Dear Heart, Why Him?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 31 December 2016

Bukankah itu aku? Bukankah seperti itu selalu diriku? Mudah jatuh dan mudah bangun. Mudah tahu pula mudah lupa. Mudah paham mudah acuh. Mudah untuk jatuh cinta dan mudah melupakan. Tak lama setelah rasa itu ada, seringkali hanya sebentar saja. Seberkas cahaya senja yang kemudian akan menghilang, pudar bersama alur cerita ini. Pergi bersama semua rasa yang dulu awalnya hangat, kini membeku dan menghambarkan indera. Pernahkah ada di sana? Rasa yang dulu, pernah kukira tumbuh dan akan bertahan, ternyata aku salah.

Benar saja, satu lagi memulai. Dan aku rasa akan seperti itu pula akhirnya. Seperti itu juga awalnya. Tapi satu yang sangat melelahkan adalah, kenapa harus dia? Dulu aku juga sering bertanya, kenapa harus dia? Dan seminggu setelahnya aku bahkan tak merasakan apa-apa terhadapnya. Benarkah dulu aku pernah menyukainya? Benarkah aku dulu sering memperhatikannya? Benarkah aku dulu…

Kali ini lagi. Terjadi pada saat-saat pertamaku masuk kuliah, benar saja. Seorang teman biasa yang baru saja aku mengenalnya. Tepatnya baru saja aku bertemu dengannya. Tepat saja aku tahu tenang dia, tepat saja kita saling bicara. Dan seketika aku percaya pada kepribadian MBTI. Benar saja! Bodoh pula diri ini! Kenapa harus terulang lagi, membuatku sulit berkonsetrasi ketika dalam pelajaran, membuatku selalu memerhatikannya, entahlah! Aku bahkan tak tahu harus berbuat apa? Aku senang melihatnya tertawa, karena itu hal langka yang dia lakukan, bahkan terhadap kawan lain. Aku senang melihatnya tersenyum ketika melihatku. Aku suka melihatnya tertawa karenaku. Aku suka melihatnya makan, aku suka melihatnya heran melihatku. Aku suka melihatnya makan sembari menghadap ke arahku. Aku suka melihatnya ketika memanggil namaku sembari tersenyum (walau aku belum pernah lihat juga sih)… Cuma angan wkwk.

Beberapa temanku menyukainya, aku bisa merasakannya. Aku suka melihatnya. Tapi aku tak bisa memandangnya terlalu lama. Aku takut aku semakin jatuh padanya. Aku takut jika suatu saat aku harus tahu bahwa semua itu hanya masa laluku. Sepenggal cerita tentangnya, yang bahkan tak sempat hadir dalam lembar rasa.

Satu hal yang aku sesalkan adalah bahwa aku tak bisa membantunya membuat esai untuk lomba. Entah kenapa? Aku kesal saja. Ingin rasanya aku bertanya, mengapa seleksinya begitu ketat. Mengapa hanya aku yang terpilih. Aku ingin berjuang bersama. Dengan kawanku itu. Benar, kawanku yang satu ini benar-benar membuatku khawatir ketika tidak melihatnya.

Kenapa dia sering datang terlambat, dan membuatnya duduk sendiri di belakang bagian pinggir. Benar, pinggir adalah tempat favoritnya. Aku tak tahu mengapa, tapi katanya anak Introvert suka sendirian. Yah, aku percaya saja. Katanya INFJ gak bisa menjelaskan pikiran ilmiah dengan kata-kata. Masa sih? Aku ingin membantunya, karena kebetulan aku sedikit lebih di bidang itu. Yuph, menjelaskan! Aku benar-benar ingin membantunya. Tapi mungkin aku tak memiliki kesempatan itu. Mungkin lain kali tak kan ada kesempatan lagi untukku bicara padanya.

Dan seketika aku sadar bahwa. Aku harus lulus ujian GC, aku harus menjadi anggota GC, kemudian aku akan mentraktirnya dan juga temanku yang lain. Dan setelah itu semuanya akan benar-benar berakhir.

Cerpen Karangan: Avocado
contact me: thouarethou[-at-]gmail.com

Cerpen Dear Heart, Why Him? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Kisahku dan Dia

Oleh:
Malam itu aku duduk termenung di meja belajarku saat terdengar dering sms di handphoneku. Tertera nama mantanku di sana. “Huhh ngapain sih dia masih sms lagi kan gue juga

Just For You Dika

Oleh:
Gini deh nasibnya “seorang jomblo”, hhhmmm.. sudah sendirian tak ada teman yang di ajak ngobrol pula. Membosankan. Ku pandangi handphoneku, tak ada sms apalagi telfon. “Enaknya ngapain ya?” Akhirnya

Kenapa Harus Dia

Oleh:
Pagi itu sangat indah, sejuk dan juga cerah, membuat semua hati orang senang dan bahagia karenanya tapi bukan bagi hati Bella, pagi itu tak Indah baginya dan mungkin seperti

Puisi Yang Sering Kamu Ledekin

Oleh:
Dia Sebuah anugerah Tuhan yang terindah jika aku memilikinya. Namun aku tak dapat meraihnya. Aku hanya bisa memilikinya dalam angan. Dia yang terlalu dekat. Dia juga yang terlalu jauh.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *