Debris Berserakan Di Pelupuk Mata Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 14 February 2016

Ku gantungkan harapku pada beribu bintang yang bertaburan di atas sana. Selama ini kamu yang menjadi bintang di hatiku, meskipun kini aku berusaha untuk semakin menjauhimu, dan kamu pun begitu. Tapi percayalah aku tulus akan semua rasaku untukmu.

“Kamu belum tidur?” Suara bunda yang tiba-tiba terdengar di depan pintu kamarku.
“Ya sudah tidur sana.” Tambah bunda sambil menutup pintu kamarku. Ku hempaskan tubuhku yang terasa lelah di kasur. “Rasanya baru kemarin, tapi kenapa secepat itu kamu bisa mengambil duniaku. Aku menyayangimu, cobalah kamu katakan bagaimana perasaanmu terhadapku.”

Ku matikan lampu kamarku lalu ku tertidur. Suara alarm itu membangunkanku. Mimpi-mimpiku pun berakhir, tanpa ku tahu apa yang telah ku lewati dalam mimpiku itu. Di sekolah aku hanya menatapnya, tidak ada sepatah kata pun yang aku ucapkan dan begitu juga dengannya. Saat pelajaran sedang dimulai, tanpa sadar aku memperhatikannya. Entah mengapa aku ingin selalu melihatnya, meskipun dia tidak tahu itu. Terkadang aku merasa senang sendiri ketika melihatnya tersenyum ataupun tertawa bersama teman-temannya. Terkadang aku ingin selalu dekat denganmu, tapi untuk saat ini aku hanya mampu memandangmu dari arah yang berjauhan. Namun terkadang kita sering berdekatan tapi aku merasa jauh dengan hatimu. Aku merasa kamu terlalu berubah untuk memahami sikapku yang selalu ingin di sampingmu. Ku sadar aku telah menggores banyak luka di hatimu.

Dan sekarang aku mengerti kenapa sikapmu begitu dingin kepadaku. Maafkan aku yang telah menghancurkan rasamu, maafkan aku yang tak sempat menghiraukanmu, hingga semua terjadi begitu cepat. Ku tutup diary berwarna ungu itu, buku kecil yang ku namai “debris” yang berarti “puing.” Kadang aku merasa bosan dengan alur cerita hidupku yang super duper galau. Dan lagi, aku juga sering dipanggil Si Ratu Galau. Panggilan itu tidak terlalu buruk bagiku karena aku menyadarinya bahwa aku memang pantas dipanggil Si Ratu Galau.

Ku ulurkan tanganku di hadapannya, aku mengembalikan bukunya yang sempat ku simpan waktu itu. Cowok berwajah manis itu menatapku, ku dengar dia mengatakan “terima kasih.” Aku hanya diam, mulutku terasa kaku, ku lihat ada senyum manis yang tergambar di bibirnya. “Aku ingin selalu melihat kamu tersenyum.” Ucapku dalam hati. Kemudian dia berlalu pergi. Ku hanya menatap punggungnya yang kini mulai menjauh dari penglihatanku. Aku kembali ke tempat dudukku, membayangkan saat dia yang dulu, yang masih dengan perasaannya untukku.

Sejak ku mengenalmu seperti ada magnet yang mengikat hatiku padamu, dan selalu ingin bersamamu. Kini ku melihat rasamu yang terus memudar. Entah itu hanya sekedar perasaanku ataukah memang benar begitu. Jika boleh memilih aku akan memilihmu, bukan dia.

Di bawah sorotan bintang aku merindu. “Akankah kita dapat bersama lagi, ku mohon dengarkan penjelasanku, aku tidak bisa jika kita terus begini. Kau terlalu dalam masuk ke ruang hatiku, sehingga tidak ada lagi ruang kosong untuk yang lainnya. Ku mohon percayalah bahwa aku tidak menyayanginya, tetapi kamu, kamulah orang yang selama ini ku inginkan.” Ku lihat ada sebuah pemberitahuan di layar ponselku, ternyata Dion, dia mengomentari fotoku. Segera ku buka akun facebook milikku, ku melihat sebuah kata-kata yang ia tujukan padaku.

“Apa maksudnya, bukankah dia marah padaku?” Ucap hatiku saat itu.

Esok harinya di sekolah, aku masih menjadi Si Ratu Galau. Dengan pelan ku melangkah memasuki pintu gerbang sekolah, ketika sampai di depan kelas, lagi dan lagi dia berada tepat di depanku. Dia tidak tersenyum apalagi mendekatiku seperti dulu. Cowok berbehel itu membalikkan badannya, seakan tidak ingin melihatku. “Hei tunggu, kenapa kamu menjauhiku, apa karena masalah sepele begitu sikapmu berubah kepadaku? Coba katakan apa maumu!” Teriakku. Kemudian dia berhenti, dia berbalik badan lagi ke arahku. “Aku tidak ingin membuatmu merasa terganggu dengan kehadiranku, ku menjauh hanya untuk melihatmu bahagia dengan Andi, apakah salah?” Ketika aku ingin menjawab pertanyaannya tiba-tiba Lara menarik tanganku dan membawaku masuk ke kelas. Ternyata dari tadi aku hanya melamun, Dion tidak di depanku, dan mungkin saja dia belum datang.

Ternyata melupakanmu lebih sulit dari yang aku bayangkan. Berbagai kenangan yang telah kita lewati berserakan di pelupuk mataku. Tidakkah kamu merindukanku? Apakah kamu sudah lupa denganku? Jujur, sejauh ini aku lelah dengan semua kepura-puraanku yang sengaja menjauhimu. Rasanya begitu sakit, saat memandangi Andi, cowok bermata sipit yang pernah dekat denganku. Dia yang kala itu sering ke kelasku, dan karena sikap teman-temanku juga yang pada saat itu sangat mendukungku dengannya. Dan kini aku kehilanganmu.

Cerpen Karangan: Rauzatun Nisa
Facebook: Fhanisa Videlia Part II

Cerpen Debris Berserakan Di Pelupuk Mata Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Itu Indah

Oleh:
Kiara gadis manis dan banyak cowok yang suka sama dia. Tapi sayangnya tak satupun diantara beberapa cowok itu yang dia respon. Gak ada yang tau gimana yang di mau

Virus Merah Jambu

Oleh:
Di pagi yang cerah, aku menuju sekolah ku yang berlokasi tepat di depan asrama kami. Aku pun pergi sendirian, dan aku ingat hari ini adalah jadwal piket kelasku. Dan

I Miss You

Oleh:
Angin semilir menelusup celah-celah helai rambutnya. Menikmati sore yang menggantungkan matahari di ujung barat untuk segera menyembunyikan dirinya. Menebarkan kilau emas keoranyean di langit kala itu. Ia bangkit dari

Dia Panggil Aku Gina Lagi

Oleh:
“Maafkan aku karena aku tidak bisa hidup denganmu,” “Kenapa?” tanyaku. “Karena takdirku bukan kamu, aku ditakdirkan untuk hidup dengan Micel,” Aku terpaku dengan kata-kata itu, kata-kata terakhir ketika Ardi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *