Cintaku Untukmu Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 27 August 2015

Mungkin dia sudah tak mengenalku lagi, tapi aku tak begitu, hingga saat ini aku masih sangat mengenalnya dan sering kali mengingatnya hingga saat ini dan tak tahu sampai kapan. Farel, dialah sosok laki-laki yang pernah ada dalam hatiku. Aku masih sangat mengenang kisah yang terjadi pada kami.

Di pagi yang indah, aku melihat sosok yang sangat mengagumkan.
Fahril, sosok yang sangat aku impikan sejak semester 2 klas IX, dia adik letingku, tapi dia lebih tua dariku. Dia sering dipanggil dengan sebuta Farel.

Hari-hari kulewati dengan rasa cintaku untuknya, setiap hari aku melihat sosoknya meskipun itu dari jauh meski hanya melihatnya dari jauh, itu merupakan hal terbahagia bagiku saat itu. Terkadang dia menoeh padaku, aku hanya menundukkan kepala serasa ingin pingsan karena bahagianya. Aku mulai mendekati adik kandung Farel yang kebetulan juga satu sekolah sama kami, hingga akhirnya lama-kelamaan kami mulai akrab, lama-kelamaan juga kabar kalau aku menyukai Farel juga tersebar ke semua murid SMP tersebut, bahkan sering aku disoraki Farel oleh kawan sekelas Farel.

Suatu hari Fahril meminta nomor hp-ku, memang, selama ini Fahril memeng sering menunjukkan kalau dia menyukainya, aku memberikan nomor hp-ku karena menurutku dengan cara itu aku bisa akrab dengan Farel. Farel memang sudah lama tahu kalau aku menyukainya, tapi ia tak menunjukkan respon apapun, dan aku berpikir, mana mungkin Farel menyukaiku.

Singkat cerita, aku lulus SMP, aku senang kali tapi, suatu hal yang membuatku sedih adalah: aku tidak akan melihat Farel lagi, namun hatiku mencoba menghiburku, “kalau jodoh tak kan ke mana”

Aku pun melanjutkan sekolahku di salah satu sekolah SMK di kotaku, hari-hariku di sana sangat membahagiakan, di sini juga banyak cowok, tapi menurutku tak ada yang seperti Farel. Kebetulan adikku juga bersekolah di SMP tempat aku sekolah dulu, jadi dia sering aku jadikan sumber informasi tantang Farel, apalagi adikku mangatakan kalau ia dan Farel berteman. Aku sering menanyakan pada adikku tentang kabar Farel, kelakuan Farel, masalah yang terjadi pada Farel, karena Farel dikenal sebagai salah seorang siswa yang sangat nakal.

Namun sungguh tak ku sangka respon Farel tentangku sangatlah bagus, Farel masih mengenalku, dan dia meminta nomor hp-ku pada adikku, aku sangat senang mendengar kabar itu, hingga membuat rasa cintaku padanya semakin banyak, aku berpikir tak sia-sia selama ini aku menumpahkan perasaanku pada diariku. Namun sayang, aku dan Farel tak seperti yang kubayangkan. Kami tak pernah berkomunikasi, aku sangat merindukan sosok Farel.

Hari-hariku penuh dengan bayang-bayang Farel, hingga pada suatu hari, kejadian yang menyakitkan terjadi padaku, hari itu, hari jumat, aku pergi ke sungai dekat pasantren tempat aku mengaji malam, Farel memang sering ke sana, tapi aku tak pernah bertamu dengannya, tapi di hari jumat itu, aku melihat Farel, karena aku sering menceritakan Farel pada adik-adikku, adikku yang bungsu pun ingin mengetahui bagaimana sosok Farel yang sangat aku cintai itu, aku pun menunjuk Farel dari jauh pada adikku.

“dek, itu yang namanya Farel,” kataku sambil menunjuk Farel, sosok yang sangat ku rindukan itu.

Melihat sosok Farel dari jauh, adikku langsung menghampirinya, aku mencoba melarangnya, tapi dia terus barlari, aku berusaha tidak menampakkan diriku pada Farel, aku pun melihat dari celah-celah pagar perbincangan Farel dengan adikku, setelah itu adikku meninggalkan Farel dan berlari menghampiriku, aku penasaran apa yang diperbincangkan adikku dengan Farel, aku pun nanya sama adekku apa yang dia bilang sama Farel tadi.

“Dek, apa adek nanya sama Kak Farel tadi?” tanyaku.
Jawab adekku, “tadi adek nanya sama Kak Farel, kak kakak kenal gak sama Kak Fatimah saini, kata Kak Farel kenal, tapi dia bilang sama adek, bilang sama Kak Fatimah, gak usah lagi suka sama kakak, kakak udah punya pacar,”

Mendengar jawaban itu, aku meneteskan air mata, tak ku sangka Farel mengatakan hal seperti itu. Aku membayangkan ucapan Farel terhadap adikku itu, tapi aku mencoba untuk tatap ikhlas, inikah akhirnya kisah cinta yang selama ini ku pendam selama lebih setahun, aku tidak ingin melihat sosok Farel lagi.

Tapi, pada hari minggu, aku dan kawan-kawanku sepasantren sedang bergotong-royong, tiba-tiba Farel datang ke arah kami, melihat sosok Farel, aku langsung lemas dan terjatuh. Aku berusaha untuk tetap sadar, dan mencoba menguatkan diri. Farel langsung pergi. Semenjak saat itu, aku mulai membenci Farel, namun karena rasa cintaku padanya sangat kuat mampu menghilangkan rasa benciku pada Farel.

Mungkin aku benar-benar sangat mencintaimu Farel, tapi karena kau yang menyuruhku untuk berhenti menyukaimu, aku akan berusaha berhenti mencintaimu meskipun hingga saat ini aku masih tetep mencintaimu, karena hati ini tak pernah bisa menghapus namamu, Farel. Aku berharap semoga Farel bahagia dengan pilihannya, biarlah waktu yang menjawab tentang rasaku padamu rel, semoga bahagia Fahril.

Cerpen Karangan: Fatimah Saini
Facebook: Fasargaku Selamanya
Nama: Fatimah saini
Kelas: 11 tkj1
Sekolah: SMK N 1 BLANGPIDIE
Tempat Tanggal Lahir: pulau kayu, 02-02-1998

Cerpen Cintaku Untukmu Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Alasan Terakhirku

Oleh:
Hari ini aku bermimpi, bermimpi bisa selamanya bersama kamu. Aku sangat berharap kau mencintaiku setulus hatimu sama seperti aku yang mencintaimu sepenuh hatiku. Tapi ternyata kau pergi, pergi dengan

Aku dan Puisi, Sendiri

Oleh:
Sebuah kotak kecil berbentuk segi empat. Di dalamnya terdapat sebuah coretan hitam tanpa makna, tanpa arti dan beku. Aku ingin menyelesaikan coretan itu dengan menambahkan bebrapa garis dan titik

Kaukah Imamku???

Oleh:
hujan turun tak begitu deras,Tara tatapi langit-langit kamar yang mulai terlihat tak putih lagi seperti sedia kala,angin yang berhembus membuat nyanyian dengan daun-daun yang di terpanya akankah seseorang di

Perasaan Ini

Oleh:
“Perasaan ini.. rasanya tidak akan pernah berubah, sampai kapan pun.” Namaku Azka Amrina Natalia. Aku tidak tahu, alasan apa aku hidup di dunia ini. Aku tidak memiliki kesukaan yang

Tentang Viana

Oleh:
Semilir angin datang berhembus, menerbangkan lembut rambut gadis jelita yang tidak jauh dari hadapanku. Tawanya yang bisa membuat pikiranku tak pernah lepas dari dirinya. Senyumnya, sifat ramah tamahnya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *