Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 15 August 2021

Dipenghujung senja yang bisu
Terselip butiran rindu yang kelabu
Terhempas angin Hingga membeku menjadi batu
Selamat bercumbu dengan rindu
Yang tak kunjung bertemu

Ditepi malam dingin dan sepi ku masih terlelap dalam belaian kasur di kamarku, masih merasa nyaman dalam buaian mimpi indah, tak terasa malam sudah berakhir, perlahan sang surya menyelinap disela-sela kaca jendela kamarku memancarkan sinarnya dengan malu-malu, saat itupun ku mulai membuka mata dan sadarkan diri, waktu berkhayalku sudah habis dan harus kembali ke rutinitas di dunia nyata yang sedikit rumit dan membosankan.

‘Tuhaaaaaannnn, kenapa harus dia’ gumamku dalam hati
Aku tidak pernah merasakan rasa sebodoh dan sekonyol ini, rasa yang membelenggu menyiksa dan kadang menyakiti hatiku sendiri.

JATUH CINTA, yaa mungkin ini yang namanya jatuh cinta, aku tidak pernah mengenal rasa ini sebelumnya.
Tuhan, ada apa dalam diriku ini? Kenapa?, Aku bingung Setiap detik kenapa harus selalu dia yang ada di otak dan pikiranku. Ya dia, dia yang mungkin tidak pernah memikirkan aku sedikitpun.

Tuhan andai pungguk mampu memeluk bulan mungkin tak akan ada yang bernasib sepertiku, ya aku tau diri aku siapa dan dia siapa, terkadang aku ingin membenci semesta kenapa harus menghadirkan dia di waktu yang tidak tepat.

“Tuuuhhh!”, telunjukku menunjuk ke bintang, itulah dia (Seketika air mataku menetes) karena kelopak mataku sudah tak mampu membendung kesedihan yang menyesakan dada, Rasa rindu ini terlalu berani datang menyiksa batinku tanpa malu.

Tak sehela nafaspun tanpa ada dia di otakku, rasanya ingin selalu melihatnya walau dari kejauhan ingin memperhatikannya, ingin selalu menyapanya namun nyatanya membalas tatapan matanya saja aku tak mampu.

Yaa, aku tau aku salah, tak seharusnya rasa ini ada, tapi cinta tak pernah salah, biarlah kunikmati rasa ini sendirian tanpa harus dia tau dan tanpa dia membalasnya. Biarkan dia bahagia dengan yang lain karena ku bahagia melihatnya bahagia, walau terkadang aku harus menyakiti diriku sendiri dengan berpura-pura bahagia saat melihat dia dengan yang lain. Biarlah rasa suka cinta sayang aku pendam sendiri, sampai kapan? Entahlah aku sendiri tidak tau mau sampai kapan aku menyiksa diriku sendiri seperti ini.

Harapku suatu saat nanti semesta membisikan kepadanya bahwa aku benar-benar mencintainya, entah saat aku masih bernafas atau ragaku sudah terkubur tanah merah, namun percayalah rasaku kepadanya tidak akan pernah mati walau dalam perih.

Tuhan kenapa senyum dia begitu segar seperti embun pagi yang murni dan menyegarkan
Tuhan kenapa tatapan matanya begitu indah seperti pelangi yang hadir setelah hujan tiba
Tuhan aku mencintainya dalam kesungguhan.

By. Abieondel
Lebak, 04-01-2020

Cerpen Karangan: Abie Ondel
Blog / Facebook: Abieondel

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 15 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dilema

Oleh:
“Ttit… tit… tit… tit…” suara handphone ku berbunyi. “Hmmm… siapa ya yang ngesms ku, mungkin dari my chiby” kataku dalam hati sambil berjalan ke kamar untuk mengambil handphone. “Desta,

Rumah Kura Kura

Oleh:
Ini adalah cerita dimana gue harus pindah ke sekolah yang baru, yang berarti gue harus bisa meninggalkan yang lama. Banyak banget history dan moment yang gue dapetin dari sekolah

Unknown Admirer

Oleh:
Kau tau? Ada seseorang yang mengagumimu tanpa kamu tau. Dia adalah aku, pengagum rahasiamu. Atau mungkin lebih tepatnya, pengagum yang tak diketahui olehmu. Kau tau? Aku mengagumimu sebelum aku

Aku, Kamu, Kita

Oleh:
Udah hampir 6 jam gua mantengin layar laptop dan gua gak tau mau mulai ngetik dari mana? gua gak tau gua harus mulai dari huruf apa? bahkan sempat beberapa

Always Beside Me

Oleh:
Matahari mulai beranjak turun, gumpalan awan ceria berjalan perlahan, melewati setiap detik yang berharga, melewati segenap kenangan di atas teratai Shirakaba. Seorang laki-laki tengah menyipitkan matanya dan melihat keadaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *