuk mulai bangkit. Tidak lucu kan sudah 6 bulan sejak perpisahan kami tapi sedikitpun tidak berkurang rasaku padanya dan mungakin kini dia telah melupakanku atau bahkan mungakin sudah memiliki penggantiku. Entahlah aku tidak ingin mencari informasi tentangnya karena yang aku takutkan aku semakin susah untuk menghentikan bayang-bayangnya dari hidupku. Semakin hari aku mencoba untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon kepada Sang Pemilik Cinta untuk membantuku dalam menghapuskan segala perasaanku terhadap seseorang yang bukan mahramku dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit perasaan itu pun memudar.

Aku sangat bersyukur karena akhirnya aku menyadari mungkin Allah memisahkan aku dengan dava karena Allah terlalu cemburu melihat perasaanku yang begitu besar dengan mahkluk yang Ia ciptakan dan sekarang aku hanya ingin menyerahkan segala perasaan cinta dan sayangaku hanya kepada Allah Sang Maha Pemberi Rasa Cinta sampai pada akhirnya suatu hari kelak Allah menaruhkan rasa cintaku ini kepada orang yang tepat disaat yang tepat dan dalam sebuah ikatan suci yaitu sebuah pernikah. WALLAHUA`LAMBINSAWAB

Cerpen Karangan: Rina Andini
Facebook: Rina Andini

Cerpen Cinta Yang Hakiki merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Believe It

Oleh:
“Mampus, aku kesiangan” kulihat jam beker’ku 06.35. padahal hari ini adalah hari pertama MOS untuk siswa baru di SMK Cahaya Bintang. Duh aku bisa kena hukuman karena telat, apalagi

Aku Rela

Oleh:
Aku tak peduli apa yang sedang berlangsung. Aku tak peduli dengan ibu-ibu cerewet di depan kelas yang sedang menjelaskan materi. Aku tak peduli akan catatan-catatan yang ia tuliskan di

Buku Jembatan Cintaku

Oleh:
Aku telah lulus dari sebuah SMA ternama, orang-orang biasa memanggilku melody (Melody Kistari). Dan saat ini aku sedang ingin melanjutkan sekolah ku di sebuah perguruan tinggi negeri. Aku berhijab

Hibernasi

Oleh:
“Maafkan aku Ham, aku udah bener-bener gak bisa sama kamu, aku tuh udah terlanjur mencintai dia, bahkan lebih dari cinta aku ke kamu, maaf.” Kalimat yang terdengar sangat menyakitkan

Sarwani

Oleh:
“Afwan akh, ana tidak bisa menerima khitbahnya. Ana…” Sarwani tak mampu lagi melanjutkan membaca pesan itu. Membaca awalnya saja sudah membuat hatinya remuk redam tak karuan. Dia menghela napas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *